
Faisal membawa Kartika sampai keluar, ke taman hotel. Saat mereka sampai di taman belakang hotel, Kartika langsung menghempaskan tangan Faisal dengan kasar.
Plak...
Kartika yang dari tadi menahan emosinya langsung menampar pipi Faisal dengan keras.
"Lancang sekali kamu menarik tangan saya!" ucap Kartika dengan menatap tajam Faisal. Faisal bukannya marah, Faisal malah menarik Kartika kedalam pelukannya.
"Aku tahu kamu marah sayang, tapi ku mohon tolong maafkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya, tolong maafkan aku" ucap Faisal sambil memeluk Kartika dengan erat. Kartika yang benar-benar tidak Sudi disentuh Faisal berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan Faisal.
"Lepaskan aku, aku tidak peduli dengan permintaan maaf mu. lepaskan aku" ucap Kartika sambil memberontak tapi Faisal memeluknya terlalu erat sehingga membuatnya susah melepaskan diri.
Bugh....
Faisal dan Kartika sangat terkejut tiba-tiba Dion datang menarik Faisal untuk melepaskan pelukannya dan Dion langsung memukul wajah Faisal dengan keras.
"Brengsek!" teriak Faisal saat merasakan dia menyentuh ujung bibirnya ada darah.
Tidak dapat dielakkan lagi, Dion dan Faisal berkelahi. Dion yang memliki latar belakang jago beladiri, dalam hitungan menit Faisal sudah terkapar di tanah. Wajahnya juga tampak babak belur. Kalau bukan Kartika memeluknya dari belakang untuk berhenti, mungkin nyawa Faisal tidak bisa tertolong lagi.
"Dengar, sekali lagi kalau kamu menyentuh wanita ku, aku tidak akan pernah diam!" ucap Dion sebelum pergi membawa Kartika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Kartika berada di apartemen Dion, Kartika mengobati luka yang ada di wajah Dion akibat pukulan dari Faisal tadi. Saat Kartika memberikan obat diujung bibir Dion, tatapan kedua mata mereka saling bertemu.
"Maaf....." ucap Kartika dengan rasa bersalah.
Mendengar kata maaf Kartika, Dion langsung menarik Kartika kedalam pelukannya.
"Seharusnya aku lah yang meminta maaf. Kalau saja aku tidak meninggalkan mu, mungkin dia tidak akan menarik mu seperti tadi" ucap Dion dengan lembut.
Hiks hiks hiks hiks hiks.
__ADS_1
Mendengar ucapan Dion, Kartika yang dari tadi menahan diri untuk tidak menangis, langsung runtuh saat Dion mengucapkan kata maaf.
Dion terus memeluk Kartika sampai Kartika tenang. Setelah Kartika tenang, Dion melepaskan pelukannya dan melihat air mata Kartika. Dengan penuh perhatian Dion menghapus air mata Kartika dengan jemarinya. Saat Dion menghapus air mata Kartika, tatapan keduanya kembali bertemu.
Tidak tahu siapa yang memulai keduanya sudah saling bertukar slavina. Kartika duduk di pangkuan Dion kedua tangannya sudah melingkar di leher Dion. Setelah puas keduanya pun berhenti dan kening mereka saling bertemu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Kartika dan Dion berada di depan rumah Kartika. Keduanya tampak sangat kikuk, Kartika tidak berani menatap Dion karena malu. Saat di apartemen Dion tadi, setelah dia menyadari apa yang terjadi pada mereka, Kartika langsung bangkit berdiri dan mengambil tasnya untuk pergi.
Tapi Dion langsung mengejarnya dan mengatakan kalau Dion akan mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya tak ada satupun yang bicara.
"Terimakasih pak" ucap Kartika dengan gugup. Setelah mengucapkan kata terima kasih, Kartika langsung membuka pintu mobil.
Tapi dengan cepat Dion langsung menarik tangan Kartika. Kartika dengan mengerutkan keningnya langsung menatap Dion.
Dion yang benar-benar tidak sanggup lagi menahan perasaannya, langsung menarik Kartika kedalam pelukannya. Tentu saja membuat Kartika terkejut.
