
"Daddy dan Mommy, nyebelin," ucap William dengan wajah memerah.
"Pfftttt hahahaha...." tawa pecah ke dua orang tuanya bersamaan diikuti oleh Angelica.
"Angelica jangan tertawa kalau tidak Kakak akan menghukum dirimu," ucap William dengan wajah kesal sekaligus tersenyum melihat orang - orang yang di sayangi ikut tersenyum.
Angelica menatap ke arah William yang terlihat sangat kesal karena ditertawakan oleh ke dua orang tuanya dan juga dirinya membuat Angelica mendekatkan wajahnya ke arah wajah William.
"Kakak akan menghukum ku? Kak William berarti kerja jadi dosen ya?" tanya Angelica tanpa ada rasa takut sedikitpun melihat William menatapnya dengan tatapan tajam.
"Dosen?" tanya ulang William sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Angelica.
"Iya dosen, di kampus Angelica ada dosen yang suka menghukum mahasiswa dan mahasiswi jika tidak mengerjakan tugas." Jawab Angelica.
"Termasuk kamu ya?" Tanya William dengan nada menyindir.
"Maaf ya Kak, Angelica selalu mengerjakan tugas kecuali mata kuliah manajemen keuangan karena sangat sulit. Kalau Kak William memang benar dosen manajemen keuangan tolong ajarin Angelica ya," pinta Angelica sambil menyatukan ke dua tangannya.
"Pfftttt ...." tawa William.
'Tadi William tersenyum dan kini tertawa untuk pertama kalinya. Aku sangat berharap putraku berjodoh dengan Angelica tapi usia mereka terlampau jauh apakah mungkin?' tanya Daddy Gerald dalam hati.
'Kebahagiaan orang tua adalah melihat anak - anak nya menikah dan hidup bahagia. Selama William menikah dengan Valen, Mommy tidak pernah melihat senyuman dan tawa putraku membuatku selalu berdoa kalau memang Valen bukan istri yang terbaik maka pisahkan lah tapi kalau memang yang terbaik semoga Valen bisa berubah,' ucap Mommy Monika dalam hati.
'Doaku terjawab yaitu William mencerai kan istrinya dan sekarang aku berdoa jika memang Angelica adalah jodoh nya maka satukan lah tapi jika bukan jodoh nya maka aku hanya bisa memohon agar tetap bersatu,' sambung Mommy Monika dalam hati.
www.edisi maksa.com
''Kenapa tertawa?'' tanya Angelica dengan wajah bingung.
"Kamu lucu," Jawab William.
"Memangnya aku badut?" Tanya Angelica dengan bibir mengerucut.
'Aduh bibirnya ingin sekali aku merasakannya tapi jika aku melakukannya yang ada aku bakalan kena hukuman sama Mommy dan Daddy apalagi aku tidak ingin Angelica akan menjauh dariku.' Ucap William dalam hati.
'Tahan William jangan lakukan itu, jika memang dia jodohmu kamu bisa melakukan apapun terhadap Angelica.' ucap William dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke arah samping membelakangi Angelica.
Grep
"Paman kenapa memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil? memangnya kaca mobil lebih bagus dari pada wajahku?" tanya Angelica dengan wajah polos kemudian menyentuh pipi William.
Grep
"Jangan panggil Paman karena Kak William tidak menikah dengan Tante mu dan yang ke dua jangan sentuh pipiku," ucap William dengan tegas sambil menahan tangan Angelica sambil menatap tajam ke arah Angelica.
"Kalau begitu, Aku juga tidak akan memanggil dengan sebutan Kak William." Ucap Angelica.
"Lho memang nya kenapa?" Tanya William dengan nada kesal.
"Karena orang tua Angelica hanya melahirkan Angelica berarti Kita tidak ada hubungan saudara jadi Aku tidak lagi memanggil dengan sebutan Kakak." Jawab Angelica.
"Angelica." Panggil William dengan gigi gemeletuk.
Tiba-tiba mata Angelica berkaca-kaca membuat Angelica menarik tangannya yang digenggam oleh William.
"Maaf," jawab Angelica sambil memiringkan tubuhnya ke arah samping membelakangi William.
Tes tes tes
Ke dua orang tua William menatap horor ke arah William lewat kaca spion mobil membuat William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian William memiringkan tubuhnya ke arah Angelica agar menatap dirinya.
