Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Mengganggu Kesenanganku


__ADS_3

Ketika William membuka suaranya terdengar seorang pria memanggil Angelica membuat William tidak jadi mengatakannya. William memalingkan wajahnya ke arah belakang karena posisinya membelakangi dirinya dan William melihat ada dua pria menatap Angelica dengan tatapan amarah yang teramat sangat.


"Daddy, Paman," panggil Angelica dengan wajah terkejut sambil berdiri dari kursi begitu pula dengan William.


"Daddy tidak menyangka kalau kamu sangat suka menggoda Om - Om," ucap Ayahnya sambil menatap tajam ke arah putri sambungnya.


Ayah kandung Angelica sudah meninggal kemudian Ibu kandungnya menikah lagi dengan pria kaya yang sekarang berada dihadapannya.


Namun Angelica tidak tahu kalau pria dihadapannya bukanlah Ayah kandungnya hanya keluarga besarnya khusus untuk orang-orang yang sudah dituakan.


William yang melihat para pengunjung menatap rendah ke arah Angelica karena Ayahnya menghina Angelica membuat William langsung menjentikkan jarinya.


Tidak berapa lama datang beberapa bodyguard William dan kantin tersebut langsung sepi tanpa penghuni karena diusir oleh para bodyguard milik William.


"Maksud Daddy apa?" tanya Angelica dengan wajah penuh kecewa dan matanya berkaca-kaca membuat tubuh Angelica gemetar.


Angelica memegang meja agar dirinya tidak terjatuh. Sebenarnya William ingin memeluk tubuh Angelica karena tidak tega melihatnya namun William sadar jika dirinya melakukan hal itu yang ada Angelica akan semakin disalahkan oleh Ayahnya.


"Kamu menggoda Pamanmu dan meminta Paman untuk menyiksa serta menceraikan Tante mu. Awalnya Daddy tidak percaya tapi ketika melihatmu bersama pria yang seumuran dengan Daddy membuat Daddy percaya kalau kamu itu anak nakal dan *******," ucap Ayahnya dengan nada menghina.


"Apakah Daddy, percaya dengan pria brengs*k itu dari pada putri kandung Daddy?" tanya Angelica yang tidak tahu kalau pria itu bukan Ayah kandungnya.


"Jaga mulutmu, benar kata Pamanmu kalau kamu itu tidak sopan sama orang yang lebih tua," ucap Ayahnya dengan nada satu oktaf.


"Justru yang tidak sopan itu kalian berdua terlebih pria itu," ucap William sambil menunjuk Pamannya Angelica.


William yang tidak tahan melihat tubuh Angelica bergetar di tambah suara Angelica membuat hatinya sangat sakit dan tidak bisa lagi menahan amarahnya.


"Apa maksudmu? jangan ikut campur urusan keluarga Kami. Aku ingin bicara dengan putri ku setelah itu baru Aku bicara dengan Anda karena telah berani menggoda putriku," ucap Ayahnya Angelica sambil menatap tajam ke arah William.


"Ada apa ini?" tanya seorang pria paruh baya yang tiba-tiba datang bersama seorang wanita.


"Ini Dad, mereka menuduhku kalau aku pacaran dengan putrinya," jawab William menjelaskan.


Ternyata yang datang adalah Daddy Gerald dan Mommy Monika, mereka berdua berjalan ke arah putra sulungnya


Mommy Monika yang melihat mata Angelica berkaca-kaca di tambah tubuhnya bergetar membuat Mommy Monika berjalan mendekati Angelica.


Grep


"Apa benar yang dikatakan putraku?" tanya Mommy Monika dengan nada lembut sambil memeluk Angelica dari arah samping.


"Benar Nyonya, padahal putra Nyonya sudah menolongku ketika Pamanku ingin menamparku," jawab Angelica sambil membalas pelukan Mommy Monika yang membuat dirinya merasa tenang.


"Panggil Mommy Monika," jawab Mommy Monika.


"Kalian dengar sendiri kan perkataan nya?" tanya Daddy Gerald sambil menatap tajam ke arah mereka.


"Kakak Ipar mereka berbohong, jangan percaya dengan omongan Angelica apalagi mereka,'' ucap adik iparnya.


"Maksudmu keluarga besar Gerald suka berbohong?" tanya Daddy Gerald dengan nada dingin dan wajah datar.


"Kalian keluarga besar Gerald?" tanya pria tersebut dan adik iparnya bersamaan dengan wajah sangat - sangat terkejut.


