
"Hehehehe... kan ada guling atau boneka besar milik adik kembar mu jadi tinggal pilih yang mana, peluk guling atau peluk boneka." Ucap Daddy Gerald usil.
"Aish Opa nyebelin." Gerutu Edward sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Daddy Gerald dan Mommy Monika.
"Mau kemana Edward?" Tanya Mommy Monika.
"Mau ke taman belakang Oma." Jawab Edward sambil menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.
"Sebentar lagi makan malam." Ucap Mommy Monika.
"Nanti Edward menyusul Oma." Ucap Edward.
"Ok." Jawab Mommy Monika.
Edward tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke taman belakang.
"Kasihan Edward, Opa tidak tega melihatnya." Ucap Daddy Gerald.
"Oma juga sama, tapi kita semua harus menerima keputusan Alona untuk tidak mengatakan kalau Alona masih hidup." Ucap Mommy Monika yang sebenarnya tidak tega dengan Edward.
"Benar kata Mommy tapi mau bagaimana lagi Edward sudah terlalu banyak membuat Alona menderita. Apalagi Alona takut jika suatu saat nanti Valen memengaruhi Edward untuk membenci Alona karena kejadian itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali hal itu membuat Alona trauma dan tidak mau menemui Edward." Ucap Daddy Gerald.
"Mommy mengerti kenapa Alona melakukan seperti itu dan Alona akan kembali jika Valen sudah menyadari akan semua kesalahan yang pernah diperbuatnya." Ucap Mommy Monika.
"Yup betul." Jawab Daddy Gerald.
"Kita bicara yang lainnya Dad, takut ada yang mendengarnya." Ucap Mommy Monika.
"Ok." Jawab Daddy Gerald.
Merekapun mengobrol hal yang lain sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan William membuka pintu kamar Angelica dan tidak melihat Angelica.
"Angelica." Panggil William.
"Aku ada di balkon." Jawab Angelica sambil masih berdiri di balkon menikmati udara sejuk.
William berjalan ke arah balkon dam melihat Angelica sedang berdiri menatap pemandangan.
Grep
"Lagi mikirin apa?" Tanya William sambil memeluk tubuh Angelica kemudian mencium leher Angelica membuat Angelica geli.
"Geli, aku lagi berfikir jika seandainya orang tua ku tidak setuju dengan pernikahan kita bagaimana?" Tanya Angelica sambil melepaskan pelukan William kemudian membalikkan badannya menatap wajah tampan William.
Grep
"Jika tidak setuju, kita melakukan hubungan suami istri agar kita direstui." Jawab William sambil memeluk tubuh Angelica yang sudah menjadi candunya.
"Kak William, aku bicara serius kok arah bicara nya ke arah sana?" tanya Angelica.
"Kakak serius, Kakak ingin sekali menikah denganmu karena itu Kakak akan melakukan segala cara agar kita segera menikah. Atau jangan - jangan kamu tidak mau menikah dengan Kakak karena Kakak sudah tua?" Tanya William dengan suara tercekat sambil melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya.
Entah kenapa William tidak ingin berpisah dengan Angelica dan akan berprasangka buruk jika Angelica tidak mencintai dirinya seperti dirinya yang sangat mencintai Angelica.
Grep
"Tentu saja Angelica ingin menikah dengan Kak William." Ucap Angelica sambil memeluk tubuh kekar William dari arah belakang.
"Kita akan melakukan hubungan suami istri jika ke dua orang tua ku tidak menyetujui hubungan kita tapi dengan satu syarat." Pinta Angelica.
"Apa itu? Mau minta semua hartanya aku akan memberikan semuanya." Ucap William dengan wajah serius asalkan bisa memiliki Angelica.
__ADS_1
Entah kenapa dirinya sangat membenci Valen ketika mengetahui Valen mencintai dirinya karena harta tapi dengan Angelica dirinya tidak bisa membencinya. Mungkin kata orang benar bahwa cinta itu memang buta dengan bersedia melakukan apapun asalkan bisa memilikinya.
