
Leo tampak sangat kesal karena istrinya mengajak orang lain untuk makan siang bersama mereka. Karena tidak ingin hanya dia sendiri yang laki-laki, Leo memaksa Rezza untuk ikut makan siang bersama mereka juga.
"Kalian cari tempat saja dulu, aku ke toilet sebentar sekalian hubungi suami ku dulu" ucap Ellen setelah mereka masuk kedalam restoran.
"Baiklah, kami cari tempat yang nyaman untuk kita" ucap Desi.
Saat ke toilet Ellen tidak sengaja menyenggol seorang wanita, sampai akhirnya wanita itu menabrak meja yang dibelakangnya. Karena dia tahu kalau dia yang salah Ellen langsung meminta maaf pada Wanita yang disenggol nya.
"Maaf kan saya, mbak. Saya tidak sengaja, mbak tidak apa-apa kan?"
"Apa kamu tidak bisa pasang mata? Jalan yang begitu luas, kamu bisa menyenggol orang lain?" ucap wanita itu dengan kesal.
"Ia, mbak maaf ya...." ucap Ellen dengan rasa bersalah.
"Lain kali perhatikan jalan...."
"Ia, Mbak...."
"Sayang...." Ellen langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara yang sangat dikenalnya,. begitu juga dengan wanita itu. Wanita itu juga menoleh kebelakang.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Leo sambil melihat tangan istrinya mana tahu ada yang lecet.
"Tidak apa-apa. Aku tidak sengaja tadi menyenggol mbak ini...." ucap Ellen sambil tersenyum. Leo langsung menatap wanita yang ada dihadapan mereka, begitu juga dengan Rezza tatapannya juga sangat dingin.
"Leo...." cicit wanita itu sambil menatap Leo dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
Tentu saja membuat Ellen langsung mengerutkan keningnya saat mendengar wanita yang tidak sengaja disenggol nya tadi menyebutkan nama suaminya.
"Ayo, sayang..." ucap Leo sambil menarik tangan istrinya tanpa memperdulikan sapaan wanita itu.
"Tunggu Leo..." wanita itu langsung menangkap tangan Leo sebelum pergi jauh dari hadapannya.
Leo yang dari dulu tidak suka disentuh wanita, langsung menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar. Sedangkan Ellen tampak sangat kesal karena wanita itu memegang tangan yang bukan miliknya.
"Apa kamu tidak bisa menjaga sopan santun mu nona Clarisa ? Tolong hargai istri ku..." ucap Leo sambil menarik Ellen semakin dekat dengannya. Dalam hatinya Ellen sangat bahagia karena Leo langsung menyebutkan dirinya istrinya dihadapan wanita itu.
__ADS_1
"Istri?" cicit Clarisa sambil menatap kearah Ellen.
"Tidak mungkin, setahuku kamu belum menikah? Jangan berbohong hanya karena ingin membuat kku berhenti" ucap Clarisa yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Leo.
"Terserah apa katamu, nona Clarisa. Makanya rajin-rajinlah membaca surat kabar atau majalah. Beberapa Minggu yang lalu kami baru saja mengadakan acara resepsi pernikahan kami. Kamu tahu pasti para wartawan tidak pernah mau ketinggalan informasi tentang diriku." ucap Leo dengan tegas.
"Sayang ayok..." ucap Leo setelah menjelaskan apa yang ingin dikatakannya.
Clarisa menatap punggung Leo dan Ellen dengan wajah sendu. Hatinya sangat sakit saat mendengar kalau Leo sudah menikah dan apalagi Clarisa dapat melihat jelas kalau tatapan Leo sangat mencintai Ellen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebenarnya Ellen sangat penasaran siapa wanita yang bernama Clarisa itu, tapi dia menahan dirinya untuk tidak pura-pura tidak terlalu peduli. Karena Ellen ingin Leo sendiri lah yang lebih dulu cerita.
"Oh, ya Des apa Dito sudah menandatanganinya?" tanya Ellen sambil menikmati makanannya.
"Belum. Dia ingin masih mau mempertahankan pernikahan kami." jawab Desi setelah menghela nafas.
"Jadi kamu setuju?" sambung Sasa lagi.
"Baguslah, pria yang tidak bisa setia dengan pasangannya tidak layak untuk dipertahankan" ucap Ellen sambil melirik ke arah Leo yang tampak asyik menikmati makanannya.
"Besok jam berapa dimulai?" tanya Sasa.
