Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Balas Dendam


__ADS_3

Ceklek


Ketika William ingin menjawab ucapan Angelica bersamaan pintu kamar Angelica terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat Daddy Gerald dan Mommy Monika menatap horor ke mereka berdua.


Glek


Glek


"Mommy, Daddy." Panggil William dan Angelica bersamaan sambil masing-masing menelan salivanya dengan kasar seperti orang ketahuan mengambil barang milik orang lain.


"Mommy kan bilang hanya lima belas menit tapi kenapa ini sampai satu jam lebih?" Tanya Mommy Monika dengan matanya mendelik ke arah William.


"Maaf Mom, William kangen banget sama Angelica." Ucap William merasa bersalah dengan ke dua orang tuanya.


Selesai mengatakan hal itu William berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaiannya karena tidak mungkin mengganti pakaian di depan ke dua orang tuanya terlebih di depan Mommy Monika.


Mommy Monika dan Daddy Gerald hanya bisa memijat keningnya yang tidak pusing karena melihat sifat William yang seperti remaja yang jatuh cinta padahal umurnya sudah hampir kepala empat.


"Mommy, Daddy bolehkah Angelica ikut pergi?" Tanya Angelica penuh harap.


"Maaf Angelica, sebentar lagi kamu dan William akan menikah jadi tidak baik jika kalian sering bertemu." Jawab Mommy Monika.


"Angelica bosan Mom, kalau di mansion terus tanpa melakukan apa-apa." Ucap Angelica dengan wajah sendu.


"Daddy tahu kamu merasa bosan dan ingin keluar tapi belum saatnya kamu keluar." Ucap Daddy Gerald.


'Karena jika kamu keluar bisa dipastikan keluargamu akan melakukan balas dendam baik kamu dan William.' Sambung Daddy Gerald.


"Lalu kapan Angelica bisa keluar Dad, Mom?" Tanya Angelica penuh harap.


"Nanti jika kalian sudah resmi menikah maka kamu bisa ikut pergi bersama kamu ataupun bersama suamimu." Jawab Mommy Monika.


Ceklek


Tiba-tiba pintu kamar Angelica terbuka membuat mereka membalikkan badannya dan melihat Maria dan Gesha masuk ke dalam kamar Angelica.


"Kak William, kemana Mom?" Tanya Maria dan Gesha bersamaan.


ceklek


"Kenapa nama Kakak di sebut?" Tanya William sambil membuka pintu kamar mandi.


"Kakak ngapain saja sih lama banget?" Tanya Gesha dengan nada protes.

__ADS_1


"Masa kangen - kangen nya lama banget, keburu jamuran tahu." Sambung Maria dengan nada kesal.


"Maaf ya." Ucap Angelica yang tidak enak hati dengan keluarga Daddy Gerald.


"Kenapa minta maaf Kak? Kita kan lagi marahin Kak William." Ucap Maria dan Gesha bersamaan.


Walau umur mereka lebih tua tapi karena Angelica merupakan calon istri William yang merupakan Kakak kembar untuk Gesha dan Kakak ipar bagi Maria jadi mau tidak mau memanggil Angelica dengan sebutan Kakak.


"Tapi kan gara-gara Kakak, pergi nya jadi lama." Ucap Angelica yang masih merasa tidak enak hati.


"Angelica jangan kamu masukkin dalam hati, karena Mereka marah - marah tidak jelas karena semalam tidak dapat jatuh dari suaminya." Ucap William sambil berjalan ke arah Angelica.


"Kak William!" pekik Maria dan Gesha bersamaan sambil berjalan ke arah William.


Bugh


Bugh


"Aduh." Ucap William sambil mengusap ke dua bahunya.


Maria dan Gesha yang sangat kesal dengan ucapan William membuat ke dua wanita itu memukul masing-masing bahu William membuat William meringis.


"Rasain." Ucap Maria dan Gesha bersamaan.


Walau Maria merupakan adik iparnya namun Maria sudah di anggap keluarga karena itulah Maria menganggap William tidak lebih sebagai kakaknya.


