Maafkan Aku Mendua

Maafkan Aku Mendua
Kedatangan Mika


__ADS_3

2 jam sebelumnya ...


Seorang staf laki-laki berjalan tergopoh-gopoh menuju ruangan Faisal. Nampaknya ada sesuatu yang sangat penting. Namun belum juga sampai di depan ruangannya, Maya sudah lebih dulu memergoki dan menghentikan langkah kaki laki-laki itu.


"Ada apa?"


"Ada tamu nungguin Pak Faisal di depan, Mba," ungkap staf tersebut.


"Tamu? Siapa?"


"Nggak tahu, Mba. Cewek, cantik!"


Ungkapan laki-laki tadi yang sontak membuat Maya langsung cemburu. Maya yang tadinya ingin ke ruangan sang papa urung karena mendengar adanya tamu yang menunggu Faisal di depan sana.


"Ya udah, kamu boleh pergi."


Maya meneruskan langkah lagi. Bukan ke tempat tujuan, melainkan kearah depan tempat di mana tamu tersebut menunggu Faisal.


"Anda siapa?" tanya Maya dengan tatapan menyelidik. Ia kira yang datang adalah Vani–istri dari Faisal, tapi ternyata bukan.


Wanita itu sangat cantik, pun terlihat berkelas. Hingga Maya sendiri hampir di buat mati penasaran mengenai siapa dia.


"Maaf, saya ingin bertemu dengan Faisal. Apa ada?" ungkap wanita cantik tadi berbasa-basi.


"Memangnya ada keperluan apa? Dan, Anda sendiri siapa?" Maya enggan melepas pertanyaan tadi. Sungguh, ia merasa tidak suka dengan kedatangan wanita itu yang entah apa tujuannya hingga ingin menemui Faisal.


"Maaf, saya ada sedikit keperluan dengan Faisal. Anda bisa 'kan memanggilnya!"


Wanita bernama Mika tadi sedikit geram, ia seolah tengah di interogasi oleh wanita di depannya. "Ini sangat penting!" ulang Mika untuk meyakinkan sekali lagi.


"Keperluan seperti apa sih?!" Suaranya sudah mulai kesal karena melihat tamu tadi hanya berputar-putar tanpa ingin menjelaskan.


"Pokoknya penting. Saya tidak bisa mengatakannya pada Anda."


"Hehhh, kamu nggak tahu siapa saya?!" Maya sudah mengeluarkan taringnya. Nampaknya ia sangat cemburu dengan wanita cantik tadi. Siapa sih dia?Ada hubungan apa sama Mas Faisal? Maya menduga-duga.


"Saya nggak peduli siapa kamu! Saya hanya ingin bertemu Faisal."


Huhhh, menyebalkan sekali!


"Satpam!!"

__ADS_1


Laki-laki bertubuh tambun berlari mendengar teriakkan anak dari bos pemilik kantor tersebut.


"Ya, Mba Maya?"


"Usir aja dia, Pak!" tunjuk Maya pada wanita cantik yang tengah duduk di ruang tunggu.


Mika langsung melongo mendengarnya.


"Astaga, ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia terlihat nggak suka saat aku meminta bertemu dengan Faisal?" Mika menggeleng beberapa kali.


"Pak, ada apa ini?"


Faisal muncul dari dalam sana bersama staf laki-laki tadi. Ia yang sudah di beritahu mengenai tamu yang tengah menunggunya di buat heran dengan kehadiran Maya yang juga berada di sana.


"Dia siapa, Mas?!" Menunjuk kearah tamu tadi dengan sorot mata tajam.


Faisal sendiri tidak terlalu menghiraukan. Ia malah berjalan melewati Maya begitu saja menuju arah wanita tersebut.


"Anda mencari saya?"


Mika yang tadinya hampir tersulut emosi memilih menahan diri saat melihat laki-laki itu berjalan kearahnya.


"Anda yang bernama Faisal?" tanya Mika memastikan.


"Mas ..!!"


Maya tidak terima karena Faisal malah acuh padanya. Padahal bisa kan, menjelaskan lebih dulu siapa wanita itu?


Maya menghentakkan kakinya keras sebagai bentuk protes pada Faisal.


"Kamu apa-apaan sih, May! Jangan kaya anak kecil, aku lagi ada tamu!"


"Tapi, dia siapa?!" desak Maya lagi.


"Maaf, apa kita bisa bicara sebentar? Penting!" Mika tidak ingin berbasa-basi lagi. Ia juga masih ada pekerjaan lain yang sengaja di tinggalkan hanya untuk bertemu dengan laki-laki bernama Faisal tadi.


"Baiklah, mari ke ruangan saya."


Tanpa mempedulikan Maya, Faisal melangkah cepat menuju ruangannya di ikuti Mika di belakang dengan senyum yang terus mengembang sempurna.


Tinggallah Maya seorang diri dan staf yang menemui Faisal di ruangannya tadi.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu, Mas!"


.


.


.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Faisal membuka percakapan. Laki-laki itu mengamati wajah wanita cantik yang saat ini tengah duduk di sofa ruang kerjanya dengan santai.


"Tidak!" jawabnya singkat.


"Lalu, ada keperluan apa Anda ingin menemui saya?"


Di ruangan itu hanya ada mereka berdua. Faisal sengaja mengunci pintu agar Maya tidak bisa masuk dan merecokinya lagi.


"Aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu padamu." Wanita tadi mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, lalu menyodorkannya di depan Faisal.


"Apa ini?" tanya Faisal tidak mengerti.


"Bukalah. Kamu akan tahu jawabannya nanti!".


"Buka saja. Jangan ragu-ragu!" ungkap wanita itu lagi.


Faisal beberapa kali membolak-balikan amplop besar tadi, menebak kira-kira apa isinya.


Kedua matanya membelalak sempurna. Faisal tertegun beberapa saat, sebelum akhirnya satu nama itu muncul dari kedua bibirnya.


"Vani ..." ucapnya pelan setelah berhasil membuka amplop berwarna coklat tadi dan mengeluarkan isinya.


Ternyata amplop besar tadi berisi lembaran-lembaran foto Vani tengah bersama seorang laki-laki. Bahkan ada beberapa foto yang memperlihatkan kemesraan mereka.


"Nggak! Ini pasti bohong!" elak Faisal pada wanita cantik di depannya. Rasanya tidak mungkin Vani menghianatinya. Tapi, foto ini ...


"Anda masih tidak percaya, bahkan setelah melihat foto-foto ini?" Wanita cantik tadi menggeleng pelan. Ternyata susah juga meyakinkan pada seseorang yang sudah di butakan oleh cinta.


"Da–dari mana Anda mendapatkan semuanya?"


"Mudah saja," ungkap wanita tadi dengan sedikit senyum.


"Namaku Mika. Dan laki-laki dalam foto itu adalah kekasihku," ungkapnya memperkenalkan diri. Mika bangkit dari hadapan Faisal dan melangkah kearah pintu ruangan. "Oh ya, aku harap Anda bisa menasehati istri Anda, agar jangan lagi menggoda kekasihku."

__ADS_1


Mika sengaja mengatakannya sebelum ia berhasil membuka pintu tersebut lalu melangkah meninggalkan ruangan laki-laki itu.


__ADS_2