
Leo berlari terbirit-birit masuk ke dalam rumah sakit. Saat mendapat kabar dari kakeknya kalau istrinya masuk rumah sakit membuatnya terkejut dan rasa bersalah terus menghantuinya.
Flash back
Leo terus mengabaikan panggilan istrinya sejak tadi sore. Leo juga melarang Rezza untuk mengangkat telepon istrinya dan keluarganya sampai dia menyelesaikan pekerjaannya. Sebenarnya Rezza memaksa Leo untuk pulang lebih awal tapi Leo selalu beralasan bahwa pekerjaannya belum selesai. Saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, barulah Leo mengajak Rezza untuk pulang.
Drt...Drt...Drt...
Saat pesawat mereka sudah mendarat di kota J, Rezza melihat kakek Bryan menghubunginya.
"Halo tuan besar..."
"Kalian ada dimana sekarang? Katakan pada cucu ku yang bodoh itu kalau istrinya ada dirumah sakit" teriak Kakek Bryan dengan emosi.
Mendengar itu kakek Bryan langsung menatap Leo. Leo yang belum tahu tampak mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu menatap ku begitu?"
"Sekarang kita harus ke rumah sakit..." ucap Rezza dengan gugup.
"Kenapa? Siapa yang masuk rumah sakit?" tanya Leo dengan cemas.
"Istri mu..."
Betapa terkejutnya Leo saat mendengar istrinya berada di rumah sakit. Dengan cemas Leo langsung berlari, Rezza mengikuti Leo dari belakang.
Flash back End
Saat masuk kedalam ruangan istrinya, betapa hancurnya hati Leo saat melihat istrinya tampak sangat pucat, bagian keningnya kena perban dan jarum tertancap di tangan istrinya.
Dengan langkah gontai Leo berjalan mendekati istrinya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Mama Nia yang dari tadi duduk di samping Ellen memberikan ruang untuk Leo. Leo pun langsung duduk di samping istrinya, dengan wajah sendu Leo menggenggam tangan istrinya.
"Sayang...." gumam Leo dengan meneteskan air mata.
Leo terus mengecup tangan istrinya sambil menangis.
__ADS_1
"Kak, tenanglah kak Ellen baik-baik saja. Biarkan kak Ellen istirahat dulu, dia baru saja tidur. Dari tadi kak Ellen terus mencari keberadaan kakak" ucap Chelsea. Leo melepaskan tangan istrinya, lalu menatap Chelsea.
"Katakan apa yang terjadi? Kenapa istri ku bisa begini?" tanya Leo dengan dingin pada Chelsea.
"Aku akan yang akan menjelaskannya..." Leo langsung ke arah pintu ruangan istrinya.
Melihat kehadiran Rio membuat rahang Leo mengeras. Leo langsung berpikir apa yang terjadi pada istrinya, pasti karena ulah dari keluarga Hodgson.
Bugh...
Leo langsung meninju wajah Rio dengan keras. Setelah itu Leo menarik kerah baju Rio dengan tatapan tajam.
"Leo..." teriak Kakek Bryan.
"Astaga kak Leo, apa yang Kaka lakukan?" Chelsea berusaha untuk menarik Leo untuk melepaskan Rio.
Mama Nia, Kartika dan para sahabat Ellen tampak sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Leo.
"Nak, lepaskan nak Rio..." bujuk mama Nia dengan lembut.
"Kakak salah, ini terjadi karena mobil kak Ellen rem nya blong. Untung saja ada kak Rio, kalau tidak ada kak Rio, pasti kak Ellen tidak akan selamat." jelas Chelsea.
Mendengar itu barulah Leo mengendurkan cengkraman nya. Leo menatap Chelsea dengan mengerutkan keningnya.
"Mobil apa yang digunakan istri ku? Apa kamu membiarkan nya pergi sendiri?" tanya Leo pada Chelsea.
"Kak Ellen bersama pak Herman perginya." jelas Chelsea.
"Dimana pak Herman?"
"Pak Herman lagi di ruang ICU kak, keadaan pak Herman sangat parah..." ucap Chelsea dengan sendu karena mengingat keadaan pak Herman yang menjadi supir keluarganya sejak puluhan tahun dalam keadaan memprihatinkan.
"Rezza suruh mereka untuk menemui ku di rumah!" Perintah Leo.
"Baik..." Rezza yang tahu siapa yang dimaksud Leo langsung melakukan tugasnya.
