
"Apa kamu ingin gaji mu ku potong?" Asisten Rio yang bernama Dion langsung terkejut. Dion langsung mematikan hpnya dan menyimpannya.
"Maaf tuan..." ucap Dion dengan menundukkan kepalanya.
"CK... Jadi asisten itu harus fokus bukannya asik mai hp saja" ledek Kartika yang masih saja bermain game. Mendengar sindiran Kartika Dion menatap Kartika dengan kesal. Sedangkan Chelsea dan Rio hanya tersenyum, karena dari awal mereka membawa mobil Rio ke bengkel sampai ke Cafe, Dion dan Kartika selalu saling menyindir.
"Lebih baik sekarang kita gerak sekarang kak, kalau lama pastinya kak Leo akan marah. Kar, kamu mau pulang atau ikut dengan kami?" tanya Chelsea.
"Tentu saja, ikut kak. Aku bosan sendiri di rumah" ucap Kartika yang langsung menghentikan kegiatannya.
Keempatnya pun langsung bergerak menuju mall yang tidak jauh dari tempat mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas, aku lapar. Mana buah kita yang di kulkas habis..." gerutu Ellen yang berada di balik selimut.
"Sayang baru dua jam lalu kita makan..." ucap Leo yang tidak habis pikir semenjak istrinya hamil, nafsu makan istrinya semakin meningkat.
"CK... Itu karena ulah mu. Siang bolong begini kamu ajak olahraga. Olahraga ini membutuhkan tenaga ekstra untuk melayani mu..." ucap Ellen dengan kesal, karena Leo selalu saja saja mengajak ke hotel untuk berolahraga.
"Hahaha. Bentar juga, tapi kamu sangat menikmatinya sayang..."
"Iya... Iya.. Tapi aku lapar sekarang..." rengek Ellen.
"Ya, sudah aku pesan makanan dulu. Setelah itu kita membersihkan diri dulu..." Ellen hanya mengikuti apa yang dikatakan suaminya. Ellen tidak pernah sekalipun membantah apa yang dikatakan suaminya dan keinginan suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, kamu kenapa?" Rezza tampak sangat panik saat baru mengehentikan mobilnya di depan boutique Desi.
"Mas, perut ku terasa mulas. Sepertinya aku akan melahirkan..." ucap Desi sambil memegang perutnya dan menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Kita ke rumah sakit sekarang!" Rezza langsung membawa Desi kerumah sakit.
Rezza juga menghubungi ke-dua orangtuanya Desi. Didalam perjalanan menuju rumah sakit ketuban Desi pecah. Rezza yang melihat itu langsung mempercepat melajukan mobilnya. Desi dapat melihat jelas kalau saat ini Rezza tampak kuatir, sedangkan dirinya sangat tenang. Desi sangat tahu kalau dia ikut panik, akan membuat Rezza semakin kuatir.
Setelah sampai di rumah sakit, Desi langsung ditangani dengan dokter. Didalam ruang persalinan Desi terus saja meringis kesakitan. Saat dokter memeriksa kalau Desi sudah pembukaan sempurna langsung memulai persalinannya.
Desi berusaha untuk mengikuti apa yang dikatakan dokter padanya, tapi entah kenapa baby nya tidak juga mau keluar. Karena tidak tahan rasa sakit dalam perutnya, Desi meminta dokter memanggil Rezza.
"Pak Rezza...." Rezza yang bersama ke-dua orangtuanya Desi menunggu di depan ruang persalinan langsung bangkit berdiri dan menghampiri suster yang memanggil Rezza.
"Saya Rezza... Sus, bagaimana istri saya?" tanya Rezza dengan panik.
"Nyonya Desi meminta anda untuk masuk, tuan..." Rezza langsung menatap kearah ke dua orangtuanya Desi.
Bagaimana pun dia harus mendapatkan izin dari orangtuanya Desi. Saat papanya Desi mengangguk kepalanya, Rezza langsung berlari masuk kedalam.
"Sayang..." Rezza menggenggam tangan Desi dan mengelus kepala Desi.
"Mas, sakit..." ucap Desi dengan menangis.
"Sepertinya baby nya tidak ingin mencari jalan keluarnya tuan. Bagaimana kalau kita melakukan operasi sesar?"
"Tidak, dokter... Aku ingin melahirkan normal..." Desi menolak, dia ingin putranya lahir secara normal.
Rezza yang benar tidak sanggup melihat Desi meringis kesakitan, langsung mengelus perut buncitnya Desi. Dan mendekatkan wajahnya.
