
William dengan langkah lebar menuruni anak tangga hingga sampai di lantai satu William berjalan ke arah ruang keluarga di mana ke dua orang tuanya dan ke dua adik kembarnya bersama pasangan masing-masing sedang mengobrol.
"Ada apa William?" Tanya Daddy Gerald ketika melihat wajah William seperti menahan amarahnya.
Serentak menatap ke arah William dan mereka sangat terkejut karena tadi wajah William berseri-seri seperti langit cerah tapi kini mendadak seperti langit gelap gulita di mana hujan badai akan datang.
"Kita bicara di ruang kerja Daddy dan semuanya juga ikut." Ucap William tanpa menjawab pertanyaan Daddy Gerald.
"Ok." Jawab Daddy Gerald singkat.
Daddy Gerald dan Mommy Monika, William, Willy bersama istrinya yang bernama Maria dan Aberto bersama istrinya yang bernama Gesha berjalan ke arah ruang kerja milik Daddy Gerald.
Ceklek
Aberto membuka pintu dengan lebar kemudian Daddy Gerald masuk ke dalam ruang kerjanya dan diikuti oleh yang lainnya.
Daddy Gerald duduk di kursi kebesarannya sedangkan yang lainnya duduk di sofa sambil menatap William untuk menceritakan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Anak buahku baru saja mengirim pesan katanya dalang dari penyerangan kami dilakukan oleh keluarga besar Angelica." Ucap William tanpa basa basi.
"Daddy dan Mommy sudah menduga kalau mereka pelakunya." Ucap Daddy Gerald.
"Apa yang dikatakan oleh Daddy benar, pasti mereka ingin membalas dendam karena telah membuat salah satu anggota keluarganya terluka. Jadi kami bisa menebak nya kalau dalang penyerangan mu adalah mereka." Sambung Mommy Monika.
"Karena itulah William tidak jadi pergi Mom, Dad karena William akan tinggal di sini." Ucap William.
"Lho memangnya kenapa?" tanya Mommy Monika yang tidak setuju jika William menginap.
Jika William sudah resmi menikah dengan Angelica atau Angelica tidak tinggal di sini maka Mommy Monika tidak mempermasalahkan Jika William menginap di mansionnya begitu pula dengan Daddy Gerald.
"Apa? Kenapa mereka ingin menyerang mansion milik Daddy?" Tanya mereka bersamaan kecuali Daddy Gerald dan Mommy Monika.
Hal itu dikarenakan Daddy Gerald dan Mommy Monika sedang berpikir untuk membuat rencana.
"Daddy dan Mommy ikut andil dalam penyelamatan Angelica dari tangan Ayah tirinya dan juga Pamannya Angelica karena itulah Mereka ingin menyerang mansion milik Daddy yang juga milik Kalian." Jawab Daddy Gerald yang menjawab pertanyaan ke tiga anak kembarnya dan ke dua menantunya.
__ADS_1
Ceklek
"Kalau begitu untuk hari ini kita tidak jadi pergi untuk menemui Alo ..." ucapan Mommy Monika terhenti ketika melihat pintu ruang kerja milik suaminya tiba - tiba terbuka.
Serentak semuanya memalingkan wajahnya untuk menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang kecuali Daddy Gerald karena dirinya duduk di kursi kebesaran dan berhadapan dengan pintu.
"Edward." Panggil mereka bersamaan.
"Ya." Jawab Edward sambil menatap ke arah Mereka dengan tatapan bingung.
"Maaf Edward masuk tanpa mengetuk pintu." Sambung Edward merasa bersalah karena semuanya menatap ke arah dirinya.
"Tidak apa-apa santai saja, silahkan duduk Edward." Ucap Daddy Gerald.
"Baik Opa." Jawab Edward patuh sambil berjalan ke arah William.
"Edward, apakah mereka memberitahukan kelemahannya? Karena cerita dari Daddymu kalau mereka sangat kuat bahkan tongkat besi yang biasa kita gunakan sampai bengkok." Ucap Daddy Gerald setelah melihat Edward duduk.
__ADS_1
"Awalnya mereka tidak mau memberitahukan kelemahan mereka hingga akhirnya salah satu anggota keluarga Alvonso memberikan suntikan ke salah satu tubuh mereka tapi ..." Ucap Edward menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa Edward?" Tanya Daddy Gerald penasaran begitu pula dengan yang lainnya.