Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Masuk Angin


__ADS_3

Kini mereka berada di apartemen milik William, William menekan pin apartemen setelah selesai William mendorong pintu apartemen dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanan menggenggam tangan Angelica seakan takut Angelica melarikan diri.


"Apakah Kak William sering menginap di sini?" tanya Angelica menghilangkan kegugupannya sambil menaiki anak tangga satu demi satu begitu pula dengan William.


"Jarang." Jawab William singkat.


"Tapi apartemen Kakak sangat rapi dan bersih?" Tanya Angelica.


"Itu karena setiap dua hari sekali ada yang membersihkannya." Jawab William sambil membuka pintu kamarnya dengan lebar.


Angelica masuk ke dalam kamar dan berjalan melihat kamar William yang sangat rapi hingga Angelica melihat aquarium di mana ada beberapa macam jenis ikan laut.


Angelica yang sedang asyik menatap ikan-ikan yang sedang berenang tidak mengetahui kalau William mengunci kamarnya kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan terlihat jelas tombak saktinya berdiri dengan tegak dengan sempurna.


Grep


William berjalan ke arah Angelica kemudian memeluk tubuh Angelica dari arah belakang dan menghirup aroma tubuh Angelica yang membuat William merasa nyaman.


"Kak William." Panggil Angelica dengan suara tercekat ketika merasakan bokongnya ada yang mengganjal.


"Hmm." Jawab William berupa deheman sambil tangan kanannya masuk ke dalam dress milik Angelica.


William mencium leher Angelica kemudian memberikan kembali jejak kemerahan membuat Angelica menyadarkan tubuhnya dan tanpa sengaja tangannya menyentuh tombak sakti milik William.


"Kak William tidak pakai pakaian?" Tanya Angelica dengan nada terkejut dan menarik tangannya.


"Ya, bukankah kita akan melakukannya?" Tanya William sambil menarik tangan Angelica kemudian mendorongnya ke arah ranjang.


Tubuh Angelica jatuh terlentang membuat Angelica sangat terkejut melihat tubuh polos William dan membuatnya menelan salivanya dengan kasar.


William menaiki tubuh Angelica kemudian mencium bibir Angelica yang sudah menjadi candunya sambil tangan satunya masuk ke dalam dress milik Angelica kemudian membelai salah satu paha Angelica.


Angelica yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi terhanyut membuat Angelica mengalungkan ke dua tangannya ke leher William sambil membalas ciuman William.


Dengan perlahan William melepaskan dress milik Angelica tapi karena ribet di tambah William ingin secepatnya merasakan tubuh Angelica membuat William menarik dress milik Angelica.


Srettt


Srettt


Kini tinggal bungkusan yang menutupi dua gunung kembar dan bagian privasi milik Angelica membuat William menelan salivanya dengan kasar.


William memasukkan tangannya ke arah punggung untuk melepaskan kaitan dua gunung kembar dan berlanjut ke arah segi tiga bermuda.


"Tubuh mu sangat bagus." Puji William sambil menatap tubuh polos Angelica.


Angelica yang sangat malu menutupi dua gunung kembarnya dengan menggunakan satu tangannya dan satu tangannya lagi menutupi bagian privasinya.


"Jangan di tutup." Ucap William sambil menarik tangan Angelica kemudian menautkan jari jemari miliknya dengan jari jemari milik William


"Malu Kak." Ucap Angelica.


"Tidak usah malu." bisik William.


Selesai mengatakan hal itu William memberikan pemanasan terlebih dahulu sedangkan Angelica yang merasakan untuk pertama kalinya seperti tersengat aliran listrik.

__ADS_1


"Ahhhhhhh.."


Akhirnya Angelica mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat William tersenyum bahagia. Angelica mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sedangkan William memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung kembar himalaya milik Angelica membuat Angelica merem melek.


"Kak William, aku ingin merasakannya." Ucap Angelica yang penasaran seperti apa rasanya.


"Kamu yakin?" Tanya William sambil melepaskan tautan jari jemari miliknya dengan jari jemari milik Angelica.


"Yakin Kak." Jawab Angelica yang juga ingin merasakan apa itu hubungan suami istri.


William hanya tersenyum kemudian menuntun tombak sakti nya ke dalam goa milik Angelica yang belum pernah tersentuh.


Dihentakkan pertama William gagal namun William tidak menyerah dan dihentakkan ke dua Angelica berteriak kesakitan ketika kepala tombak sakti milik William masuk ke dalam privasinya.


"Akhhhhhhh... Sakit ... Kak William ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... Sakit ..." Ucap Angelica sambil terisak.


Deg


Jantung William berdetak kencang dan dirinya langsung tersandar. William langsung menarik tubuhnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


"Maaf." Ucap William sambil memeluk Angelica.


"Hiks ... Hiks .... Hiks ... Sakit banget Kak ..." Ucap Angelica sambil masih terisak dan membalas pelukan William kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang William.


"Kakak tahu, karena itulah tadi Kakak bilang kamu yakin. Sekarang kamu mengerti bukan kenapa waktu di mobil Kakak langsung berhenti?" Tanya William.


"Angelica mengerti Kak, Kakak berusaha menahan agar tidak melakukan hubungan suami istri." Jawab Angelica yang mengerti kenapa William mendadak berhenti mencium dirinya.


"Maafkan Angelica Kak." Sambung Angelica.


"Sstttttt sudah, yang penting kamu jangan memancing Kakak karena bagaimanapun Kakak adalah pria normal." Ucap William.


