Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Tidak Bisa Jauh


__ADS_3

"Iya, lebih baik kamu cari Istrimu dan meminta maaf." Ucap William keceplosan sambil berjalan ke arah tangga.


"Maksud Daddy? Bukankah istriku sudah meninggal?" Tanya Edward sambil menghentikan langkahnya.


"Oh iya lupa, kamu pulanglah ke mansion jangan ganggu Daddy." Ucap William mengalihkan pembicaraan sambil menaiki anak tangga.


"Di mansion sepi Dad, makanya Edward ingin mengganggu Daddy." Ucap Edward sambil kembali melangkahkan kakinya mengikuti langkah William.


"Tidak boleh, lebih baik kamu pergi." Ucap William yang tidak ingin dirinya di ganggu oleh Edward.


"Tidak mau." Jawab Edward bersikeras.


William menghentikan langkahnya begitu pula dengan Edward. William menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan ketika ingin mengatakan sesuatu bersamaan dirinya melihat Angelica sedang menuruni anak tangga menuju ke arahnya membuat William tidak jadi bicara.


"Angelica kamu mau kemana?" tanya William ketika melihat Angelica berdiri tepat dihadapannya.


"Mau bikin kue." Jawab Angelica.


"Oh ini calon Mommynya Edward, kenalkan aku Edward calon anak tiri Mommy." Ucap Edward memperkenalkan dirinya sambil mengarahkan tangannya ke arah Angelica.


"Calon Mommynya Edward?" Tanya Angelica dengan wajah bingung sambil menatap ke arah William.


"Edward putra pertamaku." Jawab William memperkenalkan dirinya.


"Angelica." Ucap Angelica memperkenalkan dirinya sambil membalas uluran tangan Edward setelah tahu kalau Edward putra sulungnya William.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan uluran tangannya kemudian William membalikkan badannya agar berdampingan dengan Angelica.


"Mommy Angelica, bisa bikin kue?" Tanya Edward dengan wajah terkejut karena usia mereka terbilang seumuran hanya selisih dua bulan lebih tua Angelica.


Edward sangat suka makan kue tapi seringnya beli atau makan buatan keluarga besarnya karena Valen tidak pernah mau membuat kue, jangankan membuat kue memasak kesukaannya saja tidak pernah.


"Bisa dong, mau makan kue apa? Nanti Mommy buatkan." Ucap Angelica.


Entah kenapa dirinya sangat senang ketika Edward memanggil dirinya Mommy Angelica. William yang melihat interaksi antara Angelica dengan Edward membuat William tersenyum bahagia dan tinggal satu lagi yang menunggu restu yaitu putri ke duanya yang bernama Julia.


"Edward sangat suka kue yang ada kejunya apalagi kalau keju nya melumer." Jawab Edward sambil membayangkan keju yang ada di toko.


"Ok, Mommy akan buatkan." Ucap Angelica.


"Benaran Mom?" Tanya Edward tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya sambil membalikkan badannya ke arah samping agar William dan Angelica berjalan menuruni anak tangga.


"Benar, sekarang Mommy masak di dapur sedangkan Edward dan Daddy mengobrol di ruang keluarga." Ucap Angelica tanpa sadar sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Siap Mom." Jawab William dan Edward bersamaan sambil menuruni anak tangga.


"Eh ... Maaf." Ucap Angelica.


Seketika Angelica baru tersadar akan ucapannya membuat Angelica menghentikan langkahnya. Angelica membalikkan badannya sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf kenapa Mom?" Tanya William sambil tersenyum begitu pula dengan Edward.


'Semoga Daddy dan Mommy Angelica segera menikah agar Daddy hidup bahagia terlebih Mommy Angelica terlihat sangat baik daripada Mommy Valen.' Ucap Edward dalam hati yang merasakan perbedaan Valen dan Angelica padahal mereka baru bertemu.


"Kok manggilnya Mommy, Daddy kita kan belum menikah." Jawab Angelica merasa tidak enak hati.


"Besok kita ke rumah orang tua mu untuk melamarmu dan lusanya kita menikah." Ucap William.


"Secepat itu?" Tanya Angelica dengan wajah terkejut.


"Lebih cepat lebih baik." Jawab William.


'Kalau seandainya bisa sekarang, Kakak mau banget agar tiap malam adik kecilku tidak kedinginan karena sudah menemukan sarungnya.'' sambung William dalam hati.


Angelica hanya tersenyum kemudian Angelica membalikkan badannya dan berjalan ke arah dapur sedangkan William dan Edward berjalan ke arah ruang keluarga.


