
"Sayang aku bisa jelaskan semuanya. Ku mohon berikan aku kesempatan, aku tidak bisa hidup tanpa mu..." ucap Dito dengan memelas.
Desi sebenarnya ingin menangis dan memeluk suaminya, tapi dia berusaha untuk tetap tegar. Desi menarik ayahnya untuk membiarkan Dito untuk menghampirinya. Melihat hal itu Dito langsung berlari memeluk Desi, tapi Desi langsung membuat tanda agar Dito tidak menyentuhnya.
"Baik aku akan memberikan mu kesempatan, tapi aku punya syarat. Bagaimana?" ucap Desi sambil menatap wajah suaminya yang sudah tampak sangat kacau.
"Katakan, apa syaratnya sayang...."
"Syaratnya kamu harus memilih daku atau dia..." mata Dito langsung membulat sempurna karena mendengar syarat yang diajukan Desi. Begitu juga dengan mamanya Dito tampak tidak terima dengan syarat yang diajukan Desi.
"Kenapa? Kamu tidak bisa memilih?" tanya Desi yang melihat suaminya tampak diam saja.
"Sayang aku...."
"CK... Dengarkan aku, aku bukanlah wanita yang berhati malaikat sampai aku bisa membagi suami ku dengan wanita lain. Aku tidak mempermasalahkan mu sepenuhnya, karena aku juga yang salah. Aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan. Kamu menikah dengannya tanpa sepengetahuan ku benar-benar membuat hati ku sakit." ucap Desi dengan dingin.
"Aku sekarang mengerti kenapa kamu dalam satu tahun ini selalu jarang pulang, ternyata kamu bersamanya. Apalagi di acara anniversary pernikahan kita, kamu lebih memilih bersamanya. Itu berarti bahwa aku tidak ada lagi dalam hati mu. Jadi aku mengambil keputusan untuk mundur lebih dulu, dari pada aku bertahan dengan pernikahan yang sudah kamu nodai dengan kebohongan kamu. Aku mohon tolong jangan mempersulit proses perceraian ini, karena ini yang terbaik untuk kita" Dito menggeleng kepalanya dengan menangis.
Setelah mengatakan hal itu Desi mengambil tasnya lalu menggeluarkan kartu kredit yang diberikan Dito padanya.
"Ini semua ku kembalikan pada mu, aku tidak akan membawa apapun yang kamu berikan pada ku. Untuk perhiasan yang kamu berikan pada ku, semuanya ada di dalam kamar. Aku sudah membawa semua barang-barang ku. Mulai sekarang aku akan menyerahkan pada pengacara ku. Sekali lagi selamat untuk pernikahan mu dan selamat kamu menjadi calon ayah" ucap Desi.
Setelah itu Desi memutuskan untuk pergi karena dia tidak tahan lagi. Begitu juga dengan kedua orangtuanya Desi mengikuti Desi dari belakang.
"Pak, saya serahkan pada anda semuanya. Saya ingin dalam dua hari ini saya mendapatkan kabar yang bagus" ucap ayahnya Desi sebelum pergi.
"Oh, ya selamat untuk mu nyonya, keinginan mu sebentar lagi tercapai. Ingat apa yang kalian lakukan pada Putri ku, aku akan selalu mengingatnya. Dito, saya sangat menyesal karena mempercayakan putriku padamu. Aku tidak menyangka kalau kamu menyakiti putri ku. Cinta yang kamu berikan selama sepuluh tahun ini, dapat tergantikan dengan wanita yang kamu kenal dalam satu tahun. Saya tidak menyangka..." ucap ayah Desi pada Dito dan mamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana? Apa kamu suka?" tanya Ellen saat memberikan kue buatannya pada Leo.
__ADS_1
"Enak... Rasanya sangat pas...." ucap Leo sambil menikmati kue buatan Ellen.
"Terimakasih. Leo, apa kita tidak bisa menunda kepergian kita besok? Aku sangat cemas dengan sahabat ku. Aku sangat tahu kalau saat ini hatinya sangat terluka. Aku juga takut kalau Dito akan menyakiti Desi" ucap Ellen dengan sendu.
