
Kediaman keluarga Hodgson tampak sangat cemas saat salah satu pembantu mereka sedang diintrogasi polisi. Mereka tidak menyangka saat pembantu mereka mengatakan apa yang dikatakan Clarisa, polisi datang bersama Leo dan Rezza.
"Pak, kami menemukan ini dari kamar nona Clarisa..." ucap salah satu polisi yang baru saja turun ke bawah sambil membawa kotak.
kepala polisi langsung mengeluarkan semuanya ke atas meja. Leo yang melihat foto Istrinya yang tampak sangat kacau langsung menatap kearah Rio. Sedangkan kedua orangtuanya Rio dan kakeknya tampak sangat terkejut melihat foto-foto Ellen.
"Tidak... Ini tidak mungkin, tidak mungkin Putri ku melakukannya..." ucap mamanya Rio yang tampak belum percaya apa yang dilakukan Clarisa.
"Bawa semua barang bukti ini dan tempatkan beberapa orang untuk menjaga rumah ini, tapi jangan sampai ada yang tahu kalau rumah ini diawasi. Jangan biarkan satu orang pun keluar dari rumah ini, dan setiap telepon yang masuk kalian harus cari tahu siapa." ucap kepala polisi yang menangani kasus penculikan Ellen.
"Tidak bisa... Kalian tidak bisa melakukan hal ini pada kami..." ucap mamanya Rio dengan emosi karena dia dan keluarganya tidak diperbolehkan keluar dan telepon mereka pun juga diawasi.
"Maaf nyonya tolong kerjasama nya..." ucap polisi itu dengan tegas.
"Tapi tidak seharusnya..."
"Ma, tolong berhentilah!" teriak Rio dengan emosi karena mamanya terus saja marah-marah.
Mamanya Rio pun langsung diam, apalagi melihat tatapan Rio yang tampak tajam padanya. Papanya Rio dan kakeknya Rio menarik mamanya Rio untuk tenang dan duduk.
Keesokan harinya pihak polisi belum juga mendapatkan keberadaan Clarisa. Keberadaan Clarisa hilang seperti ditelan bumi. Sinyal handphonenya terakhir tertangkap di apartemen yang ada di jalan x. Saat polisi ke sana kemarin, polisi hanya menemukan seorang pria yang tidak memakai baju sehelai pun tertidur. Saat polisi bertanya keberadaan Clarisa, pria itu hanya mengatakan kalau Clarisa keluar jam dua belas siang.
"Pak, kami sudah membawanya kemari..." ucap seorang polisi yang baru saja datang.
"Bawa dia masuk!" ucap kepala polisi.
Saat pria yang bernama Darent itu masuk, pria itu sangat terkejut melihat keberadaan Leo Rejaksa. Dia sangat mengenal siapa Leo Rejaksa karena perusahaan ayahnya bekerjasama dengan perusahaan keluarga Rejaksa.
__ADS_1
"Tuan Leo..." gumam Darent dengan gugup. Rezza yang mengenal siapa Darent langsung memberitahu siapa Darent pada Leo.
"Maaf tuan Leo, pria ini adalah pria yang terakhir bersama dengan nona Clarisa kemarin sebelum nona Clarisa menghilang. Saat kami bertanya padanya semalam, pria ini terus menolak untuk bicara" ucap polisi yang membawa Darent masuk kedalam.
Tentu saja membuat kedua orangtuanya Rio dan kakeknya Rio sangat terkejut. Sedangkan Rio tampak tidak terkejut sama sekali. Rio memang dari dulu sangat tahu apa saja yang dikerjakan Clarisa diluar sana. Rio sudah sangat lelah untuk menasehati Clarisa untuk tidak melakukan hal yang memalukan keluarganya, tapi Clarisa yang sangat keras kepala mengabaikan nasehat dari Rio. Akhirnya Rio memutuskan untuk tidak lagi ikut campur dalam urusan Clarisa karena dia sudah lelah.
Mendengar kalau Darent menolak bicara langsung menatap Darent dengan tatapan dingin.
"Apa hubungan mu pada Putri ku? Kenapa kalian bisa bersama?" tanya Mamanya Rio dengan tidak percaya apa yang dikatakan polisi.
"Nyonya tolong kerjasamanya...." ucap kepala polisi dengan tegas karena merasa mamanya Rio akan Membuat pekerjaan mereka tidak cepat selesai.
