
'Mommy kok tahu aja kalau William ingin melakukan lagi?' Tanya William sambil berbisik.
'Daddy dan kamu sama-sama mesum makanya Mommy tahu.' Jawab Mommy Monika.
"Hehehehe..." Tawa William terkekeh geli.
"Mommy dan Kak William kenapa bicara sambil berbisik? Terus kenapa Kak William tertawa?" Tanya Angelica penasaran.
"Ada deh." Jawab Mommy Monika dan William bersamaan.
"Aish Mommy dan Daddy." Ucap Angelica dengan wajah cemberut.
Mommy Monika dan William hanya tertawa karena betapa imutnya Angelica ketika wajahnya cemberut. Mommy Monika pergi meninggalkan kamar Angelica namun sebelum pergi Mommy Angelica memberikan kode ke putra sulungnya untuk tidak macam-macam.
William hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap Mommy Monika membuat Mommy Monika menggeleng - gelengkan kepalanya. Sepeninggal Mommy Monika, William berjalan ke arah Angelica sambil tersenyum bahagia karena sudah merasakan tubuh Angelica.
Grep
"Kakak kangen banget sama kamu." Ucap William sambil memeluk Angelica dari arah depan.
"Bukankah semalam kita tidur bersama?" Tanya Angelica sambil membalas pelukan William.
"Memang benar tapi tidak ketemu satu menit saja rasanya seperti setahun." Jawab William.
"Sejak kapan kak William jadi tukang gombal?" Tanya Angelica sambil mendorong perlahan tubuh William.
__ADS_1
"Kok gombal? Kakak serius." Jawab William sambil menatap wajah cantik Angelica.
Angelica hanya tersenyum menatap wajah tampan William membuat William membalas senyuman Angelica. William mendekatkan wajahnya ke wajah Angelica membuat Angelica memejamkan matanya.
cup
William mencium bibir Angelica singkat kemudian mengulurkan tangannya ke arah tengkuk Angelica. William kembali mencium bibir Angelica lebih tepatnya me x lu x mat nya membuat Angelica membalas ciuman William hingga beberapa saat Angelica menepuk bahu William tanda dirinya kehabisan napas.
William yang mengerti langsung melepaskan ciumannya membuat Angelica menghirup udara sebanyak banyaknya. William hanya tersenyum kemudian mengarahkan wajahnya ke arah leher Angelica kemudian mencium leher Angelica.
"Kak William ... Ahhhhhhh ....'' Ucap Angelica sambil mengeluarkan suara merdunya dan mulai merasakan bagian privasinya ada yang mengganjal.
Suara merdu Angelica membuat wortel import milik William semakin menegang. Sebenarnya sejak William masuk ke kamar Angelica wortel importnya menegang karena itulah William meminta Mommy Monika untuk pergi dengan alasan Daddy Gerald.
"Sayang, Kakak ingin seperti semalam." Ucap William dengan wajah bergabut ga x irah.
"Aku ..." Ucapan Angelica terputus ketika perutnya berbunyi nyaring.
"Lapar?" tanya William.
Angelica hanya menganggukkan kepalanya membuat William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angelica.
"Kalau begitu kita makan dulu." Ajak William sambil memeluk Angelica dari arah samping.
"Terus adik kecil Kak William?" Tanya Angelica sambil berjalan begitu pula dengan William.
__ADS_1
"Nanti setelah makan kita lanjutkan lagi." Jawab William sambil membuka pintu kamarnya.
"Jangan dulu deh Kak." Pinta Angelica yang merasakan bagian privasinya masih perih sambil berjalan keluar dari kamarnya begitu pula dengan William.
"Memangnya kenapa?" Tanya William yang sudah ketagihan dengan tubuh Angelica.
"Punyaku masih perih Kak." Jawab Angelica sambil berjalan menuruni anak tangga satu demi satu bersama William.
"Kakak akan main dengan pelan, boleh ya." Pinta William dengan penuh harap.
Angelica hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya karena dirinya tidak tega menolak permintaan William.
Cup
"Terima kasih sayang." Ucap William sambil mengecup pucuk kepala Angelica.
Angelica hanya tersenyum hingga mereka sudah sampai di lantai satu. William dan Angelica berjalan ke arah ruang makan di mana Mommy Monika, Daddy Gerald dan Edward sedang menunggu mereka berdua.
"Akhirnya kalian datang juga, hampir saja Daddy dan Mommy pingsan." Ucap Daddy Gerald sambil melirik ke arah William dengan wajah kesal sedangkan William hanya tersenyum.
"Maafkan kami Dad." Ucap Angelica merasa tidak enak hati sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan William.
Mommy Monika, Daddy Gerald dan Edward hanya menggelengkan kepalanya ketika William duduk bersebelahan dengan Angelica mirip lem dan perangko.
"Kamu tidak perlu meminta maaf tapi anak Daddy yang seharusnya meminta maaf." Ucap Daddy Gerald.
__ADS_1
"Kenapa William meminta maaf?" Tanya William tanpa merasa bersalah sedikitpun.