Keluarga Gerald adalah keluarga terkaya nomer satu di negara tersebut sehingga banyak orang yang mengetahuinya termasuk keluarga besar Angelica.


"Benar sekali dan rumah sakit ini adalah milik keluarga kami. Jika kami mau kalian bisa saja kami usir dari rumah sakit ini," ucap Daddy Gerald dengan nada mengancam.


Angelica yang mendengar ucapan Daddy Gerald langsung melepaskan pelukannya begitu pula dengan Mommy Monika.


Angelica mengatupkan ke dua tangannya kemudian diletakkan di dadanya sambil menatap ke arah Daddy Gerald dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Tuan, aku mohon jangan lakukan itu, Tanteku sedang terluka akibat ulah Paman," mohon Angelica.


"Angelica! Paman tidak mungkin menyiksa istri sendiri!" Bentak Pamannya.


Angelica melepaskan ke dua tangannya kemudian menatap tajam ke arah Pamannya dengan tatapan kebencian.


"Paman, aku melihat sendiri ketika aku datang ke mansion. Di mana Paman melakukan hubungan suami istri dengan wanita lain dan ketika Tante marah maka Paman memukuli Tante. Kejadian itu bukan hanya sekali tapi berkali-kali ketika Angelica datang ke mansion," ucap Angelica sambil menatap tajam ke arah Pamannya


"Kenapa kamu tidak mengatakan ke daddy?" tanya Ayahnya dengan nada kesal.


"Aku ingin mengatakan hal itu sama Daddy dan Mommy tapi Tante memohon untuk tidak mengatakannya," jawab Angelica jujur.


"Benarkah? Tapi kata Paman dan Tante mu kalau kamu merayu suaminya sekaligus pria ini," ucap Ayahnya dengan wajah kesal sambil menunjuk ke arah William.


Deg


Deg


Jantung Angelica berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi perkataan Tantenya yang selama ini sangat di sayangi dan sangat di perduli kan ternyata memfitnah dirinya membuat Angelica menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Pamannya hanya tersenyum menyeringai dan tanpa sepengetahuan Pamannya kalau Daddy Gerald, Mommy Monika dan William melihatnya.


"Daddy, aku tidak mungkin berbohong," ucap Angelica dengan mata berkaca-kaca.


"Angelica," panggil Ibunya yang tiba-tiba datang sambil menatap nyalang ke arah putri kandungnya.


"Mommy, Paman berbohong," ucap Angelica untuk meminta bantuan.


"Angelica, Mommy tidak percaya ternyata kamu serendah itu," ucap Ibunya sambil masih berjalan ke arah Angelica dan bersiap untuk menampar Angelica.


Deg


Deg


Tes


Tes


Rasa kecewa yang teramat sangat terhadap ke dua orang tuanya membuat tubuh Angelica bergetar dengan hebat.


Grep


Mommy Monika memeluk kembali tubuh gemetar Angelica kemudian membelai bahunya agar mengurangi rasa sesak di hatinya.


"Cukup!" teriak Daddy Gerald tiba-tiba.


Entah kenapa Daddy Gerald tidak tega melihat kesedihan Angelica membuat Daddy Gerald memberikan pelajaran ke mereka yang tidak percaya dengan Angelica.


"William, hubungi anak buah kita untuk mengambil laptop milik Daddy di mobil untuk meretas cctv di mansion milik Tantenya Angelica!" perintah Daddy Gerald.


"Baik Dad," jawab William patuh sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya untuk menghubungi anak buahnya.


"Sayang, apa nama mansion milik Tante mu?" tanya Mommy Monika dengan nada lembut.


"Mansion Delasa Costal Fernando," jawab Angelica.


"Kalian tidak perlu campur urusan keluarga besar kami," ucap Pamannya Angelica dengan wajah mulai pucat pasi.


"Memangnya kenapa? Anda takut?" tanya Daddy Gerald dengan wajah sinis.


"Aku tidak takut," jawab Pamannya Angelica berbohong.

__ADS_1


"Baik, kita lihat apakah perkataan Angelica atau perkataan dirimu yang benar," Ucap Daddy Gerald.


Pamannya hanya bisa menahan amarahnya sedangkan Angelica menatap ke dua orang tuanya dengan perasaan yang sangat kecewa karena tidak ada yang mempercayai dirinya.


