
Setelah menjauh dari yang lainnya, Dion melepaskan tangan Kartika.
"Ada yang kamu lakukan?" tapi Kartika dengan kesal karena Dion menariknya.
Bukannya menjawab Dion malah menarik Kartika kedalam pelukannya. Karena Dion tiba-tiba memeluknya, mata Kartika langsung membulat dan jantungnya berdegup kencang.
"Aku tidak tahu apa tujuan mu, tapi aku hanya ingin bilang sesampainya di sana genggam lah tanganku." ucap Dion dengan tekanan.
Kartika hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan Dion padanya. Kartika sangat bingung kenapa Dion memerintahkan hal itu padanya.
"Apa dia tahu semuanya? Apa dia melihatnya?" gumam Kartika dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang perjalanan Kartika melirik kearah Dion yang duduk di sampingnya. Apa yang dikatakan Dion terus terngiang dalam pikirannya dan bagaimana tiba-tiba Dion datang dan menolongnya.
Sesampainya di kediaman keluarga om nya Ellen dan Kartika, Dion langsung keluar dan membukakan pintu untuk Kartika. Setelah membukakan pintu untuk Kartika, Dion mengulurkan tangannya pada Kartika. Melihat uluran tangan Dion membuat Kartika mengerutkan keningnya.
Karena Kartika diam saja Dion langsung menarik tangan Kartika untuk digenggamannya. Mama Nia dan yang lainnya hanya tersenyum saja melihat Dion menggemgam tangan Kartika dan kekuatiran mereka pun hilang.
Saat mereka sampai, acara sudah dimulai dan acara ijab qobul pun sudah selesai. Mereka memang sengaja datang terlambat karena tidak ingin membuat adanya kericuhan. Mereka datang sewaktu acara resepsi pernikahan saja.
Saat Ellen masuk kedalam bersama keluarga kecilnya dan Kartika digandeng Dion membuat semua orang menatap mereka dengan kagum. Apalagi saat melihat mama Nia yang tampak sangat berbeda dan tetap cantik membuat mereka langsung memuji kecantikan mama Nia yang awet muda. Mereka langsung membandingkan dengan istri muda ayahnya Ellen dan Kartika.
Ternyata setelah nenek diusir Leo dulu membuat nenek melanggar janjinya. Nenek membawa Tere istri kedua putranya dan cucu laki-lakinya dari Tere tinggal di bersama mereka.
Mama Nia, Ellen dan Kartika mengetahui semuanya tapi mereka tidak ingin ikut campur. Apalagi beberapa tahun ini, istri kedua ayah mereka selalu menjelekkan mama Nia pada tetangga dan nenek.
Raya yang melihat kedatangan sepupunya tampak sangat terkejut dan apalagi melihat Kartika datang dengan mengandeng seorang pria yang menurutnya sangat tampan dibandingkan Faisal. Begitu juga dengan Faisal, setelah bersalaman dengan para tamu yang datang mengucapkan selamat padanya dan Raya, Faisal sangat terkejut melihat kedatangan Kartika.
"Kartika..." gumam Faisal dalam hati.
__ADS_1
Faisal memperhatikan Kartika yang begitu sangat cantik dan saat dia melihat tangan Kartika digenggam sama Dion membuat darahnya sangat panas. Kedua tangannya di kepalanya untuk menahan amarahnya.
Ellen dan yang lainnya langsung maju ke depan untuk memberikan selamat pada Faisal dan Raya. Saat Kartika mengulurkan tangannya pada Raya, Raya malah lebih asik menatap Dion dengan penuh kekaguman. Kartika yang menyadari hal itu langsung menarik Dion untuk semakin dekatnya dengannya. Barulah Raya menyadari kalau Kartika menatapnya dengan tajam.
"Selamat untuk pernikahan mu..." ucap Kartika sambil bergelut manja dengan Dion.
Faisal dan Raya yang melihat bagaimana kedekatan Kartika dan Dion membuat hati mereka sangat panas. Faisal benar-benar sangat cemburu melihat Kartika bergelut manja pada Dion.
Setelah mengucapkan kata selamat pada Raya, Kartika langsung menarik Dion untuk mengucapkan selamat pada Faisal.
