
Di dalam mobil William memangku tubuh Angelica yang masih tidur dengan pulas di pangkuan ke dua pahanya sedangkan Edward duduk di samping William. Daddy Gerald dan Mommy Monika sesekali melirik melalui spion mobil untuk melihat apa yang dilakukan oleh putranya.
"William." Panggil Momny Monika.
"Iya Mom." Jawab William.
"Pernikahan kalian akan diadakan seminggu lagi." Ucap Mommy Monika.
"Bukannya besok?" Tanya William.
"Sebenarnya Daddy dan Mommy merencanakan minggu depan namun kami sengaja berbohong dengan mengatakan ke kamu dan Angelica beserta ke dua orangtuanya kalau pernikahan kalian besok." Jawab Daddy Gerald yang menjawab pertanyaan Mommy Monika sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kenapa berbohong Dad?" Tanya William penasaran.
"Daddy merasa kalau Ayahnya Angelica bukanlah Ayah yang baik apalagi Pamannya karena itulah Daddy dan Mommy menyelidiki identitas Angelica. Setelah kami tahu kami merencanakan untuk memintamu datang bersama Angelica ke orang tua Angelica dan ternyata tebakan kami benar." Jawab Daddy Gerald.
"Apa yang Daddy ketahui tentang Angelica?" Tanya William penasaran.
"Pria itu mengikuti prinsip nenek moyangnya untuk tidak boleh menggunakan barang elektronik, Internet dan harus memakan dari hasil kebun mereka sendiri." Ucap Daddy Gerald memulai ceritanya.
__ADS_1
"Ibunya Angelica seorang artis papan atas dan sangat pintar menyamar agar orang lain tidak mengenal wajah aslinya karena itulah pria itu tidak tahu kalau Ibunya Angelica sudah pernah menikah dan hamil bersama suami pertamanya." Sambung Mommy Monika.
"Apakah pria itu tahu kalau Angelica bukan putrinya?" Tanya William penasaran.
"Awalnya tidak tahu tapi ketika istrinya ketahuan hamil barulah ketahuan. Pria itu tahu karena pria itu diagnosa mandul dan tidak mungkin mempunyai anak begitu pula dengan adik kandungnya sekaligus Tantenya Angelica." Jawab Daddy Gerald.
"Selain itu, Pria itu mempunyai kelainan yaitu suka melakukan hubungan suami istri tanpa pemanasan terlebih dahulu dan suka bermain dengan banyak wanita bahkan adiknya sendiri juga melakukan hubungan suami istri dengan Kakaknya." sambung Daddy Gerald.
"Apa? Dasar gi*a." Umpat William dan Edward bersamaan.
"Pria itu mengikuti orang tuanya yang suka bermain bersama oma dan opanya karena itulah bagi mereka melakukan hal itu tindakan hal yang wajar namun bagi kita dan masyarakat itu adalah orang yang tidak bermoral." Ucap Daddy Gerald.
"Betul sekali makanya Daddy menyuntikkan racun agar Pria itu tidak bisa lagi menggunakan adik kecilnya." Ucap Daddy Gerald.
"Sudahlah jangan di bahas, Mommy sangat jijik mendengarnya." Ucap Momny Monika sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
"William juga Mom." Jawab William.
"Apalagi Daddy / Edward." Sambung Daddy Gerald dan Edward bersamaan.
__ADS_1
"Sepertinya obatnya belum sepenuhnya hilang jadi kemungkinan besar kamu dan Angelica akan melakukan lagi sebanyak tiga sampai empat kali." Ucap Mommy Monika.
"Iya Mom, William tahu karena dulu William pernah merasakan itu waktu Valen menjebak William." Ucap William.
"Mommy, juga pernah menjebak Daddy?" Tanya Edward dengan wajah terkejut.
"Bukankah Daddy pernah cerita ke kamu?" tanya William.
"Lupa Dad, saat itu Edward sedang sedih mendengar Alona dan anak-anak ku pergi untuk selama-lamanya." Ucap Edward dengan wajah sendu.
"Jasad nya belum ditemukan jadi bisa saja ada keajaiban kalau Alona dan anak-anak mu masih hidup." Ucap Daddy Gerald.
"Betul kata Opa mu, kamu berdoalah semoga kalian dipertemukan kembali secara tidak terduga." Sambung Mommy Monika.
"Amin." Jawab Edward penuh harap.
'Semoga kamu dan istrimu bisa berkumpul kembali bersama anak kalian.' Ucap Daddy Gerald, Mommy Monika dan William bersamaan dalam hati.
"Oh ya Dad, memang Mommy pernah memberikan obat ke Daddy?" tanya Edward penasaran.
__ADS_1