
'Kenapa Mommy bisa tahu kalau Kami mempunyai binatang peliharaan macan?' Tanya Daddy Gerald, William dan Edward bersamaan dalam hati.
"Daddy, William dan Edward jangan terkejut karena apa yang Kalian lakukan Mommy bisa tahu semuanya." Ucap Mommy Monika sambil berjalan mendekati William.
"Daddy dan Edward lebih baik tembak mati saja ke dua pria breng x sek itu." Sambung Mommy Monika.
"William, ikut Mommy." Sambung Mommy Monika sambil menarik tangan putra sulungnya.
"Lho katanya dimasukkan ke kandang macan?" Tanya Daddy Gerald.
"Jarak dari mansion ke markas lumayan jauh belum lagi setelah itu Kita pulang ke mansion jadi lebih baik Mereka tembak mati saja setelah itu Kita langsung pulang." jawab Mommy Monika sambil menghentikan langkahnya.
'Sebenarnya Angelica terkena pengaruh obat dan dupa perang x sang. Kalau pergi ke markas lalu pulang ke mansion membutuhkan waktu yang lumayan lama sekitar dua jam sedangkan pengaruh obat dan dupa perang x sang bisa hilang sekitar lima sampai enam jam.' Sambung Mommy Monika dalam hati.
"Ok." Jawab Daddy Gerald singkat.
Mommy Monika kembali menarik tangan William menuju ke arah tangga sedangkan William mengikuti langkahnya tanpa banyak komentar.
'William.' Panggil Mommy Monika dengan suara berbisik agar tidak terdengar oleh cucunya yang bernama Edward.
"Iya Mom." Jawab William sambil menaiki anak tangga satu demi satu begitu pula dengan Mommy Monika.
"Angelica terkena dupa dan obat perang x sang jadi lakukanlah sekarang hubungan suami istri. Setelah Angelica tersadar dan Kamu sudah selesai melakukan hubungan suami istri langsung di bawa ke mansion karena obat itu akan kembali bekerja." Ucap Mommy Monika sambil menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Apa? Angelica terkena obat dan dupa perang x sang?" Tanya William yang ikut menghentikan langkahnya.
"Benar, sekarang lakukan dengan cepat karena nyawa Angelica dalam bahaya setelah itu Kita langsung pulang ke mansion." Ucap Mommy Monika.
"Baik Mom." Jawab William.
Selesai berbicara William berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar Angelica bersamaan terdengar dua suara letusan pistol diiringi dua suara teriakan kematian Ayah angkatnya Angelica dan Pamannya Angelica.
Mommy Monika membalikkan badannya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke tempat suaminya yang bernama Daddy Gerald yang bersama dengan cucunya bernama Edward.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana William berada di kamar Angelica. William melihat wajah pucat Angelica membuat hatinya sangat sakit terlebih ketika baru mengetahui kalau nyawa Angelica dalam bahaya membuat William melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
"Maaf sebenarnya Aku ingin melakukan ini setelah Kita sudah resmi menikah." Ucap William sambil masuk ke dalam selimut yang sama di pakai oleh Angelica.
William menghentikan kegiatannya untuk menatap Angelica dan ternyata Angelica masih setia memejamkan matanya. William kembali melakukan pemanasan kembali hingga beberapa saat William mulai masuk ke permainan inti di mana tubuh Mereka disatukan.
Di hentakkan pertama William tidak berhasil hingga dihentakkan ke tiga baru kepala tombak saktinya berhasil masuk ke dalam goa yang belum pernah dimasukin oleh pria manapun.
"Sstttttt... Sakittt.." Rintih Angelica namun matanya masih setia terpejam.
"Maaf, lama-lama enak kok." Ucap William yang tidak bisa menghentikannya terlebih William tahu obat dan dupa perang x sang membutuhkan pelampiasan yaitu melakukan hubungan suami istri.
Jika dirinya berhenti maka Angelica akan semakin tersiksa karena itulah William melakukan hubungan suami istri. Di hentakkan ke empat barulah William berhasil memasukkan tombak sakti ke dalam goa yang paling dalam di mana disekelilingnya dipenuhi rumput hitam.
__ADS_1
William merasakan tombak saktinya menerobos penghalang bersamaan teriakan kesakitan dari mulut Angelica. William langsung mendiamkan tombak saktinya yang berada di dalam goa milik Angelica.
William kembali memberikan pemanasan agar rasa sakitnya teralihkan dan goa milik Angelica dapat beradaptasi dengan tombak sakti miliknya. Setelah Angelica kembali mengeluarkan suara merdunya barulah William menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
Hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar miliknya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim milik Angelica sambil berharap Angelica hamil.
Setelah beberapa saat barulah William menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Hingga lima belas menit kemudian William sudah selesai mandi dan memakai handuk yang menutupi tombak saktinya.
William berjalan ke arah ranjang kemudian memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai lalu memakainya.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Wiliam berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil handuk kecil untuk dibasahi. Setelah basah William kembali berjalan ke arah ranjang kemudian membersihkan bagian privasi milik Angelica.
"Aduh jadi ingin lagi tapi tidak mungkin karena setelah ini Kami akan pergi meninggalkan mansion ini. William hilangkan pikiran mesummu." Ucap William.
William berusaha menghilangkan pikiran mesumnya setelah berjuang menahan siksaan akhirnya selesai juga. William turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari pakaian kemudian mengambil satu stell pakaian milik Angelica kemudian memakaikan ke tubuh polos Angelica.
William kembali berjuang menghilangkan pikiran mesumnya setelah beberapa saat akhirnya selesai sudah. William menggendong tubuh Angelica dan tanpa sengaja melihat bercak darah di seprei membuat William tersenyum bahagia.
Cup
"Terima kasih Sayang karena Aku adalah pria pertama yang mendapatkan harta berharga yang selama ini Kamu jaga. Aku berjanji akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." Ucap William kemudian mencium kening Angelica.
__ADS_1
William menuruni anak tangga satu demi satu menuju ke ruang keluarga di mana ke dua orang tuanya dan putranya menunggu dirinya.