Lucia, Pesona Maba Hamil

Lucia, Pesona Maba Hamil
Lucia Yang Pelupa


__ADS_3

Lucia terbangun pukul sembilan malam, ia tidak bisa tidur full sampai pagi karena sudah merasa kenyang istirahat dari sore hari.


Ketika membuka mata Lucia merasa telah bermimpi buruk, di tambah keringat ditubuhnya membuat Lucia tak nyaman.


"Jam berapa ini?" Gumam Lucia sambil menatap ke arah jam dinding.


"Aku kira udah pagi"


Lucia menatap pakaiannya yang basah akibat cucuran keringat, Lucia lantas bangkit dan melepas pakaian sehingga menyisakan kain dalam atas dan bawah.


Tadi ia tidak sempat mandi sore, mungkin karena itu badannya jadi tidak segar, kini ia harus mencuci kaki dan mengganti pakaian dengan piyama tidur agar lebih nyaman.


Lucia pun membawa baju kotor itu sambil keluar dari kamar menuju bathroom yang memang tidak menyatu dengan kamarnya.


Lucia tidak mengingat kejadian setelah pulang dari jalan-jalannya dengan Fabio, selebihnya Lucia pikir itu hanya sebagian dari mimpi.


"Kamu mau kemana?"


DEG!!!


Suara bariton dari arah ruang tamu mengejutkan Lucia sampai wanita itu hampir terjatuh sangking terlonjak dibuatnya.

__ADS_1


Perlahan Lucia berbalik dan menatap ke sumber suara, dan ketika ia menemukan seorang lelaki disana, Lucia langsung berteriak histeris


"AAAAAAAAAAA........!!!"


Lucia berusaha menutup tubuhnya yang setengah telan jang dengan pakaian yang ia bawa, pria dewasa yang tengah duduk di sofa itu menatap kaget ketika Lucia berteriak.


Ghani berdiri cepat dan menghampiri Lucia, dengan sigap dia menutup mulut perempuan tersebut. Teriakkan yang sangat kencang bisa mengundang perhatian dari orang-orang di sekitar rumah ini, gawat kalau sampai ada yang mengira ia melakukan tindakan kejahatan.


"Hmmphh..... Hmmphh!!!"


"Ssstttt..... Tutup mulutmu!! Kenapa berteriak?!"


Sedikit demi sedikit ingatan Lucia menyatu dan membuatnya sadar bahwa pria ini datang selepas ia diantar pulang oleh Fabio.


Lucia terbelalak mengetahui fakta itu.


Merasa Lucia sudah cukup tenang, Ghani pun melepas bekapan tangannya, namun ia belum beranjak dari sana.


"K-kenapa tuan masih disini?? I-ini udah malam"


"Aku masih memikirkan kondisimu, aku khawatir ketika kamu bangun perutmu sakit lagi. Jadi aku menunggu di ruang tamu" jelas Ghani, tapi jika dilihat Lucia sekarang baik-baik saja.

__ADS_1


"Sekarang masih sakit, tidak?"


Lucia menggeleng sebagai jawaban, kesadaranya seolah masih belum terkumpul, membuat Lucia memaku entah memikirkan apa.


Ghani manggut-manggut, bersyukur tidak ada keluhan berkepanjangan.


Tapi kini pikirannya jadi tidak terfokus kesana, sebab pemandangan di depan matanya membuat Ghani tercekat dan baru kembali menyadari akan penampilan wanita ini.


Dan Lucia yang menyadari tatapan Ghani langsung ikut menunduk, seketika ia terperangah. Lagi-lagi ia lupa kondisi tubuhnya.


"JANGAN LIAT!!!"


Teriak Lucia sambil merapatkan tangan di dada, ia pun meluncur ke kamar mandi dengan setengah berlari.


"Jangan lari!" Ghani memperingati, ngilu melihat perut itu bergoyang akibat kecepatan jalan Lucia.


Brakk!


Pintu kamar mandi tertutup dengan keras, Ghani hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan istri keduanya.


"Anak itu" decak Ghani.

__ADS_1


Tapi sedetik kemudian ia tersenyum tipis, merasa lucu dengan tingkah Lucia yang pelupa, tanpa Lucia ketahui dia telah sedikit menghibur sosok pria dewasa yang akhir-akhir ini muncul tanpa diundang.


Daya pikat ibu hamil memang luar biasa, bahkan seseorang yang awalnya sangat dingin dan kasar tiba-tiba bisa berubah saat menghadapinya.


__ADS_2