Love Story'

Love Story'
Perubahan Leo


__ADS_3

Leo yang baru saja selesai meeting, melihat Rio yang juga baru saja selesai meeting. Leo yang benar-benar tidak suka saat Rio memegang tangan istrinya langsung menghampiri Rio.


"Pak Leo..." sapa Rio saat Leo berdiri di hadapannya.


"Aku tidak perlu basa-basi, saya langsung saja. Saya ingin anda untuk menjauhi istri saya" ucap Leo dengan dingin pada Rio.


"CK... Istri? Kalau saya tidak mau, apa yang ingin lakukan?"


Dengan emosi Leo menarik kerah baju Rio. Bukannya takut, Rio malah tertawa karena melihat Leo seperti yang sangat gelisah.


"Aku tahu kenapa kalian bisa menikah. Sepertinya Ellen belum mengungkapkan perasaannya...." ucap Rio dengan tersenyum mengejek.


"Aku sangat mengenal istri mu... Istri mu tidak akan mudah jatuh cinta pada orang yang baru dikenalnya. Aku sangat yakin kalau aku akan mudah mendapatkan cintanya lagi. Apalagi kami dulu pernah menjalin hubungan" ucap Rio dengan bangga.


Leo langsung mendorong Rio dan menatap Rio dengan tajam seperti yang ingin menerkam. Rio sebenarnya sangat gugup tapi, dia berusaha untuk menutupinya.


Dengan emosi Leo pergi meninggalkan Rio. Sejak saat itu pikirannya Leo jadi kacau dan ada rasa takut. Dia takut kalau istrinya akan lebih memilih masa lalunya karena sampai sekarang Ellen belum juga membalas cintanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena semalam sulit tidur, Ellen terbangun kesiangan. Saat membuka matanya dia melihat Leo tidak ada disampingnya dan bantalnya tampak seperti tidak dipakai.


"Apa dia sudah bangun? atau dia tidak tidur?" Dengan tergesa-gesa Ellen bangkit berdiri dan membersihkan wajahnya. Setelah itu Ellen turun kebawah untuk mencari keberadaan suaminya.


Tok...Tok...Tok...


Sudah tiga kali Ellen mengetuk pintu ruang kerja Leo tapi, Leo tidak juga membukanya.


"Maaf nona, apa nona cari tuan muda?" seorang pembantu yang baru lewat menyapa Ellen.


"Ia, bi. Apa bibi melihat suami saya?"


"Tuan muda sudah berangkat jam enam pagi tadi nona." Ellen sangat terkejut mendengar kalau Leo pergi pagi-pagi sekali ke kantor.


"Oh, ya sudah kalau begitu saya kembali ke kamar saya. Apa sarapan pagi sudah selesai?"


"Sudah nona..."


"Syukurlah. Terimakasih..." Ellen kembali ke kamarnya dengan penuh pertanyaan.


Sesampainya di dalam kamar Ellen menghubungi Leo, tapi Leo tidak juga mengangkat teleponnya. Ellen semakin bingung dengan apa yang terjadi pada Leo. Apalagi untuk pertama kalinya Leo membentak dirinya hanya karena memaksa Leo untuk tidur.

__ADS_1


"Apa mungkin dia lagi sibuk? Sepertinya begitu, lebih baik aku siap-siap bekerja" gumam Ellen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ellen tampak sangat gelisah karena Leo tidak juga menghubunginya, begitu juga dengan Rezza. Rezza juga sangat sulit dihubungi.


"Hei nyonya muda apa kamu sibuk memikirkan suami mu?" ucap Desi yang baru saja datang dan melihat Ellen tampak sedang melamun.


"Desi, kapan kamu datang?" tanya Ellen dengan tersenyum.


"Baru saja. Kenapa kamu melamun?"


"Mas Leo sangat sulit dihubungi begitu juga dengan pak Rezza. Apa kamu tahu tadi pagi mas Leo pergi pagi-pagi sekali ke kantor tanpa memberitahu ku. Aku takut terjadi sesuatu padanya..."


"Mungkin dia lagi ada banyak pekerjaan. Kamu tahu sendiri kan dia itu seorang pemimpin pasti dia sangat sibuk dengan pekerjaannya" Desi berusaha memberi pengertian pada sahabatnya itu.


