Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Mereka sangat tersiksa


__ADS_3

"Tentu saja boleh." Jawab Angelica sambil tersenyum.


Grep


Julia memeluk Angelica begitu pula sebaliknya, Angelica membelai punggung Julia membuat hati Julia merasakan nyaman bersama Angelica dan dirinya sangat berharap Angelica sangat tulus menyayangi William. Setelah beberapa saat kemudian mereka melepaskan pelukannya bersamaan kedatangan pengurus taman.


"Maaf Tuan - Tuan dan Nyonya - Nyonya." Ucap pengurus taman.


"Ada apa Paman?" Tanya Angelica dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.


"Tadi saya bersama ke dua belas teman saya pergi untuk mengejar kelinci yang tiba-tiba kabur dan sampai di taman belakang, kami melihat ..." ucap pengurus taman menggantungkan kalimatnya.


"Melihat apa?" Tanya Daddy Gerald tiba-tiba datang bersama istrinya.


"Taman belakang yang biasanya tumbuh rumput hijau kini menjadi kering dan sangat bau seperti bau anyir selain itu keluar air mancur namun bukan air jernih tapi berupa air darah." Jawab pengurus taman menjelaskan.


"Apa? Kok bisa?" Tanya Daddy Gerald dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.


William, Edward, Julia, Alex dan Angelica sampai berdiri saking terkejutnya.


"Kita lihat yuk Dad." Ucap Mommy Monika penasaran.


"Ayuk Mom." Jawab Daddy Gerald yang juga penasaran.


"Kami ikut." Ucap mereka bersamaan.


Mereka pun pergi ke taman belakang namun sebelumnya William memerintahkan pelayan untuk mengambil masker untuk antisipasi kalau mereka tidak kuat mencium bau anyir darah.


Kini mereka berada di taman belakang bekas kuburan di mana keluarga besar Angelica dikuburkan. Mereka sangat terkejut begitu pula dengan para bodyguard dan para pelayan yang penasaran dengan apa yang diceritakan oleh pengurus taman.


Taman belakang tempat mayat dikuburkan kering dan mengeluarkan aroma tidak sedap sedangkan di sekeliling taman yang tidak bekas kuburan berwarna hijau segar.


Di tengah - tengah kuburan tersebut keluar air mancur darah karena warnanya merah dan membasahi tanah di sekitarnya kecuali rumput hijau


"Kenapa bisa jadi seperti ini?" Tanya Daddy Gerald dengan wajah bingung begitu pula dengan yang lainnya sambil memegangi hidungnya karena masih tercium bau darah padahal mereka menggunakan masker.


"Kita kembali ke ruang keluarga." Ucap Mommy Monika sambil berpikir.


Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudahan mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke ruang keluarga.


Sampai di ruang keluarga mereka bisa menghembuskan nafasnya dengan lega karena baunya benar-benar menyengat.


"Bagaimana caranya supaya taman belakang tidak bau dan berhenti mengeluarkan air mancur darah?" Tanya Daddy Gerald sambil berpikir.


"Air mancur darah? Maksud Daddy?" Tanya seorang pria yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka.


"Mommy dan Daddy, apa kabar?" Tanya seorang wanita yang berada di sampingnya sambil mencium punggung tangan Mommy Monika dan Daddy Gerald secara bergantian.


"Aberto, Gesha kebetulan sekali kalian datang." Ucap Mommy Monika.

__ADS_1


Gesha adalah putri ke tiga dari pasangan Mommy Monika dengan Daddy Gerald. Di mana Gesha merupakan anak indigo yang bisa melihat makhluk astral.


Hal ini dikarenakan neneknya sekaligus Ibunya Mommy Monika mewariskan indigo ke cucu perempuannya. Sedangkan Mommy Monika hanya bisa merasakan namun tidak bisa melihat makhluk astral.


"Memang ada apa Mom?" Tanya Gesha dengan wajah bingung.


"Silahkan duduk dulu." Ucap Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab Gesha dan Aberto bersamaan.


Deg


Deg


Jantung Gesha entah kenapa berdetak kencang membuat Gesha memejamkan matanya.


"Taman belakang kami ada air mancur darah dan sekeliling rumput kering dan tercium aroma darah." Ucap Mommy Monika.


"Kenapa bisa?" Tanya Aberto dengan wajah terkejut.


Gesha terdiam sambil masih memejamkan matanya karena tiba-tiba Gesha mendapatkan penglihatan.


"Mommy tidak bercandakan?" Tanya Aberto.


"Mommy tidak bercanda, kalau tidak percaya kita lihat ke sana." Ucap Mommy Monika.


Gesha perlahan membuka matanya kemudian ikut berdiri.


"William, Angelica, Edward, Julia dan Alex kalian di sini saja biar kami berempat pergi ke taman belakang." Ucap Daddy Gerald.