"Saya Morgan kepala polisi yang bertanggung jawab pada kasus ini. Apa anda sudah mengetahui keberadaannya?" ucap kapten Morgan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat mereka dibawa ke salah satu pabrik yang sudah lama tidak digunakan lagi, Kartika tampak takut tidak ada satupun yang datang menolong mereka. Sedangkan Desi tampak sangat tenang karena melihat Ellen yang juga tenang.
"Ada... Aku sangat yakin kalau mereka akan datang sebentar lagi..." ucap Ellen dengan sangat yakin. Ellen yakin kalau saat ini kalau suaminya sedang mencarinya dan akan datang menolongnya.
"El, siapa mereka? Kenapa dari semalam pemimpin mereka tidak datang menemui kita?" ucap Desi dengan penasaran karena saat mereka dibawa masuk ke rumah yang sangat jauh dari pemukiman penduduk, para preman itu hanya melakukan perintah dari seseorang melalui sambungan telepon.
Ellen tidak menjawab, karena dia sudah mengetahui siapa dalang dari penculikannya. Hanya saja Ellen belum ingin memberitahu pada Desi dan Kartika karena dia ingin memastikannya lebih dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ikut dengan ku..." perintah Leo pada Darent. Mendengar perintah dari Leo membuat Darent sangat takut karena tatapan Leo yang sangat tajam padanya.
__ADS_1
Darent sebenarnya sangat terkejut saat polisi mengatakan kalau Clarisa telah melakukan penculikan seorang wanita. Saat Darent bertanya siapa wanita yang diculik Clarisa, polisi tidak memberitahu padanya. Karena melihat keberadaan Leo di kediaman keluarga Clarisa, Darent mengambil kesimpulan bahwa istri dari Leo lah yang diculik Clarisa. Dia tidak menyangka kalau dia akan berurusan dengan keluarga Rejaksa karena ulah Clarisa dan dia takut kalau Leo akan menghancurkan perusahaan ayahnya. Darent sangat tahu kalau Leo sangat mencintai istrinya, dilihat bagaimana cara Leo memperlakukan istrinya saat acara resepsi pernikahan mereka.
"Silahkan tuan..." Rezza mempersilahkan Darent untuk berjalan lebih dulu mengikuti Leo dari belakang. Mereka menuju ke ruang kerja Rio, yang digunakan dari semalam untuk tempat mengintrogasi seluruh keluarga Hodgson.
"Kau tahu pasti apa yang bisa ku lakukan kalau kau juga ikut terlibat, bukan..." ucap Leo setelah duduk. Leo menatap Darent dengan begitu tajam.
Darent yang mengerti apa yang dikatakan Leo langsung bersimpuh di hadapan Leo. Dengan ketakutan Darent mengatakan akan mengatakan apapun yang dia ketahui.
"Baik, tuan saya akan katakan semuanya..." ucap Darent dengan ketakutan.
"Katakan..."
"Saya tidak kalau wanita yang diculik Clarisa adalah istri tuan Leo. Clarisa datang pada saya untuk meminta cari beberapa preman untuk membantunya menculik seorang wanita. Saat saya tanya siapa wanita yang ingin diculiknya, Clarisa hanya mengatakan ingin membuat wanita itu kembali pada tempat yang seharusnya. Kalau saya tahu kalau wanita yang diculiknya ada istri tuan Leo, saya tidak akan membantunya tuan..." ucap Darent dengan ketakutan.
"Katakan dimana tempat preman itu?"
"Saya tidak tahu tuan, saya bertemu dengan mereka dibawah fly over yang ada di jalan x tuan...."
"Rezza hancurkan semuanya...." ucap Leo Tampassshdd99 mengalihkan pandangannya yang menatap tajam Darent.
"Tidak..., saya mohon tolong tuan. Saya benar-benar tidak tahu keberadaan mereka tuan. Saya sudah mengatakan yang sebenarnya." ucap Darent dengan ketakutan.
"Rezza lakukan...." teriak Leo sambil bangkit berdiri.
"Tuan saya mohon tolong jangan lakukan apapun pada orangtuaku. Saya akan membantu tuan..." ucap Darent dengan frustasi karena melihat Rezza tampak sibuk dengan hp nya.
...****************...
__ADS_1