Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Kenapa


__ADS_3

"William, di lemari kaca khusus penyimpanan barang - barang ada kaca coba kamu ngaca." Ucap Daddy Gerald tanpa menjawab pertanyaan William sambil menunjuk lemari kaca yang dekat dengan ruang keluarga.


Tanpa menjawab William berjalan ke arah lemari kaca yang ada di tengah ruang keluarga kemudian William mulai mengaca.


Wajah William memerah sekaligus membulatkan matanya dengan sempurna. Betapa tidak kancing kemeja tiga dari atas tidak di kancing hingga terlihat banyak tanda kepemilikan yang dilakukan oleh Angelica dan celananya lupa di resleting plus dirinya lupa memakai celana boxernya hingga terlihat tombak saktinya yang lumayan besar dan berotot.


Hal itu tentu saja membuat William berlari ke arah tangga menuju ke kamarnya untuk mengancingkan kemejanya hingga tidak terlihat tanda kepemilikan dan memakai celana boxernya serta akan meresleting celana panjangnya.


Daddy Gerald dan Edward tertawa lepas melihat William berlari sedangkan Mommy Monika hanya bisa memijat keningnya yang tidak pusing melihat kelakuan putra sulungnya.


"Perasaan dulu waktu Daddy membobol gawang Mommy tidak pernah seperti William. William ngikutin sifat siapa ya?" Tanya Daddy Gerald sambil berfikir.


"Tidak tahu Dad, perasaan di keluarga Mommy tidak ada." Ucap Mommy Monika.


"Apa William anak pungut?" Tanya Daddy Gerald usil.

__ADS_1


"Auch Mommy, sakit." Ucap Daddy Gerald ketika telinganya di jewer.


"Biarin, sudah jelas - jelas William itu wajahnya sangat mirip dengan Daddy masih di bilang anak pungut." Ucap Mommy Monika dengan nada kesal.


"Hehehehe .... Kan Daddy bercanda Mom." Ucap Daddy Gerald sambil tertawa terkekeh - kekeh.


Mommy Monika melepaskan tangannya yang menjewer telinga suaminya membuat Daddy Gerald memeluk tubuh istrinya dari araj samping sedangkan Edward hanya tersenyum bahagia melihat betapa oma dan Opa nya sangat romantis membuat dirinya sangat merindukan istrinya.


"Oh ya Dad, keluarga besar Angelica terutama pihak dari pria yang tidak punya moral pasti tidak akan terima jika salah satu anggota keluarganya diperlakukan seperti itu. Jadi apa rencana Daddy?" Tanya Mommy Monika dengan wajah serius.


"Daddy juga berpikiran seperti itu mengingat persaudaraan mereka sangat kuat terlebih yang Daddy dengar kalau mereka memiliki jiwa psychopath." Ucap Daddy Gerald.


"Opa berpikiran seperti itu tapi masalahnya mereka tidak menggunakan Internet dan rumah mereka tidak ada cctv jadi kita tidak bisa tahu siapa saja keluarga besarnya.


"Apa yang dikatakan Opamu benar kalau kita tidak pernah tahu siapa saja keluarga besar Mereka tapi kemarin diam - diam Mommy memasang cctv mini di mansion mereka di berbagai sudut dan semoga saja kita bisa mendapatkan informasi siapa saja mereka." Ucap Mommy Monika.

__ADS_1


"Kalau begitu kita ke ruang kerja Daddy." Ucap Daddy Gerald.


"Ayo Dad / Opa." Jawab Mommy Monika dan Edward bersamaan.


"Mau kemana?" Tanya William sambil menuruni anak tangga.


"Ke ruang kerja Daddy, kamu ikut Daddy dan Edward." Ucap Mommy Monika sambil membalikkan badannya.


"Lho Mommy mau kemana?" Tanya Daddy Gerald.


"Mommy mau ke kamar Angelica." Ucap Mommy Monika sambil berjalan ke arah tangga.


"Ok." Jawab Daddy Gerald.


Ke tiga pria tampan berbeda generasi dengan wajah yang sangat mirip terdiri Opa, Anak dan Cucu. Mereka berjalan ke arah ruang kerja milik Daddy Gerald sedangkan Mommy Monika menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke kamar Angelica.

__ADS_1


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan perlahan Angelica membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan hingga dirinya merasakan tubuhnya tidak memakai sehelai benangpun membuat Angelica mengangkat selimutnya untuk melihatnya.


"Akhhhhhhh... Kenapa aku tidak memakai baju dan bagian privasi ku sangat perih?" Tanya Angelica sambil berteriak.


__ADS_2