Love Story'

Love Story'
Melupakan semuanya


__ADS_3

"Benarkah?" cicit Ellen saat mendengar cerita dari Desi kalau Rio ingin bertemu dengannya.


"Hemmmm... Aku tahu kalau kamu tidak ingin bertemu dengan kak Rio. Jadi kamu tenang saja, aku sudah meminta padanya untuk tidak menggangu kehidupan mu lagi" ucap Desi. Mendengar itu Ellen langsung menghela nafasnya.


"Kenapa? Apa aku salah?" tanya Desi karena Ellen menghela nafas.


"Tidak. Sebenarnya kalau dia ingin bertemu dengan ku, aku tidak akan menghindarinya lagi. Karena aku ingin melupakan semuanya, aku merasa kalau menghindar dari nya terus aku seperti belum sepenuhnya move on darinya." ucap Ellen sambil tersenyum menatap kedua sahabatnya, Chelsea dan adiknya Kartika. Sedangkan Leo, Rezza dan Raka suaminya Sasa mengobrol tentang pekerjaan mereka.


"Wah kak Ellen sepertinya benar-benar sangat mencintai kak Leo" ucap Chelsea dengan bahagia.


Ellen Yang mendengar ucapan Chelsea langsung menggaruk lehernya yang tidak gatal. Karena Ellen menggaruk lehernya, secara tidak sengaja syalnya yang dipakainya jatuh.


Desi, Sasa, Chelsea dan Kartika dapat melihat jelas karya seni yang diciptakan Leo di leher Ellen. Mereka langsung senyum-senyum melihatnya.


"El, semalam sampai berapa ronde?" tanya Desi dengan menggoda Ellen.


"Ronde? Ma.. maksudnya?" tanya Ellen gugup.


"Hahaha. Kakak, apa kakak ipar sangat ganas semalam?" tanya Kartika sambil tertawa kecil. Ellen langsung menatap tajam adiknya itu karena ucapannya yang tidak di filter baginya.


"Kamu ini kalau bicara itu di filter dulu..." ucap Ellen dengan kesal.


"Makanya El, kalau ada jejaknya tutup dengan foundation mu bisa..." ucap Sasa sambil mengambil syal Ellen yang terjatuh.


Melihat syalnya ditangan Sasa, Ellen langsung mengambilnya cepat dan langsung menutup lehernya kembali. Semuanya pun langsung tertawa melihat tingkah Ellen yang sangat lucu bagi mereka.


"Jadi ceritanya sudah benar-benar jatuh cinta dengan suaminya?" goda Desi lagi.


"Ya, ngak mungkin lah aku jatuh cinta dengan pria lain. Lagian kenapa aku harus anggurin pria yang benar-benar mencintai ku." ucap Ellen dengan bangga.


"Wah kalau begitu bentar lagi aku punya keponakan dong...." ucap Clarisa dengan bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Clarisa dengan mengendap masuk kedalam kamar Rio,. saat dia mengetahui kalau Rio sedang keluar. Clarisa sangat yakin kalau Ellen dan Rio kakaknya saling mengenal.


"Ah, sial kenapa tidak ada? Aku sangat yakin kalau mereka saling mengenal. Clarisa sangat kesal karena tidak mendapatkan apa yang ingin dicarinya.

__ADS_1


"Apa yang kamu cari?" Clarisa yang lagi bongkar lemari baju Rio tampak sangat terkejut mendengar suara Rio di depan pintu.


"Kak Rio..." cicit Clarisa dengan gugup.


"Sejak kapan aku mengijinkan mu masuk kedalam kamar ku tanpa ijin dari ku?" teriak Rio.


"Ma...maaf kak... Aku hanya ingin mencari...Cari..."


"Cari apa?"


"Cari foto..." ucap Clarisa dengan gugup karena tatapan tajam Rio.


"Foto?"


"Ia, kak. Aku mau cari foto kak Rio waktu masih kuliah...." ucap Clarisa dengan berbohong.


"Keluar dari kamar ku..." ucap Rio dengan tegas.


Clarisa pun langsung keluar dengan perasaan kesal karena gagal mendapatkan bukti. Saat Clarisa keluar, Rio langsung mengunci pintu kamarnya dan mengambil kotak yang ada di bawah kasurnya.


Rio membawa foto-fotonya bersama Ellen pergi, Rio ingin menghancurkan semuanya tapi sebelum dia ingin menghancurkan semua kenangannya bersama Ellen, Rio ingin memastikan bahwa Ellen benar-benar bahagia.


