
William dan Angelica yang ingin melakukan yang enak - enak bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Tok Tok Tok
"Daddy ..." Panggil Edward.
Di saat yang bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dan dia adalah Edward putra sulungnya. Angelica langsung menghentikan bersamaan dirinya melepaskan tangannya yang menggenggam tombak sakti milik William.
"Si*l." Umpat William dengan wajah kesal pada Edward karena telah mengganggu kesenangannya.
Angelica hanya tersenyum sambil berlari ke arah kamar mandi namun sebelumnya memunguti pakaiannya sedangkan William memunguti pakaiannya lalu memakai pakaian nya dengan cepat.
Tok Tok Tok
"Daddy." Panggil ulang Edward.
"Ya ... Sebentar." Ucap William.
Setelah selesai William berjalan ke arah pintu kamarnya kemudian membuka pintunya sambil menatap tajam ke arah Edward.
"Ada apa?" Tanya William dengan nada ketus sambil menghalangi Edward untuk masuk.
"Daddy, kenapa nada bicara nya ketus?" Tanya Edward dengan wajah bingung.
"Kita bicara di bawah saja." Ucap William yang tidak menjawab pertanyaan putra sulungnya.
"Baik Dad." Jawab Edward patuh sambil menyingkirkan tubuhnya ke arah samping.
Tanpa sengaja Edward melirik sekilas tombak sakti milik William menggembung dan terasa sesak membuat Edward menaikkan salah satu alis matanya.
"Kenapa adik kecil Daddy menegang? Apa Daddy main bersama calon Mommy baru atau sama wanita lain?" Tanya Edward kepo sambil mengintip ke arah kamar William.
Peletak
"Aduh sakit Dad." Ucap Edward sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh William.
"Kamu bicara sembarangan, ayo kita bicara di bawah." Ucap William sambil menutup pintu kamar Angelica dengan rapat.
'Memang benar Daddy main bersama wanita lain yang akan menjadi Mommy barumu.' sambung William dalam hati.
William mengajak Edward bicara di bawah atau ruang keluarga agar Angelica tidak berada di kamar mandi terus menunggu Edward pergi.
Mereka berjalan ke arah tangga dan menuruni satu demi satu menuju ke ruang keluarga. Tanpa sepengetahuan mereka kalau Angelica mendengarkan percakapan William dan Edward.
"Aduh Angelica, kenapa kamu jadi wanita mura**n? Kamu lihat sendiri Kak William tidak mengakui dirimu dan menyuruh anaknya untuk keluar. Lain kali kamu jangan terlena dan menyerahkan dirimu sama Kak William ataupun pria lain." Ucap Angelica dengan wajah sendu.
William kini duduk di sofa berhadapan dengan Edward yang hanya di batasi oleh meja.
"Ada apa?" tanya William tanpa basa basi.
"Dad, Mommy ingin bertemu dengan Daddy." Jawab Edward sambil menatap William yang terlihat beda dari biasanya.
"Untuk apa ingin menemui Daddy? Daddy malas bertemu dengan wanita itu." Jawab William yang enggan menyebut kata mantan istri.
"Edward tidak tahu Dad, katanya penting." Jawab Edward yang mengerti kenapa William membenci Mommynya.
"Nanti Daddy pikirkan, oh ya jika Daddy menikah lagi apakah kamu setuju?" tanya William mengalihkan pembicaraan karena dirinya ingin secepatnya menikah dengan Angelica agar dirinya bisa merasakan tubuh Angelica jadi tidak perlu lagi menahannya.
"Edward sudah curiga kalau Daddy jatuh cinta dengan wanita lain. Siapa wanita itu Dad?" Tanya Edward tanpa menjawab pertanyaan William.
"Tahu dari mana?" Tanya William balik.
__ADS_1
"Dari sikap Daddy, adik kecil Daddy yang mulai membesar dan ada tanda kepemilikan di leher Daddy. Apakah daddy sudah melakukan hubungan suami istri?" Tanya Edward penasaran.
"Belum, jadi apakah kamu setuju jika Daddy menikah lagi?" tanya William mengulangi perkataannya.