"Aku bukan wanita matre yang menginginkan harta karena bagiku harta bukan segalanya tapi Aku hanya minta sama Kak William yaitu ketulusan dan tanggung jawab sebagai suami di tambah kesetiaan terhadap pasangannya itu merupakan harta yang tidak bisa di nilai dengan uang." Ucap Angelica.
"Aku hanya ingin ketika kita sudah melakukan hubungan suami istri Kak William harus bertanggung jawab untuk menikah denganku." sambung Angelica.
Grep
Cup
William melepaskan pelukan Angelica kemudian membalikkan badannya untuk memeluk Angelica dari arah depan sambil mengecup kening Angelica dengan lembut.
"Kakak sangat mencintaimu dan tentu saja Kakak akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." Ucap William.
"Aku percaya sama Kakak dan tolong jangan kecewakan aku." Mohon Angelica sambil membalas pelukan William.
"Tentu saja Kakak tidak akan mengecewakan dirimu. Sekarang kita makan malam setelah itu kita istirahat karena besok kita ke rumah orang tua mu." Ucap William sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angelica.
Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar William menuju ke ruang makan.
Kini mereka berada di ruang makan, Mommy Monika mengambil nasi beserta lauk dan sayur barulah untuk dirinya.
"Kak William, mau makan yang mana?" tanya Angelica sambil mengambil piring yang berada di depan meja William.
"Apa saja, Kakak suka." Jawab William sambil tersenyum bahagia.
"Ok." Jawab Angelica sambil mengambil nasi beserta lauk dan sayur kemudian diletakkan di meja William.
'Aku baru kali ini melihat Daddy tersenyum bahagia. Dulu Mommy tidak pernah memperdulikan Daddy, makan masing-masing terkadang kami tidak makan bersama karena Mommy sibuk dengan teman sosialitanya.' Ucap Edward dalam hati.
"Terima kasih." Jawab William sambil tersenyum.
"Sama-sama." Jawab Angelica sambil membalas senyuman William.
"Tidak usah, Edward punya ke dua tangan biar ambil sendiri." Ucap William.
"Aish ... Daddy aja makanannya diambilin masa Edward tidak?" Tanya Edward dengan nada kesal.
"Kan sebentar lagi Angelica menjadi istri Daddy jadi sudah sewajarnya mengambil makanan untuk Daddy." Jawab William yang tidak mau kalah dengan putra sulungnya.
"Mommy, Daddy nakal." Adu Edward.
"Sudah sini Mommy ambilkan makanannya." Ucap Angelica.
"Mommy, jangan diambilin." Ucap William dengan nada kesal sekaligus posesif.
'Sayang, tidak enak sama Mommy dan Daddy.' Bisik Angelica.
'Biarin.' Jawab William yang juga berisik di telinga Angelica.
'Kalau masih begini juga nanti malam tidur di kamar masing-masing.' Ancam Angelica yang masih berbisik.
"Aish nyebelin, sudahlah ambilkan buat Edward." Ucap William dengan wajah cemberut.
'Jangan cemberut nanti tampan nya hilang.' Bisik Angelica.
William memaksakan untuk tersenyum sedangkan Angelica mengambil makanan untuk Edward barulah untuk dirinya. Semua tidak lepas dari perhatian Mommy Monika dan Daddy Gerald membuat mereka tersenyum bahagia karena melihat wajah William yang selalu tersenyum sejak kehadiran Angelica.
Mereka pun makan bersama hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol mengenai persiapan lamaran Angelica dengan William.
Hingga satu jam kemudian mereka masuk ke kamar masing-masing. William satu kamar dengan Angelica karena William tidak bisa tidur sendiri.
__ADS_1
"Sayang." Panggil William ketika mereka masuk ke dalam kamar Angelica sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya.
"Ya." Jawab Angelica singkat sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
William menaiki tubuh Angelica kemudian mencium bibir Angelica sambil tangan satunya melepaskan satu persatu pakaian milik Angelica.
