Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Aku Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

"Tapi pakaian dan barang - barang Angelica bagaimana Mom?" Tanya Angelica.


"Bawa saja seperlunya nanti besok baru semua barang dipindahkan." Jawab Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab Angelica patuh.


Angelica mengambil satu steel pakaian dan dimasukkan ke dalam koper kecil berikut barang - barang yang dibutuhkan dengan di bantu Mommy Monika.


Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai memindahkan barang milik Angelica. Kini Angelica, Mommy Monika bersama suaminya berbaring di kamar mereka masing-masing untuk istirahat.


xxxxx


Di tempat yang berbeda di mana William tidak bisa tidur karena dirinya sudah terbiasa tidur sambil memeluk Angelica sedangkan saat ini dirinya tidur hanya memeluk bantal guling.


'Dulu ketika menikah dengan Valen aku tidak pengaruh sedikitpun tidur sendiri tapi kini kenapa aku tidak bisa tidur tanpa memeluk Angelica?' Tanya William dalam hati.


Hampir dua puluh lima menit William tidur dengan berbagai posisi. Kadang terlentang, kadang miring kanan atau miring kiri dan kadang tidur tengkurap begitu seterusnya.


"Akhhhhhhhh... aku tidak bisa tidur.. Lebih baik aku pergi ke mansion Daddy untuk bertemu dengan Angelica." Ucap William dengan nada frustrasi.

__ADS_1


William turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari karena saat ini William hanya memakai celana boxer.


Hingga sepuluh menit kemudian William sudah selesai memakai pakaian santai dan memakai minyak wangi agar ketika Angelica memeluk dirinya tubuh William bau wangi.


"Ketika Angelica memelukku pasti langsung bilang : Sayangku, kamu tambah tampan dan bertambah wangi bikin aku pengen melakukan hubungan suami istri." Ucap William mengkhayal jika Angelica memeluk dirinya sambil memandangi wajah tampannya dari kaca meja rias.


"Aku memang sangat tampan." Ucap William narsis sambil masih mengaca.


Setelah puas memandangi wajah tampannya dan tubuhnya William membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah pintu kamarnya.


Ceklek


Ketika William membuka pintu dirinya sangat terkejut ketika melihat Edward sedang berdiri di depan pintu dengan wajah sedih dan memakai dress warna putih milik Alona.


"Edward, kamu sakit?" Tanya William sambil mengarahkan tangan kanannya memegang kening Edward.


"Tidak Dad, Edward kangen sama istriku." Ucap Edward dengan mata berkaca-kaca.


"Kangen sih kangen tapi kenapa kamu memakai pakaian milik Alona?" Tanya William dengan nada setengah oktaf.

__ADS_1


"Huaaaaa ... Daddy galak huaaaa... " Tangis Edward pecah.


Deg


Jantung William berdetak kencang melihat Edward menangis seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon. William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memeluk tubuh putra sulungnya.


"Maafkan Daddy." Ucap William merasa bersalah karena telah memarahi putra sulungnya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Daddy, Edward ingin ketemu dengan Alona." Ucap Edward sambil terisak dan membalas pelukan William.


"Sabar, sekarang Edward ganti dress ya." Ucap William dengan nada lembut.


"Tapi Dad, Edward masih kangen sama istriku karena itulah Edward memakai pakaian milik istriku untuk mengobati kerinduan Edward." Jawab Edward.


William melepaskan pelukannya begitu pula dengan Edward kemudian William menatap ke arah putra sulungnya.


"Daddy tahu kamu sangat bersalah karena telah membuat istrimu pergi tapi bukan berarti kamu harus seperti ini. Kalau Alona melihatmu seperti ini yang ada Alona sangat sedih." Ucap William berusaha membujuk putra sulungnya.


'Aku akan berbicara dengan Alona agar putraku tidak sedih lagi.' Ucap William dalam hati.

__ADS_1


'Angelica, Kakak sangat merindukanmu dan ingin bertemu dengan dirimu tapi Kakak tidak bisa melihat Edward sedih.' Ucap William dalam hati.


__ADS_2