''Kenapa menangis?" tanya William dengan nada lembut sambil menghapus air mata Angelica dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluknya dengan lembut.
"Hiks ... Hiks ... Maafkan aku Kak, jujur baru kali ini aku merasakan sangat nyaman dengan Kak William dan ke dua orang tua Kak William karena dari kecil hingga sekarang ke dua orang tuaku tidak pernah memperdulikan aku." Jawab Angelica dengan jujur sambil membalas pelukan William.
"Hiks ... Hiks ... Hiks .... Daddy sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Mommy sibuk dengan teman-teman sosialitanya dan jika di mansion Mommy sibuk main ponsel begitu pula dengan Daddy yang juga sibuk bermain dengan ponselnya," Sambung Angelica sambil terisak.
"Jika aku lapar maka Mommy memanggil pelayan untuk membuatkan makanan dan jika aku ingin bermain dengan orangtuaku mereka menyuruh pelayan untuk menemaniku," sambung Angelica.
Angelica menumpahkan semua yang selama ini dipendamnya sedangkan William membelai punggung Angelica agar rasa sesak dihatinya berkurang.
Mommy Monika dan Daddy Gerald yang awalnya senyum-senyum melihat mereka berdua kini senyumannya langsung memudar dan berubah menjadi sendu.
Mereka tidak menyangka kalau nasib Angelica seperti itu membuat Mommy Monika dan Daddy Gerald berjanji untuk membahagiakan Angelica dan tidak bersedih lagi.
"Ketika Angelica sekolah, kepala pelayan yang menjadi orang tuaku karena ke dua orang tuaku sangat sibuk dan tidak bisa datang di saat acara sekolah bahkan ketika aku memenangkan juara lomba orang tuaku hanya memberikan selamat setelah itu mereka sibuk lagi." Ucap Angelica.
"Hanya kepala pelayan yang menghiburku dan mengajak jalan-jalan bersama istrinya," ucap Angelica lirih sambil memejamkan matanya.
"Jujur Kak, terkadang aku sangat lelah dengan semua ini dan hal itu membuat aku ingin tidur dan tidak bangun lagi," sambung Angelica.
__ADS_1
Angelica yang merasa nyaman di pelukan William tanpa sadar tidur di pelukan William sedangkan William yang mendengar keluh kesah Angelica tanpa sadar air matanya ikut keluar untuk pertama kalinya karena selama ini dirinya tidak pernah menangis.
"Angelica, Kakak berjanji mulai saat ini dan seterusnya tidak ada lagi air mata kesedihan tapi hanya ada air mata kebahagiaan," ucap William dengan sungguh-sungguh.
Hening
Hening
Mommy Monika, Daddy Gerald dan William terkejut karena Angelica tidak mengeluarkan suara membuat William mendorong perlahan tubuh Angelica.
"Angelica kenapa tidak bersuara?" tanya Daddy Gerald dan Mommy Monika bersamaan.
'Tidur Mom,' jawab William dengan suara berbisik agar Angelica tidak terganggu tidurnya ketika melihat Angelica memejamkan matanya.
Mommy Monika dan Daddy Gerald hanya menganggukkan kepalanya hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion milik Daddy Gerald.
"Angelica tidur dimana Mom?" tanya William sambil menggendong tubuh Angelica.
"Tidurkan di kamarmu saja," jawab Daddy Gerald usil.
Bugh
Mommy Monika yang mendengar ucapan suaminya memukul bahu suaminya membuat Daddy Gerald tersenyum.
"Tentu saja tidur di kamar tamu, nikahi Angelica dulu baru boleh tidur bersama. Jangan bilang kamu mempunyai pikiran mesum seperti Daddy," ucap Mommy Monika sambil menatap tajam ke arah William.
"Hehehehe," tawa Daddy Gerald dan William bersamaan.
"Tapi Mommy enak kan," goda Daddy Gerald.
"Apa Daddy ingin nanti malam tidak mendapatkan jatah?" tanya Mommy Monika dengan nada mengancam.
"Aish, Mommy tidak bisa di ajak bercanda," ucap Daddy Gerald dengan wajah cemberut sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"William bawa ke kamar tamu, nanti Mommy akan mengambil beberapa pakaian milik putrimu Gesha yang masih baru," ucap Mommy Monika.