"Benar juga. Oh ya, apa kamu dan Sasa bisa bantu aku? Dua hari lagi ulangtahun mas Leo, aku ingin membuat acara kejutan untuknya. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya, sekalian aku ingin memberitahu perasaan ku..."


"Tunggu dulu, perasaan? Apa kamu sudah menyadari kalau kamu sudah mencintai pak Leo?" tanya Desi untuk memastikan.


"Hemm..." jawab Ellen singkat sambil tersenyum.


"Wah, selamat El..." Desi memeluk Ellen dengan bahagia karena Ellen dapat menyadari kalau dia sudah jatuh cinta.


"Baiklah aku dan Sasa akan membantumu. Kemana kamu ingin merayakannya?"


"Aku tidak tahu..."


"Aku tahu tempat yang romantis. Yang terpenting sekarang kamu mempersiapkan diri mu saja...."


"Terimakasih...."


"Sekarang kita lebih baik ke mall cari gaun yang akan kamu pakai. Waktu kita tidak banyak, sekalian kamu mau cari kado nya..." Ucap Desi dengan semangat. Mereka pun langsung pergi menuju mall yang tidak terlalu jauh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mas kamu mau kemana? Ini masih jam enam pagi? Apa pekerjaan mu begitu banyak?" Ellen yang baru bangun sangat terkejut melihat Leo sudah tampak rapi.


"Hemm..." jawab Leo singkat.


"Maaf mas, semalam kamu jam berapa pulang?"

__ADS_1


"Aku baru pulang satu jam yang lalu, aku pergi dulu..." Ellen sangat terkejut mendengar kalau Leo baru saja pulang satu jam yang lalu.


"Tunggu mas, apa tidak sebaiknya mas istirahat dulu?" cegah Ellen.


"Aku ada pekerjaan yang penting..." setelah mengatakannya Leo langsung pergi begitu saja.


Ellen merasa sedih karena sikap Leo sangat berubah padanya. Tapi saat dia mengingat apa yang dikatakan Desi, Ellen pun langsung menghilangkan rasa sedihnya.


Ellen lebih memilih untuk mempersiapkan kejutan yang akan diberikannya pada suaminya. Ellen juga mendapat dukungan dari Kakek Bryan dan Chelsea.


"Apa kakak sudah menyiapkan kado nya?" tanya Chelsea sambil menikmati sarapannya.


"Sudah, semalam aku sudah mendapatkannya...."


"Baguslah. Bagaimana setelah besok, lusa kita akan merayakan ulang tahun kak Leo lagi dengan yang lainnya..."


"Boleh juga, kakek setuju" ucap kakek Bryan. Ketiganya pun langsung tersenyum bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa kamu sudah memberitahu dengan istri mu kalau kamu keluar kota?" tanya Rezza sambil mengemudi mobilnya.


"Tidak!" jawab Leo sambil menatap arah luar jendela.


"Kenapa? Apa kamu masih menghindarinya?" Leo tampak diam saja mendengar pertanyaan Rezza.


"Baiklah aku kalau kamu tidak ingin menjawab. Jangan halangi aku untuk tidak mengangkat teleponnya. Semalam Chelsea menghubungi ku, katanya istri mu terus menunggu mu" ucap Rezza.


"Untuk apa dia menunggu ku? Apa dia ingin bilang kalau dia ingin bercerai?" Rezza menggeleng kepalanya karena ucapan Leo.


"Jangan menebak hal yang tidak pasti, kalau kamu ingin tahu lebih baik kamu tanyakan langsung." ucap Rezza.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"El, ku mohon tolong berikan aku waktu untuk bicara sebentar saja...." Rio terus menggemgam tangan Ellen untuk tidak menghindarinya.


Saat Ellen sampai di tokonya, Rio langsung menghampirinya. Ellen yang tidak ingin bicara dengan Rio, memilih untuk mengabaikan Rio. Tapi Rio langsung menarik tangannya untuk menahannya.


"Mau bicara apa lagi? Aku tidak ingin bicara apapun dengan mu. Ingat kita sudah selesai..." ucap Ellen tegas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2