
"Baik Mom." Jawab William patuh.
William melirik sekilas ke arah Angelica lalu ke arah Ayah angkatnya Angelica kemudian berlanjut ke arah pamannya Angelica yang tersenyum menyeringai.
William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mereka pergi meninggalkan mansion milik Ayah angkatnya Angelica.
"Kok Opa berhenti di samping tembok milik orang tua Mommy Angelica?" Tanya Edward penasaran.
"Opa merasa Mereka ada niat jelek dengan Mommy Angelica karena itu Opa menghentikan mobilnya." Jawab Daddy Gerald.
"Mommy juga sama Dad." Sambung Mommy Monika.
"Kok Edward juga ya." Ucap Edward.
"Apalagi sejak awal kami datang, William sudah curiga dengan mereka karena William melihat sangat jelas wajah mesum mereka." Ucap William.
"William berencana mau ke kamar Angelica untuk melindungi Angelica dari ke dua pria mesum itu." Sambung William.
"Kayak kamu tidak mesum." Ledek Daddy Gerald.
"Hehehehe... Iya sih Dad tapi kan Mereka tidak pantas berbuat mesum? Masa Ayah kandung nya mesum sama anak kandungnya." Ucap William sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Sudah jangan mengobrol dulu lebih baik Daddy, William dan Edward pergi ke kamar Angelica dan lindungi Angelica." Ucap Mommy Monika.
"Terus Mommy di sini sendirian?" Tanya Daddy Gerald yang tidak bisa berpisah dengan istrinya.
"Betul sekali." Jawab Mommy Monika.
"Daddy tidak setuju, lebih baik kita bersama-sama ke kamar Angelica dan mobil ini kita sembunyikan agar mereka tidak curiga." Ucap Daddy Gerald.
"William setuju Dad." Ucap William.
Merekapun melajukan mobilnya di tempat yang lebih gelap kemudian menyembunyikan mobilnya agar Ayahnya Angelica dan Pamannya Angelica tidak curiga.
Di tempat yang sama tepatnya di dalam mansion milik Ayahnya Angelica, setelah kepergian William bersama keluarganya. Angelica berjalan ke arah kamarnya sedangkan Ayahnya hanya menatap Angelica dengan tatapan mesum membuat adik iparnya atau Pamannya Angelica ikut tersenyum mesum.
"Sepertinya Kakak sangat berminat dengan anak tiri Kakak." Ucap Pamannya Angelica.
"Betul sekali dan hari ini Kakak akan mengambil yang selama ini di jaga oleh Angelica." Jawab Ayah angkatnya Angelica tanpa sadar.
"Baguslah karena aku juga ingin merasakannya. Bagaimana setelah Kakak baru adik ipar Kakak merasakan tubuh Angelica?" Tanya adik iparnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Kakak iparnya yang baru saja tersadar dengan apa yang barusan dikatakannya.
"Sudahlah Kak, jangan berpura-pura karena adik iparmu tahu kalau Kakak ipar sangat tertarik dengan anak tiri Kakak. Lebih baik kita bekerja sama merasakan tubuhnya." Jawab adik iparnya.
"Karena kamu sudah tahu baiklah, tapi Kakak dulu yang merasakan tubuhnya dan setelah itu baru kamu." Ucap Kakak iparnya sambil berdiri.
"Baik Kak." Jawab adik iparnya sambil berdiri tersenyum bahagia karena sebentar lagi merasakan tubuh Angelica.
"Di kamar Kakak ada dupa dan obat perang sang, tugas mu memasang dupa di kamar tamu sedangkan tugasku memberikan minuman yang mengandung obat perang sang." Ucap Ayah angkatnya Angelica sambil berjalan ke arah kamarnya dan diikuti oleh adik iparnya.
"Baik Kak." Jawab adik iparnya.
Ke dua pria tersebut berjalan ke arah kamar Ayahnya Angelica hingga akhirnya mereka masuk ke dalam dan melihat seorang wanita tanpa menggunakan sehelai benang sedang berusaha memuaskan dirinya.
"Dia kenapa Kak?" Tanya adik iparnya.
"Terkena pengaruh obat perang sang." Jawab Kakak iparnya.
"Sambil menunggu giliran bagaimana kalau aku mencobanya?" Tanya adik ipar nya yang merasakan tombak sakti nya mulai menegang karena melihat adegan live.
"Kalau Kamu mau pakailah tapi sebelum melakukannya pasang dulu dupanya di kamar tamu yang berada di kamar sebelah Angelica dan nyala kan di semua sudut." Ucap Ayah angkatnya sambil memberikan delapan dupa biar cepat bekerja.
"Baik Kak, Jawab adik iparnya sambil menerima delapan dupa.
