
"Obat apa Tuan?" Tanya wanita itu dengan wajah bingung.
"Nanti kamu akan tahu."Jawab Ayahnya Angelica.
Wanita itu pun hanya terdiam hingga beberapa saat kemudian tubuhnya mulai merasa panas membuat wanita itu bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan.
"Tuan panas ... Tolong sentuh aku Tuan." Mohon wanita itu sambil memainkan goa miliknya dan mendekati Ayahnya Angelica.
Ayahnya Angelica tersenyum devil kemudian Ayahnya Angelica berbaring di ranjang. Wanita tersebut menaiki tubuh Ayahnya Angelica kemudian memasukkan tombak sakti milik Ayah Angelica ke dalam goa miliknya.
"Ahhhhhhh..."
Suara merdu keluar dari mulut wanita tersebut kemudian wanita tersebut mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali sambil memberikan tanda kepemilikan di leher dan di tubuh pria tersebut.
'Bagus, bisa aku gunakan untuk Angelica.' Ucap Ayahnya Angelica yang juga ingin merasakan tubuh Angelica.
Wanita tersebut bermain dengan kasar agar mendapatkan kepuasan sedangkan Ayahnya Angelica juga ikut bermain kasar dengan memainkan dua gunung kembar milik wanita itu.
"Sakit Tuan tapi kenapa enak?" Tanya wanita tersebut sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali.
"Tentu saja enak, istriku juga bilang begitu. Obat dan dupa memang manjur untuk membangkitkan gairah pantas saja istriku sering memakainya." Jawab Ayahnya Angelica.
"Kalau begini kan enak aku tidak perlu bekerja." Sambung Ayahnya Angelica sambil tersenyum devil.
Wanita tersebut tidak memperdulikan perkataan Ayahnya Angelica karena bagi dirinya adalah ingin segera menuntaskan, di mana dalam tubuhnya sepertinya ada yang ingin meledak.
Setelah hampir lima belas menit kemudian wanita tersebut mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.
"Tuan ... Ahhhhhhh..."
Bruk
"Capek Tuan." Ucap wanita tersebut dengan tubuh ambruk ke tubuh Ayahnya Angelica.
"Sekarang gantian aku yang berkerja." Ucap Ayahnya Angelica sambil membalikkan tubuhnya tanpa melepaskan tombak saktinya.
Kini posisi Ayahnya Angelica berada di atas sedangkan wanita tersebut di bawah. Ayahnya Angelica menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar miliknya.
Ayahnya Angelica langsung menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.
'Bagus, bisa aku gunakan ke putri angkat ku Angelica. Kenapa aku sangat bod*h seharusnya sebelum Angelica keluar dari rumahku aku pakai dulu sampai bosan ... Ahhhhhhh padahal banyak kesempatan ketika ingin melakukan hal itu." Ucap Ayahnya Angelica meruntuki kebodohannya.
Ayahnya Angelica memejamkan matanya namun belum ada dua jam tubuhnya dinaiki oleh seseorang hingga tombak sakti miliknya dimasuki oleh seseorang dan dirinya tahu siapa yang melakukannya hingga tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu.
Tok Tok Tok
"Ada apa?" Tanya Ayahnya Angelica sambil masih memejamkan matanya dan membiarkan wanita tersebut bekerja untuk memuaskan tubuhnya.
"Maaf Tuan, ada Nona Angelica bersama calon suaminya." Jawab Kepala pelayan.
"Apa? Angelica mau menikah?" Tanya ulang Ayahnya Angelica sambil mendorong wanita tersebut dengan kasar hingga tombak sakti nya terlepas dari sarangnya.
"Benar Tuan." Jawab Kepala pelayan.
"Suruh tunggu sebentar." Ucap Ayahnya Angelica sambil bangun dari ranjangnya.
"Baik Tuan." Jawab Kepala pelayan.
Ayahnya Angelica langsung turun dari ranjang namun di tahan oleh wanita tersebut membuat Ayahnya Angelica menatapnya dengan tatapan tajam membuat wanita tersebut ketakutan.
__ADS_1
Ayahnya Angelica mengambil celana boxernya yang tergeletak di lantai sedangkan wanita tersebut terpaksa memuaskan dirinya dengan menggunakan tangannya.
Ayahnya Angelica tidak memperdulikan hal tersebut karena yang diperdulikan adalah secepat itukah Angelica akan menikah.
