Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Kenapa Berhenti?


__ADS_3

"Sama sekali tidak perduli karena itulah ketika kamu mengkuatirkan Kakak membuat Kakak sangat terharu dengan perkataanmu." Jawab William.


"Tentu saja Aku sangat kuatir karena Mommy, Daddy dan Kak William adalah orang yang sangat berarti buat Angelica." Jawab Angelica jujur.


"Kok hanya orang tua Kakak dan Kakak yang sangat berarti? Memangnya orang tua Angelica tidak?" Tanya William.


"Mommy, Daddy dan Kak William sangat berarti karena sangat tulus menyayangi Angelica sedangkan ke dua orang tua Angelica tidak dikarenakan selama ini Angelica tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang mereka." Jawab Angelica jujur.


"Kalau boleh tahu apakah mereka sama sekali tidak menghubungimu? Menanyakan kabarmu atau tinggal di mana?" tanya William penasaran.


"Tidak sama sekali. Sudahlah Kak jangan bahas ke dua orang tuaku bikin aku ingin menangis." Jawab Angelica.


"Ok." Jawab William singkat.


Angelica dan William sama-sama saling diam hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mall. William menggandeng tangan Angelica dan berjalan ke arah butik untuk membelikan pakaian dan sepatu buat Angelica.


William meminta Angelica untuk mencoba dress dan sepatu dengan berbagai model setelah hampir setengah jam akhirnya Angelica sudah selesai mencoba pakaian dan sepatu. William meminta pemilik butik untuk mengirimkan ke mansion milik orang tua William.


"Pakaian dan sepatu sudah sekarang kita ke toko tas." Ucap William.


"Beli satu saja ya Kak tasnya." Pinta Angelica.


"Tidak, beli satu lusin." ucap William.


"Kebanyakan Kak." Ucap Angelica.


"Dua puluh empat lusin." Ucap William tanpa menjawab ucapan Angelica.


"Kok malah nambah?" Tanya Angelica dengan nada protes.


"Tiga puluh enam lusin, selama Kamu protes maka akan ditambahkan dua belas lusin." Jawab William.


Angelica hanya menatap kesal ke arah William membuat William tersenyum. Kemudian Angelica mulai mencoba sepatu setelah selesai sepatu - sepatu tersebut dikirim ke mansion milik orang tua William.


"Ada yang ingin di beli lagi?" Tanya William.


Grep

__ADS_1


"Sudah cukup sekarang Kita pulang." Ucap Angelica sambil menarik tangan William.


William terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Angelica sekaligus sangat senang karena Angelica menggenggam tangannya membuat William membalas genggaman tangan Angelica.


"Aku tidak menyangka kalau putrimu menjadi wanita simpanan." Ucap salah satu wanita.


"Aku saja sebagai Mommynya tidak menyangka sama sekali kalau putriku menjadi wanita simpanan apalagi dirimu." Ucap ibunya Angelica dengan nada menghina.


Angelica yang sangat hapal dengan suara ibunya membuat Angelica membalikkan badannya dan menatap Ibunya dengan tatapan kecewa.


"Sudah, lebih baik Kita pergi dari sini." Ucap William yang tidak ingin ribut sambil menarik tangan Angelica.


Tanpa banyak bicara, Angelica dan William pergi meninggalkan mall tanpa mempedulikan hinaan dari mulut Ibunya dan orang-orang.


Kini Angelica berada di dalam mobil begitu pula dengan William. Angelica menangis dan dalam tangisan Angelica mengatakan kalau orang tuanya tidak menyayangi dirinya dengan tulus.


"Sstttttt... Sudah ... Masih ada Mommy, Daddy dan Kakak yang menyayangimu dengan tulus " Ucap William sambil mengusap punggung Angelica agar rasa sesaknya berkurang.


Angelica hanya diam namun Angelica masih terisak menghilangkan rasa sesak dihatinya setelah hampir lima belas menit kemudian William mendorong perlahan tubuh Angelica.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya sedangkan William menatap bibir Angelica. William memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke arah wajah Angelica membuat Angelica memejamkan matanya.


Cup


William mengecup bibir Angelica singkat kemudian mencium kembali bibir Angelica tapi kali ini berbeda yaitu berupa lu x ma x tan. William menggigit bibir bawah Angelica agar terbuka.


Angelica pun langsung membuka bibirnya dan William pun memasukkan lidahnya ke dalam mulut Angelica sambil tangan kanannya tidak tinggal diam, masuk ke dalam dress Angelica kemudian membelai paha Angelica.


Tubuh Angelica seperti tersengat listrik membuat Angelica mengalungkan ke dua tangannya ke leher William. Hingga Angelica menepuk bahu William tanda dirinya kehabisan nafas.


William yang mengerti langsung melepaskan ciumannya dan berpindah ke leher mulus Angelica dan meninggalkan jejak kemerahan.


"Ahhhhhhh.."


Suara merdu dari mulut Angelica membuat William tersenyum bahagia kemudian William melanjutkan kembali mencium leher Angelica sambil meninggalkan jejak kemerahan.


Tangan nakal William tidak bisa tinggal diam di mana tangan William menyentuh bagian privasi milik Angelica yang sudah mulai basah akibat ulah dirinya tanda kalau Angelica sudah mulai terang xx sang.

__ADS_1


Tombak sakti milik William semakin bertambah sesak membuat William melepaskan ciumannya dan kembali duduk dengan normal.


"Kak William, kenapa berhenti?" protes Angelica yang ingin segera dituntaskan.


"Maaf, Kakak takut kebablasan." Jawab William sambil menyalakan mobil.


Angelica hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya ke arah samping jendela seakan dirinya sangat kesal dengan William sedangkan William yang melihat wajah kecewa Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Apakah kamu mau menyerahkan harta berharga mu untuk Kakak?" Tanya William sambil masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Maksud Kak William?" tanya Angelica dengan wajah bingung.


William menghentikan mobilnya kemudian menarik tangan Angelica membuat Angelica menatap ke arah William. William mengarahkan tangan Angelica untuk menyentuh tombak sakti miliknya yang sudah sangat tegang.


"Kamu bisa merasakannya?" Tanya William sambil menatap ke arah wajah cantik Angelica.


"Keras dan panjang, apakah muat masuk ke punyaku?" Tanya Angelica polos.


"Apakah kamu ingin mencobanya?" tanya William sambil menatap ke arah Angelica.


Angelica menganggukkan kepalanya tanpa berpikir terlebih dirinya sering melihat ke dua orang tuanya dan juga paman bersama kekasihnya membuat Angelica ingin merasakannya.


"Kamu yakin?" Tanya William memastikan.


"Sangat yakin." Jawab Angelica.


"Kenapa kamu mau memberikan kehormatan mu untuk Kakak?" Tanya William.


"Karena Kak William sangat baik padaku dan aku percaya Kak William akan bertanggung jawab." Jawab Angelica.


"Baiklah, kalau begitu kita ke apartemen milik Kakak." Ucap William yang juga ingin merasakan tubuh Angelica.


Selesai mengatakan hal itu William menyalakan kembali mobilnya kemudian melanjutkan perjalanannya namun kini bukan ke mansion orang tuanya melainkan apartemen miliknya.


Wajah William terlihat jelas sangat gembira dan ingin lekas sampai di apartemen miliknya berbeda dengan Angelica, yaitu apakah keputusannya sudah tepat memberikan kehormatan untuk pria yang baru di kenalnya yang belum ada satu hari.


'Jika aku hamil, bagaimana?' tanya Angelica dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2