Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Ada Apa Kak William?


__ADS_3

Angelica tanpa menjawab melepaskan kalung, cincin, gelang dan sepasang anting kemudian diberikan oleh Ibunya.


Ibunya menerimanya dengan senang hati tanpa mengetahui kalau hati Angelica sangat hancur terlebih Ayahnya hanya menatapnya dengan datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Ada lagi Mom?" tanya Angelica sambil tersenyum namun terlihat jelas wajah kesedihan Angelica.


Ibunya hanya terdiam sedangkan Angelica masih tersenyum walau dalam hatinya sangat sakit namun tidak berdarah kemudian membuka tasnya kembali lalu mengambil dompetnya.


Angelica membuka dompetnya untuk mengambil kartu identitasnya kemudian memasukkan dompet ke dalam tasnya. Angelica melepaskan sepasang sepatu kemudian meletakkan di bawah kaki Ibunya berikut tasnya.


"Aku kembalikan semuanya hanya pakaian yang melekat dalam tubuhku. Jika Mommy meminta juga maka Angelica akan kembalikan jika Angelica sudah berkerja," ucap Angelica.


"Ayo Mommy, Kita pergi dari sini," Pinta Angelica sambil menarik tangan Mommy Monika dengan lembut kemudian membalikkan badannya.


Mommy Monika hanya bisa menahan amarahnya terhadap Ibunya Angelica dan Ayahnya Angelica sambil mengikuti langkah Angelica.


"Dalam dua hari kamu tidak pulang maka selamanya kamu tidak boleh pulang ke mansion," ancam Ibunya ketika Angelica baru saja melangkahkan kakinya.


"Baik Mom," jawab Angelica tanpa membalikkan badannya.


"Sebelum pergi salam dulu sama ke dua orang tuamu," ucap mommy Monika.


"Tidak usah, lebih baik pergilah!" usir Ibunya Angelica ketika melihat Angelica menghentikan langkahnya.


"Maafkan Angelica karena jadi anak durhaka," ucap Angelica lirih sambil melangkahkan kakinya dengan bertelanjang kaki.


"Kamu tidak apa-apa tidak pakai sepatu?" tanya Mommy Monika.


"Tidak apa-apa Mom," jawab Angelica.


Ke dua wanita cantik itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah parkiran mobil dimana Daddy Gerald dan William sedang menunggu mereka.


"Angelica mau kemana?" tanya Daddy Gerald yang melihat berjalan bersama istrinya tanpa melihat kalau Angelica tidak memakai alas kaki begitu pula dengan William.


"Angelica mau menumpang di mansion Tuan besar boleh?" tanya Angelica.


"Tenang saja, Angelica bisa masak dan mencuci jadi tidak numpang gratis sampai Angelica mendapatkan pekerjaan maka Angelica pergi dan tidak menyusahkan Tuan Besar dan keluarga Tuan Besar." sambung Angelica sambil tersenyum walau terlihat jelas kalau Angelica sangat terluka namun tidak berdarah.


"Panggil Daddy sama seperti William memanggilku dengan sebutan Daddy," ucap Daddy Gerald.


"Oh ya mengenai kamu berkerja sebagai pelayan di mansion milik Kami, terus terang Daddy tidak setuju lebih baik kamu berkerja di salah satu perusahaan milik Daddy sebagai seorang sekretaris atau salah satu bidang yang kamu kuasai." sambung Daddy Gerald.


"Iya benar, lebih baik berkerja di perusahaan milik Kami." Ucap Mommy Monika dan William bersamaan.


"Tapi Angelica belum pernah berkerja," jawab Angelica dengan jujur.


"Nanti Mommy ajarkan," jawab Mommy Monika.

__ADS_1


"Kalau begitu Angelica setuju," ucap Angelica sambil sesekali menggerakkan ke dua kakinya yang terasa panas karena udaranya luar biasa panasnya terlebih tempat mereka berdiri menginjak ubin.


Daddy Gerald dan William merasa bingung karena sejak tadi tubuh Angelica bergerak seperti cacing kepanasan hingga pandangan mereka tertuju ke arah bawah dan melihat Angelica tidak menggunakan alas kaki.


"Sepatunya kemana?" tanya Daddy Gerald dan William bersamaan dengan wajah sangat terkejut.


"Ceritanya nanti saja, kasihan Angelica kakinya kepanasan," jawab Mommy Monika yang menjawab pertanyaan suaminya.


"Baiklah, kita pulang dulu sambil mengobrol di jalan." ucap Daddy Gerald.


Whushh


Daddy Gerald berjalan ke arah mobil bersama Mommy Monika namun tiba-tiba William menggendong Angelica ala bridal style karena dirinya tidak tega melihat ke dua kaki Angelica kepanasan.


"Apa yang Paman lakukan?" tanya Angelica sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher William dan mendongakkan kepalanya ke arah atas.


William menundukkan kepalanya dan menatap wajah cantik Angelica dengan tatapan horor membuat Angelica ingat dan langsung senyum pepsodent.


"Hehehehe ... Kak William yang sangat tampan dan baik hati, maaf ya Aku lupa." ucap Angelica sambil masih tetap tersenyum.


"Senyummu jelek," ucap William sambil melangkahkan kakinya menyusul ke dua orang tuanya.


Bugh


"Ih nyebelin," ucap Angelica sambil memukul bahu William kemudian bibir bawahnya dimajukan.


William menatap sekilas kemudian pandangan beralih menatap ke arah depan namun terlihat jelas wajahnya tersenyum bahagia.