Kini Rio berada di depan rumah Leo, sambil membawa kue cokelat dan bunga kesukaan Ellen. Rio tidak peduli apakah Leo tidak suka dengan kehadirannya, dia hanya ingin melihat kebenarannya. Karena dari hasil penyelidikan orang suruhannya Ellen dan Leo menikah bukan karena cinta tapi karena terpaksa.


"Maaf tuan, anda ingin bertemu dengan siapa?" tanya satpam rumah Leo.


"Saya ingin bertemu dengan Ellen. Apa ada?"


"Kalau boleh saya tahu nam tuan siapa?"


"Rio..."


"Sebentar tuan..." Rio hanya mengangguk kepalanya.


Setelah beberapa menit, satpam itu langsung mempersilahkan Rio masuk.


"Mari tuan Rio ikut dengan saya. Nona Ellen dan tuan muda ada di taman belakang." ucap salah satu bodyguard Leo.

__ADS_1


Rio hanya mengikuti pria itu dari belakang. Saat masuk kedalam rumah, Rio melihat foto pernikahan Leo dan Ellen terpajang di dinding ruang tamu Leo. Hatinya sangat Sakit melihatnya. Kalau saja orangtuanya tidak melarangnya menikahi Ellen dan memaksa supaya dia melanjutkan pendidikan di luar negeri, pasti dia dan Ellen sudah menikah. Mungkin juga mereka sudah memiliki anak dan hidup bahagia.


Saat dia sudah menyelesaikan pendidikannya dan berhasil membuat perusahaan ayahnya di Jerman berkembang, Ellen sudah menikah. Apalagi pria yang dinikahi Ellen memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis.


"Silahkan tuan..." Ucap pria itu pada Rio. Pandangannya Rio langsung berhenti di Leo dan Ellen. Rio dapat melihat jelas kalau Leo tengah memeluk pinggang Ellen. Rio dapat melihat jelas kalau Ellen tampak sangat bahagia dari raut wajahnya.


"Selamat siang tuan Rio, silahkan duduk..." ucap Leo dengan tersenyum pada Rio.


"Terimakasih..." Rio memilih duduk di meja yang berbeda dengan yang lainnya.


"Mas, aku ke sana sebentar ya..." Ellen meminta ijin pada Leo untuk bicara dengan Rio.


"Ia, sayang..."


Ellen langsung bangkit berdiri dan menghampiri Rio yang dari tadi terus memperhatikannya dan Leo.


"Maaf, sudah membuat kak Rio menunggu...." ucap Ellen dengan lembut sangat berbeda saat mereka bertemu tempo yang lalu dan hatinya terasa sangat sakit saat Ellen memanggilnya dengan sebutan kakak.


"Maaf baru bisa melihat mu...." ucap Rio sambil memberikan bunga dan kue yang dibawanya untuk Ellen.


"Tidak apa-apa, kak. Terimakasih untuk bunganya dan kue nya..." ucap Ellen.


"Sepertinya kamu benar-benar sangat bahagia..."


"Terimakasih...."


"Sebenarnya aku ingin meminta maaf, karena aku pernah meninggalkan mu begitu saja tanpa ada penjelasan."


"Aku sudah memaafkan kak Rio sebelum kak Rio meminta maaf. Mari kita lupakan semuanya, lagian meskipun kita tidak berjodoh tapi kita bisa menjalin hubungan pertemanan. Aku sangat yakin kalau kak Rio pasti akan bertemu dengan seorang gadis yang mencintai kak Rio dengan sepenuh hati" ucap Ellen dengan tersenyum. Rio hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum. Keduanya pun langsung berjabat tangan sebagai tanda bahwa mereka sudah menyelesaikan permasalah mereka dan menjalin pertemanan.


Setelah Ellen dan Rio memutuskan untuk menjalin hubungan pertemanan, Ellen mengajak Rio untuk bergabung bersama dengan yang lainnya mengobrol. Rio yang sangat mudah untuk bergaul dengan mudah nyambung mengobrol dengan semuanya.


Leo yang awalnya tampak kesal karena melihat Ellen dan Rio berjabat tangan, langsung hilang saat Rio mengucapkan selamat untuk pernikahannya dengan Ellen. Rio juga meminta maaf karena sempat berniat untuk merebut kembali Ellen.


Melihat ketulusan dari Rio, Leo pun langsung melupakannya dan mereka pun saling berjabat tangan dan sepakat untuk menjalin pertemanan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2