"Boy, ayok kamu keluar lah. Kasihan mama kesakitan, boy. Papa dan mama susu tidak sabar melihat mu..." bisik Rezza.
Setelah Rezza mengatakannya tiba-tiba Desi merasakan seperti baby-nya minta keluar. Desi pun langsung mengikuti mengejan, dan dalam satu kali baby nya langsung keluar. suara tangisan baby nya Desi mulai menggema di ruangan persalinan.
Desi tampak sangat terharu melihat putranya tampak sangat sehat. Sedangkan Rezza langsung mengecup kening Desi lalu ingin menggendong baby nya Desi. Tapi dokter meminta Rezza menunggu sebentar karena baby nya harus dibersihkan dulu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Desi sudah dipindahkan ke ruangan rawat dan didalam ruangannya sudah ada kedua orangtuanya dan para sahabatnya datang menjenguknya dan baby nya. Semuanya tidak sabar ingin melihat baby boy nya Desi. Saat suster datang membawa baby boy nya Desi, suster langsung memberikannya pada Desi.
Setelah suster menyerahkan baby boy ke Desi, papanya Desi meminta Rezza lah yang mengadzani baby boy. Tentu saja Rezza sangat senang karena kedua orangtuanya Desi mengijinkannya untuk mengadzani baby boy. Bukan karena Rezza akan menikah dengan putrinya tapi mereka dapat melihat jelas Rezza benar-benar sangat mencintai cucunya sejak dari dalam kandungan dan menganggap cucu nya seperti anak kandungnya sendiri.
Apalagi sewaktu dalam kandungan, saat baby menendang dan membuat Desi kesakitan Rezza mengelus perutnya Desi dan meminta baby boy tenang dan baby boy berhenti berhenti menendang. Rezza juga seringkali mengajak bayi itu mengobrol meskipun masih dalam kandungan.
Desi merasa terharu melihat Rezza mau mengadzani putranya. Desi dan yang lainnya dapat melihat jelas kalau Rezza benar-benar sangat mencintai anaknya Desi.
"Sayang apa kamu sudah mempunyai nama untuk cucu ku ini?" tanya mamanya Desi sambil menggendong cucu pertamanya dari gendongan Desi setelah di adzani Rezza.
"Mas Rezza sudah mempersiapkan nama untuknya ma..." semuanya langsung menoleh kearah Rezza yang duduk di samping Desi sambil menggemgam tangan Desi.
"Untuk saat ini namanya masih rahasia. Setelah aku dan Desi menikah kami akan membuat acara syukuran dan disitu akan kami sebutkan namanya" ucap Rezza.
"Baiklah, kalau begitu kita panggil baby boy saja dulu...." ucap Ellen.
Semuanya tampak sangat bahagia karena Desi dan Rezza akan melangsungkan pernikahan mereka tiga hari lagi. Acara pernikahan mereka hanya akan dihadiri keluarga dan para sahabat saja, karena Desi yang baru saja melahirkan. Kalau acara resepsi pernikahannya, mereka akan melakukannya satu bulan lagi. Semuanya itu dilakukan Rezza karena dia ingin anaknya Desi secepatnya memiliki status siapa ayahnya. Dia ingin namanya yang tertera menjadi ayah dari anak yang baru saja di lahir kan Desi.
Jika suatu saat Dito mengetahui kalau baby boy anaknya dan Desi, Rezza dan Desi dapat mengatasinya bersama. Tapi Desi dan Rezza tetap sepakat akan memberi tahu siapa ayah kandung dari baby boy setelah baby boy mengerti. Karena mereka tidak ingin baby boy tahunya dari orang lain dan akibatnya membenci mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak, Rio ingin minum apa? Biar aku buat kan.." kata Kartika Sete mereka sampai di kediaman keluarga Rejaksa.
"Apa saja, Kar..." jawab Rio yang sudah duduk.
"Kar, kenapa kak Dio ditanya?" Tanya Chelsea karena Kartika langsung pergi ke belakang Sete mendapatkan jawaban dari Rio.
"Tidak perlu, kak... Dia harus menerima apa pun yang disediakan tuan rumah..." ucap Kartika masih sangat kesal dengan Dion.
__ADS_1
Dion hanya diam saja, dia merasa kalau sikap Kartika masih anak-anak. Setelah menjawab pertanyaan Chelsea, Kartika langsung pergi begitu saja.
...****************...