"Aku tidak tahu sejak kapan munculnya perasaan ini. Yang aku tahu setiap melihat mu dan berdekatan dengan mu jantungku berdebar kencang, jika aku tidak melihat keberadaan mu aku merasa ada yang kurang dalam hidup ku." sambung Dion sebelum melepaskan pelukannya.
Setelah mengatakan isi hatinya Dion mengambil kotak kecil yang selalu dibawanya. Kartika sangat terkejut melihat isi kotak kecil itu adalah cincin.
Kartika benar-benar sangat bingung apa yang harus dilakukannya, meskipun saat ini dalam hatinya dia sangat bahagia karena Dion mencintainya.
"Will you marry me?" tanya Dion sambil menatap Kartika.
Hampir sepuluh menit Kartika tidak menjawab, Kartika benar-benar sangat bingung apa yang harus dijawabnya. Kartika hanya diam menatap Dion dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Karena Kartika tidak juga menjawab, lemas Dion menutup kotak cincinnya. Saat Dion ingin menyimpannya kembali, Dion sangat terkejut karena Kartika tiba-tiba memeluknya sambil menangis.
"Ternyata cinta ku tidak pernah bertepuk sebelah tangan" ucap Kartika dalam pelukan Dion.
Mendengar ucapan Kartika, Dion langsung menarik Kartika untuk melepaskan pelukannya. Dion ingin Kartika menjelaskan apa yang dikatakannya barusan.
__ADS_1
"Kamu...." gumam Dion sambil menatap Kartika dengan mengerutkan keningnya.
Kartika pun menjelaskan bahwa dia juga mencintai Dion sejak lama. Tapi karena Dion selalu dingin, membuat Kartika menerima cinta Faisal. Apalagi dia melihat kesungguhan Faisal padanya. Makanya sewaktu Faisal menghianati nya, Kartika tidak patah hati sama sekali. Karena Kartika tidak mencintai Faisal sama sekali. Perasaannya pada Dion tidak pernah hilang, hari ke hari rasa cintanya pada Dion semakin bertumbuh, apalagi kalau Dion memperlakukannya dengan lembut dan perhatian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah satu bulan Dion dan Kartika menjadi sepasang kekasih. Seluruh sahabat dan keluarga mendukung hubungan mereka. Dion yang tidak ingin berjauhan lagi dengan Kartika memutuskan untuk menikahi Kartika dengan cepat.
Dengan bantuan para sahabat, Dion dapat mengurus pernikahannya dengan cepat. Dion juga sudah membeli rumah yang tidak jauh dari rumah mama Nia. Semua yang dilakukannya karena Kartika tidak tega meninggalkan ibunya sendirian.
Hari ini di kediaman Kartika, semuanya tampak sangat ramai karena ingin menyaksikan pernikahan Dion dan Kartika.
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu setelah Dion berhasil mengucapkan ijab Kabul nya dengan suara yang lantang.
"Sah...." teriak semua tamu yang hadir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dion dan Kartika kini berada di hotel yang sudah dipersiapkan Leo dan Ellen untuk mereka. Hotel di mana Dion dan Kartika akan melewati malam pertama mereka.
Dimalam pertama ini Dion yang dari tadi sudah menahan diri, langsung menerkam istrinya. Dion ingin malaikat kecil segera hadir dalam kehidupan rumah tangganya. Begitu juga dengan Kartika. Kartika dengan ikhlas melayani suaminya, dia ingin menjadi istri yang sempurna bagi suaminya.
"Terimakasih sayang...." ucap Dion sambil memeluk Kartika.
Kartika yang benar-benar sangat kelelahan, hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum. Kartika dengan manjanya memeluk erat tubuh Dion dan menyadarkan kepalanya di dada bidang Dion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman Dion dan Kartika tampak sangat ramai, mereka mengadakan acara party kecil-kecilan di rumah mereka. Satu bulan pernikahan Kartika dinyatakan positif hamil dan kini usia kandungannya memasuki tujuh bulan.
Mama Nia yang ikut datang tampak sangat bahagia melihat kedua putrinya begitu sangat bahagia dan dicintai pasangan mereka masing-masing. Mama Nia berharap kalau kehidupan rumah tangga kedua putrinya tidak akan mengalami seperti yang dialaminya.
...****************...
__ADS_1