
"Tidak apa-apa..." ucap Ellen sambil menghentikan pelayan itu tidak mengucapkan kata maaf lagi.
Clarisa yang menatap Ellen dengan tersenyum bahagia karena melihat baju yang dikenakan Ellen kotor.
"Hahaha, OPS baju nya kotor deh...." ucap Clarisa pada Ellen dengan tersenyum. Ellen langsung menatap tajam Clarisa, Ellen tahu kalau Clarisa sengaja melakukannya.
"Saya tahu kalau kamu sengaja tadi kan?" tanya Ellen sambil menatap Clarisa dengan tajam.
"Kalau iya kenapa? Kamu mau membalas? CK... Kamu itu tidak cocok ada disini, disini bukan tempat orang yang tidak berkelas seperti mu. Baju murahan seperti itu saja bangga, aku bisa membelikan baju yang kamu pakai sepuluh seperti itu" ucap Clarisa dengan sombong.
"Hei nona, apa orang kaya seperti mu itu mulutnya tidak pernah di sekolahkan?" ucap Ellen dengan mengejek Clarisa.
Plak...
Clarisa yang merasa dirinya dihina Ellen, dengan emosi langsung menampar pipi Ellen dengan keras.
"Clarisa apa yang kamu lakukan..." seorang pria muda datang mengehentikan Clarisa yang bersikap kasar.
Ellen yang merasa tidak terima dengan apa dilakukan Clarisa, langsung menatap Clarisa dengan dingin. Saat pria itu ingin memeriksa keadaan wanita yang disakiti Clarisa sangat terkejut melihat Ellen lah wanita yang disakiti Clarisa.
"Ellen..." cicit pria itu saat melihat siapa yang telah ditampar Clarisa.
Ellen yang mendengar namanya disebut langsung menoleh ke arah sumber suara. Ellen sangat terkejut melihat pria yang ada dihadapannya, dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang masa lalunya saat ini.
"Apa kamu mengenal wanita miskin ini?" tanya Clarisa dengan memandang rendah Ellen.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Leo memeriksa keadaan Ellen dengan sangat kuatir.
Leo dan Rezza ingin mengambil minuman dan makanan dan minuman, mereka dihampiri rekan bisnis Leo. Setelah mengobrol dengan rekan bisnisnya, Leo dan Rezza ingin kembali ke tempat duduk mereka. Leo dan Rezza melihat istrinya ditampar Clarisa, Leo yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Clarisa pada Istrinya langsung mempercepat langkahnya.
Clarisa yang melihat betapa kuatir nya Leo pada Ellen membuatnya semakin membenci Ellen. Sedangkan. Pria yang mencoba menghentikan Clarisa tampak sangat terkejut mendengar Leo memanggil Ellen dengan sebutan sayang.
Leo yang melihat pipi istrinya yang memerah karena tamparan Clarisa, langsung menoleh kearah Clarisa dengan tajam.
__ADS_1
Plak...
Plak...
Dengan keras Leo menampar pipi Clarisa.
Leo yang masih belum terima dengan apa yang dilakukan Clarisa ingin sekali lagi menampar Clara. Tapi tangganya langsung ditangkap Ellen. Leo menatap kearah Ellen dan melihat istrinya menggeleng kepalanya.
"Dengarkan aku, aku tidak akan tinggal diam begitu saja!" ucap Leo dengan dingin pada Clarisa.
Deg....
"Istri..." gumam pria itu dengan terkejut sambil menatap Ellen.
Ellen tampak hanya diam saja dan lebih memilih untuk terus menggemgam tangan Leo. Ellen tidak ingin Leo kembali menampar Clarisa.
"Nak, kamu tidak apa-apa?" Kakek Bryan yang mendengar suara ribut langsung berhenti mengobrol.
Saat asistennya pak Rudi mengatakan kalau Clarisa menyakiti Ellen, langsung menghentikan obrolannya dengan rekan bisnisnya.
"Kamu berani sekali menyakiti cucu menantu ku?" teriak Kakek Bryan dengan emosi pada Clarisa.
Clarisa sangat terkejut kakek Bryan membentaknya hanya karena Ellen. Clarisa yang tidak terima dibentak dan ditampar Leo hanya karena Ellen, mencoba untuk menyakiti Ellen lagi. Tapi langsung dihalangi Roy Hodgson, pria yang dari tadi menghentikannya untuk tidak menyakiti Ellen.
