Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Pernikahan Angelica dan William


__ADS_3

"Maksudnya?" Tanya Daddy Gerald dengan wajah bingung.


Begitu pula dengan Mommy Monika, Aberto, William, Angelica, Edward, Julia dan Alex yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


"Mereka menganut aliran sesat dan ketika meninggal arwah nya tidak di terima karena itulah mereka sangat tersiksa." Jawab Gesha.


"Apa yang Kamu lihat?" Tanya Mommy Monika penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Aku bisa melihat mereka berteriak kesakitan dan di antara mereka ada yang memanggil nama Angelica sambil menangis." Ucap Gesha dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Kenapa Mommy menangis?" Tanya Aberto sambil menghapus air mata istrinya.


"Kenapa Mommy ku menyebut namaku?" Tanya Angelica bersamaan tapi ucapannya berbeda.


"Mommy tidak tega mendengar jeritan kesakitan mereka." Jawab Gesha sambil menatap ke arah suaminya kemudian bergantian ke arah Angelica.


"Mengenai namamu di panggil karena di antara mereka ada ibumu. Ibumu sangat tersiksa dan menyesali perbuatannya karena telah berbuat jahat padamu." Sambung Gesha.


"Aku sudah memaafkan Ibuku, bagaimana caranya agar Ibuku dan yang lainnya tidak tersiksa?" Tanya Angelica dengan wajah yang sangat sedih.


"Aku akan memanggil Dewi Pertiwi." Ucap Gesha.


"Siapa Dewi Pertiwi?" tanya Angelica penasaran sedangkan yang lainnya diam karena Mereka mengenalnya.


"Dewi Pertiwi adalah Ratu dari para Dewa dan Dewi yang tinggal di negri awan. Jika aku jelaskan agak rumit tapi yang pasti Dewi Pertiwi bisa menolong Ibumu dan keluargamu." Jawab Gesha.


"Kalau begitu, tolong panggilkan Dewi Pertiwi." Mohon Angelica.


"Baiklah kalau begitu Aku bersama suamiku pergi ke kamar Kami." ucap Gesha.


"Baik." Jawab Angelica sambil tersenyum karena Ibunya dan keluarganya tidak lagi tersiksa di alam kubur.


Gesha dan Aberto berjalan ke arah kamarnya di mana kamar tersebut dulunya kamar Gesha sebelum menikah dengan Aberto. Walau Gesha sudah menikah terkadang Gesha dan keluarganya terkadang menginap karena itulah kamar Gesha selalu dibersihkan oleh pelayan.


Gesha kini duduk di ranjang sambil memejamkan matanya kemudian duduk bersila seperti orang yang sedang bertapa sedangkan Aberto duduk di samping istrinya.


Whushh


Setelah beberapa saat tiba-tiba ada angin berhembus padahal kamar tersebut tertutup.


"Gesha." Panggil seorang wanita dengan nada lembut.


"Salam Dewi Pertiwi." Ucap Gesha sambil membuka matanya.


Gesha langsung memberi hormat begitu pula dengan Aberto. Mereka melihat seorang Dewi yang sangat cantik dan tubuhnya bersinar terang membuat Gesha dan Aberto menundukkan kepalanya.


"Dosa mereka sangat berat karena telah bersekutu dengan iblis oleh sebab itulah jiwa mereka tidak di terima." Ucap Dewi Pertiwi.


"Apakah ada cara lain supaya jiwa mereka bisa diterima?" Tanya Gesha.


"Hanya satu cara yaitu mereka melakukan seribu kebaikan dan jiwa mereka bisa tenang." Jawab Dewi Pertiwi.


"Lalu bagaimana dengan bau yang tidak sedap dan air mancur darah yang ada di taman belakang?" tanya Gesha.


"Aku akan mengutus Dewi Arumi bersama ke lima temannya untuk menghilangkan bau yang tidak sedap dan juga menghentikan mancur darah agar berhenti selain itu mengawasi jiwa mereka." Jawab Dewi Pertiwi.


"Kenapa di awasi?" Tanya Gesha.


"Karena jiwa mereka sudah terikat dengan iblis dan tentu saja iblis akan berusaha untuk menggagalkan nya." Jawab Dewi Pertiwi.

__ADS_1


"Saya mengerti Dewi." Jawab Gesha.


Whushh


Whushh Whushh Whushh


Whushh Whushh Whushh


Dewi Pertiwi langsung menghilang bersamaan kedatangan enam Dewi yang juga sama cantiknya.


"Aku Dewi Arumi bersama ke lima temanku untuk menghilangkan bau yang tidak sedap dan juga air mancur darah." Ucap Dewi Arumi memperkenalkan dirinya dengan memakai pakaian seperti yang dikenakan oleh Gesha.


"Salam hormat Dewi Arumi dan para Dewi semuanya." Ucap Gesha sambil turun dari ranjang begitu pula dengan Aberto.


"Mari ikut Kami." sambung Gesha sambil turun dari ranjang.


"Baik." Jawab Dewi Arumi.


Mereka pun keluar dari kamar tersebut dan berjalan ke arah ruang keluarga, di mana Mereka melihat Daddy Gerald, Mommy Monika, William, Angelica, Edward, Julia dan Alex.


"Mereka siapa? Datang dari mana?" Tanya Angelica dengan wajah terkejut sedangkan yang lainnya hanya diam karena keluarganya sudah tahu siapa Mereka.


"Nanti aku akan ceritakan Kak, sekarang kita ke taman belakang dulu." Jawab Gesha.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah taman belakang dengan menggunakan masker kecuali ke enam Dewi tersebut.


"Kalian mau pergi kemana?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang bersama yang lainnya.


