Love Story'

Love Story'
Peringatan Chelsea pada Clarisa


__ADS_3

"Itu pantas diterimanya sayang, dengan beraninya dia menyakiti istri dari Leo Rejaksa" ucap Leo.


Sebenarnya Ellen sangat senang karena Leo memberikan hukuman pada Clarisa tapi melihat bagaimana nyonya Hodgson memohon padanya membuat Ellen sangat tidak tega.


"Mas, apa aku bisa mengajukan permintaan?"


"Emm... Apa pun yang kamu minta aku akan kabulkan, tapi kalau kamu minta untuk membebaskan wanita itu akan tidak mau." ucap Leo sambil bangkit berdiri. Ellen sangat terkejut kalau suaminya mengetahui keinginannya.


Melihat suaminya ingin pergi, Ellen langsung memeluk Leo dari belakang, dia tidak ingin Leo pergi begitu saja tanpa mengabulkan permintaannya.


"Mas, aku tahu kalau dia sangat salah. Tapi mas, aku tidak apa-apa kan. Ayok dong mas kasihan ibunya Clarisa." bujuk Ellen. Leo langsung memutarkan tubuhnya menghadap istrinya. Kedua tangannya berada di bahu Ellen.


"Sayang apa kamu tidak takut kalau dia akan melakukan sesuatu yang buruk lagi dengan mu? Aku tidak ingin wanita itu menyakiti mu..."


"Tenang saja mas, ibunya berjanji akan membuat Clarisa menjaga jarak dengan ku..." Leo menghela nafasnya dengan berat, dia sangat bingung kenapa istrinya begitu dengan mudahnya percaya dengan apa yang dikatakan orang lain.


"Baiklah, tapi ada satu syarat..." Ellen langsung tersenyum karena Leo mengabulkan permintaannya meskipun memakai syarat.


"Oke. Apa syaratnya?" Leo langsung tersenyum karena Ellen menyetujui syarat nya.


"Setiap kali aku mengantarkan mu, kamu harus memberikan ku kiss dan sebelum tidur" ucap Leo sambil tersenyum kemenangan.


Mendengar persyaratan yang diajukan Leo, Ellen mengerucutkan bibirnya karena Leo mengambil kesempatan.


"Bagaimana?" tanya Leo karena Ellen tidak langsung menjawab.


"Apa tidak ada syarat lain? Misalnya mentraktir mas makan gitu?"


"Tidak ada tawar menawar sayang, kalau kamu tidak mau ya sudah aku tidak akan membebaskan wanita itu" ucap Leo sambil melepaskan pelukan Ellen.


"Baiklah, aku setuju." ucap Ellen cepat sambil menarik tangan Leo.


Leo langsung tersenyum penuh kemenangan, dia sengaja melakukannya karena dia ingin membuat istrinya menyadari perasaannya sendiri. Leo tahu kalau istrinya mulai mencintainya tapi karena masa lalu istrinya membuat Ellen sulit menyadarinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nyonya Hodgson dan Rio kini berkumpul di kantor polisi dan itu atas perintah dari Leo. Leo meminta Rezza dan pengacaranya untuk membuat surat perjanjian pada keluarga Hodgson.

__ADS_1


"Silahkan tuan baca lebih dulu, ini adalah surat perjanjian kalau nona Clarisa menyakiti nona Ellen maka nyonya Clarisa akan masuk kedalam penjara dan tidak akan ada lagi yang namanya perdamaian dan nona Clarisa tidak boleh mendekati nona Ellen. Kalau mereka berada di tempat yang sama maka nona Clarisa harus memberikan jarak 10 meter" ucap pengacara Leo.


Rio dan nyonya Hodgson membaca isi surat perjanjian itu dan tanpa pikir panjang Rio langsung menandatanganinya. Sebenarnya Rio tidak yakin kalau Clarisa akan setuju dengan syarat yang diajukan Leo, tapi Rio akan memikirkannya nanti supaya Clarisa mengikuti isi surat perjanjian itu.


Setelah menandatangani surat perjanjian itu, Polisi datang sambil membawa Clarisa kedalam ruangan itu.


"Mama...." Clarisa langsung memeluk nyonya Hodgson sambil menangis.


"Sudah sayang jangan menangis lagi, yang terpenting saat ini kamu sudah bebas..." ucap nyonya Hodgson.


Prok...Prok...Prok...


Semuanya langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah pintu saat mendengar suara tepuk tangan. Clarisa yang melihat kedatangan Chelsea langsung tersenyum.