Angelica mencari bahan-bahan yang diperlukan hingga dua jam lebih Angelica sudah selesai membuat kue tart keju yang bisa lumer kesukaan Edward dan kue tart coklat kesukaan dirinya.


Angelica meletakkan ke dua kue tersebut ke atas meja makan bersamaan kedatangan Edward dan William kemudian di susul oleh Mommy Monika dan Daddy William.


"Sepertinya enak." Ucap Mommy Monika sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan yang lainnya.


"Pastinya enak Oma, kan Mommy Angelica hebat." Puji Edward bangga.


"Cieee... yang punya Mommy baru." Ledek Daddy Gerald.


"Pfftttt... Hahahaha..." Semua orang tertawa serempak.


"Angelica tahu saja kalau Mommy suka kue tart coklat dan para pria sukanya Kue tart keju." Ucap Mommy Monika.


"Mommy Angelica membuatkan kue tart keju khusus Edward jadi untuk Opa dan Daddy hanya melihat Edward makan." Ucap Edward usil.


"Dasar pelit." Ucap Daddy Gerald dan William bersamaan.


Angelica hanya tersenyum melihat perdebatan mereka dan dirinya merasa sangat bahagia karena di keluarga calon suaminya sangat menyayangi dirinya.


Angelica mengambil piring - piring kecil dan juga pisau kecil kemudian memotong kue tart coklat lalu diberikan ke Mommy Monika.

__ADS_1


"Kue tart coklat ini aku berikan ke Mommy Monika karena Angelica sangat berharap agar Mommyku sama seperti Mommy Monika, baik dan perhatian sama Angelica." Ucap Angelica.


Mommy Monika terkejut dengan perkataan Angelica begitu pula dengan yang lainnya karena perkataan Angelica sangat menyentuh hati Mereka terlebih Mommy Monika.


"Kue tart keju ini aku berikan ke Daddy Gerald karena Angelica sangat berharap agar Daddyku bisa seperti Daddy Gerald yang selalu melindungi dan percaya sama Angelica dari orang-orang yang memfitnah dan ingin mencelakai Angelica." Ucap Angelica sambil memberikan kue tersebut ke Daddy Gerald.


"Kue keju tart ini aku berikan ke Kak William, terima kasih atas semua yang Kak William berikan padaku kasih sayang yang tulus, melindungi diriku dari orang - orang yang menghina dan memfitnah diriku dan kehadiran Kak William membuatku sangat nyaman dan tidak takut lagi.'' Ucap Angelica sambil memberikan kue tersebut.


"Kue keju tart ini aku berikan ke Edward, terima kasih karena aku di terima menjadi calon Ibu tirimu. Aku akan berusaha untuk menjadi Ibu yang baik untuk ke dua anak tiriku yang aku anggap sebagai anak kandungku. Aku berjanji untuk membahagiakan Daddy mu dan juga kalian." Ucap Angelica sambil memberikan kue tersebut.


"Angelica sangat berterima kasih buat semuanya untuk tinggal di sini dan kini hidup Angelica lebih berarti lagi." Sambung Angelica.


'Aku akan melakukan apapun walau nyawaku menjadi taruhan asalkan aku bisa membahagiakan kalian semua karena kalian adalah harta yang sangat berharga.' Sambung Angelica dalam hati.


Grep


"Kami juga berterima kasih kamu mau menjadi bagian dari keluarga kami." Ucap William sambil menggenggam tangan Angelica.


"Betul." Jawab Daddy Gerald, Mommy Monika dan Edward secara bersamaan.


Angelica hanya tersenyum kemudian mereka mencoba kue tart kesukaan mereka dan mereka memuji kue buatan Angelica hingga tidak terasa kue tart keju dan coklat habis tanpa sisa sedikitpun.


William dan Edward mencoba kue tart coklat karena yang keju sudah habis dan ternyata mereka juga suka.


Mereka pun kembali mengobrol bersama sambil sesekali tertawa bersama. Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Angelica sepasang suami istri tersebut sedang bertengkar.


"Kenapa sih Mommy pergi terus?" Tanya suaminya dengan nada kesal.


"Daddy kan tahu setiap sebulan sekali Mommy dan teman-teman mengadakan acara temu kangen dan sekarang acaranya di luar negri. Kami menginap selama satu minggu karena selain temu kangen kami juga mengadakan acara jalan-jalan." Jawab istrinya.


"Pokoknya tidak boleh pergi!" Bentak suaminya.


"Pergi!" Teriak istrinya.


"Pergi atau kita bercerai!" teriak suaminya dengan nada mengancam.