"Baik Mom," jawab William patuh sambil berjalan ke arah tangga.
Mommy Monika juga ikut berjalan menyusul suaminya yang sedang ngambek dan dirinya tahu untuk menghilangkan ngambeknya dengan satu cara yaitu melakukan hubungan suami istri.
William menaiki anak tangga satu demi satu sambil sesekali melirik ke arah Angelica yang masih setia memejamkan matanya.
'Sangat cantik apalagi bibirnya ingin sekali aku merasakannya,' ucap William dalam hati ketika William menatap bibir Angelica yang berwarna pink.
Ceklek
William dengan perlahan meletakkan Angelica ke ranjang hingga William menghirup parfum di tubuh Angelica yang sangat menenangkan hatinya hingga William menatap wajah Angelica dari arah dekat.
Ketika pandangan William ke arah bibir Angelica yang hampir dekat karena tangan kiri William masih dijadikan bantal kepala Angelica sedangkan tangan kanannya yang tadi memegang ke dua kaki Angelica sudah dilepaskan.
Cup
William yang sejak tadi menahan dirinya tidak bisa menahannya lagi membuat William mengecup bibir Angelica secara singkat.
'Sangat manis,' ucap William dalam hati sambil menjilati bibirnya.
William kembali mencium bibir Angelica yang awalnya ciuman biasa kini berubah menjadi lu x mat x tan sambil memejamkan matanya hingga tanpa sadar Angelica membalas ciuman William.
William yang sangat terkejut membuat William membuka matanya dan melihat Angelica masih setia memejamkan matanya. William tersenyum kemudian William melanjutkan kembali ciuman nya hingga Angelica merasakan kekurangan oksigen.
Hal itu membuat Angelica memaksaka membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna membuat Angelica menggerakkan kepalanya agar bibir mereka tidak menyatu sambil mendorong tubuh William.
''Apa yang Kak William lakukan?" tanya Angelica dengan wajah sangat terkejut sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
"Maaf," ucap William yang tak kalah terkejutnya.
"Aku di mana sekarang?" tanya Angelica sambil menatap sekeliling kamar tanpa menjawab ucapan William.
"Kamu berada di kamar tamu," jawab William.
"Maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi dan lupakan yang tadi kita lakukan," sambung William merasa bersalah kemudian melepaskan tangan kirinya yang sejak tadi memegang kepala Angelica.
Grep
William yang merasa sangat bersalah langsung menegakkan tubuhnya kemudian membalikkan badannya namun tangannya di tahan oleh Angelica.
"Jangan pergi, temani aku tidur," mohon Angelica.
William menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap Angelica seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.
"Kamu serius?" tanya William.
__ADS_1
"Serius," jawab Angelica dengan nada yakin.
"Apakah kamu tidak marah karena tadi Kakak mencium mu?" tanya William.
"Tidak," jawab Angelica singkat.
"Kenapa tidak marah?" tanya William terkejut.
"Bukannya Kakak sudah meminta maaf dan Angelica sudah memaafkan Kakak. Kata Oma kalau orang meminta maaf harus dimaafkan," jawab Angelica dengan wajah polos.
"Terima kasih sudah mau memaafkan Kakak," ucap William.
"Sama - sama Kak, temani aku tidur Kak?" pinta Angelica mengulangi perkataannya.
William hanya menganggukkan kepalanya kemudian William membuka kancing jasnya dan membuangnya secara asal.
"Apa yang Kak William lakukan?" tanya Angelica dengan wajah panik ketika melihat William hendak membuka kancing kemejanya.
William menghentikan membuka kancing kemeja kemudian menatap wajah cantik Angelica.
"Kamu meminta Kakak temani kamu tidur kan?" tanya William tanpa menjawab pertanyaan Angelica.
"Iya benar tapi kenapa membuka pakaian?" tanya Angelica balik bertanya.
"Kakak terbiasa kalau tidur hanya menggunakan celana boxer," jawab William jujur.
"Waduh," ucap Angelica dengan wajah pucat.
"Kenapa? Kalau Kamu merasa keberatan Kakak tidur di kamar Kakak." Ucap William sambil mengambil jas miliknya yang tergeletak di lantai.
Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggelengkan kepalanya.
"Setuju atau keberatan?" tanya William memastikan.