__ADS_1
"Kamu keluar dari sini, aku tidak ingin kamu ada di sekitar istri ku lagi. Aku sangat yakin apa yang terjadi pada istri ku itu perbuatan salah satu dari keluarga mu!" ucap Leo dengan tegas pada Rio.
Rio hanya diam saja menanggapi ucapan Leo, karena dia tidak ingin keributan di ruangan Ellen. Apalagi Rio dapat melihat jelas tak ada satupun yang suka dengan kehadirannya, walaupun mereka sangat berterima kasih padanya karena menyelamatkan Ellen.
Setelah Rio pergi, Leo kembali duduk di samping istrinya. Leo selalu mengucapkan kata maaf pada Ellen sambil meneteskan air mata.
"Nak, istirahat lah... Kamu baru saja sampai, pasti kamu sangat lelah." ucap mama Nia.
"Tidak, ma... Sebaiknya mama pulang untuk istirahat. Kakek juga pulanglah. Aku yang akan menjaga istriku..."
"Kamu yakin?" tanya Kakek Bryan dengan cemas karena wajah Leo tampak sangat kelelahan.
"Yakin kek..."
Karena Leo memaksa mama Nia dan kakek Bryan untuk pulang akhirnya mereka pulang. Leo meminta Kartika untuk menemani Mama Nia pulang ke rumah. Sedangkan Rezza diperintahkan untuk membawa Kakek Bryan pulang, sedangkan sahabat-sahabatnya Ellen juga diminta Leo untuk pulang. Hanya Chelsea sajalah yang tinggal menemani Leo di rumah sakit.
"Kenapa kakak baru pulang? Bukannya aku sudah bilang kakak harus pulang lebih awal dan kak Ellen sudah mengabari kakak kan untuk menemuinya di restoran Royal" ucap Chelsea dengan kesal. Leo hanya diam saja menanggapi pertanyaan Chelsea.
"Apa kakak tahu kak Ellen sudah tidak sabar menunggu kakak pulang dan dia sangat antusias merayakan ulang tahun kakak. Dia sangat ingin merayakan ulang tahun kakak hanya kalian berdua saja." Leo sangat terkejut kalau Ellen menyiapkan kejutan untuknya.
Padahal dari tadi pagi saat seluruh keluarganya mengucapkan selamat ulangtahun untuknya, Leo berharap Ellen mengucapkan selamat ulangtahun untuknya. Tapi dari tadi pagi sampai sore Ellen tak ada mengucapkan selamat ulangtahun untuknya, Ellen hanya selalu mengirimkan pesan untuknya supaya tidak lupa untuk menemuinya nanti malam.
"Jadi dia tahu ulang tahun ku?" gumam Leo sambil menatap wajah pucat Ellen. Rasa bersalah Leo semakin bertambah besar, dan dia terus merutuki dirinya yang sangat bodoh dan terlalu gampang termakan dengan ucapan orang lain.
"CK... Apa kakak pikir kak Ellen tidak tahu ulang tahun kakak?" tanya Chelsea yang mendengar gumaman Leo, Leo hanya mengangguk kepalanya.
"Sejak dua hari yang lalu kak Ellen mulai tampak sangat sibuk mempersiapkan acara ulang tahun kakak. Aku tahu beberapa hari ini kakak berusaha untuk menghindari kakak ipar, kan?" Leo langsung menatap kearah Chelsea.
"Apa kakak tahu kak Ellen selalu menunggu kepulangan kakak pulang sampai larut. Dia juga tidak ingin makan malam bersama kami dengan alasan dia ingin makan malam bersama kakak. Kalau bukan karena kakek memaksanya untuk makan, mungkin dia tidak akan makan sampai pagi. Aku tidak akan bertanya pada kakak kenapa kakak ingin menjaga jarak dengan kakak ipar, tapi ku mohon tolong jangan kecewakan kakak ipar. Aku dapat melihat jelas beberapa hari ini kalau kakak ipar sudah mencintai kakak. Apalagi dia hari ini saat aku ingin melihat keadaan kakak ipar di kamar aku melihat dia selalu menatap foto pernikahan kalian dengan tersenyum bahagia dan dia selalu mengelus foto kakak..." ucap Chelsea.
Deg...
Leo benar-benar sangat terkejut mendengar tentang Istrinya dari Chelsea. Dengan perasaan yang campur aduk, Leo berkali-kali mengecup punggung tangan Ellen sambil berdoa supaya Ellen mau memaafkan kebodohannya beberapa hari ini.
...****************...
__ADS_1