Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Dupa


__ADS_3

Dua jam kemudian gadis tersebut merasakan tubuhnya dinaiki karena sangat lelah dan mengantuk membuat gadis tersebut memejamkan matanya hingga dirinya merasakan tubuhnya ada yang memasukinya membuat gadis tersebut memaksanya membuka matanya.


"Masih sakit, nanti saja Tuan." Mohon gadis tersebut ketika kepala tombak sakti milik Ayahnya Angelica masuk ke dalam goa miliknya.


"Kamu sudah aku bayar jadi jangan protes." Ucap Ayahnya Angelica sambil memejamkan matanya karena tombak saktinya menikmati jepitan goa milik gadis tersebut.


jleb


"Sstttttt..."


Ketika tombak saktinya masuk sepenuhnya bersamaan gadis itu meringis menahan rasa sakit pada bagian privasinya membuat gadis tersebut mencengkram seprai untuk mengurangi rasa sakit.


Ayahnya Angelica menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar miliknya dan dimasukkan ke dalam milik gadis tersebut.


Setelah beberapa saat barulah tombak saktinya di tarik kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


"Kalau aku hamil bagaimana?" tanya gadis tersebut sambil masih meringis.


"Aku tidak perduli, terserah apakah kamu menggugurkan nya atau merawatnya tapi yang pasti jangan meminta aku untuk bertanggung jawab karena aku tidak mau." Jawab Ayahnya Angelica sambil memejamkan matanya menikmati apa yang tadi dilakukan.


"Kalau tidak mau bertanggung jawab kenapa dimasukkan di dalam?" tanya gadis tersebut sambil menahan amarahnya karena pria di sebelahnya selain bermain kasar tanpa melakukan pemanasan juga tidak bertanggung jawab.


"Karena kamu masih menjaga kehormatan mu maka aku tidak pakai pengaman tapi jika sudah tidak menjaga kehormatan maka aku akan memakai pengaman." Jawab Ayahnya Angelica sambil masih memejamkan matanya.


Gadis itupun terdiam dalam hatinya sangat menyesali kenapa melakukan jalan pintas seperti ini hanya gara-gara iri dengan temannya yang bisa membeli apa yang diinginkan nya membuat gadis itu nekat melakukan hal ini.


Tapi semua sudah terjadi dan tidak bisa di ulang lagi, ibarat kata orang nasi sudah menjadi bubur. Dirinya hanya berharap tidak hamil dan bisa membeli barang-barang yang dia inginkan. Karena lelah gadis itupun tidur dengan pulas begitu pula dengan Ayahnya Angelica.


xxxxxxxxxx


Malam berganti pagi perlahan William membuka matanya dan melihat Angelica tidur dengan pulasnya. Wajahnya sangat dekat dengan wajahnya terlebih mereka saling berpelukan dengan memberikan kehangatan masing-masing.


'Aku tidak sabar ingin segera menikah denganmu agar kita bisa seperti ini terlebih kita bisa melakukan hubungan suami istri.' Ucap William dalam hati.


Cup


William mencium singkat Angelica sedangkan Angelica tanpa sengaja tangannya menyentuh tombak saktinya kemudian memainkannya.


"Hehehehe... kodoknya lucu ketika dipencet." Ucap Angelica sambil tertawa namun matanya masih terpejam dan memainkan tombak sakti milik William.


"Kodok?" tanya William mengulangi perkataannya sambil menahan tangan Angelica.


"Kok di ambil? Aku ingin mainin kodoknya." Ucap Angelica dengan nada protes.


'Si*l, aku jadi terang x sang gara-gara Angelica." Ucap William dalam hati sambil melepaskan tangan Angelica.


Angelica yang merasakan tangannya dilepas memainkan kembali tombak sakti milik William yang dikira mainan kodok squishy membuat tombak saktinya seketika menegang.


William menahan tangan Angelica dan di tarik ke atas kemudian berlanjut menaiki tubuh polos Angelica karena mereka tidur tanpa menggunakan sehelai benangpun.


William memberikan pemanasan terlebih dahulu dengan mencium bibir Angelica dan berlanjut memasukkan mulutnya ke dalam salam satu pucuk gunung kembar himalaya milik Angelica.


"Sstttttt... Ahhhhhhh..."


Tanpa sadar Angelica mengeluarkan suara merdunya bersamaan Angelica membuka matanya.


"Sayang aku masukin ya?" Pinta William dengan suara berat.


