Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Angelica Terluka


__ADS_3

"Aku ..." Ucap Tuan Alexander menggantungkan kalimatnya sambil melirik ke arah Mommy Monika.


Tiba-tiba datang William dan Daddy Gerald di mana Mereka berdua berjalan ke arah Angelica membuat Angelica menatap William, pria yang sangat di cintainya dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Kami terpaksa melakukan ini." Ucap William yang menjawab pertanyaan Angelica.


"Kak William, kenapa melukai Mommyku?" Tanya Angelica dengan wajah sendu sambil membantu Ibunya bangun dengan di bantu oleh Mommy Monika.


"Angelica, lihatlah Ibu mu membawa keluarga besarnya karena ingin membunuhmu dan juga ingin membunuh Kakak serta keluarga besar Kakak." Jawab William.


Angelica mengalihkan pandangan ke arah para pria dan wanita hingga melihat Tantenya dalam kondisi tidak berdaya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ibunya.


"Angelica, jangan percaya dengan omongan pria ini. Mommy datang bersama keluarga besar untuk membawamu pulang tapi mereka malah menyerang Mommy dan keluarga besar Mommy." Ucap Ibunya Angelica sambil perlahan mengeluarkan pisau lipatnya.


"Pria itu tidak pantas menjadi suamimu karena gara-gara mereka Daddy dan Pamanmu meninggal." Sambung Ibunya Angelica.


"Maaf Mommy, Daddy dan Paman pantas meninggal karena mereka menjebak Angelica dengan menggunakan obat perang sang agar kami melakukan hubungan suami istri." Jawab Angelica sambil menahan amarahnya.


"Kalau tidak ada Kak William dan keluarganya bisa dipastikan Angelica tidak ada semangat untuk hidup." Sambung Angelica.


"Angelica sayang Mommy?" Tanya Ibunya Angelica.


"Tentu saja Mom." Jawab Angelica.


"Kalau begitu bu nuh wanita itu dan juga kedua pria itu dengan menggunakan pisau ini." Ucap Ibunya Angelica sambil mendorong Mommy Monika dan nyaris terjatuh jika saja William tidak menahan tubuhnya.


Ibunya Angelica menunjuk ke arah Mommy Monika, Daddy Gerald dan William agar Angelica membunuh ketiganya kemudian memberikan pisau yang sudah ada racunnya ke Angelica.


"Maaf Mom, Angelica sangat menyayangi Mommy Monika, Daddy Gerald dan Kak William jadi bagaimana bisa Angelica melukai orang yang Angelica sayangi." Ucap Angelica tanpa mau memegang pisau lipat tersebut.


"Kamu pilih Mommy yang mati atau mereka yang mati?" Tanya Ibunya Angelica di suruh memilih.


Tangan Angelica gemetaran ketika mengambil pisau lipat tersebut dari tangan Ibunya dengan mata berkaca-kaca.


Mommy Monika, Daddy Gerald dan William sudah bersiap-siap jika seandainya Angelica menuruti permintaan Ibunya namun dalam lubuk hati yang paling terdalam William sangat berharap agar Angelica tidak melakukan hal itu karena dirinya sangat mencintainya dengan tulus.


"Bunuh wanita itu dan ke dua pria itu karena Mereka telah membuat Daddy dan Paman meninggal!" Perintah Mommy nya Angelica sambil menatap tajam ke arah Mereka.


"Tapi Mom, Kak William dan Daddy Gerald membunuh Daddy dan Paman karena Daddy dan Paman menjebak Angelica agar kami melakukan hubungan suami istri sedangkan Mommy Monika menghibur diriku agar Aku tidak sedih dan terpukul." Ucap Angelica yang tidak mungkin bisa melukai tiga orang yang sangat disayanginya.


"Memangnya kenapa tidak mau melayani Daddy dan Pamanmu? Mommy saja juga melayani Daddy, Paman dan juga kakekmu." Jawab Mommynya Angelica tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Apa? Apa Mommy sudah gi*a?" Tanya Angelica dengan nada setengah berteriak dan wajahnya sangat terkejut.


Angelica tiba-tiba baru ingat waktu Angelica masih kecil di mana saat itu Angelica sedang bersembunyi di lemari pakaian di kamar Momnynya waktu dirinya main petak umpet bersama para sepupunya.