"Setuju Kak," jawab Angelica pasrah.
'Angelica kamu harus kuat menahan godaan, kamu melakukan ini karena saat ini kamu ingin di temani orang yang sangat tulus denganmu,' sambung Angelica dalam hati.
Saat ini hati Angelica sangat sakit atas perlakuan dan perkataan ke dua orang tuanya karena itulah dirinya ingin menghibur dirinya dengan orang yang sangat tulus menyayangi dirinya.
William meletakkan pakaian jasnya di meja dekat ranjang kemudian melanjutkan kembali membuka kancing kemejanya hingga terbuka semuanya lalu membuangnya secara asal.
Glek
Angelica yang sejak tadi menatap William kini menelan saliva nya dengan kasar melihat tubuh William yang atletis dan perutnya yang kotak-kotak seakan ingin di sentuh.
Hal itu membuat Angelica memiringkan tubuhnya ke arah samping membelakangi William agar dirinya tidak melihat tubuh William.
Selesai William membuang kemejanya sembarangan berlanjut membuka ikat pinggang celana panjangnya kemudian membuka pengait celananya dan berlanjut menurunkan resletingnya.
Seperti sebelumnya William membuang asal celananya hingga menyisakan celana boxer miliknya. William berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di sisi ranjang sambil masuk ke dalam selimut yang sama dengan selimut yang digunakan oleh Angelica sedangkan Angelica merasakan ranjangnya bergerak membuat Angelica memejamkan matanya.
'Apakah keputusan ku salah untuk menemani tidur?' tanya Angelica dalam hati.
Awalnya Angelica mengira hanya tidur bersama namun ketika melihat tubuh William pikiran Angelica menjadi mesum terlebih dirinya masih ingat dengan jelas ketika Pamannya melakukan hubungan suami istri dengan beberapa wanita lain ketika dirinya tidak sengaja melihatnya.
Kejadian hal itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali selain itu dirinya tidak sengaja melihat ke dua orang tuanya melakukan hubungan suami istri di tambah suara merdu yang keluar dari mulut mereka membuat Angelica ingin sekali merasakan seperti apa hubungan suami istri itu.
'Angelica ingat hanya tidur bersama bukan melakukan hubungan suami istri, hilangkan pikiran mesum mu,' ucap Angelica dalam hati.
Angelica mendengar suara dengkuran halus tanda William sudah tidur dengan pulas membuat Angelica membalikkan badannya dengan perlahan dan melihat wajah tampan William yang masih tidur dengan pulasnya seperti bayi.
'Sangat tampan tapi sayang Kak William sudah menikah dan mempunyai anak. Lebih baik Aku jaga jarak karena Aku tidak ingin merusak hubungan Kak William dengan istrinya dan juga anak mereka.' Ucap Angelica dalam hati.
Angelica mulai menguap membuat Angelica ikut memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tidur dengan pulas.
Tanpa mereka sadari William dan Angelica saling berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.
Ceklek
Daddy Gerald membuka pintu kamar tamu yang digunakan oleh Angelica kemudian Mommy Monika masuk ke dalam dan berjalan perlahan ke arah sofa untuk meletakkan pakaian milik Gesha yang masih baru dengan diikuti oleh Daddy Gerald.
'Mommy sudah menduga kalau mereka tidur bersama,' ucap Mommy Monika sambil berbisik di telinga suaminya.
'Tebakan Mommy tepat,' jawab Daddy Gerald yang juga berbisik.
'Karena semua anak kita sifatnya menuruni Daddynya yang mesum,' jawab Mommy Monika yang masih berbisik.
'Tapi Mommy suka kan,' goda suaminya sambil berbisik tepat di telinga istrinya kemudian mencium leher Mommy Monika.
Mommy Monika hanya tersenyum dan merasakan tubuhnya geli ketika Daddy Gerald mencium lehernya. Mommy Monika berjalan ke arah ranjang untuk memunguti satu persatu pakaian milik William kemudian mereka pergi meninggalkan kamar tamu.
__ADS_1
Namun ketika Daddy Gerald dan Mommy Monika berjalan menuruni anak tangga satu demi satu dan tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan siapa lagi kalau bukan Edward.
"Lho kok Oma bawa pakaian milik Daddy?" tanya Edward yang sangat hapal dengan pakaian milik William.