
"Sepertinya aku harus bicara dengan ke dua anak kembarku kalau Daddynya ingin menikah dengan Angelica." Ucap William.
William ingin secepatnya menikah agar tombak saktinya ada yang menemaninya ketika tombak saktinya kedinginan dengan cara masuk ke dalam sangkarnya.
Lima belas menit kemudian William sudah selesai mandi dengan tubuh segar kemudian berjalan ke arah lemari yang berada di dalam kamar mandi untuk mengambil jubah handuk.
William keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil satu steel pakaian miliknya. Kamar William ada dua itu dikarenakan Valen kadang menginap di apartemen sedangkan William yang tidak ingin menyentuh Valen membuat William tidur di kamar satunya.
Itulah sebabnya William mempunyai dua kamar di mana masing-masing kamar ada pakaian dan barang lainnya jadi tidak perlu ke kamar satunya untuk mengambil barang jika Valen menginap.
Selesai memakai pakaian William mengambil satu steel dress yang masih baru dan sebenarnya untuk Julia putri bungsunya tapi karena Julia sudah menikah dan tidak lagi menginap di apartemen membuat William menyimpannya di lemari pakaian miliknya.
William keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar satunya. William dengan perlahan membuka pintu kamarnya hingga mata William membulat sempurna ketika melihat Angelica memakai pakaian miliknya.
"Angelica kenapa memakai pakaianku?" Tanya William kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Maaf Kak, aku tidak bawa pakaian jadi aku pinjem kemeja Kakak." Ucap Angelica sambil melepaskan kancing kemeja.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya William dengan wajah terkejut dan nada agak tinggi.
"Melepaskan kemeja Kak William." Jawab Angelica polos sambil melepaskan kancing yang ke dua.
Grep
"Kenapa di lepas?" Tanya William sambil menahan tangan Angelica.
"Kata Kak William kenapa memakai pakaian kemeja Kakak? Kakak sepertinya marah karena itulah aku melepaskan kemeja milik Kakak." Jawab Angelica dengan mata berkaca-kaca.
Entah kenapa ketika William mengatakan dengan agak keras hatinya terluka namun tidak berdarah karena dirinya teringat dengan perkataan ibunya yang meminta barang - barang yang dikenakan Angelica dan hanya menyisakan pakaian yang digunakan.
Grep
William yang mendengarnya sangat terkejut dan dirinya baru ingat cerita dari Mommy Monika bagaimana Ibunya Angelica meminta semua barang yang dikenakan termasuk sepatu yang dikenakan membuat dirinya merasa bersalah dan langsung memeluk Angelica.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Jika Kak William tidak suka pakaiannya aku kenakan, aku janji mulai sekarang dan seterusnya tidak akan memakai kemeja milik Kakak." Ucap Angelica sambil terisak sambil membalas pelukan William.
"Maaf, Kakak bukannya marah ataupun melarang dirimu memakai kemeja milik Kakak tapi jika kamu memakai kemeja Kakak membuat Kakak ingin sekali melakukan hubungan suami istri sedangkan Kakak ingin melakukan itu jika kita sudah resmi menikah." Jawab William menjelaskan kenapa dirinya seperti itu sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angelica.
"Maafkan Aku Kak." Ucap Angelica.
"Sudah lupakan apa yang terjadi. Oh iya, itu ada paper bag kamu pakai itu saja setelah itu kita pulang ke mansion." Ucap William mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk ke arah paper bag yang berada di meja dekat sofa.
"Kakak mau bersihkan badan Kakak dulu di kamar sebelah, setelah itu barulah kita pergi." Ucap William.
"Kenapa tidak di kamar mandi ini?" tanya Angelica polos.
"Kalau di kamar ini yang ada Kakak ingin melakukan hubungan suami istri, apakah Kamu bersedia menahan rasa sakit?" Tanya William dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Tidak terima kasih lebih baik Kakak ganti pakaian di kamar mandi yang berada di kamar sebelah." Jawab Angelica sambil melangkahkan kakinya ke arah meja kemudian mengambil paper bag berisi satu steel pakaian.
Angelica dengan langkah cepat menuju ke arah kamar mandi dan langsung menutup pintu dengan rapat. Sedangkan William hanya memandangi punggung Angelica yang sangat menggemaskan.
'Dulu Aku menolak Valen untuk melakukan hubungan suami istri tapi sekarang ketika mengenal Angelica, Aku ingin sekali melakukannya.' Ucap William dalam hati.
'Aku baru kali ini merasa nyaman dan keinginanku untuk melakukan hubungan suami istri sangat besar sepertinya aku harus segera melamar Angelica agar Angelica menjadi milikku karena dengan begitu aku bebas melakukan apapun terhadap Angelica.'' Sambung William dalam hati.
Selesai mengatakan hal itu William membalikkan badannya kemudian berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar sebelahnya.