"Chelsea, kamu datang melihat ku...." ucap Clarisa sambil berjalan mendekati Chelsea.


Plak...


Saat Clarisa ingin memeluk Chelsea, bukannya pelukan hangat yang didapat tapi tamparan keras yang didapat Clarisa.


"Clarisa...." jerit nyonya Hodgson saat Chelsea menampar pipi Clarisa.


"Kenapa? Kalian tidak terima?" tanya Clarisa dengan tatapan dingin pada Rio. Rezza dan pengacaranya hanya diam saja, mereka hanya memperhatikan nona muda mereka saja.


"CK... Seharusnya dia tidak perlu dibebaskan, wanita gila sepertinya harus didalam penjara seterusnya. Berani sekali tangan kotor mu itu menyakiti kakak ipar ku? Saat aku mendengar dari kakek ku, aku langsung pulang dari liburan ku. Tangan ini sangat gatal ingin menampar pipi gadis yang tidak tahu malu ini, apa kamu tahu?" ucap Chelsea dengan emosi pada Rio.


Mendengar ucapan Chelsea membuat Clarisa menatap Chelsea dengan tajam. Clarisa yang benar-benar tidak terima dengan hinaan yang diucapkan Chelsea, langsung menarik Rio untuk membalas tamparan yang didapatnya. Tapi Rio menahan Clarisa untuk tidak membalas.


"Awas kak, aku harus menutup mulut wanita ini. Aku tidak peduli kalau dia sahabat ku..." ucap Clarisa.


"Hahaha. Sahabat? Sorry sejak hari dimana aku mengetahui kebusukan mu, aku tidak pernah menganggap mu sahabat ku. Asalkan kamu tahu aku sangat menyesal karena pernah mengenal mu dan menjadikan mu sahabat ku" ucap Chelsea dengan tersenyum mengejek pada Clarisa.


"Kamu..."


"Clarisa apa kamu tidak bisa tenang?" teriak Rio dengan emosi karena Clarisa terus memberontak untuk dilepaskan.


Karena teriakan Rio membuat Clarisa langsung berhenti. Chelsea malah tersenyum penuh kemenangan karena Clarisa tidak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


"Maaf tuan Rezza bisakah anda membawa nona Chelsea untuk keluar?" tanya Rio dengan sopan pada Rezza.


"Tidak perlu bertanya pada kak Rezza, aku juga tidak berminat lama-lama di tempat ini. Sekali lagi aku peringatkan pada mu hei nona manja, jangan coba-coba menyakiti kakak ipar ku! Ini peringatan terakhir untuk mu!" ucap Chelsea sambil menunjuk ke arah Clarisa.


Setelah mengatakannya, Chelsea langsung pergi dan diikuti Rezza dan keluarga Rejaksa.


"Ah...." teriak Clarisa setelah Chelsea keluar.


Nyonya Hodgson langsung menarik Clarisa dalam pelukannya supaya putrinya tenang. Sedangkan Rio hanya diam saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kak, Rezza dimana kakak ipar ku sekarang?" tanya Chelsea setelah masuk kedalam mobil.


"Nona Ellen saat ini berada di kantor kakak mu..."


"Kantor? Hahaha, apa hubungan mereka sudah ada kemajuan?"


"Kalau dari yang saya perhatikan hubungan mereka sudah ada kemajuan" Rezza teringat saat dia ingin masuk ke ruangan Leo tadi siang, Rezza melihat Leo dan Ellen sedang berpelukan.


"Baguslah... Mulai besok aku magang di perusahaan, apa kak Leo sudah tahu?"


"Sudah, kamu mau kemana? Biar kakak antar..."


"Aku mau pulang saja kak, aku mau istirahat..."


"Baiklah..."


"Oh ya kak Rezza kapan menikah? Ingat umur..." ucap Chelsea santai sambil memainkan hp nya.


"Lebih enak sendiri..."


"CK... Bagaimana kalau ku cari? Aku punya banyak teman cewek yang cantik"


"Jangan cari masalah, Chel..." ucap Rezza dengan kesal.


"Hahaha. Baiklah aku akan mencari pasangan yang cocok untuk kak Rezza."

__ADS_1


Rezza dan Chelsea akhirnya saling berdebat karena Chelsea tetap kekeuh ingin mencarikan jodoh untuk Rezza. Karena kurang fokus dengan bawa mobil, Rezza hampir saja menabrak orang, kalau Chelsea tidak memperingatinya.


...****************...


__ADS_2