Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Angelica dan William


__ADS_3

"Tidak ada kedap suara." Jawab Angelica jujur.


William hanya terdiam beberapa saat sedangkan Angelica menatap ke arah depan melihat lalu lalang kendaraan dari jendela mobil.


"Angelica." Panggil William.


"Ya." Jawab Angelica singkat.


"Selain Kakak yang melihat tubuh polos mu tanpa menggunakan sehelai benangpun siapa lagi?" Tanya William penasaran.


"Tidak ada hanya Kak William." Jawab Angelica jujur.


"Bagus karena hanya Kakak yang boleh melihatnya." Ucap William dengan nada posesif .


"Kita kan bukan pasangan suami istri? Kecuali kalau Kak William suami ku maka Kak William berhak atas semua yang ada padaku." Ucap Angelica.


"Kakak akan secepatnya melamar mu menjadi istri Kakak jadi Kakak minta jaga perasaan Kakak." Pinta William dengan nada serius.


"Kakak tenang saja, Angelica akan selalu menjaga hati Kakak." Ucap Angelica.


"Tapi ..." Ucap Angelica menggantungkan kalimatnya.


"Tapi apa?" Tanya William penasaran.


"Cara menjaga hati Kak William bagaimana?" Tanya Angelica polos karena dirinya belum pernah jatuh cinta.


"Maksudnya?" Tanya William dengan wajah bingung.


"Kan hati Kak William ada di dalam terus Angelica jaganya bagaimana? Apakah hatinya aku ambil terus Angelica jaga?" tanya Angelica polos.


"Maksud Kak William, kamu jangan menyukai pria lain selain Kak William." Ucap William menjelaskan.


Antara tertawa dan ingin menangis secara bersamaan itu yang dirasakan oleh William. Tertawa karena Angelica masih polos dan ingin menangis karena Angelica belum paham tentang arti kiasan.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti walau dirinya masih bingung. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion. William memeluk Angelica dari arah samping dan Angelica pun membalas pelukan William.


Suara langkah kaki menggema di ruang keluarga hingga Angelica dan William melihat Mommy Monika dan Daddy Gerald berdiri menatap mereka berdua dengan tatapan menyelidik.


"Habis dari mana kalian berdua?" Tanya Mommy Monika sambil melihat Angelica.


"Dari mall Mom." Jawab William dan Angelica bersamaan.


"Setelah dari mall?" Tanya Mommy Monika dan tanpa sengaja melihat leher Angelica ada tanda kepemilikan dan Mommy Monika tahu apa yang dilakukan oleh putra sulungnya.


"Ke apartemen milik Kak William." Jawab Angelica jujur.


"Angelica, kamu gantilah pakaian dan biarkan William di sini bersama kami karena ada yang ingin kami bicarakan." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab Angelica patuh.

__ADS_1


Angelica berjalan menuju ke arah tangga hingga Angelica menaiki tangga satu demi satu menuju ke arah kamarnya.


"Aduh Daddy, Mommy ... Sakit ..." Ucap William sambil memegangi ke dua telinganya.


Ketika Angelica tidak kelihatan barulah Mommy Monika dan Daddy Gerald menjewer telinga putra sulungnya kanan dan kiri membuat William kesakitan.


"Biarin, sebenarnya ini hukuman nya masih kurang." Ucap Mommy Monika yang masih menjewer telinga William.


"Mommy dan Daddy salah William apa?" Tanya William dengan wajah bingung sambil masih memegangi telinganya.


"Apa yang kalian lakukan di apartemen?" Tanya Mommy Monika sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga William begitu pula dengan Daddy Gerald.


"Kami tidak melakukan apa-apa, serius."


Jawab William.


"Kalau tidak melakukan apa-apa kenapa di leher Angelica ada tanda kepemilikan?" Tanya Daddy Gerald.


"Daddy melihat juga?" tanya Mommy Monika dengan wajah terkejut.


"Melihat sepintas dan Daddy tahu kalau putra kita pasti pelakunya." Ucap Daddy Gerald menjelaskan.


"William, coba jelaskan ke kami." Pinta Mommy Monika sambil menatap tajam ke arah putranya.


William akhirnya mengatakan yang sebenarnya tanpa ada yang ditutupi termasuk Angelica yang menceritakan kalau Angelica sering melihat adegan suami istri membuat Angelica ingin merasakannya karena rasa ingin tahunya lebih besar.