"Jam sepuluh pagi. Kenapa? Kalian mau ikut?"
"Tentu saja, kami Ingin menemani mu..." Desi hanya mengangguk kepalanya saat mendengar jawaban dari Ellen.
Drt...Drt...Drt...
Rezza langsung minta ijin pada Leo untuk mengangkat teleponnya.
"Oh ya pak Leo terimakasih ya sudah mentraktir makan kami dan sudah membantu saya untuk mempercepat proses persidangan saya" ucap Desi setelah Rezza pergi. Ellen langsung menoleh ke arah Leo dengan tatapan bingung.
"Sama-sama. Saya melakukan nya karena tidak ingin istri saya terlalu gelisah karena permasalahan anda" ucap Leo sambil menggenggam tangan Ellen yang ada diatas meja.
__ADS_1
"Tunggu dulu maksud nya apa, sih?" tanya Ellen dengan penasaran.
"Berkat bantuan suami mu, persidangan perceraian ku dan dan Dito bisa dipercepat. Suami mu juga menyewa pengacara yang bagus untuk membantu pengacara ku" ucap Desi.
Mendengar itu Ellen secara tanpa sadar Ellen memeluk Leo. Tentu saja membuat Desi dan Sasa langsung mengerutkan keningnya apalagi Leo selalu memanggil Ellen dengan sebutan sayang, sedangkan Ellen memanggil Leo dengan sebutan yang berbeda dari yang sebelumnya.
"Permisi pak.." Ellen langsung melepaskan pelukannya saat mendengar Rezza memanggil suaminya.
"Pak, tuan besar baru menghubungi saya beliau ingin anda dan nona Ellen ikut bersama tuan besar untuk acara makan malam yang diadakan tuan Takamura." ucap Rezza.
"Kenapa? Batalkan saja, itu acara makan malamnya bersama sahabatnya, kenapa kami harus terlibat. Katakan pada kakek kami ada acara penting" ucap Leo yang tampak sangat berat untuk hadir.
"Kenapa kamu menolak? Jangan pak Rezza, katakan pada kakek kami pasti akan ikut" ucap Ellen yang tidak setuju dengan keputusan suaminya.
Mendengar ucapan istrinya, Leo memang tidak bisa berkutik lagi. Karena apa yang dikatakan istrinya pasti Leo akan langsung mengikutinya, apa yang dikatakan Rezza tentang Leo sangat benar. Leo sudah benar-benar bucin terhadap istrinya. Rezza tidak langsung mengikuti apa yang dikatakan Ellen, dia melihat ke arah Leo.
"Lakukan saja apa yang dikatakan istri ku" ucap Leo yang mengerti dengan tatapan Rezza padanya.
"Baik, pak..." Rezza langsung menghubungi kakek Bryan untuk mengatakan keputusan Leo.
Kedua sahabatnya Ellen tampak sangat terkejut, karena Leo langsung mengikuti apa yang dikatakan Ellen tanpa ada bantahan.
Setelah makan siang mereka selesai, Leo mengantarkan Ellen lebih dulu ke tokonya sebelum kembali ke kantornya. Sedangkan Desi, nebeng dengan Sasa ke boutique nya.
Saat Ellen ingin masuk kedalam mobil Leo, pria yang tidak ingin dilihatnya sepanjang hidupnya lagi tiba-tiba menampakkan wajahnya di hadapannya. Pria yang begitu saja diam saat orangtuanya menghinanya dan mamanya.
"El..." sapa pria itu dengan terkejut saat melihat Ellen digandeng dengan Leo.
Tentu saja pria itu sangat mengenal siapa Leo, apalagi perusahaannya saat ini sedang bekerjasama dengan perusahaan Leo.
Pria itu tahu kalau Leo sudah menikah dan dia dan keluarganya pun sebenarnya dapat undangan, hanya saja mereka tidak bisa hadir karena mereka sedang liburan di luar negeri. Pria itu bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa Leo menggandeng tangan Ellen, dan apa hubungan Ellen dan Leo.
Ellen yang belum bisa melupakan apa yang dilakukan orang tua pria itu pada mamanya, memilih untuk masuk kedalam mobil tanpa bicara apapun pada pria itu. Melihat istrinya masuk kedalam, Leo juga ikut masuk ke dalam mobil. Pria itu terus memperhatikan mobil Leo sampai menghilang dari pandangannya.
"Apa Ellen menantu keluarga Rejaksa?" gumam pria itu sambil menatap mobil Leo.
__ADS_1
...****************...