"Katanya kalau kita sudah resmi menikah baru dimasukin?" Tanya Angelica yang sebenarnya juga ingin merasakannya walau dirinya masih agak trauma.


"Kakak gesekan aja deh tanpa dimasukin." Ucap William.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian William melakukan apa yang dikatakannya membuat kepala Angelica gelang kanan dan gelang ke kiri karena merasakan enak luar biasa.


"Kak William, masukin." Pinta Angelica yang tidak bisa menahan rasa enaknya ketika William melakukan hal itu.


"Tidak, nanti kalau kita resmi menikah." Jawab William.


"Tapi aku tidak tahan ingin dimasukin." Jawab Angelica.

__ADS_1


"Kamu yakin?" Tanya William yang juga ingin merasakan tubuh Angelica.


"Yakin Kak." Jawab Angelica.


William menuntun tombak saktinya ketika kepalanya masuk ke dalam goa milik Angelica bersamaan Angelica meringis menahan rasa sakit membuat William tidak tega dan langsung menarik tombak saktinya.


William kembali memberikan pemanasan kembali sambil memasukkan jari telunjuknya hingga Angelica mengeluarkan suara merdunya. William kembali memasukkan jari tengah hingga akhirnya jari manis.


William memaju mundurkan ke tiga jarinya hingga tidak berapa lama tubuh Angelica dinaikkan ke atas beberapa saat kemudian ambruk tanda Angelica mendapatkan pelepasan pertama kalinya.


"Bagaimana enak?" Tanya William kemudian menjilati ketiga jarinya.


"Banget, kenapa jarinya di jilat? kan itu jijik." Ucap Angelica.


"Tidak, rasanya nikmat." Jawab William.


Baru kali ini William melakukannya karena selama bersama Valen dirinya tidak pernah melakukannya terlebih mereka melakukan hubungan suami istri karena William terpengaruh obat perang sang yang diberikan oleh istrinya.


"Sekarang kita mandi setelah itu kita bersiap-siap untuk pergi menemui ke dua orang tuamu." Ucap William yang ingin secepatnya menikah dengan Angelica.


Angelica menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun berjalan ke arah kamar mandi. Tanpa rasa malu sedikitpun mereka berjalan tanpa menggunakan sehelai benangpun seperti sepasang suami istri.


Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi bersama tanpa melakukan hubungan suami istri. Angelica mengambil satu steel pakaian santai milik William dan diberikan ke William yang sedang duduk di sisi ranjang.


"Kak William, pakai pakaian ini ya? Pasti bertambah tampan." Ucap Angelica.


"Ok." Jawab William singkat sambil menerima pemberian Angelica.


'Kami seperti sepasang suami istri dan rasanya tidak sabar ingin secepatnya menikah dengan Angelica.' sambung William dalam hati sambil memakai pakaian pemberian Angelica.


Selama ini Valen dan William tidur terpisah dan Valen tidak pernah memperdulikan apa yang dikenakan oleh William dan William pun tidak pernah protes karena William malas untuk bertengkar.


Dulu William sempat menanyakan kenapa pakaiannya tidak disiapkan dan jawaban Valen, Valen akan menyiapkan semua keperluan William jika mereka tidur bersama namun William menolaknya hingga ujung - ujungnya mereka bertengkar.


Pernikahan yang terasa hambar terlebih Valen sibuk berteman dengan teman sosialitanya sedangkan William sibuk dengan urusan bisnisnya membuat ke dua anak kembarnya di rawat bersama baby sister.


Kurangnya rasa kasih sayang membuat Edward putra sulungnya membenci wanita karena Ibunya tidak memperdulikan dirinya, hingga akhirnya dirinya dipertemukan dengan Alona barulah Ibunya memperdulikan Edward dan meracuni pikiran Edward agar membenci Alona sedangkan putri ke duanya menjadi pribadi mirip Valen, tidak perduli, angkuh dan suka memamerkan barang-barang untuk menutupi kesedihan nya.


Tanpa sengaja ke dua orang tua William melihat ada tanda merah di leher Angelica dan mereka tahu siapa pelakunya membuat ke dua orang tuanya menggelengkan kepalanya.


Edward yang melihat Daddy Gerald dan Mommy Monika menggelengkan kepalanya menjadi penasaran membuat Edward menatap wajah Angelica hingga Edward melihat ada tanda kepemilikan di leher Angelica dan Edward tahu itu pasti perbuatan William.


