
Hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya. Tidak terasa pula kalau hari ini merupakan hari yang di tunggu oleh William dan Angelica di mana Mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan.
Banyak tamu undangan datang silih berganti hingga empat jam kemudian Angelica mulai terasa lelah
"Lelah?" Tanya William.
"Lumayan." Jawab Angelica singkat.
"Lebih baik Kita istirahat saja di kamar." Ucap William yang ingin sekali memakan istrinya
"Tapi tamu undangan masih banyak dan tidak enak kalau Kita langsung pergi meninggalkan Mereka." Jawab Angelica tidak enak hati.
Sebenarnya Angelica ingin tidur karena badannya sangat lelah namun sebelum tidur dirinya ingin mandi karena tubuhnya lengket.
"Lebih baik Kalian berdua istirahat di kamar." Ucap Mommy Monika yang tiba-tiba datang bersama Daddy Gerald.
"Tapi Mom, tamu undangannya masih banyak." Ucap Angelica tidak enak hati karena bagaimanapun Mereka datang karena ingin memberikan selamat atas pernikahannya.
"Tenang saja ada Kami, Kalian istirahatlah." Ucap Mommy Monika.
"Apa yang dikatakan Mommy memang benar, Kalian istirahatlah." Ucap Daddy Gerald yang melihat Angelica ingin berbicara.
"Baik Mom, Dad." Ucap Angelica akhirnya.
Angelica dan William mencium punggung tangan Mommy Monika dan Daddy Gerald secara bergantian kemudian pergi meninggalkan tempat pesta pernikahan Mereka menuju ke kamar pengantin Mereka.
Skip
Kini Mereka berada di kamar pengantin di mana Angelica berjalan ke arah kamar mandi namun William langsung memeluk tubuh mungil istrinya.
"Mandinya nanti saja." Ucap William dengan suara mulai berat.
"Maaf Sayang, tubuhku lengket banget dan Aku tidak betah." Ucap Angelica.
__ADS_1
"Baiklah tapi Kita mandi bersama ya." Ucap William sambil melepaskan pelukannya.
Angelica hanya bisa pasrah dengan cara menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Angelica ingin tidur karena tubuhnya lumayan lelah.
William sangat bahagia karena Angelica tidak menolak permintaannya. William langsung melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun sedangkan Angelica berjalan ke arah meja rias untuk melepaskannya pernak pernik yang menempel di tubuhnya.
'Sebenarnya Aku ingin tidur karena tubuhku sangat lelah tapi suamiku meminta melakukan hubungan suami istri. Aku tidak tega untuk menolak permintaan suamiku dimana bisa di pastikan besok pagi tubuhku pasti seperti tidak bertulang.' Ucap Angelica dalam hati.
'Tapi setidaknya setiap kita melakukan hubungan suami istri, Kami tidak merasa bersalah karena Kami sudah resmi menikah.' Sambung Angelica dalam hati.
Grep
"Istriku lagi memikirkan siapa?" Tanya William dengan nada cemburu sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
"Aku lagi memikirkan akhirnya Kita resmi menikah jadi jika ingin melakukan hubungan suami-istri tidak ada perasaan bersalah." Jawab Angelica.
William hanya tersenyum kemudian membantu isterinya melepaskan aksesoris yang menempel di tubuh istrinya kemudian menurunkan resleting gaun pengantin.
Glek
William menarik tangan Angelica setelah gaun pengantin jatuh di lantai. Angelica yang hanya memakai pakaian dalaman hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
William dan Angelica melakukan hubungan suami istri di kamar mandi hingga hampir setengah jam barulah Mereka keluar dengan menggunakan jubah handuk.
Bruk
"Aku sangat lelah ingin tidur." Ucap Angelica yang tidak bisa menahan dari rasa kantuknya membuat Angelica berbaring di ranjang.
"Aku juga ingin tidur." Ucap William sambil berbaring di sisi ranjangnya.
William dan Angelica tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa sudah satu tahun usia pernikahan William dan Angelica. Mereka dikaruniai sepasang anak kembar yang wajahnya sangat mirip dengan William.
William dan Angelica hidup bahagia di tambah kehadiran sepasang anak kembar mereka. Angelica sangat bersyukur mempunyai suami dan keluarga suaminya menyayangi dirinya seperti anak mereka.
Tidak ada lagi kesedihan di hati Angelica seperti waktu dirinya tinggal dengan Ibunya dan keluarga suami Ibunya.
"Kenapa ke dua anak kita sangat mirip dengan Daddy dan tidak ada satupun yang mirip dengan Mommy?" Tanya Angelica sambil menggendong putri ke duanya.
"Itu karena Mommy sangat mencintai Daddy makanya wajahnya mirip dengan Daddy." Ucap Daddy William sambil menggendong putra pertamanya.
Mommy Angelica hanya tersenyum mendengarnya karena apa yang dikatakan oleh suaminya benar adanya.
"Anak-anak Edward sudah besar sedangkan anak-anak Daddy dan Mommy masih kecil." Ucap Edward usil.
"Itu karena Daddy tokcer makanya punya anak lagi." Jawab Daddy William dengan bangga.
"Kak Edward, Kak Alona, Kak Julia dan Kak Alex." Panggil William dengan suara ngikutin anak kecil sambil melambaikan tangan putranya ke arah ke dua anak kembarnya dan ke dua menantunya.
"Aish Daddy, rasanya aneh jika kami di panggil Kakak." Ucap Edward.
"Betul Kak." Sambung Julia.
"Pfftttt... Hahahaha..." Tawa mereka bersama.
"Oh ya Dad, siapa nama ke dua adik kami?" Tanya Edward.
"David William dan Davina William." Jawab Daddy William.
"Namanya bagus." Ucap mereka bersamaan.
Merekapun mengobrol bersama sambil sesekali mereka tertawa bersama. Tidak ada lagi musuh yang menyerang mereka dan yang ada hanya kebahagiaan Angelica bersama keluarga suaminya yang sangat tulus mencintai dirinya.
__ADS_1
Tamat