"Walau bagaimana pun aku tidak rela jika Angelica menikah dengan pria lain. Aku akan melakukan segala cara agar Angelica menjadi milikku." Ucap Ayahnya Angelica dalam hati sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana di ruang keluarga duduk William dan Angelica. Mereka duduk menunggu ke dua orang tuanya Angelica yang masih berada di kamarnya.
"Mommy dan Daddy kok lama ya?" Tanya Angelica.
Angelica dan William tidak tahu kalau di kamar orang tuanya hanya ada Ayahnya Angelica dan wanita lain karena kepala pelayan hanya bilang kalau Nyonya dan Tuan berada di kamarnya.
Hal itu atas perintah Ayahnya Angelica jika ada orang yang datang untuk menemui dirinya tanpa memperdulikan jika tiba-tiba istrinya datang.
"Mungkin melakukan yang enak-enak makanya agak lama. Kalau kita nanti menikah kita juga akan melakukan yang enak - enak." Ucap William.
Bugh
"Kenapa sih di pikiran cowok mesum terus? Sekali - kali pikirannya jangan mesum bisa tidak?" Tanya Angelica sambil memukul bahu William.
"Kan kamu tanya ya kakak jawab, kok kamu marah? Mukul Kakak lagi." Ucap William dengan wajah cemberut.
"Maafkan Angelica Kak, Angelica deg-deggan jika Daddy tidak merestui kita." Ucap Angelica.
"Seperti yang tadi Kakak katakan, kita melakukan hubungan suami istri agar kita di restui." Jawab William.
"Memang tidak ada jalan lain selain melakukan itu?" Tanya Angelica.
"Sepertinya tidak ada, kenapa kamu menyesal menikah dengan Kakak?" Tanya William dengan wajah kecewa.
"Kenapa menyesal? Aku sangat mencintai Kakak jadi tidak ada yang namanya menyesal.'' Jawab Angelica dengan nada tegas.
Pamannya Angelica berjalan dari pintu utama dan berencana ingin menemui Kakak iparnya untuk meminta modal membuka usaha toko yang baru dikelolanya. Ketika melewati ruang keluarga Pamannya melihat William dan Angelica membuat Pamannya menghentikan langkahnya.
"Eh ada Angelica, mau tinggal di sini lagi ya?" Tanya Pamannya sambil berjalan ke arah Angelica tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun jika waktu itu memfitnah Angelica hingga Angelica pergi dari rumah.
"Tidak Paman, Angelica datang ke sini mau ijin ingin menikah dengan Kak William." Jawab Angelica sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang William.
William yang mendapatkan perlakuan seperti itu memeluk Angelica secara posesif membuat Pamannya menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya.
"Pria itu sudah tua lebih baik kamu menikah dengan pria seumuran denganmu atau selisih lima tahun." Ucap Pamannya sambil duduk di sofa saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja.
Pamannya Angelica menatap tajam ke arah William sedangkan William tidak kalah tajam nya menatapnya.
'Lebih baik menikah dengan Paman yang jelas - jelas lebih tampan dari pria itu.' Sambung Pamannya dalam hati penuh percaya diri.
"Lebih baik menikah dengan Kak William dari pada menikah dengan pria bermuka dua dan tidak mempunyai tanggung jawab sebagai seorang suami di mana suaminya hobbynya celap celup sama sini." Ucap Angelica.
"Hati-hati Paman, orang seperti itu bisa terkena penyakit yang mematikan." Sambung Angelica.
"Angelica!" Bentak Pamannya sambil menatap tajam ke arah ponakannya.
"Jangan membentak calon istriku!" Bentak William yang tidak terima Angelica di bentak.
"Kamu itu baru calon suami dan belum tentu Kakak iparku mau menerimamu sebagai calon menantunya jadi jangan pernah ikut campur urusan keluarga kami." Ucap Pamannya Angelica.
"Aku heran kenapa Daddy percaya sama pria ular seperti Paman padahal jelas-jelas Paman itu melakukan kesalahan yang sangat fatal." Ucap Angelica sambil menatap tajam ke arah Pamannya dengan perasaan dendam karena ulah Pamannya membuat dirinya pergi meninggalkan rumahnya.
Pamannya sangat kesal dengan ucapan ponakannya membuat Pamannya langsung berdiri. Pamannya berjalan ke arah Angelica sedangkan Angelica dan William yang melihat Pamannya Angelica berdiri dan berjalan ke arah Mereka membuat Mereka ikut berdiri.