"Kapan kamu akan melamar Angelica?" Tanya Mommy Monika karena dirinya ingin William tidak melakukan hubungan suami istri sebelum mereka resmi menikah.


"Lebih cepat lebih baik." Jawab William dengan nada yakin.


"Jika ke dua anak kembar mu menolakmu untuk menikah lagi, apakah kamu akan tetap menikah dengan Angelica?" Tanya Mommy Monika.


"William akan berusaha membujuk ke dua anak William tapi jika tidak bisa William akan tetap memaksa karena William merasa nyaman bersama Angelica." Ucap William dengan wajah serius.


"Mommy akan membantu mu untuk berbicara dengan Edward dan Julia." Ucap Mommy Monika.


"Daddy juga." sambung Daddy Gerald.


"Terima kasih Mom, Dad." Ucap William terharu karena baru kali ini orang tuanya menyukai pilihan William tidak seperti Valen istri pertamanya orang tuanya terlihat jelas tidak menyukainya.


"Sama-sama dan sekarang istirahat lah nanti kita makan bersama." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab William patuh.


William berjalan ke arah tangga hingga di depan tangga William naik satu demi satu menuju ke arah kamarnya sedangkan Mommy Monika dan Daddy Gerald hanya melihat punggung William hingga tidak terlihat.


"Semoga saja putra sulung kita berjodoh dengan Angelica karena di antara ke tiga anak kembar kita hanya William rumah tangganya kandas di tengah jalan." Ucap Mommy Monika.


"Benar kata Mommy, di keluarga besar Daddy hanya William yang bercerai sedangkan yang lainnya tidak ada." Ucap Daddy Gerald.

__ADS_1


"Iya Dad, hanya William yang bercerai sedangkan yang lainnya paling berpisah setelah itu bersama kembali dan hidup bahagia." Ucap Mommy Monika.


Grep


"Mommy." Panggil Daddy Gerald sambil memeluk istrinya dari arah samping dengan pandangan mesumnya.


"Aish... Dad, masih jam segini." Ucap Mommy Monika yang tahu apa yang diinginkan oleh suaminya.


"Tapi Daddy pengen." Ucap Daddy Gerald sambil melepaskan pelukannya kemudian menggendong istrinya ala bridal style.


"Daddy." Ucap Mommy Monika sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


Daddy Gerald hanya tersenyum kemudian berjalan sambil menggendong istrinya menuju ke arah kamarnya yang berada di lantai satu.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di kamar Angelica dan entah kenapa William ingin melihat Angelina. William membuka perlahan pintu kamar Angelica dan masuk ke dalam kamarnya. William melihat pintu balkon terbuka membuat William berjalan ke arah balkon.


William melihat Angelica sedang memandang bunga - bunga di taman dan kolam ikan sambil ke dua tangannya disandarkan ke pagar pembatas balkon.


grep


"Lagi mikirin apa?" Tanya William sambil memeluk Angelica dari arah belakang.


"Melihat kolam ikan dan bunga." Jawab Angelica berbohong.


"Benar melihat kolam ikan dan bunga? Soalnya Kakak datang kamu tidak tahu." Ucap William.


"Sebenarnya aku menunggu Kak William datang." Jawab Angelica jujur sambil melepaskan pelukan William kemudian membalikkan badannya.


Grep


"Kenapa menunggu Kakak?" Tanya William sambil kembali memeluk tubuh Angelica.


"Aku ingin melakukan lagi seperti di apartemen Kak William tapi tidak dimasukkan karena aku takut sakit." Ucap Angelica jujur sambil membalas pelukan William.


Tanpa disadari Angelica kalau Angelica mulai kecanduan karena dirinya benar - benar merasa melayang ketika mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Yang mana ya?" Tanya William pura-pura.


William jujur sangat terkejut dengan ucapan Angelica tapi bersamaan dirinya sangat senang karena sejujurnya dirinya mulai kecanduan dengan tubuh Angelica.


"Lupakan saja apa yang barusan aku katakan." Ucap Angelica sambil melepaskan pelukan William.


Whushh


Tanpa menjawab William menggendong tubuh Angelica ala bridal style menuju ke arah ranjang membuat Angelica mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher William.


"Apa yang Kakak lakukan?" Tanya Angelica.


"Melakukan seperti yang kita lakukan di apartemen karena Kakak juga ingin melakukannya lagi bersamamu. Kakak janji tidak masukin kecuali kamu meminta." Bisik William sambil meletakkan perlahan tubuh Angelica.

__ADS_1


__ADS_2