"Mommy Angelica, kenapa di leher Mommy ada tanda merah?" Tanya Edward usil.


"Oh ini, di gigit serangga." Jawab Angelica sambil menutupi lehernya dengan tangannya dan wajahnya langsung memerah menahan rasa malu.


"Serangganya pasti besar, mempunyai taring dan berbulu ya Mom?" Tanya Edward sambil tersenyum dan melirik ke arah William.


"Edward, cepat makan kalau tidak nanti piringnya Daddy masukkan ke dalam mulutmu agar kamu tidak bisa mengeluarkan suaramu." Ancam William.


"Mommy Angelica, Hiks ... Hiks... Hiks ... Daddy nakal ... Masa piringnya mau dimasukkan ke dalam mulut Edward." Adu Edward sambil pura-pura terisak.


"Daddy kok tega sih sama anak sendiri? Kalau kita menikah terus kita punya anak dan anak kita nakal terus Daddy mau masukin piring ke dalam mulut anak kita?" Tanya Angelica sambil matanya mendelik ke arah William.


Grep


"Tidak mungkin Daddy sekejam itu Mommy, Daddy hanya bercanda benarkan Edward?" Tanya William sambil memeluk tubuh Angelica dari arah samping namun matanya menatap tajam ke arah Edward.


"Mommy, Daddy nakal masa Edward dipelototin sama Daddy." Adu Edward kembali sambil tersenyum menyeringai ke arah William.


Angelica memalingkan wajahnya ke arah William sedangkan William yang merasakan kalau Angelica menatapnya langsung merubah wajahnya menjadi tersenyum membuat ke dua orang tua William dan Edward menahan tawa.


'Terima kasih Angelica kehadiran dirimu membuat putra dan cucuku menjadi lebih akrab karena dulu mereka jarang bicara.' Ucap Mommy Monika dalam hati.


'Semoga kalian segera menikah agar putra sulungku bisa merasakan kebahagiaan sama seperti ke empat anak kembar kami.' Ucap Daddy Gerald dalam hati.


'Terima kasih Angelica, berkat kehadiran mu kami bisa melihat kebahagiaan di wajah putra dan cucu kami Edward.' Sambung Daddy Gerald dalam hati.


'Terima kasih Angelica, berkat dirimu aku bisa dekat dengan putraku dengan bercanda bersama seperti ini. Edward, maafkan Daddy yang dulu menyibukkan diri dan jarang memperdulikan kalian. Daddy janji untuk lebih perduli sama kalian termasuk mencari keberadaan Eden putriku setelah kami menikah.' Ucap William dalam hati.

__ADS_1


'Terima kasih Mommy Angelica, walau kita hampir seumuran tapi Mommy Angelica bisa membuat Daddy jatuh cinta dan bisa membuat Daddy selalu tersenyum. Edward bisa merasakan kasih sayang dari seorang Ibu yang belum pernah Edward rasakan ketika bersama Mommy Valen.' Ucap Edward dalam hati.


'Terima kasih untuk semuanya, kini Angelica bisa merasakan apa itu arti keluarga karena selama ini orang tuaku tidak pernah memperdulikan Angelica karena semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.' Ucap Angelica dalam hati.


"Kok pada bengong, ayo kita sarapan bersama setelah itu kalian berdua pergi menemui orang tua Angelica." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab mereka bersamaan.


Mereka pun makan bersama tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


William dan Angelica pergi ke mansion milik orang tua Angelica sedangkan Mommy Monika, Daddy Gerald dan Edward menunggu ke empat anak kembarnya, menantu dan cucunya untuk melamar Angelica.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Angelica, Ayahnya Angelica kembali melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian barulah keluar lahar miliknya.


"Milikmu benar - benar enak." Ucap Ayahnya Angelica sambil menarik tombak saktinya.


Ayahnya Angelica menggulingkan tubuhnya ke arah samping sambil memejamkan matanya sedangkan gadis eh bukan karena sudah tidak gadis lagi jadi di sebut wanita.


Hanya bisa menahan rasa perih dan panas pada bagian privasinya karena Ayahnya Angelica bermain tanpa melakukan pemanasan.


"Kita sudah melakukan hubungan suami istri sebanyak tiga kali kenapa kamu meringis menahan rasa sakit?" Tanya Ayahnya Angelica dengan wajah bingung.