'Mungkin karena kelamaan jomblo pikiranku jadi mesum seperti ini,' sambung William dalam hati.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau Daddy Gerald dan Mommy Monika melirik ke arah William dan Angelica sambil senyum-senyum sendiri.


'Sepertinya William menyukai Angelica dan Daddy harap mereka bisa berjodoh,' ucap Daddy Gerald dalam hati.


'Mommy baru kali ini melihat William begitu perduli dengan seorang gadis karena biasanya William cuek dan menolong seorang gadis atau wanita pasti menyuruh anak buahnya. Mommy juga baru melihat senyuman William yang sudah lama hilang sejak William menikah dengan Valen." ucap Mommy Monika dalam hati.


Sampai di depan pintu belakang pengemudi Mommy Monika membuka pintu untuk mempersilahkan William masuk ke dalam mobil setelah masuk Mommy Monika menutupnya dengan rapat.


Mommy Monika membuka pintu samping pengemudi kemudian duduk di samping pengemudi di mana suaminya sudah duduk di kursi pengemudi.


"Angelica, pakailah sepatu milik putriku sepertinya pas," ucap William sambil mendudukkan Angelica di sampingnya.


"Maaf Kak William, nanti kalau putri nya marah bagaimana?" tanya Angelica tidak enak hati.


"Sepatunya banyak jadi tidak mungkin marah," jawab William sambil meletakkan sepatunya di bawah kaki Angelica


"Terima kasih Kak William." Ucap Angelica sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tunggu dulu, apa Daddy tidak salah dengar Kamu manggilnya Kak William? Kenapa Kamu manggilnya Kak William?" tanya Daddy Gerald penasaran begitu pula dengan Mommy Monika.


"Maaf Daddy, sebenarnya tadi Angelica memanggil Paman somse tapi tidak boleh. Terus Angelica di suruh manggil namanya karena tidak sopan maka Angelica manggilnya Kak William," jawab Angelica menjelaskan.


"Daddy dan Mommy saja memintamu untuk memanggilnya Mommy dan Daddy kenapa Kakak tidak boleh?" tanya William sambil menatap kesal ke arah Angelica karena Angelica jujur ke orang tuanya membuat dirinya malu.


"Kak William kalau kesal bertambah tampan," ucap Angelica sambil menyentuh pipi William untuk pertama kalinya.


Grep


"Jangan sentuh pipiku," ucap William yang bertentangan dengan kata hatinya sambil menahan tangan Angelica.


Angelica memiringkan tubuhnya ke arah William kemudian menatap wajah tampan William yang sedang bersemu merah membuat Angelica menarik tangan yang dipegang oleh William.


"Kak William sakit?" tanya Angelica sambil memegang kening William dengan wajah kuatir.


Grep


"Tidak, sekarang duduklah diam dan arahkan pandangan ke arah lain," ucap William dengan nada dingin.


Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memindahkan tubuhnya ke arah jendela mobil sambil menatap ke arah jalan raya.


'Apakah ada perkataanku yang membuat Kak William marah?' Tanya Angelica dalam hati sambil berpikir.


"Mommy, kok bioskopnya sepi?" tanya Daddy Gerald yang tidak mendengar percakapan putra sulungnya dengan Angelica.


"Bioskop?" tanya ulang Mommy Monika sambil menatap ke arah suaminya dengan tatapan bingung.


"Iya bioskop, tadi Daddy sedang menonton bioskop dimana pria itu sedang kesal dengan mengatakan : Daddy dan Mommy saja memintamu untuk memanggilnya Mommy dan Daddy, kenapa Kakak tidak boleh?" Jawab Daddy Gerald mengikuti perkataan William sambil melirik ke arah belakang pengemudi lewat kaca spion mobil.


Mommy Monika yang awalnya bingung kini mengerti sambil senyum-senyum sendiri begitu pula dengan Daddy Gerald.


"Terus selanjutnya apa yang terjadi Dad?" tanya Mommy Monika pura - pura tidak tahu.


"Ketika pria itu sedang kesal gadis itu mengatakan : Kakak kalau kesal bertambah tampan sambil wanitanya menyentuh pipi pria itu hingga pria itu menahan tangan wanita itu dan mengatakan Jangan sentuh pipiku,'' Jawab Daddy Gerald sambil masih melirik William dari kaca spion mobil.


"Lalu Dad?" tanya Mommy Monika sambil menahan senyuman.


"Gadis itu memiringkan tubuhnya ke arah pria itu dan wajah pria itu langsung berubah bersemu merah membuat gadis itu menarik tangannya yang dipegang oleh pria itu," jawab Daddy Gerald.


"Terus Dad?" tanya Mommy Monika sambil masih menahan tawanya.


"Gadis itu memegang tangan pria itu dan bertanya dengan nada kuatir: Sayang ku sakit? sambil memegang kening pria itu dengan wajah kuatir terus pria itu menjawab : Tidak, sekarang duduklah diam dan arahkan pandangan ke arah lain." Jawab Daddy Gerald menirukan suara Angelica dan William.


Hanya saja ada yang di ubah di mana Daddy Gerald mengganti Kak William menjadi sayang ku.


"Kok ceritanya sama seperti yang kita katakan?" tanya Angelica sambil menatap ke arah William dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Daddy, Mommy," panggil William dengan nada kesal karena ke dua orang tuanya membicarakan dirinya dan Angelica tanpa menjawab pertanyaan Angelica.


"Ada apa Kak William?" tanya ke dua orang tuanya bersamaan dengan wajah polosnya.


__ADS_2