Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Alex


__ADS_3

("Daddy pulang besok." Jawab Daddy Aberto sambil menepikan mobilnya).


("Alex kangen sama Daddy." Ucap Alex).


("Daddy juga kangen tapi hari ini Daddy ada urusan yang sangat penting jadi besok saja Daddy pulang." Ucap Daddy Aberto sambil mengambil ponsel yang di pegang oleh Mommy Davina).


("Baiklah." Ucap Alex dengan nada kecewa).


("Mana Mommy?" Tanya Daddy Aberto).


("Sebentar Dad." Ucap Alex).


Hening


"Mau kemana?" Tanya Daddy Aberto yang melihat Mommy Davina membuka pintu mobil.


"Aku ingin membeli kue di toko itu." Ucap Mommy Davina sambil menunjuk toko yang berada di sebrang.


'Maaf Aku terpaksa berbohong karena Aku akan pergi dari kehidupanmu sejauh mungkin. Ternyata semua pria tidak bisa di percaya kecuali pria di keluargaku.' Sambung Mommy Davina dalam hati dan entah kenapa hatinya sangat terluka namun tidak berdarah.


"Daddy akan mengantar Mommy ke toko sebrang." Ucap Daddy Aberto yang tidak ingin jauh dari Mommy Davina sambil memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.


"Tidak perlu. Uruslah keluarga Kak Aberto dan lupakanlah Kami, anggap saja Kami tidak ada." ucap Mommy Davina sambil keluar dari mobil.


Deg


Jantung Daddy Aberto berdetak kencang ketika mendengar ucapan Mommy Davina dan diam membatu untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Mommy Davina. Setelah beberapa saat Daddy Aberto tersadar kemudian keluar dari mobil dan melihat Mommy Davina melambaikan taksi yang melewati tempat tersebut. Hal itu membuat Daddy Aberto berjalan ke arah Mommy Davina dengan langkah cepat.


Grep


"Mommy cemburu?" Tanya Daddy Aberto sambil memeluk Mommy Davina.


"Buat apa cemburu? Oh ya satu lagi jangan pernah Tuan Aberto panggil Aku Mommy karena Kita tidak akan pernah menikah selain itu uruslah istri dan anak Tuan Aberto." Ucap Mommy Davina dengan nada dingin dan merubah nama panggilannya sambil berusaha melepaskan pelukannya.


"Masuklah, nanti Aku ceritakan." Ucap Daddy Aberto sambil membuka pintu mobil.


"Tapi ..." Ucapan Mommy Davina terpotong oleh Daddy Aberto.


"Masuk!" Perintah Daddy Aberto.


Mommy Davina menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian masuk ke dalam mobil. Daddy Aberto menutup pintu mobil kemudian memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil lalu duduk di kursi pengemudi.


"Alex adalah ponakanku, anak dari adik kembarku yang sudah meninggal dunia ketika Alex masih bayi dan kini tinggal bersama ke dua orang tuaku serta Ibunya Alex sekaligus adik iparku. Alex yang tumbuh bersama Kami memanggil diriku dengan sebutan Daddy karena itulah ketika menghubungiku Alex memanggilku dengan sebutan Daddy," Ucap Daddy Aberto menceritakan secara singkat.


Mommy Davina menatap Daddy Aberto dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Mommy Davina menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Apakah Tuan Aberto mencintai Ibunya Alex sekaligus Kakak ipar?" Tanya Mommy Davina.


Grep


"Seumur hidup Aku pertama kali melakukan hubungan suami istri bersama wanita yang Aku cintai dan wanita itu adalah kamu. Untuk ibunya Alex, Aku hanya menganggapnya sebagai seorang adik tidak lebih." Jawab Daddy Aberto sambil menggenggam tangan Mommy Davina.


"Aku mohon jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Aberto tapi panggil Aku dengan sebutan Daddy karena hatiku sangat sakit jika orang yang Aku cintai memanggilku dengan sebutan Tuan." Sambung Daddy Aberto.


