Love Story'

Love Story'
Permohonan Nyonya Hodgson


__ADS_3

Betapa terkejutnya kedua orangtuanya Rio dan kakeknya saat mendengar penjelasan dari Rio apa yang dilakukan Clarisa pada menantu keluarga Rejaksa.


"Pa, apa yang harus kita lakukan? Kita sangat mengenal bagaimana kerasnya keluarga itu. Apa papa tidak bisa membujuk om Bryan untuk hal ini?" tanya papanya Rio.


"Papa tidak tahu apa dia akan mendengarnya, apa kalian ingat apa yang dilakukan Clarisa pada Leo beberapa tahun yang lalu. Hampir saja keluarga itu menjebloskan Clarisa kedalam penjara. Ini salah kamu Rio, kakek sudah bilang jaga Clarisa jangan sampai dia mendekati keluarga Rejaksa lagi" Kakek Rio melampiaskan amarahnya pada cucu laki-lakinya.


"Maaf, kek...." ucap Rio sambil menundukkan kepalanya.


"Rio, antar kan mama untuk menemui wanita itu..." Rio langsung menatap mamanya dengan terkejut.


"Maksud mama?"


"Wanita yang menjadi istrinya Leo, biarkan mama yang bicara padanya..."


"Tapi, ma..."


"Benar kata mama mu... Kakek sangat yakin kalau mama yang memohon pada wanita itu, pasti wanita itu mau mendengarkannya..." timpal kakek yang setuju dengan keputusan mamanya Rio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku akan menjemputmu nanti sore, kita akan sama-sama ke rumah sahabat mu" ucap Leo sebelum istrinya keluar dari dalam mobilnya.


"Ia, mas..." Setelah itu Ellen keluar dari dalam mobil dan langsung masuk tokonya. Saat masuk kedalam toko nya, Asistennya langsung menghampirinya.


"Mbak, ada tamu yang ingin bertemu..."


"Siapa?"


"Tidak tahu, tapi dari gayanya dia seperti wanita yang kaya..."


"Dimana?"


"Di ruangan VIP kita..."


"Ya, sudah. Kamu perhatikan para tamu saja..."


"Baik, mbak..."

__ADS_1


Dengan anggun Ellen masuk kedalam ruangan VIP yang dikatakan asistennya. Saat masuk kedalam Ellen dapat melihat wajah sendu wanita yang umurnya tidak jauh berbeda dari ibunya.


"Selamat siang, Bu. Maaf apa ibu mencari saya? Saya Ellen..." ucap Ellen dengan sopan.


"Saya mamanya Clarisa..." matanya Ellen membulat sempurna saat wanita itu menyebutkan nama Clarisa.


"Clarisa?" gumam Ellen.


Nyonya Hodgson langsung menarik tangan Ellen untuk digenggamannya dengan wajah sendu. Nyonya Hodgson langsung menangis dihadapan Ellen.


"Saya tahu kalau putri saya sudah kelewatan, tapi saya mohon tolong maafkan putri saya...." ucap nyonya Hodgson dengan memelas.


"Tante lebih baik kita duduk dulu..." ucap Ellen karena saat dia datang nyonya Hodgson langsung bangkit berdiri dan menggenggam tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah kepergian nyonya Hodgson, Ellen minta ijin pada asistennya untuk pergi.


"Saya pergi dulu, ingat perhatikan semuanya dengan baik..."


"Baik, mbak..."


Sesampainya di perusahaan, Ellen langsung menghampiri resepsionis untuk menanyakan keberadaan suaminya. Kedua resepsionis yang sudah mengetahui siapa Ellen, langsung bangkit berdiri dan menundukkan kepalanya.


"Siang, mbak. Maaf apa pak Leo nya ada?" tanya Ellen dengan sopan.


"Ada Bu, tapi pak Leo saat ini ada rapat penting."


"Ya, sudah kalau begitu saya tunggu di ruangan suami saya saja."


"Baik, Bu. Mari saya antar..."


"Tidak usah, saya bisa sendiri. Kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja. Terimakasih"


Kedua resepsionis itu tampak sangat kagum karena Ellen tampak sangat ramah pada mereka. Awalnya mereka berpikir kalau Ellen pasti wanita sombong karena dapat menikah dengan pria kaya.