Hingga Lima belas menit kemudian Angelica sudah selesai memakai pakaian dress warna putih tanpa menggunakan bedak dan lipstik namun terlihat masih cantik.
"Kak William kemana? Apa masih di kamar sebelah?" Tanya Angelica sambil berjalan ke arah kamar sebelah.
Angelica memegang pegangan pintu untuk membuka pintu kamar milik William dengan cara di dorong bersamaan William memegang pegangan pintu kemudian menariknya.
"Akhhhhhhhh..." Teriak Angelica
Bruk
Grep
Angelica yang belum ada persiapan langsung menabrak tubuh William membuat William refleks memeluk Angelica.
"Sepertinya ada yang siap nih melakukan hubungan suami istri." Goda William sambil melepaskan pelukannya.
"Kak William mesum." Ucap Angelica sambil memukul lengan William.
William hanya tersenyum sambil mengusap rambut Angelica dengan lembut.
"Kak William mesum hanya sama kamu." Jawab William.
"Sudah siap?" Tanya William.
"Sudah." Jawab Angelica singkat.
grep
"Kalau begitu kita pulang sekarang." Ucap William kemudian memeluk pinggang Angelica dari arah samping.
Angelica membalas pelukan William dan mereka pun berjalan ke arah parkiran mobil. William mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik orang tuanya.
"Angelica." Panggil William sambil melirik ke arah Angelica.
"Ya." Jawab Angelica sambil memiringkan tubuhnya.
Grep
__ADS_1
"Kakak minta apa yang kita lakukan di apartemen jangan kamu lakukan sama pria lain." Pinta William sambil menggenggam tangan Angelica.
"Yang mana Kak?" Tanya Angelica polos.
"Ketika Kita berada di kamar." Jawab William.
"Di kamar kita melakukan tiga hal pertama berciuman yang ke dua tidur bersama dan yang ke tiga hampir melakukan hubungan suami istri. Ke tiga itu mana yang tidak boleh Kak?" Tanya Angelica polos.
Cittttttttt
William mendadak mengerem mobilnya dan untunglah jalanan masih sepi. Angelica yang hampir menabrak dasboard mobil di tahan oleh William dengan menggunakan tangan kirinya.
"Semuanya tidak boleh dan jangan memperjelas secara detail." Ucap William.
"Hehehehe... adik Kak William tegang lagi ya." Goda Angelica.
"Angelica, kamu ternyata nakal ya." Ucap William sambil menggelengkan kepalanya.
"Nakal sama Kak William boleh donk." Jawab Angelica sambil mengedipkan matanya.
"Harus sama Kakak." Jawab William dengan nada posesif.
Angelica hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Kamu tahu dari mana kalau adik kecil Kakak tegang?" Tanya William penasaran.
"Wanitanya Paman sering bicara seperti itu dan akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri, makanya tadi Angelica ingin merasakannya benar enak atau tidak tapi ternyata sakit banget." Jawab Angelica panjang lebar.
"Awalnya sakit tapi lama - lama enak." Ucap William menjelaskan.
"Pantas saja aku melihat dan mendengar kalau paman dan wanita itu meracau katanya terus ... cepat ... Enak ... Ahhhhhhhhhhh...." Ucap Angelica sambil meniru suara merdu kekasih pamannya.
"Kamu sering melihat adegan suami istri secara live?" tanya William bersamaan adik kecilnya mulai tegang ketika mendengar suara merdu Angelica.
"Sering melihat kalau tidak Paman ya ke dua orang tuaku." Jawab Angelica jujur.
"Memangnya orang tuamu melakukan di mana sampai kamu tahu? Dari usia berapa kamu sering melihat adegan suami istri?" tanya William sambil menyalakan mobil kemudian menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik orang tuanya.
"Waktu aku kecil tanpa sengaja aku mendengar suara aneh membuatku bangun dan ternyata ke dua orang tuaku melakukan hubungan suami istri. Saat itu aku sama sekali tidak mengerti mereka ngapain tapi semakin aku bertumbuh dewasa aku mulai mengerti." Jawab Angelica.
"Apa? Jadi kamu tidur sekamar dari kecil sampai dewasa?" Tanya William dengan wajah terkejut.
"Tidak sampai usiaku sebelas tahun aku mulai tidur sendiri." Jawab Angelica.
"Setelah tidur terpisah apakah kamu pernah melihat ke dua orang tuamu melakukan hubungan suami istri?" Tanya William.
"Pernah, waktu tengah malam aku sangat haus dan akhirnya Aku keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Ketika Angelica melewati kamar orang tua Angelica, Angelica tidak sengaja mendengar suara - suara aneh dan Angelica tahu pasti ke dua orang tuaku sedang melakukan hubungan suami istri." Jawab Angelica menjelaskan.
__ADS_1
"Memangnya kamar orang tuamu tidak kedap suara?" tanya William.