__ADS_1
Adik iparnya keluar dari kamar Kakak iparnya sedangkan Ayah Angkatnya Angelica mengambil dua butir obat perang sang agar Angelica lebih Hot ketika melakukan hubungan suami istri.
Ayah angkatnya keluar dari kamarnya tanpa memperdulikan wanita tersebut mengeluarkan suara merdu hingga akhirnya memeluk Ayahnya Angelica sambil membelai tombak saktinya.
Bruk
"Jangan sentuh tubuhku, aku sudah bosan!" teriak Ayahnya Angelica sambil mendorong wanita tersebut dengan kasar hingga terjatuh.
"Akhhhhhhhh... Sakit ..." teriak wanita tersebut ketika tubuhnya terhempas di lantai.
Tanpa punya perasaan Ayahnya Angelica tidak memperdulikan teriakan kesakitan malah pergi meninggalkan wanita tersebut kemudian keluar dari kamarnya menuju ke kamar putri angkatnya.
Ceklek
Ayahnya Angelica membuka pintu kamar Angelica dan melihat Angelica tidak ada di kamarnya hingga dirinya mendengar suara gemericik air.
Ayahnya Angelica tersenyum menyeringai kemudian mengambil gelas yang sudah disediakan oleh pelayan.
Ceklek
Angelica membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi sebagian dua gunung himalaya dan sebagian ke dua pahanya yang putih mulus.
Mata Angelica membulat sempurna karena melihat Ayahnya sedang berdiri menatapnya dengan tatapan lapar.
"Kok Daddy, ada di kamar?" Tanya Angelica.
"Ini Daddy memberikan obat untuk kamu minum." Ucap Ayahnya Angelica sambil memberikan dua butir obat.
"Obat apa ini Dad?" tanya Angelica penasaran.
"Obat vitamin." Jawab Ayahnya Angelica berbohong.
"Obat vitamin? Untuk apa Angelica meminumnya?" Tanya Angelica tanpa mau menerima pemberian Ayah angkatnya.
"Besok kan kamu menikah jadi kamu harus fit ketika mengadakan pesta pernikahan yang mewah. Kalau kamu sakit bisa-bisa kamu tidak jadi menikah dengan calon suamimu dan otomatis pernikahan kalian di tunda." Jawab Ayahnya Angelica berbohong sambil masih membuka tangan kanannya yang ada dua butir obat perang sang.
Angelica yang percaya dengan ucapan Ayah angkatnya membuat Angelica mengambil dua butir obat perang sang tersebut kemudian memasukkannya sekaligus ke dalam mulutnya.
Ayahnya Angelica langsung memberikan gelas yang berisi air mineral ke Angelica. Angelica langsung menerima gelas tersebut kemudian meminumnya hingga habis tanpa sisa.
"Sudah Angelica minum Dad, jadi Daddy boleh keluar karena Angelica ingin pakai pakaian." Ucap Angelica.
"Daddy sampai lupa, kalau Daddy sudah menyiapkan kamar pengantin untuk kalian berdua, apakah Angelica mau melihatnya?" Tanya Ayahnya Angelica.
Tanpa sepengetahuan Angelica kalau Ayahnya Angelica berusaha berjuang untuk tidak memakan Angelica karena obatnya belum bekerja.
"Nanti deh Dad, Angelica pakai baju dulu." Ucap Angelica.
"Daddy Mohon, sebentar saja kamu melihatnya karena Daddy ingin kamu puas atau tidak dengan apa yang Daddy kerjakan untuk putri kesayangan Daddy." Mohon Ayah angkatnya Angelica.
"Selama ini Daddy belum pernah membahagiakan putri Daddy jadi ijinkan Daddy melakukan ini untuk menghias kamar pengantin untuk kalian." Sambung Ayahnya Angelica dengan wajahnya di buat sesedih mungkin.
Angelica yang melihat wajah sedih Ayah angkatnya membuat Angelica tidak tega.
"Baiklah Angelica akan melihatnya sebentar." Ucap Angelica pasrah.
Ayah angkatnya Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar Angelica menuju ke arah kamar sebelah Angelica yang merupakan kamar tamu.
Tanpa sepengetahuan Angelica kalau Ayah angkatnya tersenyum menyeringai karena rencananya sebentar lagi berhasil.
Ceklek
Ayah angkatnya membuka pintu kamar tamu dengan lebar kemudian Angelica tanpa rasa curiga masuk ke dalam kamar tamu dan hanya melihat ada beberapa dupa di setiap sudut tembok.
"Dad, katanya kamar ini di hias tapi kok hanya dupa?" Tanya Angelica sambil masih menatap sekeliling ruangan.