Tes


Tes


Tidak berapa lama air matanya kembali keluar, rasa sakit yang teramat sangat namun tidak berdarah karena ke dua orang tuanya tidak mempercayai perkataannya di tambah dirinya selalu menyayangi Tantenya malah ikut menuduhnya.


William yang melihat Angelica menangis ingin rasanya memeluknya dan menghapus air mata Angelica tapi dirinya tidak bisa melakukan hal itu.


Hal itu bisa dipastikan Angelica akan dipojokkan oleh kedua orang tuanya kalau mereka ada hubungan terlebih tadi ke dua orang tuanya sudah menuduh mereka. Hal itu membuat William hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya untuk menyalurkan kemarahannya.


Grep


Mommy Monika yang melihat Angelica menangis langsung menghapus air mata Angelica agar berhenti keluar kemudian memeluknya dari arah samping.


'Jika keluargamu tidak menerima dirimu, tinggallah bersama Mommy karena mulai sekarang Mommy akan menganggap dirimu sebagai putri kandung Mommy,' ucap Mommy Monika sambil berbisik tepat di telinga Angelica.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan Mommy Monika sedangkan Ibu kandungnya hanya menatapnya tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Mommy Monika terhadap putrinya yang bernama Angelica.


Setelah beberapa saat terdiam salah seorang bodyguard milik Daddy Gerald datang sambil menyerahkan laptop milik Daddy Gerald.


Lalu Daddy Gerald duduk di kursi kemudian mengotak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian Daddy Gerald berhasil meretas cctv di Mansion Dela Costa Flower tempat tinggal Tante dan Pamannya Angelica.


"Lihatlah rekaman video ini." Ucap Daddy Gerald kemudian memutar video cctv tersebut lalu diarahkan ke orang tua Angelica dan merekapun melihatnya.


xxxxxxx Rekaman Video CCTV On xxxxxxx


Mereka melihat dari rekaman video cctv lewat layar laptop di mana Paman Angelica bersama wanita cantik dan seksi duduk di ruang keluarga sedang berbicara tentang bisnis. Selesai berbicara tentang bisnis mereka mengobrol seputar masalah pribadi.


"Istrimu kemana?" tanya wanita itu.


"Sedang belanja, kenapa?" tanya Paman Angelica.


"Apakah Tuan puas dengan pelayanan istri, Tuan?" tanya wanita cantik itu sambil membuka kancing kemeja yang paling atas.


"Sebenarnya kurang puas, apakah kamu mau memuaskan aku?" tanya Paman Angelica balik bertanya sambil menyentuh salah satu paha wanita cantik tersebut kemudian membelainya.


Tanpa menjawab wanita cantik itu menarik tangan Paman Angelica kemudian duduk di pangkuan Paman Angelica. Mereka saling mendekatkan bibir dan akhirnya mereka saling berciuman.


Sambil berciuman mereka berdiri untuk melepaskan pakaian mereka satu persatu hingga beberapa saat mereka melepaskan ciumannya.


"Aku akan memuaskan mu asalkan aku diberikan rumah agar kita bisa bebas melakukan ini setiap Tuan inginkan," ucap wanita cantik tersebut sambil membelai dada Paman Angelica yang sudah polos tanpa sehelai benangpun.


"Jangan kuatir aku akan memberikan apa yang kamu minta asalkan Kamu bisa memuaskan Aku," ucap Paman Angelica.


Mereka melepaskan pakaian yang tersisa hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian wanita itu di dorong perlahan di sofa bersamaan pintu utama terbuka dan tampak Tantenya Angelica datang sambil membawa kantong belanjaan.


Bruk


Ketika Tantenya Angelica berjalan ke arah ruang keluarga Tantenya Angelica sangat terkejut melihat suaminya sedang melakukan pemanasan hingga terdengar suara yang sangat menjijikkan di telinganya hingga belanjaan Tante Angelica jatuh ke lantai.


"Sayang, apa yang sayang lakukan?" tanya istrinya dengan mata berkaca-kaca.


Suami dan wanita tersebut sangat terkejut dengan kedatangan Tantenya Angelica membuat suaminya menghentikan kesenangannya kemudian turun dari tubuh polos wanita cantik tersebut dan berjalan ke arah istrinya.


Plak


Bruk

__ADS_1


"Brengs*k mengganggu kesenanganku," bentak suaminya kemudian menampar pipi mulus istrinya yang lumayan keras hingga istrinya nyaris jatuh ke lantai jika saja istrinya tidak gendut.


__ADS_2