"Maafkan Aku." Ucap Mommy Davina yang salah sangka.


"Tidak apa - apa justru Daddy sangat senang, Mommy cemburu." ucap Daddy Aberto dengan suara menggoda.


Bugh


"Siapa yang cemburu?" Ucap Mommy Davina sambil memukul bahu Daddy Aberto dengan wajah bersemu merah.


Daddy Aberto tersenyum melihat wajah merah calon istrinya sambil menangkap tangan Mommy Davina kemudian mengecup punggung tangannya.


"Sayang." Panggil Daddy Aberto.


"Ya." Jawab Mommy Davina dengan singkat.


 "Daddy minta apapun yang terjadi tanyalah sama Daddy dan jangan pernah percaya kata orang agar kejadian ini tidak terulang lagi. Karena jujur Daddy tidak mungkin mengkhianati Mommy walau apapun yang terjadi karena Daddy sangat tulus mencintai Mommy." Ucap Daddy Aberto dengan wajah serius.

__ADS_1


"Baik." Ucap Mommy Davina.


"Sekarang Kita berangkat ke butik karena ke tiga anak kembar pasti menunggu Kita." Ucap Mommy Davina setelah beberapa saat Mereka terdiam.


"Ok." Jawab Daddy Aberto sambil menyalakan mesin mobil.


Tiba - tiba ponselnya berdering membuat Daddy Aberto mematikan mesin mobil kemudian mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat Ibunya menghubungi dirinya.


"Mommyku telepon." Ucap Daddy Aberto sambil memperlihatkan layar ponselnya.


Mommy Davina membaca My Mother membuat Mommy Davina hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Aberto menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.


("Hallo Mom." Sapa Daddy Aberto).


("Kamu dimana sayang?" tanya Nyonya Abertos).


("Lagi di jalan Mommy, mau pergi ke butik langganan mommy." jawab Daddy Aberto yang tidak bisa membohongi Nyonya Abertos kecuali kejadian enam tahun yang lalu karena dirinya belum menemukan Mommy Davina).


("Kamu ke sana sama siapa?" tanya Nyonya Abertos).


("Sama Davina, Mommy." Jawab Daddy Aberto).


("Apa? ... Bagaimana bisa bertemu? Bagaimana keadaan Davina dan ketiga cucu Mommy?" Tanya Nyonya Abertos beruntun sambil tersenyum bahagia).


("Ceritanya panjang mom, tapi yang pasti semuanya sehat hanya saja cucu pertama mommy dan daddy yang bernama Dave terkena luka tembak dan kini berada di rumah sakit." jawab Daddy Aberto menjelaskan secara singkat).


("Lalu kenapa kalian pergi ke butik bukannya pergi ke rumah sakit?" tanya Nyonya Abertos dengan nada kesal).


("Kami pergi ke butik untuk membeli pakaian ganti, sebentar lagi kami sampai di butik mom. Setelah ini kami akan pergi ke rumah sakit." Jawab Daddy Aberto menjelaskan ke Nyonya Abertos).


("Ok nanti mommy akan menyusul." ucap Nyonya Abertos akhirnya).


("Ok mom, bye." ucap Daddy Aberto).


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun terputus secara sepihak oleh Nyonya Abertos tanpa menjawab ucapan Daddy Aberto kemudian Daddy Aberto menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Sayang?" tanya ulang Mommy Davina mengulangi perkataan Daddy Aberto.


"Iya mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang. Aku akan memperbaiki kesalahan yang dulu pernah Aku perbuat padamu." ucap Daddy Aberto.


"Itu bukan kesalahan kak Aberto tapi kesalahan pria itu dan juga mantan sahabatku." Ucap Mommy Davina.


"Terima kasih sayang tapi walau bagaimanapun aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." ucap Daddy Aberto dengan nada penuh keyakinan.


"Aku mohon beri aku waktu untuk memikirkannya." mohon Mommy Davina.


"Baik aku akan memberimu waktu tapi bolehkah jika aku mengajak anak - anak kita jalan - jalan?" tanya Daddy Aberto penuh harap.