"Silahkan, aku tidak takut." Jawab istrinya sambil menarik kopernya dan pergi meninggalkan suaminya.


Suaminya hanya bisa menahan amarahnya terhadap istrinya.


'Kamu pikir aku tidak berani menceraikanmu? Aku akan mencari gadis yang lebih segar dan yang lebih penurut.' Ucap suaminya dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


'Silahkan bersenang-senang karena Daddy akan mengajak para gadis untuk menemaniku di ranjang.' Sambung suaminya.


xxxxxx


"Kamu kenapa tidak pulang ke mansion?" tanya William.


"Edward ingin menginap di mansion Opa dan Oma, bolehkan Opa, Oma?" Tanya Edward penuh harap.


"Tentu saja boleh, kan mansion ini juga milik semua cucu Oma dan Opa." Jawab Mommy Monika.


"Daddy dengar milik Cucu Oma dan opa, karena Daddy bukan cucu jadi Daddy jangan tinggal di mansion milik Oma dan Opa." Ucap Edward sambil tersenyum menyeringai.


"Baik kalau begitu Daddy akan tinggal di apartemen sama Angelica. Ayo sayang kita pergi ke apartemen." Ajak William sambil menarik tangan Angelica.


"Tidak boleh, kalau Daddy mau tinggal di apartemen tinggal sendiri saja." Ucap Edward sambil menahan tangan Angelica satunya yang tidak dipegang oleh William.


Entah kenapa saat ini Edward sangat suka menggoda William karena selama ini mereka jarang berbicara dan tidak pernah saling menggoda ataupun usil.


"Enak saja, besok Daddy dan Angelica mau pergi untuk melamar Angelica di depan orang tuanya." Jawab William yang tidak mau kalah sama putra sulungnya.


"Bisakah kalian tidak berdebat?" Tanya Mommy Monika sambil memijat keningnya.


"Kak William dan Edward sudah jangan bertengkar kasihan Mommy Monika yang mendengar pertengkaran Kak William dan Edward." Ucap Angelica dengan nada lembut.


"Maafkan kami Mom / Oma." ucap William dan Edward bersamaan.


"Sekarang kalian istirahat di kamar nanti malam kita makan bersama." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom / Oma." ucap William, Angelica dan Edward bersamaan.


William langsung memeluk Angelica dengan posesif sedangkan Edward membiarkan William bersama Angelica karena bagaimanapun dirinya tidak tega untuk mengusili William yang ingin mengenal Angelica lebih dekat.


Edward mengerti kenapa William seperti itu karena bagaimana pun William pria normal yang membutuhkan sentuhan seorang wanita.


William melakukan hubungan suami istri dengan Valen ketika Valen memberikan obat perang sang selain itu William tidak mau melakukannya. Sejak kejadian itu William tidak mau menyentuh makanan ataupun minuman dari mansion karena dirinya tidak mau di jebak untuk ke tiga kalinya.


Kini William dan Angelica berada di dalam kamar, Angelica berjalan ke arah ranjang dan langsung berbaring karena dirinya ingin tidur siang sedangkan William mengunci pintu kamarnya.


William menekan remote peredam suara agar suara mereka tidak terdengar di luar. William meletakkan kembali remote tersebut kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya dan membuang pakaiannya secara asal.


William melihat Angelica tidur dengan posisi tengkurap hingga terlihat paha mulus membuat tombak saktinya seketika menegang.


"Sayang." Panggil William sambil meraba paha Angelica.


"Ya." Jawab Angelica singkat.

__ADS_1


"Apakah sayangku mengantuk?" Tanya William sambil menarik segi tiga bermuda milik Angelica kemudian membuangnya secara asal.


"Sedikit, ada apa?" Tanya Angelica yang tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh William.


William melepaskan celana boxernya hingga tombak saktinya berdiri dengan sempurna kemudian menaiki tubuh Angelica.


"Kakak lagi pengen." Bisik William sambil menekan-nekan tombak saktinya ke arah goa yang masih sempit milik Angelica.


"Dua hari lagi kan kita menikah, kita kan bisa melakukan hubungan suami istri sepuasnya." Jawab Angelica yang mulai merasakan terang x sang akibat ulah William.


"Terlalu lama, boleh ya Kakak melakukannya?" Tanya William penuh harap sambil menggesek - gesekan tombak saktinya ke goa milik Angelica.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya sedangkan William yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan memiringkan tubuhnya ke arah samping kemudian mendorong perlahan agar Angelica tidur terlentang.