Tanpa sengaja Angelica melihat Mommynya keluar dari kamar mandi dan sepertinya habis selesai mandi. Ketika menarik jubah handuknya bersamaan masuk Daddy tirinya ke dalam kamar.


Daddy tirinya membuang asal jubah handuk milik istrinya hingga terlihat jelas tubuh polosnya dan berlanjut Daddy tirinya melepaskan satu persatu pakaiannya dan merekapun melakukan hubungan suami istri.


Angelica baru tahu ketika sudah melakukan bersama William. Tidak berapa lama datang Paman dan Kakeknya merekapun melepaskan pakaiannya satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Mereka melakukan hubungan suami istri secara bergantian hingga Mommy Angelica tidak sadarkan diri karena ke tiga pria tersebut melakukan itu tanpa henti.


Setelah puas barulah mereka pergi meninggalkan Mommynya Angelica yang sudah tidak sadarkan diri tanpa memperdulikan sama sekali. Angelica keluar dari lemari pakaian dengan tubuh gemetaran setelah agak tenang barulah Angelica berjalan ke arah Ibunya kemudian menyelimuti tubuh polos Ibunya dengan menggunakan selimut.


Setelah selesai Angelica kecil keluar dari kamar orang tuanya namun sebelumnya menutup pintu kamar orang tuanya dengan rapat.


"Dasar anak kurang aj*r." Ucap Mommynya Angelica sambil berjalan perlahan karena tubuhnya lemas akibat serbuk jengkol, daun kelor dan pete.


"Mommy, sadarlah Mommy hanya jadi budak pemuas mereka." Ucap Angelica berusaha menyadarkan perbuatan Mommynya yang tidak patut diberi contoh.


"Kamu tidak berhak menasehati Mommy." Ucap Mommynya Angelica sambil masih berjalan dengan perlahan.


"Kenapa aku bisa mempunyai Mommy sepertimu, apakah aku bukan anak kandung Mommy?" Tanya Angelica yang tidak percaya dihadapannya adalah Ibu kandungnya.


"Pfftttt... Hahahaha... Sayangnya kamu adalah putri kandungku." Ucap Mommynya Angelica sambil tertawa jahat.


Jleb


"Akhhhhhhhh...!" Teriak Mommynya Angelica ketika pisau lipat yang dipegang oleh Angelica tersebut tidak sengaja menusuk perutnya.


Grep


"Mommy!!" Teriak Angelica sambil memeluk tubuh Mommynya.


Grep

__ADS_1


"Dasar anak kurang aj*r, Mommy sangat membencimu sampai kapan ..." ucapan Mommy Angelica terputus ketika William menarik tangan Angelica.


William sengaja melakukan hal itu karena Mommynya Angelica mencabut pisau lipat tersebut kemudian ingin menusuk perut Angelica tapi gerakan dapat di baca oleh William.


Grep


Whushh


Whushh


"Akhhhhhhh...!" Teriak Mommy Angelica di susul dengan yang lainnya.


William langsung memeluk tubuh Angelica sebagai tamengnya ketika keluarga Daddy Gerald dan para sahabat Daddy Gerald melempar serbuk jengkol, daun kelor dan pete ke arah Mommy Angelica dan yang lainnya bersamaan mereka berteriak kesakitan.


"Mommy!" teriak Angelica sambil berusaha melepaskan pelukan William namun William tetap memeluknya dengan erat.


"Sstttttt, Mommymu ingin mencelakaimu dan dia tidak pantas untuk kamu bela." Ucap William berusaha menenangkan Angelica.


Angelica berusaha memberontak namun tenaga nya kalah jauh membuat Angelica hanya terisak hingga beberapa saat kemudian William melepaskan pelukannya.


"Mommy." Panggil Angelica sambil masih mengeluarkan air matanya.


Mommynya Angelica yang berbaring di lantai hanya memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat putrinya. Hal itu membuat Mommy Monika berjalan ke arah Mommynya Angelica.


