
Saat Ellen sampai di tokonya, Rio langsung menghampirinya. Ellen yang tidak ingin bicara dengan Rio, memilih untuk mengabaikan Rio. Tapi Rio langsung menarik tangannya untuk menahannya.
"Mau bicara apa lagi? Aku tidak ingin bicara apapun dengan mu. Ingat kita sudah selesai..." ucap Ellen tegas.
"Aku bisa jelaskan semuanya, El. Aku akan menjelaskan kenapa aku menghilang begitu saja" ucap Rio.
"Aku tidak butuh penjelasan apapun. Bagiku saat ini hubungan kita sudah selesai..."
"Tapi tidak bagi ku, El. Aku masih sangat mencintai mu... Hati ku hanya milikmu. Apa kamu tahu disana aku selalu menjaga hati ku, hanya untuk mu..."
Ellen sangat terkejut mendengar ucapan Rio. Mungkin kalau hatinya masih ada nama Rio, pasti dia akan sangat bahagia. Tapi saat ini dihatinya sudah ada nama suaminya.
"Tapi tidak dengan ku... Saat kamu pergi meninggalkan ku begitu saja tanpa penjelasan, disaat itu aku belajar untuk menghilangkan nama mu dalam hati ku..."
Mendengar ucapan Ellen, Rio menarik Ellen kedalam pelukannya. Rio tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ellen.
"Aku tidak percaya hal itu, El..."
"Lepaskan aku, Rio. Aku sudah menikah, aku tidak ingin ada orang lain yang salah paham." Ellen mendorong Rio dengan kuat sampai membuat Rio melepaskan pelukannya.
"Aku tahu kenapa kalian bisa menikah. Jadi dalam pernikahan kalian tidak ada yang namanya cinta" ucap Rio dengan penuh percaya diri.
"CK... Kamu salah besar, suami ku sangat mencintai ku. Begitu juga dengan ku..."
"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan..."
"Terserah mu, yang penting harus kamu tahu bahwa aku sangat mencintai suami ku. Permisi"
Betapa sakit nya hati Rio saat mendengar ucapan Ellen, apalagi dia dapat melihat jelas dari mata Ellen, apa yang dikatakan Ellen tidak ada kebohongan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa hubungan kak Rio dengan wanita itu? Sepertinya wanita itu memang wanita penggoda. Setelah dia merebut hati kak Leo,. sekarang dia ingin merebut hati kak Rio." ucap Clarisa dengan emosi saat melihat hasil foto yang di kirimkan anak buahnya tentang kedekatan Rio dan Ellen.
"Bos, bagaimana? Apa besok kita akan melanjutkan rencana kita?" tanya preman yang ditugaskan Clarisa untuk mengawasi gerak-gerik Ellen.
"Tentu saja. Aku ingin kalian melakukannya besok. Berhubung kak Leo keluar kota..." ucap Clarisa dengan licik.
"Baik, bos. Kalau begitu kami menyiapkan semuanya dulu"
"Pergilah" ucap Clarisa dengan tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kota yang berbeda, Leo tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya karena anak buahnya yang selalu menjaga istrinya dari jarak jauh mengirim foto Rio dan Ellen berpelukan dan Rio menggemgam tangan Ellen.
"Apa sebaiknya kita istirahat saja dulu?" tanya Rezza karena melihat Leo tampak tidak konsentrasi dengan pekerjaannya.
"Tidak perlu, lebih baik kita melanjutkannya. Apalagi jadwal ku?"
"Kita harus Proyek untuk pembangunan hotel kita"
"Baiklah, kita kesana sekarang..." Saat Rezza ingin mengikuti Leo, hp nya berdering.
"Kenapa Chel?" Chelsea menghubungi Rezza.
__ADS_1
"Apa kak Rezza sama kak Leo?" tanya Chelsea dengan penasaran.
"Hemm... Apa ada yang penting?"
"Aku mendengar dari sekretaris kakak kalau kalian sedang di luar kota meninjau perusahaan dan proyek yang ada disana. Apa benar?" tanya Chelsea dengan sedikit cemas.
"Ya.."
"Apa kalian langsung pulang nanti?"
"Tidak. Rencananya besok..."
"Jam berapa?"
"Aku tidak tahu, tergantung kakak mu..."
"Baiklah, usahakan besok sore kalian sudah kembali."
