
"Memangnya Aku badut?" tanya Angelica dengan wajah di tekuk dan bibir bawahnya dimajukan.
"Kak William mengajakmu tentu saja Kak William akan membayar semua yang kamu beli." Ucap William menjelaskan.
'Aduh itu bibir ingin aku merasakannya lagi.' Sambung William dalam hati.
"Benarkah? Kalau begitu aku mau borong semuanya." ucap Angelica sambil tersenyum menyeringai.
"Aish senyuman mu sangat jelek." Ucap William dengan wajah pura-pura kesal.
"Biarin yang penting Kak William suka." Jawab Angelica usil sambil berjalan ke arah Mommy Monika.
"Dih siapa yang suka?" Tanya William sambil tersenyum.
"Mommy, Angelica mau pergi ke mall bersama Kak William. Mommy dan Daddy mau pesan apa? Mumpung gratis," ucap Angelica sambil tersenyum kemudian mengecup punggung tangan Mommy Monika dan Daddy Gerald secara bergantian tanpa menjawab ucapan William.
"Mommy dan Daddy tidak pesan apa-apa, Kalian berdua hati-hati di jalan." Ucap Mommy Monika.
"Baik Mom." Jawab Angelica.
"Oh iya, kalau Kak William tidak suka sama Angelica nanti di mall Angelica mau kenalan sama cowok yang ganteng dan sedap di pandang mata." jawab Angelica yang masih usil.
Entah kenapa Angelica sangat suka mengusili William.
"Jika kamu berani berkenalan maka Kakak akan menurunkan mu di jalan." Ancam William.
"Oh gampang, nanti kekasih baru Angelica yang kenal di mall minta jemput Angelica." jawab Angelica usil.
__ADS_1
"Angelica," Panggil William.
"Ya." jawab Angelica singkat.
"Ouch... Sakit Kak." Ucap Angelica sambil memegangi telinganya yang di tarik oleh William.
"Mommy, Daddy, Kak William nakal." Adu Angelica ketika telinganya dijewer oleh William.
"William." panggil Mommy Monika dan Daddy Gerald bersamaan.
"Marahin saja Mom, Kak William sudah melakukan KYDKT jadi harus di hukum," ucap Angelica sambil tersenyum menyeringai.
"Apa itu KYDKT?" tanya Mommy Monika, Daddy Gerald dan William bersamaan sambil menatap Angelica dengan tatapan bingung begitu pula dengan William.
Wiliam langsung melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga Angelica sambil menunggu kepanjangan KYDKT.
"Kalau KDRT kepanjangannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga sedangkan KYDKT kepanjangannya Kekerasan Yang Dilakukan Kakek Tua." Jawab Angelica sambil berlari ketika telinganya tidak di jewer oleh William.
"Kakek sudah tua tidak mungkin bisa mengejar Angelica." Ledek Angelica sambil berlari ke arah ruang keluarga.
Daddy Gerald dan Mommy Monika hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua terlebih dengan sikap William yang seperti anak ABG.
"Daddy baru kali ini melihat William seperti ini." Ucap Daddy Gerald.
"Mommy juga sama, dulu William seperti Daddy." Ucap Mommy Monika.
"Memang dulu Daddy kenapa Mom? Perasaan Daddy biasa saja." ucap Daddy Gerald.
__ADS_1
"Dulu pertama kali kita bertemu Daddy sangat galak sama Mommy pas sudah kenal Daddy seperti lem yang tidak mau lepas." ucap Mommy Monika.
Grep
"Mommy ingat aja kalau Daddy sangat galak." ucap Daddy Gerald sambil memeluk tubuh istrinya.
''Ingatlah bagaimana Daddy memarahi Mommy padahal Mommy tidak bersalah sedikitpun. Sudah bantuin nolongin eh kena marah sampai Mommy kesal banget belum lagi di tambah sama atasan Mommy yang bawel itu." Ucap Mommy Monika sambil membalas pelukan suaminya.
Cup
"Maafkan Daddy, kalau waktu itu Daddy memarahi Mommy." Ucap Daddy Gerald kemudian mengecup kening istrinya.
"Tidak apa-apa Dad." jawab Mommy Monika sambil mendorong perlahan tubuh suaminya.
"Satu ronde ya Mom." Pinta Daddy Gerald.
Whushh
Tanpa menunggu jawaban Daddy Gerald menggendong tubuh istrinya kemudian berjalan ke arah tangga menuju ke kamar mereka.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di ruang keluarga, di mana William masih mengejar Angelica yang memutari sofa.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ... Angelica berhenti." Pinta William sambil memegangi ke dua lututnya dan mengatur nafasnya yang sudah ngos-ngosan akibat mengejar Angelica.
"Tidak mau nanti Angelica di jewer seperti tadi." Tolak Angelica sambil berdiri yang tidak jauh dari William sambil ikut mengatur nafasnya.
"Aduh jantungku ..." Ucap William sambil duduk di sofa dan memegangi dadanya dengan wajah seperti menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Kak William jangan bercanda." Ucap Angelica dengan wajah kuatir.
"Kakak tidak bercanda." Jawab William sambil meringis dan memejamkan matanya.