Love Story'

Love Story'
Sah Bercerai


__ADS_3

Kini dikediaman keluarga Hodgson, Rio sangat frustasi karena Clarisa adik sepupunya dijebloskan ke dalam penjara. Rio sangat yakin kalau saat ini kedua orangtuanya dan kakeknya yang sedang berada di Jerman sudah mengetahui apa yang terjadi pada Clarisa.


Kedua orangtuanya Clarisa sudah meninggal sejak berusia tujuh tahun, kedua orangtuanya langsung mengambil ahli untuk membesarkan Clarisa. Kedua orangtuanya begitu sangat mencintai Clarisa karena mamanya sangat ingin punya anak perempuan. Karena mamanya tidak bisa lagi hamil, mamanya meminta papanya untuk mengadopsi Clarisa.


"Ah, sial apa yang harus ku lakukan?" gumam Rio dengan frustasi.


"Tuan muda ini yang anda minta..." Jimmy datang sambil membawa berkas yang dimintanya.


"Kamu yakin ini semua benar?" tanya Rio dengan terkejut saat membaca dan foto-foto yang diberikan Jimmy, asistennya.


"Benar tuan. Wanita itu istri sah dari tuan muda Leo Rejaksa, mereka menikah sudah satu bulan" jelas Jimmy.


"Bukannya kamu bilang kalau Ellen belum menjalin hubungan dengan pria manapun sejak bantalnya pertunangannya?"


Meskipun Roy di Jerman, Roy selalu meminta asistennya untuk mencari tahu tentang Ellen. Mantan kekasihnya, yang masih dicintainya sampai sekarang. Mendengar kalau pertunangan Ellen batal dengan sahabatnya membuat Roy sangat bahagia. Roy berusaha keras untuk menyelesaikan studinya dan memajukan perusahaan ayahnya, setelah berhasil membuat perusahaan ayahnya maju, Roy memutuskan untuk kembali ke Jakarta untuk mengejar cintanya.


"Benar tuan, dari orang suruhan saya mengatakan kalau wanita itu tidak pernah dekat dengan pria manapun" ucap Jimmy.


"Cari tahu kenapa mereka bisa menikah. Tapi yang penting sekarang, kita harus mencari cara untuk membebaskan Clarisa dulu"


"Baik, tuan!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Desi tampak sangat gugup karena ini hari persidangan perceraiannya. Desi sangat bersyukur disaat ini sahabat dan keluarganya mendampinginya. Desi berharap agar pengadilan mengabulkan gugatannya dan cukup hanya sekali saja persidangannya.


Saat ini Desi dan Dito duduk bersama di depan hakim. Dito selalu mencuri pandang pada Desi, tapi Desi tidak pernah sekalipun menoleh kearahnya untuk menatapnya.


Saat hakim bertanya pada Dito apakah Dito menyetujui gugatan yang diajukan Desi, Dito dengan berat hati menyetujuinya. Tentu saja membuat Desi sangat terkejut karena dari kemarin Dito ingin tetap mempertahankan pernikahan mereka. Hanya dalam tempo beberapa jam Dito sudah mengubah keputusannya. Meskipun Desi sangat bersyukur karena Dito menyetujui perceraian mereka, Desi tidak dapat memungkiri bahwa dirinya sangat sedih. Desi tidak menyangka usia pernikahannya hanya tiga tahun.

__ADS_1


Desi langsung teringat dengan masa lalunya bagaimana bahagianya saat Dito menembaknya untuk menjadi kekasihnya dan bagaimana bahagianya dia saat bersama dengan Dito. Setiap hari Dito selalu mengucapkan kata cinta padanya dan apalagi saat Dito melamarnya Desi sangat bahagia. Hal yang paling membahagiakan dalam dirinya adalah saat Dito mengucapkan janji sucinya.


Tapi semuanya langsung hancur lebur kebahagiaannya karena kesalahannya Dito yang begitu sangat fatal dalam hidupnya. Apalagi ibu mertuanya ikut andil dalam kehancuran rumah tangganya.


Saat hakim mengutuk keras palu nya, barulah Desi sadar dari lamunannya. Desi langsung mengucapkan terima kasih pada pengacaranya yang sudah sangat membantunya.


Setelah itu Desi langsung memeluk mamanya dan papanya. Dalam pelukan keduanya orangtuanya Desi meneteskan air matanya.


