Love Story'

Love Story'
Kepulangan Ellen dari rumah sakit


__ADS_3

"Mas, kamu mau kemana?" tanya Resa saat Dito keluar lagi dari mobil.


"Tunggu sebentar, aku lupa membeli sesuatu..." ucap Dito.


Dito langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Resa. Saat Dito berlari masuk kedalam supermarket, Resa meneteskan air matanya.


"Aku tahu mas kenapa kamu masuk kedalam lagi. Baiklah ini terakhirnya kalinya kamu dapat melihatnya. Aku akan membuat mu tidak melihatnya lagi, aku akan membuat mu hanya memandang ku dan mencintai anak kita dengan penuh cinta" gumam Resa.


Dito masuk kedalam supermarket dan mencari keberadaan Desi. Setelah melihat keberadaan Desi, Dito lebih memilih melihat Desi dari kejauhan. Dito merasa kalau mantan istrinya itu semakin cantik dan mulai sedikit berisi.


"Bukannya itu pak Rezza, asistennya Leo Rejaksa?" gumam Dito saat melihat Rezza menghampiri Desi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Desi yang lagi asik memilih beberapa barang, sangat terkejut melihat Rezza yang juga lagi belanja. Desi menghampiri Rezza untuk menyapa.


"Pak Rezza..." Rezza yang mendengar namanya disebut langsung menoleh ke Samping. Desi menundukkan kepalanya sedikit dengan tersenyum. Rezza hanya memberikan senyum saja. Rezza melihat keranjang belanja Desi berisi penuh.


"Tunggu sebentar disini..." ucap Rezza, setelah itu Rezza langsung pergi dengan begitu cepat.


Desi hanya mengerutkan keningnya karena bingung. Tiba-tiba Rezza datang membawa troli belanja yang kosong.


"Tidak baik untuk mu membawa barang-barang yang berat. Lain kali kalau mau belanja lebih baik pakai ini..." ucap Rezza sambil mengambil keranjang belanja Desi.


Satu persatu barang-barang belanjaan Desi dikeluarkan dan diletakkan di dalam troli. Desi merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan Rezza padanya.


"Apa hanya ini yang ingin kamu belanjakan?" Desi menggeleng kepalanya.


"Baiklah, biar aku yang mendorong nya. Kamu tinggal sebutkan mau beli apa."


"Tapi, bukannya bapak juga mau belanja?"


"Saya hanya ingin membeli sampo saja" ucap Rezza sambil melirik ke arah sampo yang diambilnya tadi.


"Terimakasih pak..."


Tanpa mereka sadari dari belakang mereka Dito tampak sangat cemburu melihat kedekatan mereka. Karena tidak tahan melihat keakraban Desi dan Rezza, Dito memilih untuk pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah tiga hari Ellen dirawat di rumah sakit, Ellen yang sudah mulai bosan memaksa Leo untuk mengijinkannya pulang.


"Baiklah aku akan bertanya dokter dulu..." ucap Leo.


"Walaupun dokter tidak mengijinkannya, aku ingin tetap pulang. Aku tidak terlalu suka dengan aroma rumah sakit." ucap Ellen dengan kesal.

__ADS_1


"Baiklah sayang kamu pulang hari ini, tapi aku tidak kamu kerja dulu untuk beberapa hari, bagaimana?"


"Kalau begitu aku sangat bosan dirumah terus..."


"Kalau kamu bosan, kamu bisa ikut dengan ku ke kantor..."


"Terserah mu saja, yang terpenting aku keluar dari rumah sakit." Leo mengangguk kepalanya.


Ellen tampak sangat senang karena Leo membawanya pulang ke rumah. Saat mereka keluar dari rumah sakit, Ellen merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara kebebasan.


"Akhirnya aku bisa menikmati udara segar lagi..." ucap Ellen dengan tersenyum. Leo yang melihat istrinya seperti itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Mas, apa hari ini kamu ke Kantor?" tanya Ellen saat mereka masuk kedalam mobil.


"Tidak, aku ingin menemani mu dirumah..."


"Tapi mas, kamu sudah beberapa hari tidak masuk kantor. Apa tidak masalah?"


Drt .... Drt.... Drt ...


Leo yang ingin menjawab ucapan istrinya, langsung mengurungkan niatnya karena hp nya berdering. Saat melihat nama Rezza yang tertera di layar hp nya, Leo langsung menjawabnya.