"Kami mau pergi ke taman belakang, Kak Brian mau ikut?" Tanya Daddy Gerald sambil membalikkan badannya untuk menatap Kakak kembarnya.


Brian adalah Kakak kembarnya Daddy Gerald, Brian datang bersama keluarga besarnya ke mansion Daddy Gerald. Mereka datang karena tadi dihubungi oleh Daddy Gerald untuk datang ke mansion.


Merekqpun melanjutkan langkahnya hingga Mereka sampai di taman belakang. Ke lima Dewi tersebut duduk bersila kemudian menempelkan ke dua tangannya ke dada masing-masing sambil memejamkan ke dua matanya.


Sedangkan Dewi Arumi berjalan ke arah air mancur tersebut yang berwarna merah darah dan tercium aroma anyir. Ke enam Dewi tersebut tanpa menggunakan masker membuat Angelica sangat terkejut kecuali ke lima Dewi, pasangan suami istri Gesha dan Aberto serta keluarga besar Gesha.


Dewi Arumi merentangkan ke dua tangannya ke arah samping kanan dan kiri, ajaib air mancur tersebut berhenti dan rumput yang awalnya kering dan bau darah kini berubah menjadi hijau dan tidak bau darah lagi.


"Angelica." Panggil Dewi Arumi.


"Ya." Jawab Angelica singkat namun terlihat jelas wajahnya bingung.


"Mommymu ingin berbicara denganmu, apakah kamu bersedia?" tanya Dewi Arumi.


"Tentu saja aku bersedia." Jawab Angelica sambil tersenyum bahagia.


Dewi Arumi memejamkan matanya hingga beberapa saat roh Ibunya Angelica masuk ke dalam tubuh Dewi Arumi.


"Angelica." Panggil Mommynya Angelica.


"Mommy." Panggil Angelica dengan wajah terkejut karena suara Dewi Arumi berubah menjadi suara Ibunya.


"Iya ini Mommy." Jawab ibunya.


grep


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Mommy ..." ucap Angelica sambil terisak dan memeluk Dewi Arumi.


"Sstttttt... Jangan menangis, maafkan Mommy karena sering melukai hatimu." Ucap Ibunya sambil membalas pelukan Angelica.

__ADS_1


"Angelica sudah melupakan semuanya Mom." Ucap Angelica yang tidak mempunyai sifat dendam ataupun benci.


"Mommy sangat menyesal karena telah bersekutu dengan iblis karena itu kamu jangan pernah membenci William dan keluarganya. Mommy hanya ingin kamu menikah dan hidup bahagia bersama William, selain itu lupakan apa yang telah terjadi." Ucap Ibunya.


"Iya Mom." Jawab Angelica.


"William." Panggil Ibunya Angelica sambil mendorong perlahan tubuh Angelica.


"Iya Mom." Jawab William sambil berjalan ke arah Ibunya Angelica.


Grep


"Tolong titip Angelica, sayangi dia sepenuh hatinya. Mommy percaya kamu adalah pria yang sangat baik dan tulus mencintai putriku." Ucap Ibunya Angelica sambil menggenggam tangan William.


"William tidak akan mengecewakan Mommy." Jawab William dengan nada yakin sambil membalas genggaman tangan Ibunya Angelica.


"Mommy percaya denganmu." Ucap Ibunya Angelica sambil melepaskan genggaman tangannya begitu pula dengan William.


"Aku meminta maaf untuk kalian semua dan terima kasih telah menghancurkan sekte kami karena jika tidak dosa kami akan semakin bertambah banyak." Ucap Ibunya Angelica sambil menatap ke arah orang tuanya William dan keluarga besar Daddy Gerald yang kebetulan ada di tempat itu.


Keluarga besar Daddy Gerald hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum begitu pula dengan Ibunya Angelica.


"Kami mohon, doakan kami agar dosa kami berkurang walau hanya sebentar doanya tapi itu sangat berarti bagi kami." Ucap Ibunya Angelica.


"Selamat tinggal." Pamit Ibunya Angelica.


Whushh


Grep


"Mommy!" Teriak Angelica sambil memeluk tubuh Dewi Arumi.


"Mommy mu sudah pergi." Ucap Dewi Arumi.


"Tolong bilang padanya aku sangat menyayangi nya." Ucap Angelica sambil melepaskan pelukannya.


"Aku akan menyampaikannya dan ingatlah selalu mendoakan Mommymu dan arwah lainnya agar tenang di alam sana." Ucap Dewi Arumi.


"Aku akan selalu mengingatnya dan terima kasih karena aku bisa bicara dengan Mommyku." Ucap Angelica.


"Sama-sama." Jawab Dewi Arumi.


Whushh Whushh Whushh


Whushh Whushh Whushh


Tidak berapa lama Dewi Arumi dan ke lima Dewi lainnya menghilang sedangkan keluarga besar Daddy Gerald kembali ke ruang keluarga.


"Sekarang masalah sudah beres dan lusa kalian berdua akan menikah." Ucap Mommy Monika.


"Iya Mom." Jawab William dan Angelica.


Merekapun membicarakan acara pesta pernikahan William dengan Angelica hingga hampir dua jam mereka sudah selesai mengobrol dan dilanjutkan dengan makan bersama.


"Sekarang Kita istirahat." Ucap Daddy Gerald.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah kamar Mereka masing-masing begitu pula dengan keluarga besar Brian.


Brian dan keluarga besarnya sudah mempunyai kamar di mansion milik Daddy Gerald begitu pula sebaliknya karena itulah Mereka tidak perlu bertanya di mana kamar Mereka.

__ADS_1


__ADS_2