__ADS_1
Grep
William yang melihat Pamannya Angelica ingin menampar Angelica langsung di tahan oleh William kemudian menekuk tangannya.
"Akhhhhhhh... Sakit!... Brengs*k lepas!" Teriak Pamannya Angelica sambil meringis menahan rasa sakit.
"Aku sudah bilang jangan pernah membentak ataupun menyakiti Angelica." Ucap William dengan nada dingin.
Bruk
Selesai mengatakan hal itu William mendorong tubuh Pamannya Angelica dengan sepenuh tenaganya hingga Pamannya langsung terjatuh.
"Ada apa ini?" Tanya Ayahnya Angelica tiba-tiba datang sambil menuruni anak tangga.
"Daddy, Paman ingin menampar ku lagi makanya Kak William menahan tangan Paman agar tidak menamparku." Jawab Angelica.
"Maafkan aku Kak sebenarnya Angelica yang me..." ucapan Pamannya Angelica terpotong oleh Ayahnya Angelica.
"Cukup, apa perkataan waktu itu kamu tidak mendengarnya?'' Tanya Ayahnya Angelica.
"Maaf Kak.'' Ucap adik iparnya.
"Minta maaflah pada mereka." Ucap Ayahnya Angelica.
"Tapi Kak ..." ucapan adik iparnya terpotong oleh Ayahnya Angelica.
"Tidak ada tapi-tapian, kamu mau segala fasilitas yang aku berikan aku tarik semua?" Tanya Ayahnya Angelica dengan nada mengancam.
Pamannya Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menahan amarahnya kemudian menatap ke arah William dengan tatapan tajam dan kebencian yang teramat sangat terlebih dengan Angelica.
"Maafkan Paman, Paman janji tidak akan melakukannya lagi." Ucap Pamannya Angelica.
'Awas kalian terutama kamu Angelica kalau ada kesempatan aku akan merusak mu sampai aku puas setelah itu kamu akan aku jual di tempat hiburan malam agar kamu melayani pria yang sudah bau tanah.' Sambung Pamannya Angelica dalam hati.
'Aku tidak percaya kalau Pamannya Angelica meminta maaf dengan tulus karena dapat di lihat dari tatapan yang penuh kebencian. Aku akan selalu melindungi dan menjaga wanita yang aku cintai. Wanita yang sebentar lagi aku nikahi karena Angelica adalah wanita satu - satunya dalam hidupku.' Ucap William dalam hati.
"Angelica, Paman sudah menyesal dan meminta maaf jadi kamu juga harus bisa memaafkan Pamanmu." Ucap Ayahnya Angelica.
"Baik Dad." Jawab Angelica patuh.
"Sekarang duduklah." Ucap Ayahnya Angelica sambil tersenyum ramah kemudian duduk di sofa tunggal.
Angelica sangat terkejut dengan perubahan Ayahnya begitu pula dengan William dan Pamannya Angelica namun mereka hanya diam. Angelica dan William duduk di sofa khusus dua orang sedangkan Pamannya Angelica duduk di sofa tunggal atau single.
"Akhirnya kamu pulang ke rumah, Daddy dan Mommy sangat merindukanmu." Ucap Ayahnya Angelica.
"Angelica juga sangat merindukan Mommy dan Daddy, Mommy kemana Dad?" Tanya Angelica.
"Mommy ada di kamarnya sedang tidur dengan pulas." Jawab Ayahnya Angelica berbohong.
"Sayang sekali." Ucap Angelica.
"Kenapa sayang sekali? Kamu kan sudah pulang dan tentunya tinggal di sini karena ini rumahmu." Ucap Ayahnya Angelica.
"Maaf Dad, sebenarnya kedatangan kami ingin memberitahukan kalau besok aku dan Kak William akan menikah." Ucap Angelica.
"Apa menikah? Biasanya kalau menikah itu mengundang orang - orang dan sebelum menikah keluarga dari calon suaminya datang tapi kenapa keluarga Nak William tidak ada satupun yang datang? Apa jangan - jangan setelah menikah beberapa hari kemudian Nak William menceraikan putriku dan menikah lagi dengan gadis lain?" Tanya Ayahnya Angelica.
'Rasakan kamu William.' Sambung Ayahnya Angelica yang tidak menyetujui jika Angelica menikah dengan William.
__ADS_1