Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Akan Aku Balas


__ADS_3

William melihat Daddy Gerald, Mommy Monika dan Edward menatap dirinya.


"Bagaimana rasanya William?" Tanya Daddy Gerald kepo.


"Enak banget Dad, apalagi Angelica masih tersegel." Jawab William dengan jujur.


"Aduh ..." Ucap Daddy Gerald.


"Kenapa Dad?" Tanya Mommy Monika dan William bersamaan.


"Opa kenapa? Apa ada yang terluka?" Tanya Edward dengan nada kuatir.


"Opa baik-baik saja tapi opa jadi pengen dapat yang tersegel." Ucap Daddy Gerald usil sambil melirik sekilas ke istrinya.


"Daddy! Opa!" Pekik Mommy Monika, William dan Edward bersamaan dengan nada kesal.


Mommy Monika sangat kesal dengan ucapan suaminya membuat Mommy Monika pergi meninggalkan Daddy Gerald, William dan Edward.


"Mommy / Oma mau kemana?" Tanya Daddy Gerald, William dan Edward bersamaan.


"Mau cari berondong kan Mommy masih cantik." Jawab Mommy Monika sambil masih berjalan.

__ADS_1


Daddy Gerald yang mendengar istrinya ingin mencari cowok berondong langsung mengejar istrinya dengan diikuti oleh William dan Edward.


Grep


"Mommy, Daddy kan hanya bercanda." Ucap Daddy Gerald sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.


"Bercanda Daddy tidak lucu sama sekali." Ucap Mommy Monika sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya namun suaminya tidak mau melepaskannya.


"Mommy, Daddy minta maaf kalau bercanda Daddy membuat Mommy marah. Mommy kan tahu kalau Daddy cinta ma ti sama istriku yang paling cantik." Ucap Daddy Gerald sambil menghirup aroma tubuh istrinya.


"Mommy dan Daddy, di luar pintu utama ada beberapa bodyguard milik Ayah angkatnya Angelica bagaimana melawan mereka?" Tanya William mengalihkan pembicaraan ketika melihat Mommy Monika ingin bicara.


Bodyguard milik Ayahnya Angelica kira-kira sekitar dua belas orang yang menjaga mansion dan semuanya bisa bela diri sedangkan saat ini yang bisa bela diri Daddy Gerald, Mommy Monika dan Edward sedangkan William menggendong Angelica jadi tidak mungkin bisa bertarung kecuali Angelica di tinggal tapi itu tidak mungkin.


"Tenang saja, Daddy sudah menghubungi keluarga besar kita dan sebentar lagi mereka datang." Ucap Daddy Gerald.


"Kalau kita mendengar suara orang berkelahi baru kira keluar." Sambung Mommy Monika.


"Oh ya bagaimana dengan dua pria brengs*k itu?" Tanya William sambil menahan amarahnya karena tidak melihat jasadnya.


"Mereka berdua berada di kamar tamu dalam kondisi tidak sadarkan diri." Jawab Daddy Gerald.

__ADS_1


"Bukannya tadi kata Mommy langsung tembak mati?" Tanya William penasaran.


"Memang benar tapi Daddy merasa keenakan jika Mereka langsung mati jadi Daddy menyiksa Mereka hingga akhirnya Mereka mati dengan cara mengenaskan.'' Jawab Daddy Gerald.


"Apa yang Daddy lakukan?" Tanya William penasaran.


"Ke dua kaki dan ke dua tangannya cacat karena itu pantas buat Mereka jadi harapan untuk hidup sangat kecil terlebih Pamannya Angelica karena ke dua telurnya sepertinya rusak parah." Jawab Daddy Gerald.


"Dia pantas mendapatkannya dan seharusnya Ayah angkatnya yang dur ja na itu di hukum sama seperti adik ipar nya." Ucap William yang masih sangat kesal dengan Ayah angkatnya Angelica.


"Daddy sudah menyuntikkan obat agar adik kecilnya tidak berfungsi." Ucap Daddy Gerald.


"Daddy dapat darimana obat itu?" Tanya William penasaran sambil menatap ke arah Daddy Gerald.


"Rekan bisnis Daddy bekerja sama dengan salah satu keluarga besar Kita untuk mengembangkan obat tersebut. Obat itu khusus di buat untuk orang-orang yang sangat suka mem x per x ko x sa para gadis dan para wanita agar angka kejahatan berkurang." ucap Daddy Gerald menjelaskan.


"Mommy mendukung itu karena mereka pantas mendapatkannya." Sambung Mommy Monika.


Tidak berapa lama terdengar suara keributan dari luar membuat Daddy Gerald dan Edward membuka pintu utama kemudian Mommy Monika melawan para bodyguard dengan di bantu Daddy Gerald dan Edward. Mereka menyerang para bodyguard hingga akhirnya mereka babak belur.


William dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke mansion mereka. Tanpa sepengetahuan mereka kalau ada dua pasang mata menatap tajam ke arah mereka.

__ADS_1


'Awas kalian akan aku balas karena telah berani menyerang mansion milik kakak sepupuku.' Ucap pria tersebut sambil menahan amarahnya.


__ADS_2