"Kenapa? Apa ada yang penting?"
"Kak Rezza akan tahu nanti. Kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaan ku..."
"Oke..." Rezza langsung memutuskan Sambungan teleponnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ellen sebenarnya sangat sedih mendengar dari Chelsea kalau Leo sedang di luar kota. Leo tidak ada memberitahu apapun padanya tentang pergi dinas di luar kota, padahal tadi pagi mereka sempat berbicara.
"Kakak tenang saja kak Leo besok pulang. Apa kakak sangat kangen dengan kak Leo ya..." goda Chelsea.
"Tidur sendiri deh..." ucap Ellen dengan lemas.
"Kamu ini..." Ellen memukul lengan Chelsea.
"Hahaha...." Chelsea malah tertawa, apalagi melihat wajah kakak iparnya sudah memerah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ellen tampak sangat gelisah karena Leo tidak juga mengangkat teleponnya dan membalas pesannya satupun.
"***Mas apa kamu sudah makan malam?"
"Mas, apa kamu sibuk? Kenapa kamu tidak mengangkat teleponnya?"
"Mas, kalau kamu tidak sibuk lagi, hubungi aku..."
"Mas, besok kamu pulang jam berapa? Apa bisa besok Sore kamu sudah pulang?"
"Mas, besok aku ingin makan malam dengan mu. Aku sudah memesan tempat untuk kita di restoran Royal jam 7 malam. Aku akan menunggumu disana***...."
Tak satupun balasan dari Rio, hal ini membuat Ellen meneteskan air matanya dan tidak bisa membuatnya tidur.
"Sepertinya aku harus telepon pak Rezza saja..." gumam Ellen.
Setelah dua kali mencoba, Rezza akhirnya mengangkat teleponnya.
__ADS_1
"Pak Rezza..."
"Malam nona... Maaf nona saya baru bisa mengangkat teleponnya"
"Tidak apa-apa. Maaf pak, apa mas Leo ada bersama pak Rezza?"
"Beliau lagi ada rapat nona sampai sekarang. Apa nona ingin bicara dengan pak Leo?"
"Ah, tidak pak... Saya hanya ingin tahu apa yang dilakukan mas Leo saja. Apa dia baik-baik saja?"
"Baik, nona. Baru saja beliau selesai makan malam dengan rekan bisnisnya"
"Oh, syukurlah. Kalau begitu sampai pesan ku untuknya saja. Kalau dia tidak lagi sibuk, tolong menghubungi ku atau membalas pesan ku"
"Baik, nona..."
Setelah mengetahui kalau suaminya sedang rapat, Ellen langsung tersenyum dan lega.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tadi istri mu menghubungi ku saat kamu lagi rapat..." ucap Rezza setelah Leo selesai rapat.
"Aku tahu itu..."
"Cobalah untuk menghubunginya dan membalas pesannya. Istri mu tampak sangat mencemaskan mu..."
"Nanti saja setelah kita pulang ke hotel..."
"Terserah mu saja...."
"Apa kamu sudah tahu apa saja yang dilakukan Clarisa Satu hari ini?"
"Sudah. Kamu tenang saja sejak saat dia bebas dia tidak pernah sekalipun mendekati istri mu."
"Kamu yakin?"
"Apa kamu tidak percaya?"
"Bukan tidak percaya hanya saja perasaan ku tidak tenang."
"Kamu tenang saja istri mu akan baik-baik saja..." Leo hanya mengangguk kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi Chelsea membawa Ellen untuk ke salon untuk bersiap-siap. Ellen tidak menyangka kalau Chelsea menyiapkan segalanya untuk nya. Hampir satu harian Ellen menghabiskan waktunya di salon.
"Bagaimana? Apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Ellen sambil menatap dirinya yang tampak sangat berbeda.
"Tidak! Pasti kak Leo akan semakin terpesona dengan kecantikan kakak" ucap Chelsea dengan bangga.
"Apa kamu yakin?" Chelsea mengangguk kepalanya. Mereka pun keluar dan Chelsea mengantarkan Ellen ke mobil.
"Lebih baik sekarang kita pergi, ini sudah jam enam sore. Apa kakak yakin kakak pergi sendiri?"
"Tentu saja...."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kakak harus hati-hati. Aku akan menghubungi kak Rezza dimana keberadaan mereka sekarang..." Ellen pun mengangguk kepalanya.
...****************...