"Kenapa?" tanya Leo dengan tegas.


"....." Leo melihat ke arah istrinya saat mendengar ucapan Rezza.


"Aku bisa sendiri di rumah, mas..."


"Kamu yakin?" Ellen mengangguk kepalanya.


Akhirnya Leo memutuskan untuk mengantarkan istrinya pulang lebih dulu, barulah dia pergi ke kantor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kemana penghianat itu?" tanya Leo dengan dingin saat dia masuk kedalam ruangannya.


"Dia sudah kabur semalam, tapi aku sudah meminta orang-orang kita mencari keberadaannya. Istri dan anaknya tidak tahu dia dimana sekarang"


"Cari ke semua tempat, aku sangat yakin dia masih ada di kota ini. Sekarang katakan seberapa besar kerugian yang dibuatnya untuk proyek ini?"


"Lima belas persen, pak. Para pekerja yang kena timpa dengan bangunan sudah di bawa kerumah sakit. Untung mereka tidak mengalami luka yang parah."


"Suruh Gala untuk menangani penghianat itu, aku ingin dia merasakan rasa sakit yang dirasakan para pekerja karena kecerobohannya."


"Baik, pak..."

__ADS_1


"Oh ya aku ingin boking restoran Royal untuk besok malam. Aku ingin kamu mengatur semuanya, aku ingin dinner bersama istri ku..." ucap Leo.


"Baik, pak...."


"Bagaimana sudah ada kemajuan dari orang itu? Apa mereka sudah menemukan siapa pria itu?"


"Sudah pak, mereka lagi mencari pria itu. Sepertinya dia tahu kalau dia sedang di cari"


"Huff... Aku sangat yakin ini ulah wanita itu. Bagaimana pergerakan wanita itu belakangan ini?"


"Tidak ada mencurigakan pak. Nona Clarisa sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan keluarganya."


"Tetap awasi dia terus..."


"Baik, pak..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena sangking banyaknya pekerjaannya Leo terlambat pulang. Leo sebenarnya ingin sekali meninggalkan pekerjaannya, tapi Rezza melarangnya karena sudah beberapa hari ini Leo mengabaikan pekerjaannya.


"Ini semua karena mu, pasti istri ku sudah tertidur..." ucap Leo dengan kesal karena sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam sebelas malam.


"CK... Itu bukan salahku, itu karena kamu tidak bekerja beberapa hari ini" ucap Rezza yang tidak terima di salahkan.


"Berani sekali kamu menyalahkan ku, bonus bulanan mu ku potong bulan ini..." ucap Leo.


Mendengar bonus bulanannya dipotong membuat Rezza menghela nafasnya.


"Bagaimana dengan apa yang ku minta pada mu tadi, apa sudah kamu lakukan?" tanya Leo.


"Sudah. Apa kamu ingin mengatakannya lagi?" tanya Rezza sambil melirik Leo yang duduk di sampingnya.


"Hemm..." jawab Leo singkat.


"Kamu yakin kalau kamu tidak akan ditolak lagi?"


"Hei, siapa bilang kalau aku ditolak? Istri ku hanya meminta ku untuk menunggu"


"Sama saja kalau kamu itu di tolak. Aku tidak sabar apa yang akan dijawab istri mu besok saat kamu menanyakan perasaannya lagi..." ucap Rezza sambil tersenyum.


"CK... Aku sangat yakin kalau istri ku menyatakan cintanya pada ku" ucap Leo dengan penuh keyakinan. Rezza hanya tersenyum saja menanggapi keyakinan Leo, sahabatnya itu.


Sesampainya di kediaman Leo, Rezza langsung pergi pulang ke apartemennya. Sedangkan Leo berlari menuju kamarnya. Rasa rindunya pada istrinya benar-benar tidak bisa di tahannya lagi. Leo berharap kalau istrinya belum tidur karena dia ingin mendengar suara istrinya sebelum tidur.


Saat membuka pintu kamarnya, Leo tidak melihat istrinya ada di kasurnya. Leo langsung mencari keberadaan istrinya di dalam kamar, tapi dia tidak melihat istrinya.

__ADS_1


"Mas..." Leo langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara istrinya.


...****************...


__ADS_2