"Aku tidak yakin kakek mengijinkannya." ucap Leo.
"Betul juga...."
"Kamu tenang saja aku akan meminta Rezza untuk mengawasi sahabat mu itu."
"CK... Kamu ini ada-ada saja, tidak mungkin Rezza menginap Desi untuk mengawasi Desi, kan..."
"Untuk apa dia mengingap di rumah sahabat mu? Rezza juga tidak dia apartemen yang sama dengan sahabatmu itu. Mereka hanya beda satu lantai saja." matanya Ellen membulat sempurna mendengar kalau Rezza tinggal di apartemen yang sama dengan Desi.
"Benarkah?" Leo hanya mengangguk kepalanya.
"Tapi apa dia mau? Aku sangat yakin dia akan menolaknya" sambung Ellen.
"Baiklah. Apa kamu sudah selesai makannya? Biar kita pulang..."
"Sudah...."
"Ya, sudah kalau begitu kita ijin dulu dengan mama dan Tika..."
Leo mengikuti Ellen dari belakang, bersama mereka minta izin pulang pada mama Nia dan Kartika. Setelah itu mereka pun langsung pulang. Ellen meminta pulang karena harus menyusun baju-baju yang akan dia bawa besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian Desi dan Mertuanya, Dito langsung berlari menuju rumahnya dan Desi. Dia berharap kalau Desi masih ada dirumah.
"Tuan...." cicit pembantu nya yang dengan sendu.
__ADS_1
Dito langsung berlari ke arah kamarnya dan melihat kamarnya tampak sangat sepi. Barang-barang Desi yang tersusun di atas meja rias tidak ada lagi. Dengan gelisah Dito membuka pintu lemarinya.
"Ah.... Desi...." jerit Dito dengan histeris saat melihat pakaian Desi tidak ada lagi ditempat.
Matanya tertuju pada tempat tidurnya dimana ada kotak-kotak perhiasan yang diberikannya tersusun dan ada satu cincin pernikahan ditaruh di atas kotak perhiasan. Dito mengambilnya sambil menangis.
Dito yang sangat frustasi karena Desi pergi meninggalkannya, memutuskan untuk minum-minum. Kalau dia banyak minum, pasti Desi akan datang untuk memarahi nya. Karena Desi tidak suka melihat dia minum-minum, setiap dia minum pasti Desi akan langsung marah.
"Bi, dimana tuan mu?" tanya mama Foto yang datang bersama dengan Resa.
"Ada didalam ruang kerja nyonya." Mama nya Dito dan Resa langsung menuju ruang kerja Dito.
"Dito..."
"Mas..." cicit Mamanya Dito dan Resa saat melihat botol minuman keras berserakan di lantai.
"Jangan mendekat... Aku tidak butuh kalian... Aku hanya ingin Desi ku kembali...." ucap Dito tanpa memikirkan perasaan Resa.
Tentu saja Resa sangat sakit mendengarnya, Dia tidak menyangka kalau suaminya akan sangat terpukul dengan kepergian Desi.
"Dito... Apa-apaan kamu ini? Tolong nak jangan seperti ini, kamu pikirkan bagaimana istri dan anak dalam kandungan Resa." ucap mamanya Dito dengan meneteskan air mata.
"Ini semua karena mama, kalau mama tidak karena keinginan mama, Desi tidak akan meninggalkan ku. Hiks hiks hiks..." ucap Dito dengan menangis.
"Sayang, tolong jangan seperti ini. Maaf kan, mama. Mama tidak tahu kalau kejadiannya seperti ini. Mama janji akan mencoba bicara dengan Desi..."
"Terlambat, ma... Aku sangat mengenal bagaimana sifat Desi, dia tidak akan pernah memberikan kesempatan padaku lagi."
"Aku juga akan membantu mama, mas. Aku akan mencoba meminta Dasi mengurungkan niatnya. Aku janji akan membawa dia kembali pada kamu, mas" ucap Resa dengan sendu.
Dito kembali membuka botol minumannya setelah mendengar ucapan Resa. Dito tidak ingin terlalu berharap banyak kalau mamanya dan Resa akan berhasil membuat Desi mengubah keputusannya.
__ADS_1
...****************...