Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Kenapa Daddy ingin tahu?


__ADS_3

"Angelica tidak tahu Mom tapi yang pasti Angelica merasa sangat nyaman dan terlindungi. Ketika Pamanku ingin menamparku, Kak William datang dan menahan tangannya agar aku tidak di tampar." Jawab Angelica sambil menatap ke arah langit dengan mata berkaca-kaca.


"Selain itu?" Tanya Mommy Monika.


"Aku sangat nyaman dengan keluarga Kak William di mana Aku merasa dilindungi dan dipercayai sedangkan ke dua orang tuaku sama sekali tidak percaya denganku." Jawab Angelica.


"Maksudnya?" Tanya Mommy Monika.


"Ketika Paman memfitnahku ke dua orang tuaku langsung mempercayai dan memarahiku di depan semua orang. Jujur saat itu rasanya aku sangat malu, marah dan benci secara bersamaan dengan ke dua orang tuaku hingga Daddy Gerald memperlihatkan rekaman video cctv agar ke dua orang tuaku melihatnya dan percaya kalau Aku tidak bersalah." Jawab Angelica.


"Karena itulah kamu ingin menenangkan diri untuk tidak tinggal di mansion milik orang tuamu." tebak Mommy Monika.


"Betul Mom dan Angelica sangat yakin pasti Paman dimaafkan oleh ke dua orang tuaku." ucap Angelica.


"Kenapa kamu sangat yakin? Karena sudah jelas - jelas Pamanmu berselingkuh dan memukuli istrinya." ucap Mommy Monika dengan wajah terkejut.


"Paman sangat pintar bersilat lidah, Mommy bisa melihat sendiri kan bagaimana Tante menuduhku padahal sudah jelas - jelas Tante tahu kalau Paman berselingkuh. Padahal saat itu Angelica berkali - kali menasehati Tante untuk berpisah dengan Paman tapi yang ada aku di tuduh berselingkuh dengan Paman." Ucap Angelica sambil tersenyum namun terlihat jelas kalau Angelica ingin menangis.


"Orang tuaku langsung percaya dan menuduhku kalau aku menggoda Paman dan juga menggoda Kak William padahal itu semua fitnah. Hanya Mommy, Daddy dan Kak William orang yang tidak Angelica kenal lebih percaya sama Angelica." sambung Angelica.


Tes


Tes


Tes


Angelica yang tidak bisa menahan agar air matanya keluar kini akhirnya keluar membuat Mommy Monika memeluk Angelica dan Angelica pun membalas pelukan Mommy Monika.


"Mommy bisa melihat sendiri bukan, ketika dua kartuku dan perhiasan yang aku kenakan semuanya di minta. Hal itu membuat Angelica mengembalikan semua yang pernah dibelikan sama orang tuaku dan hanya menyisakan kartu identitas serta pakaian yang aku kenakan." ucap Angelica.


"Angelica tidak perduli hidup miskin tapi yang tidak habis Angelica pikir adalah apakah ke dua orang tua Angelica tidak memikirkan bagaimana aku hidup tanpa memegang uang sama sekali? Apakah mereka tidak berpikir bagaimana kalau ternyata aku di culik atau di jual? Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Mommy, Daddy dan Kak William." ucap Angelica dengan suara tercekat.


'Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membalas budi kalian walau nyawa akan menjadi taruhan ku.' sambung Angelica dalam hati.


"Sstttttt... sudah jangan di bahas lagi, besok siang pergilah dengan William." ucap Mommy Monika mengalihkan pembicaraan sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angelica.


"Pergi ke mana Mom?" tanya Angelica sambil menghapus air matanya.


"Ke mall untuk membeli semua keperluan mu." Jawab Mommy Monika.


"Tapi Mom, Angelica tidak punya uang nanti saja kalau Angelica sudah berkerja dan mempunyai gaji barulah Angelica akan membeli semua keperluan Angelica." jawab Angelica.


"Kenapa harus menunggu kerja dan gajian? Duit kami sangat banyak jadi tidak perlu menunggu." ucap Mommy Monika.


"Angelica tidak mau Mom, nanti orang mengira kalau Angelica memanfaatkan Mommy dan Daddy serta Kak William." Tolak Angelica dengan nada halus.


"Jika ada orang yang berani mengatakan hal itu maka Mommy dan Daddy akan mengatakan ke mereka kalau kamu adalah putri angkat kami jadi sudah sewajarnya sebagai orang tua angkat membelikan keperluan anak angkatnya." ucap Mommy Monika.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Angelica pinjam nanti kalau gajian Angelica akan mengembalikan utang Angelica?" tanya Angelica yang tidak ingin di anggap sebagai wanita matre.


"Terserah Angelica saja." Jawab Mommy Monika.


'Kamu memang sangat berbeda dan Mommy sangat berharap agar Kamu berjodoh dengan putraku.' Sambung Mommy Monika dalam hati.


Grep


Cup


"Terima kasih banyak Mom." ucap Angelica sambil memeluk dan mengecup pipi Mommy Monika.


"Untuk?" tanya Mommy Monika dengan wajah bingung.


"Untuk semua yang Mommy, Daddy dan Kak William lakukan untuk Angelica." jawab Angelica sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama sayang." ucap Mommy Monika sambil mengusap rambut Angelica dengan lembut.


'Kamu memang sangat berbeda dengan wanita di luaran sana termasuk Valen mantan istri William.' sambung Mommy Monika dalam hati.


"Oh ya, berarti kamu sangat nyaman dan merasa terlindungi dengan putraku William?" tanya Mommy Monika mengulangi perkataan Angelica.


"Betul Mom tapi untuk cinta mungkin seiring berjalannya waktu Angelica menyukai Kak William." Jawab Angelica.