Grep


"Putrimu sangat sayang padamu dan perduli. Sadarlah apa yang kamu lakukan adalah salah. Orang yang melakukan hubungan suami istri adalah sepasang suami istri yang sah bukan bersama banyak pasangan." Ucap Mommy Monika sambil menggenggam tangan Mommynya Angelica


"Ingatlah kita hidup sekali dan selama kita hidup berbuatlah kebaikan dan tidak menyakiti orang lain terlebih dengan orang yang menyayangi kita." Sambung Mommy Monika.


Mommy Angelica terdiam dan merenungkan apa yang dikatakan oleh Mommy Monika kemudian menatap ke arah putri semata wayangnya dengan mata berkaca-kaca.


"Angelica, maafkan Mommy." Ucap Mommynya Angelica dengan nada lirih.


Angelica langsung berjalan ke arah Mommynya kemudian mengangkat perlahan tubuhnya lalu memeluknya.


"Mommy kini sadar kalau perbuatan Mommy salah. Mommy jadi seperti ini karena para wanita yang sudah mulai beranjak dewasa dan yang baru saja menikah seperti waktu Mommy menikah dengan Daddy tirimu di ambil darahnya sekali." Ucap Mommynya Angelica.


"Di ambil darahnya sekali? Untuk apa?" Tanya Angelica.


"Awalnya Mommy tidak tahu tapi setelah kejadian tersebut setiap hari Mommy dan yang lainnya minum darah dan Mommy tidak tahu itu darah apa. Setelah beberapa tahun kemudian salah satu anggota keluarga menikah dan di ambil juga darahnya. Mommy yang penasaran ternyata darah itu dimatrai agar jadi pengikutnya dan mau minum darah yang ternyata darah dari janin." Jawab Mommynya Angelica.


"Iya darahnya kami minum sedangkan janinnya di makan oleh para pria. Seminggu kemudian Mommy dan wanita yang lainnya ingin melakukan hubungan suami istri bersama keluarga besar Daddy dan kami selalu mengorbankan janin yang belum dilahirkan dari salah satu anggota kami untuk di makan bersama-sama." Jawab Mommynya Angelica menjelaskan.


"Kenapa Mommy baru sadar sekarang?" Tanya Angelica dengan perasaan hancur karena Ibunya pengikut aliran sesat.


"Waktu itu Mommy tidak sengaja melihat salah satu anggota keluarga makan jengkol dan sayur daun kelor namun tubuhnya langsung lemas. Tiba-tiba Mommy mendengar ucapan Ayah mertua sekaligus Kakekmu untuk menghilangkan mantra adalah dengan memakan jengkol, daun kelor dan pete namun tubuhnya langsung lemas dan berakhir meninggal. Mommy dan yang lainnya tentu tidak mau ma ti karena itulah Mommy menjadi budak mereka." Jawab Mommynya Angelica.


"Maafkan Mommy dan kini Mommy sangat bahagia karena putriku sekarang sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah. Cintailah suamimu dengan setulus hati dan jangan ikuti jejak Mommy." Ucap Mommynya Angelica dengan wajah sendu.


"Iya Mom." Jawab Angelica.


"William." Panggil Mommynya Angelica.


"Ya." Jawab William singkat sambil ikut berlutut di sebelah Angelica.


"Titip Angelica, sayangi dan cintailah yang tulus serta jangan luka hatinya." Ucap Mommynya Angelica.


"Tentu saja." Jawab William dengan nada yakin.


"Terima kasih, titip Angelica." Ucap Mommynya Angelica.


"Uhuk... Uhuk ... Uhuk ..."


"Mommy, kenapa?" Tanya Angelica dengan wajah terkejut .


Mommynya Angelica terbatuk-batuk membuat Mommy Angelica menutup mulutnya dengan menggunakan tangan kanannya namun di sela-sela jarinya mengeluarkan darah segar dan tidak berapa lama menghembuskan nafas terakhirnya.


"Mommy! Bangun Mom!" Teriak Angelica.


William mengecek nadi dan hidung Momnynya Angelica setelah itu menarik tubuh Angelica kemudian memeluknya.


"Mommymu sudah meninggal dunia." Ucap William dengan nada lirih.


"Tidak!!!" Teriak Angelica.


Bruk

__ADS_1


Angelica yang sangat sedih kehilangan Ibu kandungnya langsung tidak sadarkan diri membuat William menggendong Angelica untuk di bawa ke kamarnya.