"Mama yakin kamu pasti bisa melaluinya sayang, kami akan selalu ada bersama mu..." ucap mamanya Desi sambil memeluk erat Desi.


Saat hakim mensahkan perceraian mereka, Dito langsung pergi dari ruangan pengadilan meninggalkan Resa dan ibunya.


"Pak Leo, saya mengucapkan banyak terimakasih karena sudah membantu saya" ucap Desi dengan tulus pada Leo yang sudah membantunya membuat persidangan perceraiannya mudah. Leo hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum sambil memeluk istrinya dari samping.


"Oh, ya untuk ucapan terima kasih ku, aku ingin mengundang kalian untuk makan malam bersama ku. Kalian bisa?" Secara serentak Desi dan Sasa mengangguk kepalanya dengan tersenyum.


Di sudut ruangan Rezza selalu memperhatikan Desi yang terus-menerus tersenyum. Rezza merasa kalau Desi hanya memaksakan dirinya tersenyum dihadapan kedua sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Resa dan mamanya Dito tampak sangat kuatir karena Dito terus menghancurkan barang-barang yang ada dalam ruangan kerjanya.


"Nak, kamu mau kemana?" tanya mamanya Dito saat Resa ingin masuk kedalam ruang kerja Dito.


Resa bukannya menjawab dia terus melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerja suaminya. Saat melihat suaminya berdiri mematung sambil menatap foto pernikahan suaminya dengan Desi, Resa memeluk erat Dito dari belakang sambil menangis.


"Maaf kan aku mas, kalau saja aku tidak hadir mungkin kamu masih bersama dengan Desi. Hiks.... Hiks... Kumohon tolong jangan sakiti dirimu lagi, aku akan pergi dari hidup mu. Aku akan membuat Desi kembali dalam hidup mu..." ucap Resa sambil menangis.


Dito tetap saja diam membisu. Karena tidak ada jawaban dari Dito, Resa melepaskan pelukannya. Tiba-tiba Resa merasa kalau pandangannya mulai buram, karena tidak ingin hal yang buruk pada janinnya, Resa memutuskan untuk ke kamarnya. Tapi baru lima tiga langkah, Resa yang sudah tidak sanggup lagi melangkah, terjatuh.

__ADS_1


"Resa...." teriak mamanya Dito saat melihat Resa jatuh.


Dito langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara teriakan ibunya. Betapa terkejutnya Dito saat melihat Resa sudah terkapar di lantai.


"Resa..." gumam Dito sambil menggendong Resa.


"Buka mobilnya cepat..." teriak Dito pada supirnya.


Dito duduk di belakang sambil memeluk istrinya, sedangkan mamanya duduk di depan sambil menangis.


Dito membawa Resa ke rumah sakit dengan rasa kuatir. Dito merasa bersalah karena membuat istrinya jadi sakit.


"Dokter tolong istri saya...." Teriak Dito setelah mereka sampai di rumah sakit, Dito mengendong istrinya saat masuk kedalam rumah sakit. Dokter dan para suster langsung mengambil Resa dari gendongan Dito.


Dengan rasa kuatir Dito dan mamanya saat dokter memeriksa Resa. Dito terus menangis sambil memeluk mamanya dan mengucapkan kata maaf.


"Tenanglah nak, Resa dan calon anak kalian akan baik-baik saja..." ucap mamanya Dito.


Saat seorang suster memanggil Dito, Dito dan mamanya langsung masuk kedalam. Dito sangat senang saat masuk kedalam istrinya sudah bangun dan menatapnya dengan tersenyum.


"Sayang maafkan aku..." ucap Dito sambil mengecup tangan Resa berkali-kali.


Dokter pun menjelaskan pada Dito dan mamanya Dito kalau Resa hanya kecapekan saja, dan saat ini Resa hanya membutuhkan istirahat yang cukup. Setelah tenaga Resa pulih, barulah Resa diperbolehkan untuk pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Rio...." Rio yang lagi memeriksa pekerjaannya, langsung bangkit berdiri saat melihat kedatangan kedua orangtuanya dan kakeknya dengan emosi.


"Papa, mama, kakek..." sapa Rio. Mamanya Rio langsung berlari dan menggenggam tangan Rio.

__ADS_1


"Rio, katakan pada mama bagaimana bisa Clarisa masuk kedalam penjara? Kenapa keluarga Rejaksa melakukan hal ini?" tanya mamanya Rio sambil menangis.


...****************...


__ADS_2