Plak


Mommy Monika menepis tangan William membuat William melepaskan tangan Angelica.


"Mommy sakit." Ucap William sambil memijat tangannya.


"Biarin, kamu kenapa menarik tangan Angelica? Apakah kamu tidak lihat Angelica menggunakan jubah handuk?" Tanya Mommy Monika sambil melirik ke arah Daddy Gerald.


"Daddy turun saja Mom." Ucap Daddy Gerald tiba-tiba sambil membalikkan badannya.


"Ok." Jawab Mommy Monika singkat.


Lirikan Mommy Monika membuat Daddy Gerald pergi dari kamar Angelica. Daddy Gerald tahu kalau Mommy Monika orangnya cemburuan walau Angelica sudah di anggap anak sendiri dan tidak ada perasaan tapi tetap saja dirinya menghargai perasaan istrinya.


"Maaf Mom, William lupa." Ucap William sambil tersenyum dan memperlihatkan dua barusan gigi yang putih membuat silau bagi yang melihatnya.


"Senyuman Kakak jelek." Ucap Maria dan Gesha bersamaan.

__ADS_1


"Biarin daripada melihat kalian bikin Kakak mules. Pergi sana hush ... Hush ... Hus ..." Ucap William sambil mengusir ke dua adiknya seperti mengusir anak ayam.


"Memangnya kami anak ayam?" Ucap Maria dan Gesha bersamaan dengan nada kesal.


Maria dan Gesha ingin rasanya mengikatnya di pohon toge terus mencabut bulu ayam untuk mengelitiki tubuh William agar William kegelian.


"William, Maria dan Gesha bisakah kalian akur sebentar saja." Pinta Mommy Monika sambil matanya mendelik.


"Maaf Mom." Jawab ke tiganya bersamaan.


Grep


"Kamu jangan merasa bersalah, mereka memang seperti itu bercanda dan bertengkar tapi giliran tidak ada pada nyariin." Ucap Mommy Monika sambil menggenggam tangan Angelica.


"Apa yang dikatakan Mommy benar, kami hanya bercanda jadi jangan dipikirkan." Ucap Maria.


"Betul Kak, jadi Kakak jangan merasa bersalah, benarkan Kak William?" Tanya Gesha sambil menatap Kakak kembarnya.


"Betul sekali, kami sangat suka bercanda." Ucap William.


Angelica hanya tersenyum dan dalam hatinya yang teramat dalam dirinya akan melindungi keluarga calon suaminya terutama calon suaminya walau nyawanya menjadi taruhannya.


"Angelica, kami pergi dulu dan pesan Mommy jangan pergi ke mana-mana dulu karena kita tidak pernah tahu siapa musuh yang akan menyerang kita." Ucap Mommy Monika yang tidak mungkin mengatakan kalau keluarga besarnya Angelica ingin membuat perhitungan.


"Baik Mom." Jawab Angelica patuh.


Angelica mengecup punggung tangan Mommy Monika sedangkan dengan Maria dan Gesha hanya cipika cipiki. Ke tiga wanita tersebut pergi meninggalkan kamar Angelica di mana William masih berdiri di sebelah Angelica.


Grep


"Kakak pergi dulu, kalau ada apa-apa kabarin Kakak." Ucap William sambil memeluk tubuh Angelica.


"Baik Kak." Jawab Angelica patuh sambil membalas pelukan William.


Cup


"Kakak sangat mencintaimu dan tidak sabar ingin menikah denganmu." Ucap William kemudian mengecup kening Angelica dengan lembut.


"Aku juga Kak tidak sabar menikah dengan Kak William." Ucap Angelica.


"Kakak pergi dulu, jaga dirimu baik-baik." Ucap William sambil melepaskan pelukannya.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian William pergi meninggalkan kamar Angelica menuju ke lantai satu.

__ADS_1


William yang baru saja melangkahkan ke dua kakinya ke anak tangga bersamaan ada pesan masuk membuat William menghentikan langkahnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan.


Rahang William mengeras ketika membaca pesan tersebut membuat William menuruni anak tangga menuju ke ruang keluarga dengan langkah cepat.


__ADS_2