"Karena milik Tuan sangat besar dan lumayan panjang jadi ketika dimasukkan ke punyaku sakit sekali. Kata orang-orang jika melakukan hubungan suami istri pemanasan dulu baru dimasukkan." Jawab wanita itu sambil masih menahan rasa perih dan panas pada bagian privasinya.


"Pemanasan?" Maksudnya? Melakukan hubungan suami istri di kompor? Itu maksudnya?" Tanya Ayahnya Angelica beruntun sambil berpikir.


Selama ini jika bermain bersama istrinya langsung bermain tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Istrinya yang merasa tersiksa mencari informasi lewat internet hingga akhirnya dirinya sering mengkonsumsi obat perang sang agar tidak merasakan sakit jika suaminya bermain kasar tanpa sepengetahuan suaminya.


"Aku kurang paham Tuan, karena saya juga kata orang-orang. Untuk memastikan Tuan bisa melihatnya di Internet." Jawab wanita tersebut.


"Di keluarga besarku melarang menggunakan Internet jadi kamu cari dan beritahukan aku." Ucap Ayahnya Angelica.


Wanita tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


'Rumah boleh besar tapi sayang sekali ajaran keluarga besarnya aneh sudah gitu dituruti lagi.' Ucap wanita tersebut dalam hati.


Wanita tersebut mengambil ponselnya yang diletakkan di atas meja kemudian mencari informasi bagaimana cara menikmati hubungan suami istri dan apa yang dimaksud dengan melakukan pemanasan dalam hubungan suami istri.


Wanita itu pun membaca semua artikel yang ada di ponselnya sedangkan Ayahnya Angelica mendengarkan apa yang dikatakan oleh wanita tersebut.


"Tapi kenapa ketika kami melakukan hubungan suami istri, istriku berteriak katanya punya ku enak banget dan beberapa kali mendapatkan pelepasan bahkan ketika aku tidur dengan pulasnya tiba-tiba istriku menaiki tubuhku dan kami melakukan hubungan suami istri sampai empat hingga lima kali." Ucap Ayahnya Angelica tanpa rasa malu sedikitpun.


"Coba aku cari di internet." Jawab wanita tersebut.


Wanita itupun mencari kenapa orang bisa melakukan hubungan suami istri sampai beberapa kali hingga dirinya membaca artikel. Wanita itupun memberitahukan bahwa penyebabnya adalah obat perang sang.


"Obat perang sang?" Tanya Ayahnya Angelica.


"Ya Tuan." Jawab Wanita tersebut.


Ayahnya Angelica terdiam beberapa saat hingga dirinya ingat sebelum melakukan hubungan suami istri, istrinya meminum obat semacam tablet dan di tambah dua hingga beberapa menit kemudian istrinya mulai bergairah seperti dirinya.


Ayahnya Angelica turun dari ranjang tanpa rasa malu sedikitpun kalau tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun membuat Wanita tersebut memalingkan wajahnya ke arah samping.


Ayahnya Angelica berjalan ke arah meja rias yang digunakan oleh istrinya. Ayahnya Angelica membuka laci milik istrinya dan melihat banyak dupa dan banyak obat yang tidak tahu itu obat apa.


Ayahnya Angelica menutup laci meja rias kemudian membuka lemari kecil yang menempel di meja rias dan lagi - lagi menemukan dua benda tersebut.


Ayahnya Angelica yang penasaran mengambil dupa tersebut bersama tempatnya kemudian memasang dupa tersebut lalu menyalakan dupanya. Setelah selesai melakukan hal itu Ayahnya Angelica mengambil obat tersebut dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang gelas. Ayahnya Angelica berjalan ke arah wanita tersebut kemudian menyuruhnya minum.


"Minum!" Perintah Ayahnya Angelica.


"Apa ini Tuan?" Tanya wanita itu sambil menutupi tubuh polos nya dengan menggunakan selimut nya.


"Jangan banyak bertanya, minum!" Perintah Ayahnya Angelica mengulangi perkataannya.


Wanita itu pun terpaksa mengambil obat tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya lalu meminum air hingga habis tanpa sisa. Ayahnya Angelica meletakkan gelas kosong tersebut di atas meja dekat ranjang kemudian duduk di sisi ranjang.

__ADS_1


"Sebentar lagi obat itu akan bekerja." Ucap Ayahnya Angelica sambil menatap wanita cantik tersebut.


__ADS_2