Saat masuk kedalam ruangan suaminya, Ellen tidak menyangka kalau foto pernikahannya terpajang di dinding ruangan suaminya. Ellen langsung duduk di sofa yang ada dalam ruangan suaminya. Ellen langsung punya ide untuk mengirimkan teka-teki pada suaminya tentang keberadaannya.

__ADS_1


Ellen mengirimkan foto nya sambil menghadap foto pernikahan mereka yang terpajang di ruang kerja Leo. Setelah mengirimkan Fotonya, Ellen memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas sofa. Saat dia membaringkan tubuhnya Ellen teringat dengan apa yang dilakukan nyonya Hodgson.


"Saya mohon tolong bantu saya, tolong bebaskan putri saya. Saya tidak sanggup melihat putri saya menghabiskan waktunya di dalam penjara. Saya janji akan membuat dia meminta maaf sama kamu dan tidak akan menyakiti kamu lagi"


Ellen tidak menyangka kalau suaminya dan kakek Bryan membuat Clarisa masuk kedalam penjara. Ellen langsung membayangkan wajah ibunya, Ellen tidak akan pernah sanggup melihat ibunya yang seperti itu. Karena tidak tega, makanya Ellen berjanji pada nyonya Hodgson akan membantu membujuk suami dan kakek Bryan untuk mencabut tuntutannya.


Tanpa sadar Ellen pelan-pelan mulai memejamkan matanya. Saat dia ingin memejamkan matanya, pintu ruangan Leo terbuka.


"Mas...." Gumam Ellen sambil bangkit berdiri.


Saat membuka pintu ruangannya, Leo langsung mempercepat langkahnya untuk memeluk istrinya. Leo sangat senang karena Ellen datang ke kantornya tanpa dia minta. Melihat wajah istrinya membuat semangat Leo semakin bertambah.


Flash back


Saat Leo yang lagi mendengar dari persentase karyawannya, Leo langsung memukuli mejanya saat mendengar suara bunyi hp. Seluruh karyawan yang mengikuti rapat tampak panik melihat hp mereka masing-masing. Mereka sangat tahu kalau Leo paling tidak suka ada suara dering telepon saat sedang rapat.


"Pak, maaf itu suara dering hp bapak" bisik Rezza setelah melihat tidak ada satupun hp karyawan yang berdering.


Leo langsung mengambil hp nya dari kantong celananya, saat melihat dilayar hp nya tulisan "Istriku" Leo langsung tersenyum. Para karyawan tampak sangat penasaran siapa yang mengirimkan pesan pada Leo, sampai-sampai membuat Leo tersenyum.


Leo yang melihat foto Istrinya langsung membesarkan fotonya. Setelah mengetahui kalau istrinya berada di ruangannya, Leo langsung bangkit berdiri dan mengatakan pada semuanya rapat mereka akan di lanjutkan nanti. Leo langsung pergi begitu saja tanpa penjelasan. Tentu saja Rezza langsung mengikuti Leo dari belakang. Sedangkan karyawan yang lainnya tampak sangat penasaran siapa yang sampai membuat Leo yang tidak pernah diganggu apalagi kalau sudah berurusan dengan pekerjaan, kini pergi meninggalkan rapat begitu saja.


Flash back End


"Apa kamu sangat merindukan ku sampai kamu datang ke kantor ku?" mendengar pertanyaan Leo, Ellen langsung mendorong Leo untuk membuat jarak antara mereka.


"Kamu kepedean, aku datang karena ingin bertanya sesuatu yang penting" ucap Ellen sambil memilih kembali duduk.


Leo pun langsung mengikuti Ellen duduk dan duduk di samping Ellen. Sebenarnya Leo sudah mengetahui apa yang ingin ditanyakan istrinya. Karena Leo sudah meminta Rezza untuk mengawasi istrinya tanpa sepengetahuan istrinya. Saat ingin menemui istrinya, Rezza mengatakan pada Leo kalau nyonya Hodgson menemui Ellen di toko milik Ellen.


"Apa itu sayang?" tanya Leo dengan santai.


"Katakan pada ku, apa Clarisa di dalam penjara?" Ellen menatap Leo dengan serius. Dengan santainya Leo hanya mengangguk kepalanya.


"Kenapa? Apa itu atas perintah mu?" tanya Ellen dengan kesal karena Leo tidak memberitahu padanya apapun tentang Clarisa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2