__ADS_1
"Memang memang benar kamar ini hanya di hias dupa." Jawab Ayah angkatnya Angelica sambil menutup pintu dengan rapat agar asap dupa tidak tersebar keluar.
"Memang gunanya dupa untuk apa Dad?" tanya Angelica tanpa curiga sedikitpun.
'Kenapa tubuhku tiba-tiba sangat panas?' tanya Angelica dalam hati.
"Gunanya untuk membangkitkan gairah agar kita semangat melakukan hubungan suami istri." Jawab Ayahnya Angelica sambil melepaskan satu persatu pakaiannya.
"Hubungan suami istri? Maksud Daddy?" Tanya Angelica sambil membalikkan badannya.
"Apa yang Daddy lalukan?" Tanya Angelica dengan mata membulat sempurna karena melihat Ayahnya membuka pakaiannya satu demi satu.
"Daddy ingin merasakan tubuhmu sebelum William merasakan tubuhmu." Jawab Ayah angkatnya yang masih melepaskan pakaiannya dengan cepat.
"Daddy, aku ini putri kandungmu." Ucap Angelica sambil berjalan dengan mundur.
"Kamu bukan anak kandung Daddy." Jawab Ayah angkatnya Angelica.
"Maksud Daddy?" tanya Angelica dengan wajah terkejut sambil berusaha menahan ha x srat x nya yang sudah mulai menaik.
"Waktu Mommy dan Daddy menikah, Mommymu sudah hamil bersama kekasihnya jadi kamu adalah anak ha x ram. Kamu bukan putri kandungku melainkan kamu anak dari pria lain dan Daddy mau menikah dengan Mommymu karena permintaan orang tua Daddy yang merasa berhitung budi dengan orang tua Mommymu." Jawab Ayah angkatnya.
Duar
Duar
Bagai petir di siang bolong itu yang dirasakan oleh Angelica karena selama ini dirinya mengira kalau di depannya adalah Ayah kandungnya tapi ternyata salah.
"Jadi selama ini Daddy tidak sayang padaku karena aku bukan anak kandung Daddy?" tanya Angelica dengan wajah sendu.
"Betul sekali dan sekarang Daddy ingin menikmati tubuhmu." Ucap Ayah angkatnya Angelica sambil berjalan ke arah Angelica dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.
Angelica yang ingin memberikan harta berharganya untuk William membuat Angelica berlari ke arah pintu sedangkan Ayah Angkatnya hanya berjalan santai karena di mansion miliknya tidak ada orang yang berani mengganggu kesenangan dirinya.
Angelica yang sudah tidak bisa menahan ha x srat x nya membuat Angelica menggigit bibirnya hingga mengeluarkan darah segar.
Grep
"Kamu bisa merasakan adik kecil milik Daddy?" Tanya Ayah angkatnya Angelica sambil memeluk Angelica dari arah belakang.
Angelica bisa merasakan kalau bo x kong x nya ada yang menusuk dan terasa mengganjal dan dirinya tahu itu karena William pernah seperti itu.
'Aku tidak boleh terhanyut karena harta yang Aku jaga selama ini untuk Kak William.' Ucap Angelica dalam hati.
Bugh
"Akhhhhhhh... Si*l." Teriak Ayah angkatnya Angelica ketika Angelica menginjak kakinya dengan sekuat tenaga membuat Ayah angkatnya melepaskan pelukannya.
Ceklek
Hal itu tidak di sia-siakan oleh Angelica, Angelica langsung membuka pintu kamarnya kemudian berlari ke arah kamarnya. Ayahnya Angelica dengan jalan terpincang-pincang mengejar Angelica.
Brak
Ketika Angelica menutup pintu dan hendak menguncinya bersamaan kedatangan Ayah angkatnya dan langsung menendang pintu kamar Angelica dengan kasar membuat Angelica nyaris terjatuh.
Angelica berjalan mundur dan melihat Ayah angkatnya menatapnya dengan tatapan tajam dan siap menerkam dirinya.
Bruk
Ayahnya Angelica mendorong tubuh Angelica hingga jatuh terlentang di ranjang namun sebelumnya Ayahnya Angelica menarik lilitan handuk membuat tubuh polos Angelica terlihat dengan sangat jelas.
"Tubuhmu sangat bagus." Ucap Ayahnya Angelica sambil menaiki tubuh polos Angelica.
"Tidak! Kak William tolong!" Teriak Angelica.
__ADS_1
"Berteriaklah karena calon suamimu tidak mungkin datang ke sini." Ucap Ayah angkatnya Angelica sambil mencium leher Angelica.
"Ahhhhhhh... Tidak Kak William!" Teriak Angelica sambil mengeluarkan suara merdunya ketika Ayah angkatnya menciumi lehernya.