"Kalian urus semua mayatnya dan kuburkan secara layak." Ucap Daddy Gerald.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


Daddy Gerald, Mommy Monika bersama keluarga besar Daddy Gerald dan para sahabat Daddy Gerald pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar masing-masing karena tidak mungkin mereka pulang mengingat mansion mereka lumayan jauh.


William masuk ke dalam kamar Angelica dengan diikuti oleh Mommy Monika, kemudian William meletakkan perlahan tubuh Angelica ke ranjang. Mommy Monika memberikan minyak angin dan tidak membutuhkan waktu lama Angelica perlahan membuka matanya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ..." Isak Angelica.


Grep


"Sstttttt... Sudah." Ucap William sambil memeluk tubuh Angelica.


Mommy Monika meninggalkan mereka berdua karena dirinya tahu saat ini Angelica sedang sedih. Setelah Angelica sudah mulai tenang William melepaskan pelukannya kemudian berbaring di ranjang sambil memeluk Angelica. Tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulasnya.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Mommy Monika berjalan ke arah kamarnya kemudian masuk ke dalam dan melihat suaminya duduk bersandar di kepala ranjang sambil mengotak-atik laptop nya.


Mommy Monika berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Mommy Monika keluar dari kamar mandi.


Mommy Monika duduk di sisi ranjang sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menyadarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Serius banget." Ucap Mommy Monika.


"Iya Mom, lagi baca artikel tentang aliran sesat. Ibunya Angelica dan keluarga besar suaminya ternyata menganut ajaran sesat." Ucap Daddy Gerald menjelaskan.


Mommy Monika langsung menegakkan tubuhnya kemudian membaca artikel tersebut dan ternyata semuanya sama apa yang dikatakan oleh Ibunya Angelica.


"Tidak menyangka demi mendapatkan kekuatan mereka menganut ajaran sesat." Ucap Mommy Monika tidak percaya dengan apa yang dibacanya.


"Iya Mom, sangat mengerikan ritual ajaran sesat nya memakan janin dan meminum darah serta melakukan hubungan suami istri secara bersama-sama." Ucap Daddy Gerald.


"Mereka padahal orang pintar tapi otaknya tidak bisa berpikir kalau itu perbuatan dosa besar." Ucap Mommy Monika.


"Ya begitulah demi sebuah kekuatan dan kekayaan mereka rela melakukan segala cara." Ucap Daddy Gerald sambil mematikan laptopnya.


"Semoga keluarga besar kita jauh dari itu semua, kita tidur yuk Dad." Ucap Mommy Monika sambil berbaring di ranjang.


"Satu ronde ya." Pinta Daddy Gerald.


Mommy Monika hanya menganggukkan kepalanya membuat Daddy Gerald tersenyum bahagia.


Daddy Gerald mengarahkan wajahnya ke wajah istrinya kemudian mereka saling berciuman dan entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun.


Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga akhirnya berlanjut ke permainan inti yaitu menyatukan tubuh mereka.


Jleb


"Akhhhhhhhh!" Teriak mereka bersamaan.


Daddy Gerald memejamkan matanya sambil menggoyangkan pinggulnya secara perlahan dan berulang kali hingga terdengar suara ketukan pintu yang lumayan keras membuat keduanya frustrasi.


Tok Tok Tok Tok


"Daddy ... Daddy ..." Panggil William sambil mengetuk pintu.


Mommy Monika mendorong tubuh polos Daddy Gerald membuat Daddy Gerald mendengus kesal kemudian menarik tombak saktinya.


Mommy Monika dan Daddy Gerald secepat kilat memakai pakaian yang tadi berserakan di lantai.


Tok Tok Tok Tok


"Daddy ... Daddy ..." Panggil William sambil mengetuk pintu kembali.


"Sebentar." Ucap Daddy Gerald dengan nada kesal.


Ceklek


"Ada apa sih? Mengganggu kesenangan kami saja." Omel Daddy Gerald.


Bugh


"Daddy." Ucap Mommy Monika sambil memukul bahu suaminya.

__ADS_1


"Ada apa William?" Tanya Mommy Monika dengan wajah terkejut karena wajah putra sulungnya pucat seperti melihat hantu.


__ADS_2