
"Pernah, waktu Daddy mengantar Mommymu tapi saat itu kami belum menikah hingga akhirnya kami melakukan hubungan suami istri." jawab William yang tidak ingin menutupi apa yang telah terjadi.
Edward hanya terdiam hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion, Edward turun dari mobil kemudian memutari mobilnya untuk membuka pintu mobil di mana William duduk.
"Sudah malam, kalian istirahatlah di kamar." Ucap Mommy Monika.
"Baik Mom / Oma." Jawab William dan Edward bersamaan.
Merekapun berjalan ke arah pintu utama di mana dua bodyguard membuka pintu tersebut dengan lebar.
Mereka berjalan ke arah kamar mereka masing-masing begitu pula dengan William dan tentunya bersama Angelica.
William meletakkan perlahan tubuh Angelica ke atas ranjang miliknya kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
William berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian William keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk.
William berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di ranjang. William memeluk tubuh polos Angelica kemudian menyelimuti tubuh mereka dengan menggunakan selimut.
Dua Jam Kemudian
"Kak William." Panggil Angelica dengan nada lirih namun matanya masih terpejam.
Hening
Hening
William yang sangat lelah tidak mendengar panggilan Angelica hingga Angelica tanpa sengaja menyentuh tombak sakti milik William sambil memanggil nama William.
__ADS_1
William yang sudah tertidur dengan pulas merasakan ada yang menyentuh tombak saktinya membuat William memaksakan untuk membuka matanya.
"Kak William ... Panas ... Aku ingin..." ucap Angelica yang masih setia memejamkan matanya.
William yang mengerti langsung menaiki tubuh Angelica kemudian memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga tidak berapa lama William mulai menyatukan tubuhnya.
"Kak William ... Ahhhhhhh.." ucap Angelica sambil mengeluarkan suara merdunya dan perlahan membuka matanya.
Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti milik William.
Cup
"Terima kasih, Kakak sangat mencintaimu." Ucap William kemudian mencium bibir Angelica dengan lembut.
Angelica hanya menganggukkan kepalanya sedangkan William setelah selesai mengatakannya William menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. William memeluk tubuh polos Angelica sambil menyelimuti tubuh mereka dengan menggunakan selimut.
Tidak berapa saat mereka tidur dengan pulasnya sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.
Dua Jam Kemudian
Angelica mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga beberapa saat kemudian Angelica mempercepat gerakannya.
"Ahhhhhhh...."
Bruk
Angelica mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Angelica mengeluarkan suara merdunya bersamaan tubuhnya ambruk di dada bidang William.
__ADS_1
"Kak William, Angelica sangat lelah." Ucap Angelica sambil memejamkan matanya.
William hanya tersenyum kemudian memeluk tubuh polos Angelica dan membiarkan tombak saktinya berada di dalam sangkarnya. Sebenarnya William ingin membalikkan tubuhnya dan mengeluarkan laharnya namun dirinya tidak tega melihat Angelica yang sudah kelelahan.
Tidak berapa lama mereka kembali tidur dengan pulas hingga dua jam kemudian William merasakan kalau pinggul Angelica bergerak berulang kali namun dengan perlahan membuat William membalikkan tubuhnya.
Kini tubuh Angelica berada di bawah sedangkan William berada di atas tanpa melepaskan tombak saktinya. William menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti miliknya.
Setelah beberapa saat William menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. William memeluk tubuh polos Angelica sambil menyelimuti tubuh mereka dengan menggunakan selimut.
Tidak berapa saat mereka tidur dengan pulasnya sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.
xxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi dan pagi menjelang siang tepatnya waktu menunjukkan jam sebelas siang.
Perlahan William membuka matanya dan melihat Angelica masih setia memejamkan matanya.
'Padahal aku berharap kita melakukan hubungan suami istri setelah kita resmi menikah tapi gara-gara ulah mereka kita terpaksa melakukan sebelum menikah.' Ucap William dalam hati.
William perlahan mengangkat kepala Angelica untuk diletakkan di bantal setelah selesai William turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Hingga lima belas menit kemudian William keluar dari kamar mandi kemudian berjalan ke arah lemari pakaian untuk memakai pakaian santai.
Setelah lima menit William sudah selesai memakai pakaian santai kemudian keluar dari kamarnya menuju ke arah tangga.
Kini William berada di ruang keluarga di mana Daddy Gerald dan Edward sedang menatap dirinya sedangkan Mommy Monika memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa Mommy memalingkan wajah ke arah lain sedangkan Daddy dan Edward menatap William seperti itu? Apakah Mommy dan Daddy bertengkar?" Tanya William dengan wajah bingung.