'Padahal aku tidak memancing, Kakak saja yang main nyosor.' sambung Angelica dalam hati.


"Iya Kakak juga salah main nyosor saja." Ucap William yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Angelica.


Angelica melepaskan pelukannya kemudian medongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan William.


"Kok Kak William bisa tahu apa yang aku katakan dalam hati?" Tanya Angelica dengan bingung.


"Tahu dong." Jawab William sambil melepaskan pelukannya.


Walau sebenarnya William ingin sekali melakukannya tapi William berusaha untuk tidak merusak Angelica karena William sangat tulus dan ingin melindungi Angelica dari orang jahat termasuk keluarga Angelica.


William terpaksa melepaskan pelukannya karena bagaimana pun dirinya pria normal terlebih ketika kulit mereka saling bersentuhan membuat William ingin sekali melakukannya tapi berusaha ditepisnya.


William turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi tanpa ada rasa malu sedikitpun terhadap Angelica.


"Kak William, kenapa tidak memakai pakaian?" Tanya Angelica sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kita kan tadi hampir melakukan hubungan suami istri jadi wajar saja kalau kita berdua polos tanpa sehelai benangpun." Jawab William dengan santai sambil membuka pintu kamar mandi.


"Dasar mesum." Ucap Angelica sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya.


"Mesum sama kamu saja." Jawab William sambil menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


Angelica hanya menggelengkan kepalanya kemudian Angelica turun dari ranjang kemudian mengambil kemeja milik William karena dressnya sobek akibat ulah William.


Selesai memakai kemeja milik William yang agak besar, Angelica memunguti satu persatu pakaian milik William kemudian memasukkan nya di keranjang khusus pakaian kotor.


Ceklek


Tidak berapa lama pintu kamar mandi terbuka dan Angelica yang duduk di sisi ranjang dengan bersandar di kepala ranjang sambil melihat William menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah privasinya.


Betapa tampannya William walau sudah berusia empat puluh tahun tapi masih seperti umur dua puluh lima tahun lebih dikit.


Angelica menatapnya tanpa berkedip terlebih air menetes dari wajah turun ke leher William menambah ke tampanan William berkali-kali lipat membuat Angelica menelan salivanya dengan kasar.


"Aku tahu kalau Kakak tampan." Ucap William narsis sambil berjalan ke arah lemari pakaian.


"Bukan tampan lagi Kak tapi sangat - sangat tampan." Puji Angelica sambil masih menatap punggung William yang kekar.


"Terima kasih atas pujiannya, sekarang kamu mandilah setelah itu kita pulang ke mansion." Ucap William mengalihkan pembicaraan.


'Jika tinggal di sini maka aku sangat takut tidak bisa lagi menahannya untuk tidak menerkam Angelica.' Sambung William dalam hati.


"Baik Kak." Jawab Angelica.


Angelica turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan menggunakan kemeja William membuat William menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


William melihat paha mulus milik Angelica terlebih memakai kemeja kesayangannya membuat tubuh Angelica sangat seksi hal itu adik kecilnya kembali menegang.


"Sabar William, kamu harus menikahi Angelica baru kamu bisa menikmati tubuh Angelica." Ucap William sambil berjalan ke arah lemari pakaiannya.


"Kamu juga dulu lihat Valen tanpa menggunakan sehelai benangpun kamu tidur dengan pulas tapi kenapa hanya melihat tubuh seksi Angelica kamu bangun lagi?" tanya William pada adik kecilnya dengan tatapan kesal sambil menarik lilitan handuknya kemudian membuangnya secara asal.


"Kamu bisa tegang ketika kamu di beri obat perang sang sama mantan istriku dan ingin segera dituntaskan selain itu kamu tidur dengan nyenyak, dasar nakal." ucap William memarahi adik kecilnya.


ctak


"Akhhhhhhh.... Sakit ... Si*l." Maki William.


William yang sangat kesal dengan adik kecilnya menyentil kepala helm wortel importnya bersamaan William berteriak kesakitan.


Brak


"Kak William kenapa?" Tanya Angelica sambil membuka pintu kamar mandi dengan kasar.


Ketika Angelica menyalakan kran shower tiba-tiba Angelica mendengar suara teriakan kesakitan dari mulut William membuat Angelica mematikan kran shower.


Tanpa memperdulikan tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun Angelica membuka pintu kamar mandi dengan kasar dan melihat William sedang memegangi tombak saktinya sambil menundukkan tubuhnya setengah.


William yang mendengar ucapan Angelica langsung berdiri dengan tegak kemudian membalikkan tubuhnya dan matanya membulat sempurna melihat tubuh polos Angelica.


"Kakak tidak apa-apa, lebih baik kamu mandilah." ucap William.


"Ok." Jawab Angelica singkat sambil membalikkan badannya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Mandi air dingin lagi." Ucap William karena melihat tubuh polos Angelica.


William berjalan ke arah pintu kamarnya menuju kamar satunya untuk mendinginkan adik kecilnya yang sudah bangun lagi akibat melihat tubuh polos Angelica.

__ADS_1


"Padahal sudah disentil dan mau menuruti perintah ku untuk tidur tapi ketika melihat tubuh polos Angelica membuat adik kecil ku kembali bangun." Ucap William sambil menyalakan kran shower.


"Kalau setiap hari seperti ini yang ada aku masuk angin." keluh William.


__ADS_2