Love Story'

Love Story'
Ungkapan Cinta Ellen


__ADS_3

Rezza selalu mengambil apa yang diinginkan Desi. Desi sebenarnya menolak karena dia masih bisa mengambilnya sendiri tapi Rezza tidak mau mendengarkannya.


"Oh ya kak bagaimana kalau Sabtu malam ini kita buat acara barbeque dirumah, sekalian merayakan kepulangan kakak ipar dari rumah sakit?" usul Chelsea pada Leo.


"Bagaimana sayang?" Leo bertanya pendapat dari Ellen lebih dulu sebelum menjawab usulan dari adiknya.


"Aku setuju, mas. Kita undang ibu dan Tika juga..." Leo mengangguk kepalanya.


"Kamu yang atur..." ucap Leo pada Chelsea.


"Oke. Kak Desi, ikut juga ya..." Desi mengangguk kepalanya dengan tersenyum.


"Oh, ya kak Rezza dan kak Desi kan tinggal di gedung apartemen yang sama, kak Rezza berangkat sama kak Desi ya. Tidak baik untuk ibu hamil mengendarai mobil sendiri,. setiap hari..." ucap Chelsea.


"Ti... tidak usah, aku bisa pergi sendiri..." tolak Desi dengan gugup. Desi merasa tidak enak hati dengan Rezza.


"Kakak ipar bagaimana? Kakak setuju kan?" Chelsea langsung meminta pendapat dari Ellen sambil mengedipkan matanya sebagai tanda kode pada Ellen untuk setuju.


"Ah... Benar, Des apa kata Chelsea. Kamu datangnya bareng dengan pak Rezza saja. Supaya kamu tidak capek. Pak Rezza tidak apa-apa kan?" ucap Ellen sambil melirik ke arah Rezza yang melirik ke arah Desi.


"Tidak apa-apa..." jawab Rezza tanpa melepaskan pandangannya ke arah Desi yang sudah menundukkan kepalanya.


Mendengar jawaban Rezza, Desi menoleh kearah Rezza yang sedang menatapnya dengan tersenyum. Wajah Desi langsung memerah saat dia melihat Rezza menatapnya dengan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ellen tampak sangat terkejut Leo mengajaknya ke restoran Royal malam harinya, dimana beberapa hari yang lalu dia ingin merayakan ulang tahun Leo berdua.


"Kenapa kita disini?" tanya Ellen sambil menatap gedung restoran Royal dari dalam mobil.


"Aku ingin mengajak istri ku dinner. Apa kamu tidak suka?" Tanya Leo sambil menggenggam tangan Ellen.


"Aku sangat suka..." jawab Ellen cepat.


Leo langsung memeluk pinggang Ellen dengan tersenyum. Keduanya pun secara bersamaan masuk ke dalam restoran dengan wajah berseri.

__ADS_1


"Silahkan ikut dengan saya tuan..." ucap pelayan restoran yang menyambut kedatangan mereka.


Mereka dibawa ke ke taman belakang restoran. Ellen tampak sangat terkejut suasana tamannya yang sangat indah dengan dipenuhi lilin-lilin yang tertata rapi.


Saat mereka sampai di meja yang sudah dipersiapkan untuk mereka, Leo mendorong kursi untuk Ellen. Setelah Ellen duduk barulah Leo duduk. Para pelayan langsung datang sambil membawa makanan yang dipesan Leo.


Setelah makanan mereka tersaji, Leo dan Ellen memakan makanan mereka sambil curi-curi pandang. Keduanya tampak seperti anak ABG yang baru jatuh cinta.


Leo juga mengajak Ellen untuk berdansa dengannya. Awalnya Ellen menolaknya karena tidak pintar dansa. Tapi namanya juga Leo, Leo tidak suka yang namanya penolakan.


"Terimakasih, mas..." ucap Ellen sambil menatap Leo dengan tersenyum.


"Untuk?"


"Makan malamnya..." jawab Ellen dengan cengengesan.


Cup...


Beberapa detik kemudian mata Leo membulat dan jantung berdebar kencang saat bi*** mungil Ellen mendarat di bi*** nya. Meskipun singkat tapi dapat membuat Leo sangat senang. Ini pertama kalinya Ellen menciumnya di bi*** nya.


"Maaf mas, aku sudah membuat mu menunggu lama...." ucap Ellen sambil memeluk Leo. Saat makan tadi, Ellen memutuskan untuk memberitahu tentang perasaannya. Ellen sengaja tidak memeluk Leo saat dia ingin mengucapkan perasaannya, karena dia akan malu kalau menatap mata Leo.