"Baik Dad." Jawab mereka bersamaan.


Daddy Gerald, Mommy Monika, Gesha dan Aberto berjalan ke arah taman belakang namun sebelumnya mereka menggunakan masker.


"Kenapa memakai masker?" Tanya Aberto.


"Bau banget, satu saja bisa tembus." Ucap Daddy Gerald sambil memakai masker double begitu pula dengan Mommy Monika.


"Satu masker saja terasa sesak apalagi pakai dua." Ucap Aberto.


"Dua ini masing mending beberapa hari yang lalu kami memakai masker tiga masih tercium aroma busuk akhirnya kami pakai empat masker." Ucap Daddy Gerald.


"Apa? Kenapa bisa empat masker? Memang baunya seperti apa? Daddy jangan bercanda deh." Tanya Aberto beruntun.


"Bau banget, nanti Daddy ceritakan dan Daddy tidak bercanda." Jawab Daddy Gerald dengan nada tegas.


Aberto hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka memakai dua masker hanya saja satu masker Aberto dan Gesha tepat di hidung dan mulut dan masker satunya lagi berada di dagu, hal itu untuk berjaga-jaga kalau bau.


Kini mereka berada di taman belakang dan sepanjang jalan menuju ke taman belakang jantung Gesha berdetak kencang dan merasakan bulu kuduknya merinding dan dirinya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Aberto yang merupakan suaminya Gesha merasakan tangan istrinya dingin membuat Aberto menatap istrinya.


"Ada apa?" Tanya Aberto penasaran sambil menarik masker yang berada di dagunya karena mulai tercium bau yang kurang sedap lebih tepatnya bau darah.


"Aku merasakan hawa negatif di taman belakang ini dan membuat bulu kudukku merinding." Jawab Gesha sambil memperlihatkan tangannya di mana bulu-bulu halusnya berdiri.


"Masa sih, aku tidak." Ucap Aberto dan Daddy Gerald bersamaan.


"Apa yang dirasakan oleh Gesha, Mommy juga merasakan. Lihatlah bulu tangan Mommy sampai berdiri." Ucap Mommy Monika sambil memperlihatkan tangannya ke suaminya.


Daddy Gerald melihat bulu - bulu tangan istrinya berdiri sesuai apa yang dikatakan oleh Mommy Monika.


Ketika Daddy Gerald ingin bicara bersamaan mereka sudah sampai di tempat yang di tuju. Gesha dan Aberto sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya membuat Aberto mengambil ponselnya untuk merekam kejadian langka tersebut untuk diperlihatkan ke keluarga besarnya.


"Jangan di rekam nanti ponsel milik Daddy rusak." Ucap Gesha.


"Masa sih." Ucap Aberto tidak percaya sambil merekam kejadian langka yang belum pernah dilihatnya.


Bip


"Lho kok ponsel ku mendadak mati?" Tanya Aberto sambil menekan tombol on agar menyala kembali.


"Di bilangin tidak percaya. Mau tidak mau ponselnya rusak jadi harus beli baru." Ucap Gesha.


Aberto tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya namun beberapa kali mencoba ponselnya tetap tidak menyala padahal tadi pagi barusan di cas.


Sedangkan Gesha memejam kan matanya hingga hampir setengah jam lebih tubuh Gesha bergetar. Mommy Monika yang melihat Gesha ingin ambruk menahan tubuh Gesha.


"Aberto, istrimu." Ucap Mommy Monika.


Aberto yang sibuk memperhatikan ponselnya yang rusak dan berusaha untuk menyalakan ponselnya, mendengar ucapan Mommy Monika langsung menahan tubuh istrinya tanpa memperdulikan ponselnya. Setelah beberapa saat Gesha membuka matanya dengan tubuhnya yang lemas seperti tidak bertulang.


"Kita pergi dari sini." Ucap Gesha.


Aberto langsung menggendong istrinya kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah kamar tamu diikuti Mommy Monika dan Daddy Gerald.


William, Angelica, Edward, Julia dan Alex sangat terkejut ketika melihat Aberto menggendong tubuh Gesha pasalnya tadi baik-baik saja.


"Apa yang terjadi dengan Gesha?" Tanya William yang melihat Aberto menggendong istrinya.


"Tidak tahu, tiba-tiba tubuhnya lemas." Jawab Aberto.


"Di baringkan di kamar tamu." Ucap Mommy Monika.


"Ok." Jawab Aberto.


Kini mereka berada di kamar tamu di mana Aberto membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan. Mommy Monika memberikan minyak angin agar tubuhnya tidak dingin seperti tadi.


"Mereka sangat tersiksa." gumam Gesha namun suaranya terdengar jelas oleh orang tuanya dan juga keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2