Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Gendong


__ADS_3

'Setelah Angelica datang ke sini maka Aku akan memberikan obat perang sang dosis tinggi agar Aku bisa merasakan betapa nakal nya Angelica di atas ranjang milikku.' Sambung adik iparnya dalam hati.


"Kakak, aku sangat mencintai suamiku, tolong kasih kesempatan untuk suamiku," mohon adik kandungnya.


Ayahnya Angelica menghembuskan nafasnya dengan berat, dirinya sangat menyayangi adiknya karena hanya adiknyalah satu-satunya keluarga yang tersisa.


"Baik tapi dengan satu syarat kalian berdua tinggal di sini agar Kakak bisa melihat apakah kamu memang benar-benar berubah atau tidak," ucap Ayahnya Angelica akhirnya.


"Baik Kak, kami akan tinggal di sini," jawab adik kandungnya.


"Tapi aku lebih suka tinggal di mansion kami," ucap adik iparnya bersamaan namun beda ucapan.


"Kalau kamu meminta tinggal di mansion mu berarti tidak ada kesempatan ke dua," ucap Ayahnya Angelica dengan nada tegas.


Adik iparnya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menahan amarahnya.


"Baiklah aku setuju," jawab adik iparnya terpaksa menerima keputusan Kakak iparnya.


'Baiklah saat ini aku mengalah tapi jika aku berhasil membujuk adikmu yang sangat bodoh itu untuk pindah ke mansion dan di saat itu juga aku akan mengulangi kesalahan yang sama namun aku akan menyiksa adikmu dua kali lipat,'' sambung adik iparnya dalam hati sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


"Ok, tapi ingat jika aku melihat sekali lagi kamu menyiksa adikku maka aku tidak segan-segan untuk mengurus surat perceraian kalian dan Aku langsung membunuhmu." ucap Ayahnya Angelica dengan tegas yang bisa menebak pikiran adik iparnya.


Glek


"Baik," jawab adik iparnya dengan singkat kemudian menelan salivanya dengan kasar.


Ke dua orang tuanya Angelica langsung berdiri dari sofa dan meninggalkan mereka berdua menuju ke arah kamar mereka untuk beristirahat.


"Sayang, tolong bujuk kakakmu agar kita bisa tinggal di mansion," ucap suaminya sambil memeluk istrinya yang sangat gendut dan tidak pernah merawat tubuh dan wajahnya.


"Untuk saat ini kita mengalah dulu nanti jika ada kesempatan aku akan meminta Kakak untuk tinggal di mansion kita," ucap istrinya.


"Aku ingin istirahat dulu tapi sebelumnya aku mau makan," ucap istrinya.


"Bukannya tadi sudah makan?" tanya suaminya dengan wajah terkejut.


"Memang tapi masih kurang," jawab istrinya dengan nada cuek.


"Pelayan!" teriak wanita gendut itu.

__ADS_1


"Iya Nyonya," jawab kepala pelayan.


"Masak sate kambing, kwetiau goreng seafood, gule daging, tongseng kambing, gule kambing, gule sapi, soto Kudus dan Soto Ayam masing-masing empat porsi," ucap wanita gendut itu.


"Itu kamu makan semuanya?" tanya suaminya dengan wajah terkejut.


"Tentu saja, jika kamu ingin makan pesan sama pelayan jangan minta bagian ku," ucap istrinya tanpa punya rasa malu sedikitpun.


"Tidak, aku sudah kenyang melihatmu makan," jawab suaminya dengan nada kesal.


'Aku pikir istriku akan mengurangi makannya tapi ternyata sama saja. Walau sudah aku siksa seperti ini istriku makannya tidak pernah berubah sangat rakus. Kalau dia bukan dari keluarga kaya mana mau aku menikah dengan wanita gendut, jelek dan rakus,' sambung suaminya dalam hati.


''Baik Nyonya," jawab kepala pelayan dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


'Aduh Nyonya, badan seperti gajah bengkak makannya banyak banget.' sambung kepala pelayan dalam hati.


"Mau kemana?" tanya istrinya ketika melihat suaminya hendak turun dari sofa.


"Mau tidur, ngantuk," jawab suaminya.

__ADS_1


"Ikut tapi gendong," jawab istrinya dengan manja yang ikut turun dari sofa.


__ADS_2