"Sayang, nanti kita kebablasan dan aku takut tidak bisa menahannya." Ucap Angelica sambil menahan agar tidak mengeluarkan suara merdunya.
"Kakak janji tidak akan masukkan kecuali jika kamu memaksanya." Ucap William sambil membuang dress milik Angelica secara asal.
Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun mereka saling berciuman hingga Angelica mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.
"Sekarang gantian kamu keluarin punya Kakak." Pinta William sambil memiringkan tubuhnya ke arah samping kemudian tidur terlentang.
Angelica yang mengerti melakukan apa yang diminta oleh William hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar milik William sedangkan Angelica berlari menuju ke arah kamar mandi.
"Lain kali aku tidak mau, rasanya ngga enak." Ucap Angelica dengan wajah cemberut.
"Jangan dong, Kakak sudah ketagihan. Kakak janji deh lain kali ngga mau." Ucap William.
"Kemarin juga bilang begitu tapi tetap saja." Jawab Angelica.
"Janji besok ngga." Ucap William.
"Janji?" Tanya Angelica.
"Iya janji." Jawab William.
"Sudah malam dan sekarang kita tidur, besok kita pergi ke mansion orang tuamu." Ucap William sambil memeluk Angelica sambil menyelimuti tubuh polos mereka.
Angelica membalas pelukan William dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas dengan memberikan kehangatan masing-masing.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Angelica, sepasang kekasih yang belum menikah melakukan hubungan suami istri di mana gadis itu kesakitan karena baru pertama kali melakukannya.
"Kenapa kamu menangis kesakitan?" Tanya Ayahnya Angelica dengan kesal karena dirinya terganggu dengan isakkan gadis itu.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Sakit." Ucap gadis tersebut sambil terisak ketika kepala tombak saktinya masuk ke dalam goa miliknya.
"Kamu aku bayar jadi tahan sakitnya." Ucap Ayahnya Angelica sambil berusaha memasukkan tombak saktinya.
Gadis tersebut menggigit bibirnya dan menggenggam sprei untuk mengurangi rasa sakit hingga di hentakkan ketiga Ayahnya Angelica berhasil merenggut kehormatan yang selama ini di jaganya demi gaya hidup bersenang - senang.
"Akhhhhhhh... Sakit ...!" Teriak gadis tersebut ketika tombak saktinya berhasil masuk sepenuhnya ke dalam goa miliknya.
"Berisik." Ucap Ayahnya Angelica sambil membekap mulut gadis tersebut.
"Jika berteriak sekali lagi maka aku tidak segan - segan untuk mem bu nuh mu." Ucap Ayahnya Angelica dengan mengeja kata membunuhmu.
Gadis tersebut menganggukkan kepalanya kemudian barulah Ayahnya Angelica melepaskan tangannya yang tadi membekap mulutnya.
Tanpa memperdulikan ringisan gadis tersebut Ayahnya Angelica menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim gadis tersebut.
"Punyamu sangat enak, dua jam lagi kita melakukan lagi dan tenang saja aku akan membayar mu dobel." Ucap Ayahnya Angelica.
Selesai mengatakan hal itu Ayahnya Angelica menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian memejamkan matanya namun pikirannya melayang jauh.
'Aku jadi ingin merasakan tubuh Angelica, tapi Angelica pasti sudah melakukan dengan pria tua itu.' Ucap Ayahnya Angelica dalam hati.
'Tidak apalah yang penting aku bisa merasakannya jika sudah bosan aku tinggal cari wanita lain dan kalau istriku tahu tinggal aku ceraikan saja toh aku sudah bosan.' Sambung Ayahnya Angelica dalam hati.
__ADS_1
Karena lelah dirinya tidur dengan pulas sedangkan gadis tersebut berusaha untuk tidak menangis karena dirinya ingin mendapatkan sesuatu yang instan dengan cara menjual mahkota yang selama ini dijaganya.