"Edward tidak melarang Daddy untuk menikah lagi hanya pesan Edward wanita itu adalah wanita terakhir yang Daddy nikahi dan sangat sayang sama Daddy apa adanya." Jawab Edward.
William turun dari sofa dan berjalan ke arah putra sulungnya kemudian duduk di sebelahnya.
pluk
"Terima kasih sudah mengijinkan Daddy untuk menikah lagi. Percayalah dia adalah wanita terakhir yang akan Daddy nikahi." ucap William sambil menepuk bahu Edward dengan pelan.
"Sama-sama Dad, apakah wanita itu tahu kalau Daddy duda dan mempunyai dua anak kembar yang sudah besar bahkan sudah menikah?" tanya Edward.
"Sudah tahu dan Angelica tidak mempermasalahkan hal itu." Jawab William.
"Oh nama calon Ibu Tiriku Angelica." Ucap Edward.
William hanya tersenyum membuat Edward terkejut sekaligus bahagia karena selama ini dirinya sudah tahu kalau hubungan ke dua orang tuanya renggang dan jarang berkomunikasi.
Edward sudah mulai mengetahuinya ketika dirinya berumur delapan tahun di mana Edward bisa melihat ke dua orang tuanya tidur di kamar terpisah.
Edward saat itu hanya diam hingga di usia sepuluh tahun dirinya baru mengetahui kalau selama ini sifat Mommy nya yang bernama Valen yang sangat egois dan sering menghabiskan uang terlebih tidak ada waktu untuk keluarga terutama ke dua anak kembarnya membuat William marah dengan cara tidur terpisah.
Selama ini dirinya tidak pernah melihat William tersenyum bahagia. Sifatnya yang pendiam dan tertutup membuat Edward menyadari kalau William sangat tersiksa menikah dengan Valen. Hanya demi ke dua anak kembarnya membuat William bertahan.
Kini dirinya sangat bahagia melihat senyum kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah William.
"Kapan rencana Daddy menikah dengan Mommy Angelica?" Tanya Edward yang sudah merubah nama panggilan Ibu Tirinya.
"Mommy Angelica?" Tanya ulang William.
"Bagus, Daddy suka itu ... Mommy Angelica." Ucap William dengan menjeda kalimatnya.
"Bagaimana kalau lusa menikah?" tanya Mommy Monika yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka.
"Secepat itukah Oma?" Tanya Edward dengan wajah terkejut.
"Lebih cepat lebih baik karena Daddy mu tidak bisa menahan untuk tidak melakukan hubungan suami istri." Jawab Mommy Monika sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.
"Hehehehe..."
William hanya tertawa terkekeh - kekeh sedangkan Daddy Gerald dan Edward hanya menggelengkan kepalanya.
"Perasaan dulu Mommy dan Daddy tidur di kamar terpisah sampai Edward pikir apakah Daddy ada wanita lain atau sudah berubah haluan." Goda Edward.
Peletak
"Daddy sakit." Ucap Edward dengan nada kesal sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh William namun dalam hatinya sangat bahagia karena melihat wajah William yang ceria.
"Biarin, salah siapa kamu meledak Daddy." Jawab William cuek.
"Sudah-sudah. William besok pagi kamu dan Angelica datang ke rumah orang tua Angelica kalau besok siang keluarga besar Kita akan melamar Angelica dan lusanya menikah." Ucap Daddy Gerald karena dirinya melihat kalau Edward ingin mengatakan sesuatu.
"Buat apa datang ke sana?" Tanya William yang tidak menyukai orang tua Angelica karena William masih kesal ketika melihat Angelica berjalan kaki karena semuanya di minta oleh Ibunya.
Tanpa menjawab Daddy Gerald berjalan ke arah William sedangkan William tanpa curiga hanya diam hingga tiba-tiba Daddy Gerald menjitak kepala William.
Peletak
"Aduh, kenapa Daddy menjitak kepala William?" protes William sambil mengusap kepalanya karena Daddy Gerald menjitak kepalanya dan lumayan kencang.
__ADS_1
"Habis, kamu jadi anak nyebelin banget." Jawab Daddy Gerald sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.