"Tentu saja tapi dengan satu syarat." ucap Mommy Davina.


"Apa itu? meminta apartemen atau mobil atau barang branded?" tanya Daddy Aberto yang tahu kesukaan wanita.


"Aish... memangnya aku cewe matre." ucap Mommy Davina sambil bibir bawahnya dimajukan.


cup


"Kamu menggodaku ya?" Tanya Daddy Aberto sambil menghentikan mobilnya karena sudah sampai di butik kemudian mengecup bibir Mommy Davina dengan singkat di mana bibirnya sudah menjadi candunya.


"Menggodamu?" tanya ulang Mommy Davina.


ctak


"Aduh." ucap Mommy Davina sambil mengusap keningnya akibat di sentil oleh Daddy Aberto.


"Maaf sayang, habis sayangku sering mengulangi perkataan ku." ucap Daddy Aberto sambil mengusap perlahan kening Mommy Davina sambil meniupnya.


Mommy Davina memejamkan matanya dan merasakan hembusan permen mint dari mulut Daddy Aberto yang sangat menyegarkan.

__ADS_1


cup


"Ayo kita turun karena kalau kelamaan di sini yang ada aku ingin menerkammu dan mengulangi waktu kita di hotel enam tahun yang lalu." ucap Daddy Aberto berusaha menahan hasratnya sambil mengecup bibir Mommy Davina dengan singkat.


Mommy Davina langsung membuka matanya dan keluar dari mobil dengan diikuti oleh Daddy Aberto sambil tersenyum. Mereka berdua bergandengan tangan tapi lebih tepatnya Daddy Aberto yang menggenggam tangan Mommy Davina.


Mereka masuk ke dalam butik dan memilih pakaian masing-masing kemudian memilih pakaian untuk ke tiga anak kembarnya. Di mana Daddy Aberto dan Mommy Davina sambil masing - masing membawa tiga stel pakaian dengan warna yang sama.


"Sudah selesai belum?" tanya Nyonya Abertos yang tiba - tiba datang dan membelakangi Mommy Davina dan Daddy Aberto.


Mommy Davina dan Daddy Aberto langsung membalikkan badannya dan melihat pasangan suami istri yang merupakan orang tua dari Daddy Aberto.


"Hallo mommy, daddy kenalkan ini Davina." ucap Daddy Aberto memperkenalkan Mommy Davina ke dua orang tuanya.


"Hallo tante, om." sapa Mommy Davina sambil mengecup punggung tangan Nyonya Abertos kemudian dilanjutkan dengan Tuan Abertos.


Orang tua Daddy Aberto sangat senang melihat Mommy Davina yang sangat sopan dan menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Jangan panggil tante tapi panggil lah dengan sebutan Mommy seperti putra kami memanggil dengan sebutan Mommy." pinta Nyonya Abertos.


"Baik tan eh mommy." ucap Mommy Davina sambil tersenyum.


"Jangan panggil Om tapi panggil lah dengan sebutan daddy." pinta Tuan Abertos.


"Baik Daddy." Jawab Mommy Davina sambil tersenyum.


"Iya nih mom, kami sudah selesai dan sekarang mau bayar dulu setelah itu mau ke rumah sakit." ucap Daddy Aberto.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tuan Abertos penasaran.


"Waktu Aku dan Hendrik pulang dari kantor melihat Davina dan Kak David bersama ke tiga anakku di serang oleh para penjahat dan kami beserta para bodyguard membantunya tapi tiba - tiba ada yang ingin menembakku tapi anak kami yang pertama Dave menjadikan dirinya sebagai tameng jadi Dave yang tertembak." jawab Daddy Aberto menceritakan garis besarnya.


"Siapa Kak David? Apakah sudah kalian tangkap mereka?" tanya Tuan Abertos dengan menggenggam ke dua tangannya dengan erat dirinya sangat marah karena cucu kesayangan yang baru ditemui terkena luka tembak.


