Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Putraku Bukan Seperti Itu


__ADS_3

Selesai menampar, suaminya membalikkan badannya dan berjalan ke arah sofa panjang untuk melanjutkan yang tadi sempat tertunda.


ceklek


Dari pintu utama datang Angelica sambil membawa tas dan buku kuliah dan berjalan ke arah ruang keluarga namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara laknat dari ruang keluarga membuat Angelica mengintip apa yang terjadi.


Mata Angelica membulat sempurna melihat Pamannya melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga dan yang membuat Angelica shock wanita itu bukan Tantenya. Angelica melihat Tantenya hanya bisa menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya sambil menahan agar tidak menangis.


Hingga setengah jam kemudian barulah mereka berhenti kemudian Pamannya Angelica bangun dari tubuh polos wanita cantik tersebut kemudian berjalan ke arah istrinya.


"Ingat, jangan coba-coba mengadu ke kakakmu jika tidak kamu akan ma ti," ancam pria tersebut.


Selesai mengatakan hal itu Pamannya menggendong tubuh polos wanita itu menuju ke kamar Pamannya Angelica.


"Sayang, aku sangat puas kita lakukan lagi ya di kamarku," ucap Pamannya Angelica tanpa punya perasaan.


"Baik sayang," jawab wanita itu sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Pamannya Angelica.


Wanita tersebut tersenyum menyeringai menatap ke arah Tantenya Angelica yang menangis tanpa mengeluarkan suara karena mulutnya di tutup dengan ke dua tangannya dari balik punggung Pamannya Angelica.


Sedangkan Pamannya Angelica tersenyum bahagia kemudian berjalan menaiki anak tangga satu demi satu hingga mereka tidak terlihat barulah Angelica keluar dari persembunyiannya.


"Tante," panggil Angelica sambil berjalan ke arah Tantenya.


Bruk

__ADS_1


"Hiks... Hiks ... Hiks ... Angelica..." Isak Tantenya sambil duduk di lantai.


Grep


"Tante, Paman sangat jahat sama Tante lebih baik Tante bilang sama Daddy," ucap Angelica sambil berlutut kemudian memeluk tubuh Tantenya.


"Paman akan membunuhku jika Tante mengadu ke Daddy mu," ucap Tantenya sambil membalas pelukan Angelica.


"Tante harus percaya kalau Daddy pasti akan melindungi Tante dari kejahatan Paman dan Tante tenang saja Angelica akan membantu Tante jika Paman ingin melukai Tante," ucap Angelica sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Tantenya Angelica.


"Tapi Tante tidak tega jika Paman terluka," ucap Tantenya.


"Tante, Paman sangat jahat karena telah berselingkuh dan menampar wajah Tante terlebih mengancam Tante jadi lebih baik Tante katakan semua sama Daddy agar Tante terlindungi dan bercerai dengan laki-laki yang tidak mempunyai hati," ucap Angelica.


"Pipi Tante merah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, itu sudah jelas bekas tamparan," jawab Angelica.


"Angelica, tolong untuk sementara jangan katakan dulu sama Daddy mu tentang hal ini," pinta Tantenya tanpa menjawab ucapan Angelica.


"Maksud Tante, Tante akan bertahan dengan sifat dan sikap Paman yang menindas Tante?" tanya Angelica dengan wajah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tantenya.


"Tante akan coba menasehatinya jika tidak berubah Tante akan mengatakan semuanya ke Daddy mu," jawab Tantenya beralasan.


Angelica hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah wajah Tantenya.


"Terserah Tante saja karena Angelica hanya bisa menasehati Tante dan semoga saja Paman bisa berubah," ucap Angelica sambil berdiri begitu pula dengan Tantenya.

__ADS_1


"Terima kasih Angelica," ucap Tantenya.


"Sama-sama Tante, Angelica pulang dulu," pamit Angelica sambil mengecup punggung tangan Tantenya karena Angelica tidak ingin berlama-lama tinggal di mansion tersebut.


"Hati-hati,'' jawab Tantenya.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mansion tersebut.


xxxxxxxx Rekaman Video CCTV Off xxxxxxxx


''Sudah tahu siapa yang salah?" tanya Daddy Gerald sambil tersenyum menyeringai.


Bugh


Bugh


Tanpa menjawab Ayahnya Angelica memukul wajah adik iparnya sebanyak dua kali. Dirinya merasa sangat bersalah karena telah mempercayai adik iparnya dan juga adik kandungnya. Pamannya Angelica tidak menyangka kalau kejahatannya dapat terbongkar oleh Ayahnya William.


"Tunggu dulu Kakak Ipar, Kakak ipar tidak marah melihat putri Kakak menjadi simpanan daddy sugar?" tanya Pamannya sambil menunjuk ke arah William.


Bugh


Bugh


"Brengs*k, putraku bukan seperti itu!" bentak Daddy Gerald sambil memukul dua kali wajah Pamannya Angelica.

__ADS_1


__ADS_2