"Oh ya tadi waktu William mencium mu, apa yang kamu rasakan?" Tanya Mommy Monika penasaran sekaligus kepo.


Angelica langsung menutupi wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya membuat Mommy Monika tersenyum.


Angelica perlahan menurunkan ke dua tangannya dan menatap ke arah Mommy Monika untuk mendengar kalimat selanjutnya.


"Selain itu kamu bisa melihat sendiri ketika ada wanita cantik dan seksi berjalan di depan Daddy dan William untuk menggoda mereka, tapi Daddy dan William hanya memandangi kita berdua di mana Daddy memandangi Mommy sedangkan William memandangi dirimu." ucap Mommy Monika menjelaskan.


"Angelica ingat Mom, waktu di parkiran rumah sakit ada gadis cantik banget dan seksi tapi Kak William tidak memperdulikan malah Angelica langsung di gendong menuju ke mobil dan menatap ke arah depan tanpa melirik ke kanan dan ke kiri di mana mereka berusaha menggoda Kak William." ucap Angelica.


"Betul sekali, kedua anak kembar kami yang bernama William dan Willy, sifatnya hampir sama seperti Daddy dalam hal mesumnya." Ucap Mommy Monika.


"Awalnya Mommy pikir hanya Willy yang mengikuti sifatnya tapi ternyata Mommy salah. Mommy baru mengetahuinya kalau ternyata William juga sama sifatnya seperti Daddy setelah mengenalmu." sambung Mommy Monika.


"Memangnya selama ini dengan mantan istrinya Kak William tidak mesum, Mom?" tanya Angelica penasaran.


"Tidak pernah, ketika kami berkumpul mantan istrinya mempunyai kebiasaan menjelekkan salah satu iparnya hingga akhirnya anak dan menantu Mommy dan Daddy pergi bersama pasangannya sambil saling berpelukan. William sangat marah terhadap mantan istrinya dan kemudian pergi meninggalkan nya begitu pula dengan Daddy dan Mommy." jawab Mommy Monika panjang lebar.


"Sejak saat itu ke dua anak kembar Mommy dan Daddy bersama pasangan masing-masing seminggu sekali berkumpul di suatu tempat. Terkadang di mansion dan terkadang di restoran dengan mengundang William tapi dengan satu syarat tidak boleh membawa istrinya." sambung Mommy Monika.


"Kenapa tidak diberi satu kesempatan Mom?" tanya Angelica.


"Sudah diberikan kesempatan sebanyak tiga kali tapi tidak pernah berubah selain itu dia selalu berprasangka buruk dengan sahabatnya sekaligus adik iparnya yang bernama Maria. Nanti Mommy akan memperkenalkan mu sama anak-anak Mommy dan Daddy, ke dua adik kembarnya William juga keluarga besar lainnya." jawab Mommy Monika.

__ADS_1


"Tapi Angelica malu Mom." ucap Angelica.


"Kenapa malu? Mereka semua baik dan tidak pernah merendahkan orang lain jadi kamu tenang saja dan jangan kuatir karena kamu pasti di terima oleh keluarga besar suamiku." Ucap Mommy Monika.


"Tapi waktu dikenali, Mommy temani Angelica ya." pinta Angelica.


"Iya tenang saja." jawab Mommy Monika sambil tersenyum.


Angelica kembali tersenyum begitu pula dengan Mommy Monika. Di tempat yang sama tapi di ruangan yang berbeda tepatnya di kamar William di mana William duduk di sofa dan berhadapan dengan Daddy Gerald yang hanya dibatasi oleh meja.


"William, Daddy hanya ingin tahu apakah kamu menyukai Angelica?" tanya Daddy Gerald sambil menatap putra sulungnya.


"William tidak tahu Dad, ketika berdekatan dengan Angelica jantung William berdetak sangat kencang terlebih ketika menatap bibirnya membuat William ingin mengecupnya." Jawab William jujur.


"Selain itu adik kecilmu langsung tegang dan ingin merasakan seperti apa rasanya." ucap Daddy Gerald dengan nada menyindir.


"Kok Daddy bisa tahu?" tanya William dengan wajah terkejut.


"Ya tahulah dulukan Daddy begitu juga." jawab Daddy Gerald.


"Sama Mommy?" tanya William kepo.


Peletak


"Aduh Daddy, kenapa men jitak kepala William?" tanya William dengan nada protes.


"Biarin, habis kamu bikin Daddy kesal tentu saja sama Mommy." jawab Daddy Gerald sambil menatap sebal ke arah putra sulungnya.


"Hehehehe... Daddy jangan marah donk," rayu William.


"Rayuan mu tidak mempan." ucap Daddy Gerald.


"Kalau Mommy?" tanya William.


"Baru mempan." Jawab Daddy Gerald.


"Kalau begitu nanti William minta bantuan Mommy untuk selalu membahagiakan Daddy yang sangat tampan dan baik hati." ucap William.


"Sepertinya ada udang di balik bakwan." celetuk Daddy Gerald.


"Hehehehe... Daddy memang hebat." jawab William sambil tertawa.


"Dari dulu," jawab Daddy Gerald bangga.


"Menyesal memuji Daddy." Ucap William sambil menatap Daddy Gerald dengan sebal.


"Sudahlah sekarang Daddy mau bicara serius sama kamu. Waktu kamu baru menikah dengan Valen apakah kalian pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya Daddy Gerald kepo.

__ADS_1


"Aish ... Kenapa Daddy ingin tahu?" tanya William balik bertanya.


"Nanti Daddy akan kasih tahu kenapa Daddy menanyakan hal ini." jawab Daddy Gerald.


__ADS_2