
William dan Edward menatap ke arah asal suara ternyata adik kembarnya William yang bernama Willy putra ke dua anak dari pasangan Daddy Gerald dengan Mommy Monika.
"Ada apa Paman?" Tanya Edward.
"Paman ada obat untuk diberikan ke mereka karena obat ini membuat mereka menjadi lumpuh dan tidak membahayakan kita." Jawab Willy.
"Ok." Jawab Edward singkat.
"Oh ya Willy, Kamu dapat dari mana obatnya?" Tanya William.
"Dari rekan bisnis ku." Jawab Willy.
William hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Willy memberikan dua butir obat ke William dan Edward kemudian mereka masing-masing memasukkan ke dalam mulut para penjahat tersebut begitu pula dengan Willy dan adik iparnya yang bernama Aberto.
"Kita tunggu sampai lima menit setelah itu baru kita bawa ke markas." Ucap Willy.
"Ok." Jawab William dan Edward bersamaan.
"Oh ya Willy, Kakak baru ingat kalau hari ini mau antar Mommy dan Daddy ke luar negri." Ucap William setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Kalau begitu biar kami saja yang mengurus mereka." Ucap Willy.
"Bagaimana kalau Daddy yang berangkat sedangkan Edward menemani Paman Willy?" Tanya Edward karena dirinya penasaran siapa dalang dari orang yang ingin mencelakai dirinya dan William.
"Ok." Jawab William singkat.
__ADS_1
"Boleh juga." Jawab Willy bersamaan namun ucapannya beda.
"Ok, kalau begitu Edward ikut Paman karena mobil nya di pakai Daddy." Ucap Edward sambil memberikan kunci mobil ke William.
"Ok." Jawab Willy singkat.
William kemudian pamit ke putra sulungnya dan juga adik kembar nya serta adik iparnya kemudian William mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Daddy Gerald.
Dua puluh menit kemudian William sudah sampai di mansion di mana orang tuanya dan adik kembar nya William yang bernama Gesha putri ke dua anak dari pasangan Daddy Gerald dengan Mommy Monika sudah menunggu William sejak tadi.
"Maaf lama." Ucap William.
"Tidak apa-apa santai saja." Jawab mereka bersamaan.
"Kamu tidak apa-apakan?" Tanya Mommy Monika dengan wajah kuatir.
"Bagaimana dengan Edward?" Tanya Daddy Gerald yang mengkuatirkan keadaan cucunya.
"Sama seperti William, Dad." Jawab William.
"Bukankah kalian berdua bisa berkelahi?" Tanya Daddy Gerald dengan wajah bingung.
"Tubuh mereka sangat kuat Dad, bahkan tongkat milik William dan Edward bengkok ketika memukul tubuh mereka." Jawab William.
"Apa?" Teriak mereka bersamaan dengan wajah terkejut dengan apa yang dikatakan oleh William.
__ADS_1
"Waduh, kalau ada musuh seperti itu lagi susah juga ya Kak?" Tanya Gesha.
"Betul sekali." Jawab William.
"Lalu kalau ketemu dengan mereka, masa kita kabur?" Tanya Mommy Monika sambil berpikir cara mengalahkan musuh.
"Hanya menggunakan pistol baru mereka langsung ma ti." Jawab William.
Mereka hanya menganggukkan kepalanya sedangkan William sejak tadi menatap ke arah tangga untuk melihat Angelica namun Angelica tidak pernah ada.
"Daddy dan Mommy, William ingin ketemu dengan Angelica boleh?" Tanya William penuh harap.
"Tidak boleh nunggu besok." Jawab Mommy Monika dengan tegas.
Grep
"Mommy, William kangen banget Mom." Rengek William seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon sambil memegang tangan Mommy Monika.
Mommy Monika menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan adik kembarnya hanya menatap Kakak kembar nya dengan tatapan bengong karena baru kali ini Kakak kembarnya merengek.
"Baik, hanya lima belas menit setelah itu kita langsung berangkat ke bandara." Ucap Mommy Monika dengan nada tegas.
"Terima kasih Mom." Ucap William sambil melepaskan tangannya yang tadi memegang Mommy Monika.
William membalikkan badannya dan berlari dengan secepat kilat tanpa memperdulikan rasa pegal pada tubuhnya ketika dirinya terkena pukulan.
__ADS_1
"Mommy dan Daddy, katanya Kak William terkena pukulan tapi aku lihat Kak William lari secepat kilat seperti orang tidak terkena pukulan?" Tanya Gesha dengan wajah terkejut.