"Mommy, Daddy galak." Adu William sambil berjalan ke arah mommy Monika.
Grep
"Kalau mau meluk, meluk Angelica jangan memeluk Mommy karena Mommy milik Daddy." ucap Daddy Gerald sambil memeluk istrinya secara posesif agar William tidak memeluk istrinya.
"Daddy, William ... Bisakah sehari tidak bertengkar?" Tanya Mommy Monika dengan nada kesal.
Sedangkan Edward yang sejak tadi melihat William dan Opanya yang bernama Daddy Gerald hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan senyum.
'Aku tidak pernah melihat Daddy tersenyum dan bertingkah seperti anak kecil waktu menikah dengan Mommyku. Semoga saja Mommy Angelica benar-benar tulus mencintai Daddy agar Daddy bisa hidup bahagia di masa tuanya.' Ucap Edward dalam hati penuh harap.
"Di sini ada Edward, apakah Daddy dan William tidak malu?" Tanya Mommy Monika sambil matanya mendelik tajam.
"Maaf Mom, ini gara-gara William jadi Daddy seperti ini." Jawab Daddy Gerald.
"Daddy yang salah Mom." Ucap William yang tidak mau disalahkan.
"Sudah-sudah, dua - duanya salah." Ucap Mommy Monika sambil menatap tajam ke arah Daddy Gerald dan William bergantian.
Daddy Gerald dan William hanya menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang dimarahin sama emaknya. Daddy Gerald dan William galak dan dingin sama orang lain tapi jika bersama Mommy Monika mereka langsung menciut padahal mereka ketua mafia.
"William, besok kamu ke rumah orang tua Angelica untuk meminta ijin kalau lusa kalian akan menikah." Ucap Mommy Monika.
"Tapi Mom ..." Ucapan William terpotong oleh Mommy Monika.
"William, Mommy tahu kita tidak menyukai ke dua orang tuanya tapi walau bagaimana pun mereka adalah orang tua Angelica jadi sudah sepantasnya kamu datang ke sana sekalian minta ijin ke mereka." Ucap Mommy Monika dengan tegas.
"Baik Mom." Jawab William patuh.
"Kamu kan juga mempunyai seorang putri dan tentunya tahu jika seorang pria ingin menikahi putrimu tentunya meminta ijin terlebih dahulu ke orang tuanya." Ucap Mommy Monika.
"Iya Mom." Jawab William.
"Mengenai acara lamaran biar semua yang di atur sama Mommy dan Daddy. Ke dua adik kembarmu akan Mommy hubungi untuk datang ke acara lamaranmu bersama keluarganya." Ucap Mommy Monika.
"Terima kasih banyak Mom, Dad." Ucap William sambil tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya menyetujui William untuk menikah lagi.
"Sama-sama, Mommy dan Daddy hanya berharap agar pernikahanmu ini adalah untuk yang terakhir kalinya." Ucap Mommy Monika.
"Amin. Mom." Jawab William.
"Kalau begitu Mommy dan Daddy pergi dulu untuk menemui opamu." Ucap Mommy Monika.
"Hati-hati Mom, Dad." Ucap William sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya saling bergantian dan dilanjutkan oleh Edward.
"Hati-hati Oma, Opa." Ucap Edward bersamaan.
"Ok." Jawab Mommy Monika dan Daddy Gerald bersamaan.
"Daddy, kualat sama Edward." Celetuk Edward ketika melihat Mommy Monika dan Daddy Gerald sudah pergi.
"Kualat sama kamu? Kualat kenapa?" Tanya William dengan wajah bingung.
"Tadi Daddy menjitak kepala Edward dan di balas oleh Opa lebih kencang lagi." Jawab Edward sambil tersenyum menyeringai.
"Senyummu jelek, sudah sana pulang!" Usir William sambil turun dari sofa kemudian berjalan meninggalkan Edward sendirian.
"Daddy Mau kemana? Mau ketemu Mommy Angelica ya?" Tanya Edward kepo sambil ikut turun dari sofa dan mengikuti langkah William.
__ADS_1