William memberikan pemanasan terlebih dahulu dan entah bagaimana kini tubuh Angelica polos tanpa sehelai benangpun. Banyak tanda merah hasil karya William di tubuh Angelica hingga di rasa cukup William bersiap untuk menyatukan tubuhnya.


Tok


Tok


Tok


"Daddy." Panggil Edward.


"Kak William, ada yang ketuk pintu." Ucap Angelica sambil mendorong tubuh William.


"Biarin saja." Jawab William sambil menahan kesal terhadap Edward karena telah mengganggu kesenangannya padahal tinggal dikit lagi.


"Siapa tahu penting." Ucap Angelica.


"Setelah kita melakukan hubungan suami istri baru kita keluar." Jawab William mulai perlahan menuntun tombak saktinya ke dalam goa milik Angelica.


"Kak William ... Ahhhhhhh ..." Ucap Angelica sambil mengeluarkan suara merdunya.


William memasukkan mulutnya ke salah satu gunung kembar milik Angelica membuat Angelica mengeluarkan suara merdunya. William perlahan memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik Angelica dan baru masuk sedikit kepala tombak saktinya sambil memberikan pemanasan agar Angelica tidak kesakitan.


"Daddy, Julia hilang kita mau mencarinya di rumah orang tuanya Alex." Ucap Edward karena tidak ada jawaban dari William.


"Si*l." umpat William sambil menarik tombak saktinya.


William menggulingkan tubuhnya kemudian turun dari ranjang sedangkan Angelica menghembuskan nafasnya dengan lega karena mereka belum melakukan hubungan suami istri terlebih privasinya belum merasakan perih tanda dirinya masih menjaga kehormatan.


"Jangan bernafas lega setelah putri keduaku ketemu kita lanjutkan." Ucap William yang ingin merasakan tubuh Angelica sambil memakai satu persatu pakaiannya.


"Tinggal dua hari kita kan bisa bebas melakukannya setiap hari. Karena Aku ingin memberikan harta berharga ku untuk malam pertama pernikahan kita." Ucap Angelica dengan nada lirih tapi terdengar jelas di telinga William.


William menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan Angelica menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya sambil menatap William dengan sendu.


"Maaf, kalau Kak William memaksa dirimu. Entah kenapa dekat denganmu Kakak tidak bisa menahannya. Baiklah Kakak akan menunggu dua hari untuk melakukan hubungan suami istri." Ucap William sambil membelai rambut Angelica dengan lembut.


Cup


"Kakak ingin mencari Julia, putri ke duaku dan semoga saja tidak hilang." Ucap William kemudian mencium kening Angelica dengan lembut.


"Amin." Jawab Angelica.


William hanya tersenyum kemudian William turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu kamarnya. William menuruni anak tangga dan melihat ke dua orang tuanya menatapnya denganmu tatapan kesal ke arah William sedangkan Edward hanya duduk memandangi William.


"Kenapa menatap William seperti itu?" Tanya William dengan wajah bingung.


"Ada apa ... ada apa? Kenapa lama sekali membuka pintunya?" Tanya Daddy Gerald sambil menatap tajam ke arah William.


"Hehehehe... Ayo kita pergi mencari Julia." ucap William sambil tertawa.


"Julia katanya pergi bersama suaminya bulan madu sekaligus ada pekerjaan proyek di mana di sana signal nya sangat susah." Jawab Daddy Gerald.


"Lalu kenapa Edward bilang Julia hilang?" Tanya William sambil menatap tajam ke arah Edward.


"Mommy telepon katanya sudah hampir sebulan Julia tidak ada kabarnya." Jawab Edward.


"Mommy mu sudah Daddy kasih tahu untuk menyelidiki siapa Alex tapi Mommy mu tidak mau malah mengatakan kalau Alex orang baik. Valen dan Julia sudah Daddy nasehati tapi mereka keras kepala dan melawan Daddy membuat Daddy kesal." ucap William.


"Tapi walau bagaimana pun Julia adalah putrimu, sekesal apapun kamu harus memperdulikannya." Ucap Mommy Monika.


"Iya Mom, setelah acara pernikahan William barulah William mencari keberadaan Julia." Jawab William.


"Bagus, sebentar lagi waktunya makan malam ajak Angelica turun." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab William patuh.


William pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke arah tangga.


"William, sepertinya tidak bisa jauh dari Angelica." Ucap Mommy Monika.


"Karena mengikuti sifat Daddy yang tidak bisa jauh dari Mommy." Jawab Daddy Gerald sambil memeluk istrinya dari arah samping.


"Oma, Opa jangan bermesraan di depan Edward donk?" Pinta Edward.

__ADS_1


__ADS_2