"Selamat untuk mu juga..." ucap Kartika dengan tersenyum.
Tak ada raut wajah kesedihan dan cemburu di mata Kartika. Hal itu membuat Dion sangat senang dalam hatinya, sedangkan Faisal tampak menahan amarahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sepertinya kekasih mu terus menatap mu..." bisik Dion pada Kartika.
Kartika yang mendengar ucapan Dion langsung menghentikan makannya dan menoleh kearah Faisal dan Raya. Kartika dapat melihat jelas kalau Faisal dan Raya sedang memperhatikan mereka. Setelah itu, Kartika menatap Dion yang tengah menatap Faisal dengan dingin.
"Dia bukan kekasih ku, tapi suami sepupu ku!" ucap Kartika dengan penuh tekanan. Mendengar jawaban Kartika, langsung menoleh kearah Kartika dengan tersenyum.
Dion melihat ujung bibir Kartika ada sisa bekas makanan, dengan santainya Dion membersihkan ujung bibir Kartika dengan jemarinya. Mata Kartika langsung membulat saat Dion membersihkan ujung bibirnya dengan tangannya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kartika terus menatap langit-langit kamarnya, pikirannya saat ini sangat kacau. Bukan karena Faisal menikah dengan Raya sepupunya, tapi karena Dion. Kartika benar-benar bingung dengan Dion, sejak dari acara pesta pernikahan Faisal dan Raya, Dion selalu ada di sampingnya dan setiap dia ingin sesuatu pasti Dion dengan cepat mengambil untuknya.
Apalagi selama dalam perjalanan pulang, Dion selalu saja tersenyum padanya. Dion juga membuka pintu mobil untuknya setelah mereka sampai di villa.
"Tidak mungkin pak Dion suka dengan ku...." gumam Kartika dalam hatinya.
__ADS_1
Malam ini Kartika benar-benar tidak bisa tidur karena setiap dia memejamkan matanya pasti bayangan Dion selalu muncul. Karena tidak bisa tidur, Kartika memutuskan untuk melanjutkan kerjanya. Meskipun dia pergi liburan dengan, Kartika sesekali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
Waktu sudah menunjukkan jam dua pagi, mata Kartika mulai tampak sangat lelah. Karena tidak bisa menahan kantuknya, Kartika memilih untuk tidur.
Drt...Drt...
Keesokan paginya Kartika terlambat bangun, kalau bukan karena dering teleponnya Kartika tidak juga bangun dari tidurnya. Dengan setengah sadar, Kartika mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Halo..." sapa Kartika dengan suara orang yang baru bangun tidur.
"......." Mendengar ucapan dari seseorang yang menghubunginya, Kartika langsung bangun dan terkejut.
Setelah memutuskan sambungan teleponnya Kartika melihat jam nya dan langsung berlari untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah itu Kartika menyusun semua bajunya dan memasukkan ke dalam kopernya. Dengan tergesa-gesa Kartika ke luar dari kamarnya.
"Kar, kamu mau kemana?" tanya mama Nia saat melihat Kartika datang menghampirinya ke dapur.
"Ma, apa boleh aku pulang lebih dulu? Aku ada urusan yang sangat penting" ucap Kartika dengan mama Nia dengan panik.
"Pulang? Sendiri? Kamu mau naik apa nak?" tanya mama Nia dengan kuatir.
"Aku bisa naik bus...." ucap Kartika dengan cepat.
"Nak, apa urusan mu benar-benar sangat penting?" Tanya Kakek Bryan yang dari tadi duduk di ruang makan sambil menikmati kudapan yang dibuat mama Nia.
"Ia, kek. Sahabat ku dan suaminya mengalami kecelakaan, dan anaknya saat lagi masa kritis. Aku ingin melihat mereka karena mereka tidak punya sanak saudara lagi" ucap Kartika dengan sedih.
"Biar Dion, yang mengantarkan mu. Kakek yang akan bicara dengannya, kamu tunggu sebentar" ucap kakek Bryan. Kakek Bryan pun langsung menghubungi Dion yang lagi jalan pagi bersama dengan yang lainnya.
...****************...
__ADS_1