"I love you my husband..." ucap Ellen dengan malu-malu.


Mendengar ungkapan cintai dari istrinya membuat Leo sangat terkejut. Leo tidak menyangka kalau Ellen akan mengatakan cinta padanya, sebelum dia bertanya tentang perasaan Ellen saat ini.


Karena tidak ada reaksi apapun dari Leo membuat Ellen melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepalanya menatap Leo yang masih diam. Ellen menangkup pipi Leo dengan kedua tangannya.


"Mas, kenapa kamu diam saja? A..apa aku sudah terlambat?" tanya Ellen dengan gugup dan cemas.


Leo menatap Ellen dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca. Ellen sangat terkejut melihat mata suaminya yang berkaca-kaca.


"Mas kamu menangis? Kenapa?" tanya Ellen dengan lembut.


Leo langsung menarik Ellen kedalam pelukannya dengan erat. Berkali-kali Leo mengecup puncak kepala Ellen dengan penuh cinta.

__ADS_1


"Mas, kamu memeluk ku sangat erat, aku sulit bernapas nantinya..." ucap Ellen karena dia merasa kalau Leo memeluknya sangat erat.


"Aku takut kalau ini hanya mimpi" ucap Leo dengan suara pelan.


Meskipun pelan, Ellen dapat mendengar ucapan Leo. Mendengar ucapan Leo, Ellen langsung mengerti kenapa Leo memeluknya erat. Ellen tidak lagi berusaha lagi supaya Leo sedikit mengendurkan pelukannya. Ellen malah ikut membalas pelukan suaminya dan menenggelamkan wajahnya.


"Tidak mas, ini semua tidak mimpi. Maaf aku terlalu lama menyadarinya, kalau aku sudah jatuh cinta pada mu. Aku tidak tahu kapan, yang aku tahu aku menyadari kalau aku sudah jatuh cinta pada mu saat kamu mulai menjaga jarak dari ku. Aku tidak sanggup kamu mendiami ku dan menjauhi ku. Aku sudah terbiasa dengan kehadiran mu dalam hidup ku, jadi kalau kamu pergi meninggalkan ku, aku tidak akan sanggup." ucap Ellen dengan menetapkan air mata.


Karena Ellen menangis dalam pelukan Leo, membuat Leo dapat merasakannya. Leo mulai mengendurkan pelukannya, dan mendongakkan kepala Ellen untuk dapat melihat wajah Ellen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam kamar hotel yang sangat luas, sepasang suami istri masih terlelap dalam tidurnya dengan tubuh yang polos saling berpelukan. Hanya selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka. Baju-baju yang mereka gunakan semalam sudah berserakan di lantai, dan bantal guling yang seharusnya tempatnya di kasur kini sudah tergeletak di lantai.


Setelah mendapatkan ungkapan cintai dari istrinya, Leo mengajak Ellen untuk merayakannya di hotel miliknya. Leo memesan wiski untuk merayakan kebahagian pernikahannya.


Ellen yang tidak terbiasa dengan minuman keras, baru saja satu gelas sudah membuatnya mabuk. Karena mabuk, Ellen mulai tidak terkendali. Saat mabuk Ellen menggoda Leo yang masih sadar. Dengan manja Ellen duduk dipangkuan Leo dan tanpa sadar Ellen mencium bibir Leo. Bukan hanya sebatas kecupan tapi lebih dari itu. Leo yang seorang pria normal tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Entah siapa yang lebih dulu, pakaian mereka sudah lepas hanya tinggal pakaian dalam nya saja yang tersisa.


Leo memaksa dirinya untuk sadar, Leo tidak ingin melakukannya di saat istrinya lagi mabuk. Dengan terpaksa Leo menghentikannya. Tapi Ellen menahannya dengan tersenyum.


"Lakukanlah mas, aku sudah siap..." Leo sangat terkejut mendengar ucapan Ellen.


"Tidak sayang, aku tidak ingin melakukannya di saat kamu mabuk. Aku tidak ingin mengambil kesempatan" ucap Leo dengan suara yang berat.


Cup.


Mata Leo membulat sempurna karena Ellen kembali mengecup bibirnya.


"Aku sangat sadar mas, aku sudah siap..." ucap Ellen dengan menatap Leo dengan serius.


Leo yang tidak ingin hilang kesempatan, akhirnya kembali me***** bi*** istrinya lagi. Malam ini adalah malam pertama bagi mereka, malam penyatuan cinta mereka.


VISUAL LEO REJAKSA


__ADS_1


__ADS_2