"Kak David adalah Kakak kembarnya Davina dan mengenai Mereka, sudah kami tangkap." jawab Daddy Aberto.


Begitu pula dengan Daddy Aberto menggenggam ke dua tangannya dengan erat karena baru saja dua kali bertemu namun putra sulungnya terkena luka tembak.


"Kita pergi sekarang saja karena mommy tidak sabar ingin bertemu dengan ke tiga cucu mommy." ucap Nyonya Abertos.


"Baik mom." jawab mereka serempak.


Daddy Aberto dan Mommy Davina berjalan ke arah kasir untuk membayar pakaian yang tadi dipilihnya sedangkan orang tua Daddy Aberto mengikuti dari arah belakang. Mommy Davina mengeluarkan kartu kredit hitam tanpa batas untuk membayar pakaian dirinya dan juga ke tiga anak kembarnya.


"Sayang, biar aku saja yang membayarnya." ucap Daddy Aberto sambil mengeluarkan kartu kredit hitam tanpa batas sama seperti milik Mommy Davina.


"Tapi.." ucapan Mommy Davina terpotong oleh Daddy Aberto.


"Mulai sekarang dan seterusnya kalian adalah tanggunganku. Jado ijinkan aku agar menjadi bagian dari keluarga kalian." mohon Daddy Aberto.


"Baiklah." Jawab Mommy Davina dengan pasrah karena dirinya tidak terbiasa dibayarin kecuali oleh orang tuanya dan Kakak kembarnya.


Selesai membayar mereka keluar dari butik menuju ke arah parkiran mobil bertepatan kedatangan mantan calon tunangan Daddy Aberto bersama ke dua orang tua calon mertuanya yang secara tidak sengaja mereka bertemu kembali.


"Hei wanita murahan kita bertemu kembali! Cih ... Tidak tahu malu baru pertama kali bertemu langsung menghamburkan uang calon tunanganku." ucap gadis tersebut dengan nada menghina.


Mommy Davina hanya bisa menahan amarahnya karena dirinya ingin sekali menamparnya tapi karena ada ke dua orang tua Daddy Aberto membuat Mommy Davina berusaha menahan emosinya.


Daddy Aberto yang mendengar ucapan wanita tersebut sangat kesal dan langsung memeluk Mommy Davina dari arah samping. Sedangkan ke dua orang tua Daddy Aberto juga sangat kesal dengan gadis yang dulu mereka jodohkan dan ada rasa penyesalan di hati mereka berdua kenapa dulu menyetujui usul perjodohan dengan sahabatnya.


"Tutup mulutmu, bukankah aku sudah bilang kalau pertunangan kita batal? Apakah kamu tuli?" Tanya Daddy Aberto sambil menatap tajam ke arah gadis itu.


"Sayang, apakah kamu tidak sadar jika wanita murahan ini hanya menipumu dan memanfaatkan dirimu? Apa sayangku tidak sadar juga jika dari awal dia itu sengaja membawa ke tiga anak kembar yang mirip denganmu agar bisa menarik perhatianmu ? Setelah itu lihat dia memanfaatkan dirimu dengan memborong pakaian branded." ucap gadis itu menghina Mommy Davina.


"Apa kamu yakin ke tiga anak kembar itu anakmu? atau jangan-jangan wanita murahan itu menjual dirinya dan kebetulan pas lahir mirip denganmu." sambung gadis itu dengan nada menghina kembali.


plak


plak

__ADS_1


"Kamu boleh menghinaku tapi jangan pernah menghina ke tiga anakku karena mereka tidak salah." ucap Mommy Davina sambil menampar gadis itu kanan dan kiri hingga terdorong ke belakang karena tamparannya lumayan kencang dan untunglah ke dua orang tuanya menahannya agar tidak terjatuh.


"Brengs**k wanita murahan berani menamparku." ucap gadis itu dengan kasar dan bersiap membalas Mommy Davina dengan cara mengangkat tangannya untuk menampar mommy Davina.


__ADS_2