"Clarisa berhenti...." teriak Roy.
"Kenapa? Aku tidak terima karena wanita ini aku diperlakukan seperti ini" ucap Clarisa emosi yang terus memberontak karena Roy menghalanginya.
"Leo bawa pulang istri mu! Rudi , Rezza kalian bereskan wanita ini..." perintah kakek Bryan.
Leo pun langsung mengikuti apa yang dikatakan Kakek Bryan, begitu juga dengan om Roy dan Rezza. Para tamu yang mendengar perintah Kakek Bryan pada om Roy dan Rezza tak ada satupun yang berani untuk ikut campur. Hanya Roy sajalah yang berusaha untuk mencoba menghentikan om Roy dan Rezza saat menarik Clarisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Setelah mengkompreskan pipi Ellen, Leo menyuruh Ellen untuk tidur. Kini keduanya berbaring di ranjang dengan saling berhadapan. Leo dapat melihat jelas pipi Ellen masih ada bekas tamparan Clarisa.
"Masih sakit?" tanya Leo sambil mengelus pipi Ellen yang masih sedikit memerah. Ellen hanya menggeleng kepalanya untuk menjawab pertanyaan Leo.
"Maaf... Kalau saja aku tidak meninggalkan mu sendiri,. pasti dia tidak akan menyakiti mu..." ucap Leo dengan rasa bersalah.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Ellen sambil menatap Leo dengan serius.
"Aku tahu kamu pasti ingin bertanya siapa wanita itu?" Ellen mengangguk kepalanya.
"Wanita itu bernama Clarisa Hodgson. Wanita itu sahabat Clara dulu nya"
"Dulu? Maksudnya?"
"Mereka sahabat sejak dari SMP, tapi sejak apa yang dilakukan Clarisa membuat Clara memutuskan hubungan persahabatan mereka"
"Memangnya apa yang dilakukannya?"
"Ternyata wanita itu mencintai ku, karena aku tidak pernah membalas cintanya membuat wanita itu melakukan kesalahan yang sangat fatal. Lima tahun yang lalu wanita itu dengan sengaja menjebak ku dengan minuman yang dicampurkan nya dengan obat tidur. Wanita itu ingin membuat seolah-olah aku telah menodainya. Awalnya Kakek dan Clara percaya dengan apa dilakukan wanita itu dan memaksakan aku untuk bertanggung jawab. Kakek langsung mengatur acara pernikahan kami, tapi Tuhan berpihak pada ku. Clara yang ingin menunjukkan kartu undangan pernikahan, mendengar suara dimana wanita itu sedang bermain dengan pria lain di kamarnya. Clara juga mendengar kalau percakapan wanita itu dengan pria yang sedang bermain dengannya bahwa aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali. Sejak hari itu Clara memutuskan persahabatannya" jelas Leo.
"Kenapa kamu tidak membalas cintanya?"
"Karena hati ku sudah dipenuhi dengan wanita yang telah menyelamatkan hidup ku sepuluh tahun yang lalu..." Ellen langsung tersipu malu saat mendengar jawaban Leo. Untuk menutupi wajahnya yang pastinya memerah langsung menenggelamkan wajahnya di dada Leo.
"Sayang apa kamu sudah mencintai ku? Aku ingin sekali mendengarnya..." ucap Leo sambil memeluk Ellen dengan erat.
Mendengar pertanyaan Leo membuat Ellen langsung menarik dirinya dari pelukan Leo dan menatap Leo dengan sendu.
"Maaf..." ucap Ellen dengan rasa bersalah karena masih belum bisa membalas cintanya Leo.
Ellen masih tampak sangat ragu, rasa nyamannya saat ini hanya karena Leo selalu memperlakukannya dengan lembut.
"Kenapa minta maaf? Aku sangat mengerti? Bukannya aku sudah mengatakan kalau aku akan sabar menunggu mu?" ucap Leo sambil mengelus pipi Ellen.
__ADS_1
"Lebih baik kita tidur, pasti kamu sudah sangat lelah..." ucap Leo sambil menarik Ellen ke dalam pelukannya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
...****************...